"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
100. Amarah Marko (extra prat)


__ADS_3

Sudah satu Minggu ini bi oktras menjaga ifangka , bi oktras bisa melihat ada kejanggalan dalam sikap wanita itu .


Namun bi oktras masih mengurus wanita itu dengan baik , bahkan bi oktras belum menceritakan apapun kepada tuan Winarto apa yang sudah di ketahui oleh bi oktras .


"Bi , saya sekarang sudah sangat baik .apa sebaiknya bibi kembali saja kerumah om Win " ucap ifangka tersenyum kepada bi oktras .


"Tapi nanti saya yang akan mengantar bi oktras . sekalian saya mau berterimakasih kepada om dan Tante "ucap ifangka lagi .


"Saya ikut kata non saja "ucap bi oktras


"Baik lah .. "ifangka kembali memasuki kamarnya , tangannya yang kemarin masih banyak perbannya sekarang terasa bebas karena tidak ada lagi perban yang menempel di tangan nya itu ... Ifangka memperhatikan pantulan dirinya di cermin sambil tersenyum simpul .


"Semenjak aku sakit Ray selalu menyempatkan waktu untuk menjenguk ku , aku harap nanti malam aku tidak akan gagal "ucap ifangka tersenyum sinis .


"Maaf Naira sekali milik ku akan tetap menjadi milik ku "ucap ifangka lagi .


"Perempuan tua itu sangat membosankan . seperti nya di sudah mulai curiga dengan diri ku. semoga saja dia tidak memikirkan hal apapun "ucap ifangka menarik nafas panjang karena tau bi oktras bisa jadi ancaman bagi dirinya .


.....


Di tempat lain Marko sedang berada di dalam mobil nya untuk mengambil laptopnya yang kemarin sempat jatuh hingga ada kerusakan yang membut laptop itu tidak bisa menyala .


....."


Malam saat menemani ifangka . saat Ray baru saja keluar dari kamar itu .Marko melihat ada kejanggalan dalam sikap wanita itu .hingga Marko sengaja menghidupkan perekam suara di laptop itu dan meninggalkan Marlo dan ifangka sendiri di sana . entah bangai mana bisa saat Marlo tau Marko sengaja melakukan itu . dengan tidak sewajarnya Marlo menjatuhkan laptopnya itu di lantai .hingga tidak bisa di hidupkan kembali ...


-


Marko sudah memarkirkan mobilnya di depan ruko alat alattronik yang memang milik temannya .


"Hi bro "sambut Calvin Klein melihat Marko yang baru saja masuk kedalam ruko itu .


"Hai .. " Marko menyambut jabatan akrab mereka berdua .


"Ya sudah duduk dulu " Marko menggangukan kepalanya .


"Mau minum dulu . jangan bilang kalo kamu buru buru "ucap pria tampan itu melirik Marko dengan tatapan curiga . Marko langsung berkekeh kecil melihat tingkah sahabatnya itu .


"Ya .. karena kamu bisa menebak aku bekerja dengan siapa ? "


"Sibos super Suka marah marah "ucap mereka berdua sambil tertawa cekikikan mengingat Ray yang pernah marah marah karena kesalahannya memilih klien , membuat Ray harus membayar kerugian akan hal itu .


"Yaya .. tapi tetap saja tidak bisa jika kamu hanya sebentar . karena ada yang ingin aku sampaikan , tunggu sebentar "ucap Calvin meninggalkan Marko menuju ruangannya dan kembali membawa dua laptop di tangan nya .


"Apa kerusakan nya sangat parah ?"tanya Marko .


"Hem .. hingga banyak sekali yang harus aku delete untuk menyelamatkan data data penting"jawab Calvin sambil memberikan laptopnya kepada Marko ..


"Lihatlah dulu " Marko memeriksa kondisi laptop itu .


"Apa sebelum kamu melakukan perekaman suara ? "


"Iya , kenapa kau bisa tahu ? "


"Karena aku tidak tahu , makanya aku bertanya " ucap Calvin sinis melihat sikap Marko padanya .


"Ya ya .. aku lupa jika kamu ahlinya "ucap Marko lagi .


"Lalu apa yang akan kamu sampaikan ? "tanya Marko


terlihat Calvin menarik nafas dalam-dalam takut jika ini akan membuat Marko marah apalagi dengan adik kembarannya sendiri .


"Maaf sebelumnya . aku lancang untuk mendengarkan hasil rekaman itu "


"Tapi , aku juga tidak bisa menyimpannya sendiri mar , kemarin sore Marlo datang kesini pertama dia datang katanya hanya mampir saja . tapi setelah lama kami mengobrol dia mempertanyakan tentang laptop mu , makanya aku penasaran dengan hasil rekaman itu dan aku pun membukanya semalam "jelas Calvin .


"Kau bilang Marlo kemarin kesini ? "Calvin mengagukkan kepalanya .

__ADS_1


"Apa maksudnya bocah itu "ucap Marko


"Mana rekamannya " tanya Marko lagi Calvin pun dengan hati hati membuka rekaman itu dari laptopnya .karena jika di putar di laptop Marko suaranya akan banyak yang tidak terdengar .


Marko pun mendengarkan semua hasil rekaman itu membuatnya naik pitam , bangai mana adik kembarannya itu melakukan hal sekeji itu . Marko terlihat sangat marah bahkan wajah Marko terlihat memerah karena amarah yang bengitu memuncak .


"Sabar mar , bangai mana pun dia saudara mu kan , jadi lebih baik kamu bertanya terlebih dahulu kepada Marlo kenapa dia melakukan semua itu "nasehat Calvin melihat jika Marko saat ini sedang Sangat marah .


"Berapa biaya nya ? "tanya Marko mengambil dompet kulit nya dari dalam saku jas nya .


"Tidak usah . aku sedang membantu sahabat sahabat ku . kenapa aku harus perhitungan dengan hal sekecil itu "ucap Calvin tersenyum .


"Aku akan mentransfer nya nanti " ucap marko lalu bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari ruko itu menuju mobilnya . Calvin yang melihat itu tidak mungkin diam saja .


"Mar ,, gue ikut " ucapnya mengambil kunci mobil Marko . karena jika seseorang sedang emosi membawa mobil akan berbahaya pikirnya .


Marko tidak berkomentar apapun . Marko duduk di bangku sebelah pengemudi itu .


"Kita mau kemana ? "


"Ke apartemen ku " ucap Marko . Calvin pun mengikuti arahan Marko . setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam akhirnya mereka telah sampai di apartemen elite itu .Marko berjalan cepat menuju pintu lift . setelah lift itu terbuka Marko segera masuk dan menekan tombol 27 . dan Calvin ada di sebelah nya .


"Gubrak .... Marko membuka pintu apartemen itu dengan kuat hingga membuat seseorang sedang berada di meja makan itu mengalihkan pandangan menatap Marko .


"Apa masalah mu sampai membuka pintu saja sekuat itu ? "tanya Marlo masih tidak mengerti apa yang terjadi dengan laki laki itu . bukanya menjawab Marko malah langsung memberikan tinjuan untuk Marlo membuat Marko tersungkur jatuh .


Calvin yang melihat itu langsung menghelai kedua pria itu dengan susah panyah kerena tenaga mereka sangat kuat bahkan Calvin menjadi sasaran dari mereka berdua .


"Apa masalah mu sialan "teriak Marlo tidak terima dengan sikap saudara kembarnya itu . karena bibirnya terasa perih karena sedikit robek karena tinjuan keras dari Marko itu .


Bukannya menjawab Marko langsung menghajar laki.laki itu lagi sampai babak belur .


Calvin lumanyan kesusahan memisahkan kedua orang itu . namun setelah puas meluapkan emosi nya itu. Marko seketika tersimpuh duduk sambil menangis karena merasa gagal mendidik adiknya itu setelah perpisahan kedua orang tua mereka .


Marlo masih terbaring dengan banyak lebam di wajahnya .bahakan hidung dan mulutnya banyak mengeluarkan darah . karena melihat Marko yang menangis Marlo kembali tersadar akan kesalahannya . mungkinkah Marko sudah mengetahui nya .


Calvin yang sedang mengatur nafas itu pun bisa merasakan betapa merasa bersalahnya Marko Dengan kelakukan Marlo menyangkut dengan Ray .


"Apa kau ingat papa dan mama sama sama meninggalkan kita. Tanpa memikirkan bangai mana kita bisa bertahan hidup tanpa mereka , tapi ada seseorang yang menolong kita Tanpa tau apa kita bisa membalas jasa nya . sampai kita merasakan semua ini "


"Apa kau ingat "teriak Marko .


"Siapa yang menolong kita saat dalam kondisi seperti itu ? siapa sialan ? "Marko kembali menendang kaki laki laki yang sudah berlinang air mata itu .


"Kanapa kamu mengecewakan ku , aku merelakan cinta ku , masa depan Ku , hanya untuk membuat mu mendapatkan semua mimpi mu , tapi apa yang kamu lakukan "tanya Marko memukul kepala nya sendiri prustasi .


Calvin menepuk pundak laki laki itu menguatkan Marko .


"Kenapa kamu sangat mudah sekali untuk menghancurkan kepercayaan ku "ucap Marko


"Apa yang akan aku katakan kepada Ray saat ini "ucapnya lagi sambil tertawa kecil menyesali perbuatan adik kembarannya itu .


"Aku akan bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan Ray "ucap Marlo lirih


Marko tidak menjawab . malah merapihkan pakainya yang terlihat acak-acakan . dan bergegas menuju kamar nya .


Setelah beberapa menit Marko keluar dengan melempar kan sebuah jaket dan topi untuk Marlo .


"10 menit kamu tidak turun . aku yang akan membunuhmu "ancam Marko lalu melangkah keluar dari ruangan itu menuju mobilnya lagi .


Calvin memilih untuk berdiam diri di sana melihat kondisi Marlo yang memprihatinkan .


"Pasti kamu memiliki alasan kan kenap kamu melakukan itu ? "tanya Calvin kepada Marlo yang perlahan bangkit dari duduknya dan mengambil jaketnya dan topi yang sudah Marko lempar kan tadi .


"Ini alasan ku , aku tidak ingin membuat semua nya kecewa , jika aku bisa memilih aku tidak akan melakukan itu , tapi aku tidak bisa melihat Marko kecewa padaku secepat itu , " ucap Marlo terisak membuat Calvin bangkit dari duduknya dan menepuk pundak laki laki itu menguatkan .


"Kita mengenal Ray , dan Marko , aku nyakin jika mereka tidak akan melakukan sesuatu yang diluar kekecewaan mereka " ucap Calvin Marlo menghapus air matanya . dan melangkah keluar menuju lift sebelum Marko bertambah marah padanya ....

__ADS_1


,..."


Sedangkan Ray saat ini sedang mengurusi data data penting perusahaan , karena sebentar lagi akan memasuki cuti akhir tahun. membuat Ray benar benar sibuk . mengurusi kepentingan karyawannya .


Dering telepon membuat Ray mengalihkan pandangan menatap benda pipih itu .


"My life ❀️


"Hay .. assalamu'alaikum "


Naira terlihat sedang tersenyum kearah Ray. membuat rasa lelahnya menghilangkan bengitu saja karena melihat senyuman manis istri nya itu .


"Wa'alaikum sallam sayang " jawab Naira sambil tersenyum manis kepada suaminya itu .


"Sedang apa ? "sepertinya aku baru 3 jam di kantor tapi kamu sudah merindukan ku ? "goda Ray . Naira hanya tertawa kecil .


Setelah itu Naira membalikan kemera ponsel nya tertuju kepada Zidane yang sedang duduk dengan keadaan badannya berlumuran dengan susu bubuk coklat yang baru saja Zidane tumpahkan .hingga mengenai tubuh munyil nya itu . namun bayi kecil itu bukanya takut jika mama nya akan memarahi nya bahkan iya dengan ocehannya itu sambil tertawa sendiri .


Bukannya marah Ray malah tertawa terbahak-bahak melihat putranya itu yang sudah mulai aktif setelah bisa merangkak .


"Anak papa udah mulai nakal nya sekarang "ucap Ray tidak menghentikan tawanya . membuat Zidane bertambah mengoceh dengan bahasa yang sendiri .


"Sayang . kamu tau itu susu kesukaan ku ? "ucap Naira dengan ekspresi wajah yang di buat kesal .


"Nanti aku akan membeli tokoh nya jika kamu mau "ucap Ray sambil tersenyum kepada wanita itu .


"Tidak seperti itu juga . beliakan aku satu nanti jika mas Ray pulangnya "ucap Naira


"Sudah Kukatakan jika aku akan membeli tokoh nya sayang "


"Ih .. Naira percaya mas ..kalo mas bisa beli itu dengan kekayaan mas , tapikan gak harus beli sekalian toko toko nya juga lah "ucap Naira sambil tertawa kecil .


"Kalo aku mau ? "ucap Ray dengan nada sombong nya .


"Ya ya silahkan tuan sombong "ucap Naira sukses membuat Ray kembali tertawa cekikikan melihat ekspresi istrinya itu .


"Ya .. sudah mas Ray lagi sibuk kan ? tadi Naira mau liatin Zidane aja"ucap Naira lagi .


"Aku pengen cepat pulang sayang . aku sangat merindukan kalian berdua "membuat Naira tersenyum malu .


"Tapi bangai mana dengan nasib karyawan ku "ucap Ray menghembuskan nafas panjang .


"Nanti juga ketemu , ya udah lanjut gih kerja nya. semangat nya sayang '"mendapat anggukan dari Ray


"Semanggattttttttt " ucap Naira dengan tatapan lucu nya . membuat ray memberikan ciuman dari ponselnya itu .


"Baik lah . aku harus cepat menyelesaikan pekerjaan ku biar aku bisa membuatmu membayar waktu yang sudah kau ambil barusan ini " ucap Ray membuat Naira sedikit melotot kan matanya kepada pria Tampan itu .


"Ya sudah aku tutup nya..atau nanti kamu juga kan tambah lama membayar nya "goda Ray lagi membuat Naira segera menekan tombol untuk mengakhiri sambungan telepon mereka . membuat Ray berkekeh kecil melihat kelakuan wanita cantik itu .


"Assalamu'alaikum "Naira mengirimkan pesan itu karena tadi Naira tidak mengucapkan salam untuk suaminya itu .


"Wa'alaikum sallam .. jangan marahi ank ku . nanti aku yang akan mengganti rugi tentang susu yang kamu suka itu "tulis Ray membuat Naira merutuki suaminya itu .


"Aku ibunya mana mungkin aku melakukan itu kepada anak ku sendiri mas , ada ada saja."balas Naira dengan emoticon tertawa itu .


Ray pun membalas nya dengan gambar love mencium wanita itu . Naira pun sama.


Setelah mengakhiri pesan yang lebay itu .Ray pun kembali menyelesaikan pekerjaan nya dengan semangat lagi apa lagi telah melihat wajah orang orang yang sangat iya sayangi itu .....


Bersambung ....


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya like'komentar πŸ™πŸ»


Semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»*

__ADS_1


__ADS_2