
sisil mencoba memasuki sebuah restoran ia melamar kerja di sana tapi di tolak karena tidak ada lowongan kerja.
sisil mencoba lagi mencari kerja walaupun di bawah terik matahari menyengat kulitnya, ia berjalan kesana kemari mencari kerja, dan ia masuk ke salah satu toko pakaian di sana ia di terima kerja.
sisil sangat bahagia, walaupun gaji yang akan ia terima nanti tidak terlalu besar tapi cukup untuk keperluan dia sehari-hari.
"kamu mau mulai kerja sekarang atau besok?"tanya pemilik toko baju itu kepada sisil.
"besok saja embak!" jawab sisil sopan ke pada salwa sang pemilik toko baju tersebut.
setelah itu sisil pamit pulang dahulu kepada salwa, pas sisil mau keluar ia melihat ada seorang lelaki yang mau masuk ke toko itu dan sisil sangat terkejut karena lelaki itu yang mirip ia lihat di pasar waktu itu.
"bukankah ia lelaki yang aku lihat di pasar waktu itu, dan dia lelaki yang ada di dalam mimpiku!"pikir sisil dalam hatinya sambil melangkah meninggalkan toko tersebut.
"kenapa aku bisa ketemu dia lagi, apa dia memang pangeran untuk ku!" pikir Sisil dalam hati saat ia sudah di dalam angkot menuju pulang.
sisil merasa lelah sekali hari ini karena mencari kerja yang begitu sulit, hingga ia membatalkan pertemuan nya dengan sahabat nya, tapi di balik kelelahan itu sisil masih bisa tersenyum karena ia mendapatkan kerja dan bertemu lelaki itu lagi.
sedangkan ramon setelah pulang dari rumah sisil ia langsung kekantor nya, ia sedikit lega karena sisil dan papanya sudah memaafkan dia.
"asisten luki sekarang cepat kau cari siapa yang membuat video rekayasa itu, aku rasa orang itu sengaja menghancurkan rumah tangga ku!" perintah ramon kepada asisten luki.
"baik tuan!"jawab asisten luki.
ramon sekarang sedikit semangat bekerja, setelah bercerai dengan sisil ia tidak pernah ke kantornya baru hari ini ia ke kantor.
tempat pukul lima sore ramon bersiap untuk pulang ke rumahnya, ia membawakan mobilnya sendiri, ia tidak mau memakai sopirnya saat pulang kerja, di tengah jalan ramon berpikir ia tak semangat pulang kerumahnya karena sisil tidak ada di rumah.
ia masih belum bisa terima kalau ia sudah bercerai dengan sisil, ia mendapat ide lebih baik ia ke rumah sisil saja dahulu.
tidak butuh waktu yang lama untuk ramon sampai di rumah sisil, kurang lebih setengah jam ia sudah sampai di rumah sisil.
__ADS_1
sisil yang lagi memikirkan lelaki yang ia lihat di toko tadi jadi tersadar dari lamunannya karena ia mendengar suara ketukan dari pintu utama rumah nya.
"tok...tok....tok!"bunyi pintu utama rumah sisil di ketuk dari luar.
"siapa sih, ganggu saja aku lagi berkhayal sama pangeran ku, kalau papa gak akan ketuk pintu pasti langsung masuk saja!"gerutu sisil dalam hatinya sambil melangkah membukakan pintu utama nya.
setelah pintu terbuka sisil tambah cemberut, karena yang bertamu adalah ramon mantan suami yang telah memberi luka di hati nya.
sedangkan ramon yang melihat sisil membukakan pintu untuk nya, ia senang sekali, dan tersenyum manis kepada sisil.
"mau ngapain datang lagi?" tanya sisil jutek.
"kok ngomong nya gitu, yang pasti mau ketemu mantan istri ku!" jawab ramon enteng ia tidak terlalu memasukkan ke hati perkataan sisil terhadapnya.
"aku lagi sibuk, lebih baik kakak pulang saja!" kata sisil sedikit tegas.
"gak boleh jutek- jutek sama mantan suami, kalau berjodoh lagi bagaimana?"kata ramon asal sambil melangkah menyelonong masuk ke rumah sisil.
"aku gak ngapa-ngapain, aku cuma kepengen makan malam bersama mantan istri ku, ni aku bawa makanan, ayolah kita makan berdua malam ini!"kata ramon lagi, ia tidak peduli apa yang di katakan sisil, hal itu membuat sisil tambah jengkel melihatnya.
"huh..... terserah lah, aku pusing!" kata sisil lagi, sambil melangkah masuk kedalam kamarnya, ia tak peduli sama ramon yang duduk manis di ruangan tamu.
selang beberapa menit papa sisil pulang, ia terkejut melihat ramon duduk sendiri di ruangan tamu.
"nak ramon kenapa sendiri? sisil nya mana?" tanya papa sisil kepada ramon.
"dalam kamar pa, ia tidak suka aku datang ke sini!" jawab ramon dengan lesu.
"nak ramon maaf, sisil memang begitu orangnya kalau ia sudah gak suka sama orang, tapi papa rasa sisil mungkin memang butuh waktu untuk menerima semuanya, kau kan tau ia masih belia, untuk menjadi janda, perlu kesabaran yang banyak untuk menghadapi sisil!" kata papa sisil lagi kepada ramon.
"iya pa aku ngerti, lagian aku yang salah tak menyelidiki dahulu, langsung mengambil keputusan, aku rasa ada orang yang sengaja membuat rumah tangga ku hancur!" kata ramon lagi.
__ADS_1
"papa pikir juga begitu, apa kau ada musuh?" tanya papa sisil lagi.
"aku rasa tidak ada, kalau memang ada, paling saingan bisnis!" ucap ramon.
"oh iya ngomong-ngomong tentang bisnis, papa dengar usaha mu semangkin maju, akhir-akhir ini!" sahut papa sisil.
"benar pa usaha ku maju, tapi tidak dengan rumah tangga ku jadi hancur, aku rasa percuma punya harta banyak tapi orang yang kita cintai tak lagi di samping kita!" curhat ramon dengan papa sisil.
tanpa mereka sadari dari tadi sisil menguping pembicaraan mereka.
setelah mendengar curhatan ramon kepada papanya sisil juga ikut sedih, tapi untuk saat ini ia masih kepengen sendiri, ia masih kepengen bebas.
ramon dan papa sisil akhirnya makan bersama setelah mengobrol, walaupun sisil tidak mau di ajak untuk makan.
setelah makan ramon pulang, walaupun hatinya berat untuk melangkah pergi dari rumah sisil.
sedangkan sisil setelah mengintip ramon pulang ia keluar, ia duduk-duduk di teras rumahnya.
tapi setelah sepuluh menit duduk di teras, sisil jadi heran, karena ramon kembali lagi kerumahnya dengan alasan hpnya ketinggalan, padahal ia memang sengaja meninggalkan hpnya, biar bisa melihat sisil lagi.
"kenapa kembali lagi?" tanya sisil saat ramon ada di rumahnya kembali.
"hp ku ketinggalan!" jawab singkat ramon sambil tersenyum dan ia masuk ke dalam rumah sisil untuk mengambil hpnya.
setelah mengambil hpnya ramon tidak langsung pulang, ia malah duduk di dekat sisil.
"kenapa gak langsung pulang?" tanya sisil jengkel terhadap ramon.
ramon hanya tersenyum dan berkata," aku masih kangen sama kamu!" sambil salah tingkah di hadapan sisil, ia mencolek pinggang sisil.
"sudah ya, aku benar-benar marah sama kakak, sekarang pulang, jika tidak aku teriak ni, biar kakak di gebuk sama orang!" kata sisil emosi.
__ADS_1