
...----------------...
Saat mereka kembali di kediaman mamanya , mereka langsung di sambut oleh nyonya Monica dengan senyuman lega.
nyonya Monica seperti sangat senang sekali melihat Naira pulang bersama Ray dan terlihat mereka berdua akur akur saja .
"Assalamu'alaikum ma ""ucap mereka bersamaan
"Wa'alaikum sallam Ray , nai ""jawab nyonya Monica tersenyum menyambut kedatangan anak dan menantunya itu
nyonya Monica terlihat memberi kode kepada Ray ,Ray tersenyum dan menggeleng kan kepala , nyonya Monica mengangguk.
"Apa kalian berdua sudah makan nak ""tanya nyonya Monica
"Alhamdulillah sudah ma apa mama sudah makan ""tanya Naira tersenyum
"Yah mama udah masakin kalian opor ayam spesial , tapi kalian berdua sudah makan ya? ""ucap nyonya Monica sedikit kecewa
"Mas bukan kah tadi mas bilang masih lapar ?""tanya Naira dengan nada serius .
"Kami akan makan lagi ma , makanan di warteg tadi kurang enak . iya kan mas ""ucap Naira tersenyum manis kearah Ray , membuat Ray tidak bisa menolak nya.
Demi mendapatkan maaf dari Naira naira meminta Ray untuk menuruti keinginan nya.
tidak susah,, hanya saja Ray harus makan apapun yang yang Naira pilihan kan .
Ray pun meng'iya kan
demi menerima maaf dari istri nya itu
Ray berusaha menahan kesal nya .
kerena Naira seolah olah memanfa'atkan keadaan ,naira terus saja mengoceh tentang hubungannya dengan cia dan menceritakan tentang Revan.
Naira memesan dua bakso Marcon namun berbeda porsi Ray jumbo sedang kan Naira kecil , hingga membuat Ray menelan ludah nya dengan kasar .
" Makan lah ""ucap Naira tersenyum
"Sebesar ini , aku tidak suka bakso ""ucap Ray tidak percaya dengan apa yang ada di depan nya itu.
"Tidak Naira akan membantu nya ""ucap Naira mengambil satu mangkuk bakso yang sudah iya pesan .
"Kau ""Ray hanya bisa mengutuk persyaratan yang di ajukan oleh Naira
"Ya sudah, jangan harap akan ada maaf dari Ku""ucap Naira tersenyum menantang Ray
Ray hanya pasrah memakan makanan yang ada di depan nya itu dengan wajah masam .
"Tidak usah di makan jika tidak mau di makan
sayang ""rayu Naira tertawa kecil melihat ekspresi wajah Ray
"Lihat saja nanti '"ancam Ray membuat Naira hanya tersenyum membalas penuturan Ray .
Ray terlihat menyenderkan tubuhnya di kursi tempat yang iya duduki saat ini
perutnya terasa sakit kerena kekenyangan ,bangaimana tidak saat ini Ray hampir menghabiskan bakso super jumbo dan di dalam nya berisi cabai yang memenuhi isi bakso bulat itu .
Ray sudah menghabiskan 4 botol minuman hingga membuat nya pegah.
"Kenapa kau begitu kejam pada ku ,
kenapa tidak sekalian saja kau meminjam pisau di dapur , lalu bunuh lah aku ""ucap Ray melampiaskan kesalnya kepada Naira
"Ya sudah tunggu sebentar "" ucap Naira berjalan menuju dapur warteg itu
melihat itu Ray langsung menarik tangan istrinya itu .
"Kanapa ?""tanya Naira Tanpa ekspresi
"Kenapa kamu menjadi jahat seperti ini ""cibir Ray
"Bukan kah tadi mas Ray yang memintanya ?""tanya Naira masih dengan wajah datar .
"Aku hanya becanda broo ""ucap Ray sambil tertawa kecil melihat ekspresi Naira .
...****************...
Naira membantu nyonya Monica menyajikan makanan yang sudah di siapkan oleh mama mertua nya itu
lalu Naira pun memanggil Omanya untuk makan malam bersama,
__ADS_1
"Kau sungguh senang nya jika melihat ku mati kekenyangan "'bisik Ray saat Naira baru saja duduk di sebelah nya.
"Iya ,, karena tadi mas Ray melarang ku untuk meminjam pisau ,jadi rasakan sekarang ' ""jawab Naira tersenyum jahat
"Dasar kelinci licik ""Naira tertawa mendengar bisikan Ray .
hingga membuat Ray juga ikut tertawa , namun Ray tidak tau apakah yang membuat nya tertawa saat ini .
"Apa yang lucu hingga membuat kalian tertawa nak ?""tanya nyonya Airin melihat kedua cucunya itu tertawa bersama.
"Oma tau tadi ada orang yang sangat rakus , dia hampir menghabiskan satu bakso super jumbo ""cerita Naira serius kepada mama dan Omanya itu, mereka berdua hanya menyerit dahi mendengar penuturan Naira
" Kerena ada pemaksaan terhadap laki laki itu Oma .
maka nya laki laki itu tidak bisa membantah pelaku nya harus di laporkan kerena pasal kdrt ""timbal Ray menatap Naira.
Nyonya Airin dan nyonya Monica seketika tertawa bersama, melihat kekonyolan kedua anaknya itu , saat ini mereka baru mengerti akan apa yang telah menimpa putra nya , karena ulah me'nantu nya itu .
"Omaa"" rengek Naira , setelah itu Naira pun ikut tertawa namun Ray segera menutup mulut Naira dengan tangan nya.
Hingga membuat naira tersedak .
Ray pun memberikan minum untuk Naira dan mengusap punggung istrinya dan pasti Ray kena omel nyonya Monica atas ulahnya .
Setelah candaan tadi mereka pun melanjutkan makan malam bersama ,
'' Nak apa kalian berdua belum memiliki rencana untuk memiliki anak""tanya nyonya Airin tersenyum.
ke arah Ray dan Naira bergantian nyonya Monica pun menatap keduanya.
Seketika Ray menatap wajah Omanya itu
naira hanya mampu terdiam.
"Oma sudah tua nak ,dan Oma juga sudah sakit sakitan , kapan lagi Oma bisa bermain dengan cicit Oma nanti "'keluh nyonya Airin
"Iya nak pernikahan kalian berdua sudah hampir satu tahun .
apa kalian berdua sudah berencana untuk melakukan program kehamilan "" tanya nyonya Monica.
"'Mama mengenal dokter spesialis untuk mengecek kesuburan kalian berdua jika kalian sudah siap '""ucap nyonya Monica tersenyum lebar .naira dan Ray saling menatap satu sama lain . Ray mengerti akan perasaan Naira saat ini
iya kan sayang ""ucap Ray tersenyum. kearah Naira .
Naira hanya mengangguk dan tersenyum kepada mama mertua dan Oma nya itu.
"Semoga Allah mensegerakan niat baik kalian berdua nak .
oma dan mama selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua ""ucap nyonya Airin tersenyum dan mendapat anggukan dari nyonya Monica
"Aamiin ....semoga ya Oma , mama ""ucap Ray memaksakan tersenyum
Naira hanya tersenyum menanggapi perkataan nyonya Monica dan nyonya Airin
Hatinya sakit saat ini hanya saja Naira tidak mungkin menceritakan semua nya .
Setelah selesai dengan makan malam mereka di lanjutkan dengan berbincang bincang ringan , naira meminta izin untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu .
Sesampainya di kamar Naira pun segera menuju kamar mandi dan menutup rapat pintu tersebut.
Naira tertunduk dan menumpahkan semua kepedihan yang sudah iya tahan di depan Oma dan mama nya .
"Ya Allah 'bangaimana ini '"Naira memukul pelan dada nya yang terasa sesak
" Nak sekarang ibu memiliki kegiatan baru, kau tau Nai , ibu belajar merajut baju anak bayi ibu memilih warna pink dan biru kerena kan ibu belum tau cucu ibu nanti perempuan atau laki laki jadi ibu memilih warna itu.
nai kamu harus melihat nya lucu sekali ini adalah hadiah untuk cucu ibu nanti "" ucap Bu Laila tersenyum bahagia memperlihatkan baju yang sangat lucu dan cantik , naira merasa mata nya terasa panas hingga Naira menjeda panggilan nya agar ibu nya tidak melihat kepedihan hati nya .
Tak terasa Naira sudah satu jam di dalam kamar mandi meratapi jalan hidup nya saat ini hingga Ray sudah terdengar memanggil nya.
"Nai , kamu mandi apa tidur sih lama banget di dalam , cepat aku juga mau mandi ""gedor Ray dari luar pintu
'"Tunggu sebentar ""jawab Naira dan menghapus air matanya
Setelah selesai membersihkan tubuhnya .naira baru saja ingat jika tadi dirinya tidak membawa pakaian ganti . baju nya yang iya pakai tadi basah lagi , naira pun mencoba mencari jika ada pakaian Ray di sana tapi nihil ,hanya ada handuk saja disana , tidak mungkin kan jika dia keluar dengan hanya menggunakan handuk saja .
"Kenapa harus melupakan nya ""rutuk Naira pada diri nya
"Naira pun memberanikan diri untuk memanggil Ray dan meminta tolong agar Ray mengambil pakaiannya di dalam koper miliknya .
"Mas apa mas Ray ada di dalam , bisa tolong ambilkan baju Naira di koper ""teriak Naira kepada Ray namun tidak ada jawaban dari Ray.
__ADS_1
"Apa mas Ray keluar lagi ya . ya pasti mas Ray udah keluar "'naira membuka sedikit pintu kamar mandi dan mengintip apa kah ada Ray disana .
Naira bernapas lega saat mengetahui jika Ray tidak ada disana naira pun melangkah pelan .
dan masih mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar tersebut naira pun bergegas mengambil baju piyama nya .
Saat iya membalikan badannya betapa terkejutnya iya melihat Ray sudah berdiri di depan pintu balkon kamar sambil memperhatikan nya .
"Haaaaaaaaaaa'"teriak Naira namun Ray langsung menutup mulut wanita itu , hingga membuat Naira meronta agar Ray melepaskan nya .
"Apa kamu kira aku maling , sampai berteriak seperti itu ""tanya Ray dengan tatapan serius nya
"Tutup mata mas ""Naira mencoba menutupi mata Ray dengan tangannya dengan kuat .
hingga membuat Ray tidak bisa menahan keseimbangan nya atas dorongan dari Naira hingga membuat Ray dan naira terjatuh , dengan posisi Ray di bawah dan Naira diatas nya .
Sesaat mereka berdua saling bertukar pandangan kedua nya sibuk dengan pemikirannya masing-masing .
Ray terpesona dengan kecantikan Naira kulit putih bersih , matanya yang indah , rambut yang berwarna hitam dan panjang tergerai menutupi sebagian wajah Naira namun tidak mengurangi kecantikan istri kecilnya itu '
"Sia**al aku tidak bisa menahan diri jika terus begini ""batin Ray memejamkan matanya karena sesuatu yang di bawah sana sudah merasa terganggu .
Naira langsung berusaha berdiri dari posisi mereka yang seperti itu Ray mencoba membantunya untuk berdiri .
"Tutup mata""teriak Naira kepada Ray
karena suara teriakan Naira begitu keras , hingga nyonya Monica yang sedang melintas di depan kamar Ray pun mendengar suara itu.
Seketika nyonya Monica berhenti dan berbalik badan ke arah kamar yang di tempati oleh Ray dan Naira .
karena penasaran dengan apa yang terjadi .nyonya Monica mendekat dan mencoba mendengar kan suara yang terdengar samar dari dalam sana ,
Melihat Ray sudah menutup mata nya naira pun memunguti piyama nya yang berceceran dengan suara Isak tangis terdengar samar di telinga Ray
Naira saat malu dan ini adalah pertama kalinya, Naira dalam keadaan tidak menutup aurat nya di hadapan laki laki manapun
walau Ray suaminya tapi rasanya tidak pantas rasanya Naira berpenampilan seperti ini dihadapan Ray.
Naira yang sedang sibuk memunguti pakaiannya,
Ray mencoba membantu dan seketika Ray melihat ada butiran bening
yang membasahi pipi wanita itu.
Naira pun menatap Ray dengan tatapan sedihnya , ray paham jika Naira saat ini sedang kecewa pada dirinya , kerena Naira sudah merasa gagal menjaga aurat nya dihadapan nya .
ada perasaan sakit di hati Ray saat ini melihat Naira menangis karena menyesali semua ini.
"Pakai lah ""ucap Ray lembut kepada Naira .
Naira pun mengikuti perintah suaminya itu
berjalan menuju kamar mandi untuk memakai pakaian nya .
Setelah selesai Naira yang terlihat sudah rapih dengan hijab yang sudah menutup rambut indah nya.
Naira berjalan ke arah Ray yang sedang duduk di atas ranjang , Naira ingin meminta maaf pada Ray atas kecerobohan nya.
Ray terlihat mengulurkan tangannya ke arah Naira dan menepuk ranjang yang ada di depan nya agar Naira duduk di depan nya.
"Kenapa mata mu bengkak... hah '"tanya Ray mengelusi pipi Naira yang putih mulus
"Maaf ""ucap Naira menunduk
"Untuk apa ? .aku yang seharusnya meminta maaf pada mu , kerena sudah melibatkan mu terlalu jauh dalam masalah ku ""ucap Ray mengangkat kepala Naira yang menunduk di hadapan nya.
Naira menggeleng kan kepala nya lalu memeluk suaminya itu ,
"Maafkan aku nai ""ucap Ray mengusap kepala wanita itu ,
mereka hanyut dalam kesedihan mereka masing masing ,.....
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur βΊοΈππ»
__ADS_1