
...----------------...
"Hubungan antara Ray dan Naira semakin membaik
bahkan tak jarang mereka menghabiskan waktu bersama . seperti menonton bioskop saat hari libur ,
dan Ray selalu ikut menemani Naira untuk membeli kebutuhan rumah mereka .
Seperti malam ini Naira dan Ray sedang berada di pasar malam 'berada tak jauh dari rumah mereka '
Walau pun Naira masih sesekali melihat Ray menelpon seseorang saat mereka selesai makan malam sampai tengah malam.
Naira memang tidak tahu Ray menelpon siapa ,
tapi siapa lagi lebih dekat dengan Ray jika bukan kekasihnya , karena Ray berbicara dengan lembut sekali saat sedang menghubungi seseorang itu .
"Tuan cepat '"ucap Naira antusias kerena iya berhasil memaksa Ray untuk menemani ke pasar malam .
Walau Ray awal nya menolak 'namun kerena Naira menggunakan jurus jitu nya ' yang tidak bisa Ray menolak nya , akhirnya Ray pun mengikuti keinginan istri nya itu
"Pelan pelan Nai ' banyak orang disini ""tegur Ray melihat Naira menariknya.
naira hanya tersenyum 'kerena Naira sadar akan kecerobohan nya '
Sebenarnya naira sengaja membawa Ray ketempat seperti ini agar Ray bisa mengenal dunia luar yang menyenangkan ini .
Kerena Naira sudah mendengar tentang kehidupan Ray dari nyonya Airin .
setelah tuan Winarto meninggalkan keluarga nya
terutama Ray dan ALDO
sebelum nya ray dan Aldo adalah anak yang ceria dan aktip 'namun setelah tuan winarto pergi 'ray menjadi anak yang pendiam dan sering sekali nyonya Monica memergoki Ray sedang menangis di pojok ruangan
tentu itu membuat nyonya Monica terpuruk 'hingga mertua nya itu hampir putus asa.
Naira ingin Ray dapat merasakan betapa indah nya hidup ini 'jika kita menjalaninya dengan menerima semua drama kehidupan yang telah di takdir akan Allah untuk semua hamba nya .
Bersyukur dan ikhlas adalah cara jitu seseorang bisa bahagia .
"Tuan beli itu ""tunjuk Naira sebuah jajanan arum manis
ray tidak bisa menolak kerena banyak pasang mata yang sedang memperhatikan mereka berdua
"Yang kecil ""penuturan Ray membuat Naira mengatupkan kedua tangannya memohon '
"Bang beli satu yang sedang nya ""Naira yang mendengar itu tersenyum bahagia.
Setelah mendapatkan apa yang di ingin kan 'naira menunjuk sebuah wahana rumah hantu namun Ray menolak tegas
Hingga membuat Naira tidak bisa memaksa lagi 'saat melihat permainan baling baling 'naira memohon agar Ray mengabulkan nya '
"Baik setelah ini pulang ""ucap Ray Naira menganggukan kepalanya ,Tampa komentar lagi.
Setelah mendapatkan tiket nya 'mereka mengantri untuk menaiki baling baling tersebut '
Melihat Naira yang tak henti hentinya tersenyum 'membuat hati Ray menghangat.
Entah ada perasaan aneh di hatinya
kenapa dirinya tidak ingin jika Naira bersedih apalagi menangis ,
dan Ray pun tidak pernah mengajak ifangka lagi untuk berkunjung kerumah nya , karena ingin menjaga perasaan Naira .
Naira ingin berpoto sebagai kenang-kenangan 'tapi kerena penerangan yang minim cahaya membuat wajah mereka tidak jelas di kemera
Naira merasa sedih akan hal itu .
"Nanti kita kesini lagi 'pas siang hari, jadi nanti bisa Poto Poto ""ucap Ray
"Inikan pasar malam tuan ,mana ada siang hari ""ucap Naira dengan wajah sedih
"Ya cari yang bukanya siang hari lah emang disini aja yang punya kanyak gini ""ucap Ray dengan menatap mata Naira
'naira pun kembali tersenyum
"Janji ""Naira memberi kan jari kelingking nya 'dan Ray pun menautkan jari kelingking mereka berdua '
"Iya ,, cerewet sekali "ucap Ray tersenyum gemas melihat kelakuan istri kecilnya itu .
Setelah itu permainan pun berakhir
Naira pun menepati janji nya untuk pulang setelah selesai dengan permainan itu.
Ray menggandeng tangan Naira 'dan membawa nya untuk ke penjual Arum manis lagi .
'naira yang melihat itu bingung 'bukan kah tadi Ray meminta nya pulang setelah selesai,
Namun Naira tidak bicara apa pun
Ray memesan Arum manis jumbo , mendapat perhatian dari orang lain yang sedang mengantri di belakang mereka.
Setelah mendapatkan pesanan nya yang terbungkus plastik
ray masih menggandeng tangan wanita itu menuju parkiran mobil nya
setelah itu Ray membukakan pintu untuk Naira Naira pun masuk , masih dengan keheranan di benaknya melihat sikap Ray padanya
Mereka pun perlahan meninggalkan tempat itu ,Ray berencana untuk mengajak Naira ke suatu tempat
naira sudah mencoba bertanya namun Ray meminta nya untuk diam '
"Ayok turun ""setelah Ray membuka pintu mobil untuk Naira
"Makasih
kita dimana tuan ""tanya Naira merasa asing dengan tempat itu ,
Saat ini mereka sedang berada di sebuah rumah pohon 'tempat Ray menenangkan diri nya saat sedang sedih atau bertengkar dengan pacar nya .
"Let's go""tangan nya kembali menggandeng tangan istrinya itu.
mereka pun menaiki tangga menuju ke atas pohon 'dan setelah sampai di atas ' pemandangan indah ibukota terlihat jelas 'membuat Naira merasa takjub melihat pemandangan itu ,
malam ini Naira bahagia sekali.
Ray mengajak Naira untuk duduk di kursi yang di siapkan disana 'setelah itu Ray membuka kan Arum manis yang sudah mereka beli tadi,
__ADS_1
karena Ray juga sebenarnya menyukai manisan tersebut ,
apa lagi Naira jika diizinkan Naira bisa menghabiskan manisan itu sendiri Tampa harus berbagi dengan Ray .
"Kenapa kamu cepat sekali' menghabiskan manisan nya ""ucap Ray menggoda Naira
karena melihat Naira sangat bersemangat menyantap manisan itu .
karena malu Naira mengurangi kerakusan nya .
Ray seketika tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku istrinya itu
Naira terbengong 'kenapa suaminya itu menertawakan dirinya .
"Aku hanya bercanda ' aku senang jika kamu senang 'hayo makan lagi .
kita balapan siapa yang menang bakal mendapatkan hadiah ""tantang Ray mendapat anggukan antusias dari Naira
Akhirnya Naira memenangkan tantangan itu 'dan Naira meminta Ray untuk memberikan nya izin untuk pulang ke kampung halamannya ,
dan Ray pun menyetujui permintaan istri nya itu
"Tapi maaf seperti nya aku tidak bisa menemani mu pulang""ucap Ray
"Tidak masalah tuan 'terimakasih ""ucap Naira tersenyum bahagia
Ray mengangguk mendengar penuturan Naira .
"Tuan tau tempat ini 'wah pasti tuan sering kesini nya ""tanya naira masih tak menyurut kan senyuman di wajah cantik nya
"Bisa dibilang begitu ""jawab Ray 'menyuap Naira dengan Arum manis .
Sudah berapa lama jantung Naira berdetak tidak normal . naira takut jika ini berlangsung terlalu lama mungkin akan menyebabkan Naira sakit jantung .
namun Naira kembali melebarkan senyumnya saat Ray menatap wajah nya.
"Mba ifangka pernah kesini juga sama tuan ""tanya Naira Tampa memikirkan bagaimana perasaan Ray saat ditanya seperti itu
"Gak pernah .
baru kamu yang aku ajak ketempat ini Nai ""jawab Ray dengan nada menyakin kan
Naira hanya mengangguk sambil tersenyum 'jantung nya kembali berdetak lebih kencang
"Kalo terus gini 'pasti ko Ray bakalan denger 'astagfirullah allazim ''batin Naira sambil memegang dada sebelah kiri nya
"Nai '" panggil Ray namun pandangan yang tertuju pemandangan yang ada di depan nya
"Ya tuan ""jawab Naira memperhatikan Ray
"Bisa tidak jika kamu mengganti nama panggilan itu ,agar lebih pantas saja '
apakah menurutmu ada seseorang istri memanggil suaminya dengan sebutan tuan ""ucap Ray dengan nada serius
"Memang perlu nya tuan ?""tanya Naira
"Aku tidak bisa memaksa kamu ""ucap Ray memalingkan wajahnya dari Naira .
"Tapi Naira sudah nyaman dengan panggilan itu tuan ""ucap Naira memelas
"Bangai mana jika ko Ray saja ""ucap Naira
"Memang nya aku Koko mu !""jawab Ray jutek
"Lalu apa ?""ucap Naira pelan sambil memikirkan permintaan dari suaminya itu.
"Mas ,,,,mas Ray ""ucap Naira terdengar lucu
Ray menahan tawa nya mendengar ucapan Naira
"Apa kamu nyaman dengan panggilan itu ?""tanya Ray kepada Naira
Naira mengangguk mendengar pertanyaan itu
"Oke mulai sekarang ""ucap Ray tersenyum ,
Naira yang tidak peka hanya terdiam melihat senyuman suaminya itu
"Ucapkan sekarang ""ucap Ray lagi
"Sekarang ?""ulang Naira seolah tidak paham dengan ucapan suaminya itu
"Iya ,,, panggil aku mas sekarang ,aku ingin mendengarkan nya !""ucap Ray dengan senyuman manis nya
"Mas ,,,mas Ray ,....""ucap Naira membuat Ray tidak bisa menahan tawa nya mendengar menilai panggilan itu .
"Kenapa tertawa ?""tanya Naira kepada Ray
"Aku menyukainya ""ucap Ray dengan tatapan lembut , membuat Naira sedikit grogi saat tatapan mereka berdua saling beradu.
"Baik Naira akan belajar untuk terbiasa dengan panggilan itu ""ucap Naira
mereka berdua pun terdiam menikmati keindahan malam ini.
"Nai siapa yang ingin kamu bahagiakan saat ini ""tanya Ray kepada Naira ,namun tatapan nya masih menelusuri pemandangan yang ada di depan mereka
"Aku selalu berdoa 'semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan untuk orang yang ku cintai ""ucap Naira
"Siapa ,?""tanya Ray
"Ya setelah kedua orang tua ku '
ada satu laki laki yang selalu ada dalam doa ku . kebahagiaan nya adalah kebahagiaan ku juga ""ucap Naira dengan sedikit malu malu
Naira menundukkan kepalanya,
"Kau sangat mencintainya ?""tanya Ray dengan nada kesal
"Betapa beruntungnya laki laki itu ""ucap Ray mengalihkan pandangan nya dari Naira.
kenapa hatinya terasa panas mendengar penuturan Naira barusan '
"Ya harapan Naira 'semoga suatu hari nanti 'dia akan mencintai ku 'seperti aku mencintai nya saat ini ""ucap Naira tersenyum.
"Maksud kamu 'laki laki itu gak tau tentang perasaan kamu ?""penuturan Ray membuat naira menganggukkan kepalanya.
"Bodoh sekali dia tidak mengetahui
__ADS_1
'perasaan tulus dari kamu Nai 'dasar pria bodoh ""umpat Ray kesal
ada rasa kekesalan tersendiri dalam hati nya, mengetahui jika Naira sedang jatuh cinta kepada pria lain .
'Ingin sekali Ray memarahi Naira saat ini 'kerena Naira 'menguggkap kan rasa suka nya kepada pria lain di depan nya
"Bukan bodoh . hanya saja dirinya belum mengetahuinya ""penuturan Naira ' membuat Ray menebak nebak siapa pria sia**n itu, yang bisa membuat Naira jatuh cinta sedalam itu.
"Menurut tuan apa yang paling berharga dalam hidup ini ""tanya Naira
"Tuan ?""ulang Ray tidak suka
"Menurut ma Ray siapa yang akan mas bahangia kan saat ini ""tanya Naira kepada Ray
"Mama Aldo ,oma dan ..... ""Ray tidak melanjutkan perkataannya 'namun Naira mengetahui siapa yang di maksud oleh Ray
'"Aku ingin mereka selalu bahagia selamanya Nai ' aku rela mengorbankan nyawa ku untuk membuat mereka bahagia ""penuturan Ray membuat Naira menggenggam tangan Ray 'tanda bahwa Naira akan selalu ada untuk mendukung Ray dalam keadaan apapun .
"Apa aku boleh memeluk kamu Nai ""tanya Ray dengan mata sayu nya .
Ray takut jika Naira akan menolak permintaan nya .
Naira pun memandang wajah Ray takut jika Ray ingin mengerjainya .
Namun tidak ada kebohongan dari tatapan itu . naira pun mengangguk kan kepalanya 'tanda menyetujui permintaan Ray.
Ray pun memeluk Naira erat 'banyak yang ingin iya tumpah kan segala kesedihan yang selama ini Ray pendam sendiri selama bertahun-tahun lamanya.
Ray belum menemukan seseorang yang ingin iya ajak berbagi 'namun dengan dengan Naira 'rasanya Naira adalah seseorang yang selama ini Ray cari untuk berbagai cerita .
Naira pun memahami perasaan suami nya ini.
Naira hanya mengusap punggung suaminya dengan penuh kasih sayang .
Terdengar suara Isak tangis yang terdengar tertahan 'membuat Naira mengeratkan pelukannya ,
"Terkadang menangis itu membuat kita lebih tenang mas ""ucap Naira pelan .
Ray pun Tampa malu menangis di pelukan naira seperti anak kecil kepada ibunya '
Naira memahami kaadan Ray saat ini .
Setelah sudah tidak terdengar suara tangisan membuat Naira sedikit merenggangkan pelukannya dan menatap wajah Ray .
'Ray hanya menunduk betapa malunya iya 'kenapa Ray harus terbawa suasana 'hingga membuat Ray menunjukan betapa lemahnya dirinya dihadapan Naira .
"Apa sudah terasa lebih tenang ""tanya Naira dengan tatapan lembut kepada suami nya itu.
Ray hanya mengangguk kan kepalanya,
Entah keberanian dari mana Naira hingga iya berani mencium bibir Ray '
Ray kanget merasakan hangatnya bibir Naira yang menempel di bibir nya ,
Ray pun tidak rela jika itu terjadi terlalu singkat .
Ray yang mendapat kan lampu hijau dari Naira membuat nya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu '
Ray menarik telekukkan istrinya itu . dan iya pun mencium bibir wanita itu dengan lembut agar memberikan sensasi nyaman untuk Naira .
Awal nya naira tidak membuka mulutnya 'namun Ray tidak kehilangan akal .
Ray menggigit sedikit bibir Naira hingga Naira membuka bibirnya ,
saat itulah Ray menuntun Naira untuk menikmati ciuman pertama mereka .
'et ini juga ciuman pertama Naira Lo guys 'ππ udah jangan di bayangin πππ»
Naira seolah terhipnotis dengan ciuman Ray yang sangat lembut membuatnya tidak bisa memberontak .
setelah lama mereka berdua berciuman ,
Dan ciuman itu berubah menjadi ciuman panas membuat Naira hampir kehilangan nafasnya .
Ya kerena Naira tidak berpengalaman dalam hal bercumbu
Naira menepuk bahu suaminya itu ray pun melepaskan ciuman mereka .
Naira menarik nafas panjang setelah Ray melepaskan ciuman mereka ,Ray pun mengusap punggung istrinya itu ,
Seketika wajah Naira memerah seperti kepiting rebus 'mau di taruh dimana wajah nya kali ini '
"Cerobohnya kamu Naira 'kenapa kamu seberani itu "" rutuk Naira di dalam hati nya.
"Aku harap kamu tidak menyesali ini '"ucap Ray '
Ray paham jika Naira saat ini sangat malu, ada ide di benak nya agar naira mengeluarkan tanduk nya.
"Hais 'tapi kenapa ciuman mu buruk sekali 'aku sangat menyangkan semua itu Nai 'kamu harus banyak belajar.
biar aku yang menjadi gurunya "" ucap Ray mengedipkan sebelah matanya .
Naira yang mendengar penuturan Ray membuatnya menatap tajam kearah suaminya itu ,Naira memukul bahu pria tampan tersebut ,
hingga membuat Ray meringis karena pukulan dari Naira ,
"Jangan lakukan itu kepada orang lain . selain dengan ku ""ucap Ray sambil mengelap bibir Naira dengan jari nya ,
Namun Naira tidak berkata apapun .
naira sudah kehilangan muka kali ini iya tidak ingin berlama-lama di sana Inya ingin segera pulang ke rumah mereka.
" Pengen pulang tuan 'udah malem ""ucap Naira menunjukkan jam tangan nya karena jam sudah menunjukkan pukul 11mlam .
Ray pun menggunakan kepala nya tanda iya setuju '
Di dalam mobil pun tidak ada percakapan diantara mereka berdua ,hanya ada suara musik dan suara deru mesin yang berlalu lalang di jalanan .....
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur βΊοΈππ»
__ADS_1