"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
101. Menanggung Kesalahan


__ADS_3

"Hari ini kita ada rapat tuan .jam 1 siang "ucap Sisil menyampaikan kepada Ray.


"Oke ..semua keperluan meeting udah siap semua kan "


"Sudah tuan ,


"Oke .. ambilkan kotak makan yang ada disana "tunjuk Ray kearah meja tamu yang ada di ruangan nya itu . Sisil pun mengambilkan nya dan memberikan nya kepada Ray .


"Terimakasih .kamu bisa keluar "ucap Ray sambil tersenyum kepada Sisil .


"Hanya karena kotak makan saja tuan bisa sebahagia itu , tuhan aku juga mau satu laki laki yang kau berikan pada ku seperti tuan Ray . sangat menghargai wanita yang iya cintai "batin Sisil masih memandang atasannya itu .


"Apa yang kau lihat ? "tanya ray menghancurkan lamunan wanita itu .


"Oh tidak ..maaf kan saya tuan "Sisil sengera keluar dari ruangan itu dengan perasaan malu karena kepergok sedang memperhatikan bos nya itu .


"Kenapa aku sebodoh itu " Sisil kembali ke mejanya dan mengambil kotak makan nya yang iya bawa tadi .


"Ini masakan ku sendiri , andai jika ada pria yang mau menyicipi masakan ku , aku akan menjadikan nya pacarku . aku janji "ucap Sisil menatap kotak makan itu . ternyata seseorang telah memperhatikan dirinya sedari tadi .


Pria itu mengambil kotak makan itu dan membukanya setelah itu mencicipi makanan itu . membuat Sisil melotot .


"Apa yang kamu lakukan . itu makanan ku "ucap Sisil hampir merebut kotak makan itu .


"Tuhan sudah mengabulkan doa mu . kerena mengirimkan aku , jadi tepati bicara'mu tadi " ucap Calvin tersenyum simpul kearah Sisil .


"Jangan harap , kembalikan "ucap Sisil lagi namun Calvin terus memakannya .


membuat Sisil penasaran dengan masakannya itu .


"Apa makanan nya enak "


"Kenapa tidak enak . ini enak sekali "ucap Calvin tersenyum .


"Benarkah " mendapat anggukan dari Calvin .


"Aku mau , "ucap Sisil memohon


"Kau mau "dengan ragu ragu Calvin menyodorkan sedok yang berisi makanan itu kepada Sisil .


Saat makanan itu sampai di mulut Sisil , Sisil segera memuntahkan makanan itu karena rasa asin yang sangat tajam mengenai lidahnya.


"Apa yang kamu bilang enak . apa kau mati rasa , astaga "Sisil merebut kembali kotak makan itu . membuat Calvin tersenyum.


"Cepat minum . nanti kau mati karena keasinan "ucap Sisil menyodorkan minuman kepada Calvin .


"Huh .. aku tidak bisa masak "keluh Sisil .


"Aku akan menerima kekurangan mu dengan setulus hati "ucap Calvin tersenyum , membuat jantung wanita itu berdetak lebih cepat dari biasanya .


"Sudah ..kau ingin bertemu tuan Ray kan ? , jangan sekarang tuan Ray sedang makan siang , tunggu setengah jam lagi "jelas Sisil .


"Bearti aku bisa mengajak mu sebentar kan "ucap Calvin langsung menggenggam tangan Sisil dan menariknya masuk kedalam lift dan membawa mereka ke kantin perusahaan itu . seperti di hipnotis Sisil menurut saja Tampa bertanya atau menolak ajakan pria tampan itu .


"Kau tidak boleh telat makan . oke .. aku tau jika pekerjaan mu sangat banyak karena Ray selalu menjadi kan mu sebangai tamengnya untuk urusan kantor "ucap Calvin .


"Itu sudah menjadi tugas ku . karena aku adalah sekretaris tuan Ray "jawab Sisil .


"Ya .ya aku tidak bisa melarang Ray melakukan itu . asal kamu harus selalu menjaga kesehatan oke "ucap Calvin memberikan sepiring nasi dan lauk pauk yang lengkap .


"Makan lah "ucap Calvin. dengan malu malu Sisil memakan makanan nya itu .


Mereka makan dalam diam tampa berkata apapun selama menyantap makanan mereka berdua .


"Setiap dua hari sekali akan ada kiriman Gimbab kerumah ku . tapi selalu tidak ada keterangan siapa yang mengirimkan nya " ucap Sisil membuka percakapan antara mereka berdua .

__ADS_1


"Hah . kenapa kau mengatakan nya pada ku ? "ucap Calvin pura pura tidak peduli .


"Aku tahu itu dari mu , kenapa kamu melakukan hal itu ? "ucap Sisil sedikit teriak . membuat seberapa orang mengalihkan pandangan mereka tertuju kepada Sisil dan Calvin .


Calvin tersenyum .


"Karena aku tidak mau melihat wanita yang aku suka sampai melupakan makan nya karena terlalu sibuk dengan pekerjaan nya "ucap Calvin menatap wajah wanita itu dengan perasaan dalam .


Sisil terdiam sejenak membalas tatapan laki laki itu . tampa disadari ada sesuatu yang jatuh dari matanya .


Calvin sengera menghapus air mata wanita itu dengan lembut membuat Sisil merasa sangat di cinta pria ini .


"Aku tidak suka melihat wanita yang aku sukai menangis "ucap Calvin lagi .


"Apa maksud dari perlakuan mu yang seperti ini padaku ? "tanya Sisil .


"Aku tidak ingin berpacaran . karena usia ku tidak muda lagi , jadi mau kah kau menjadi istri ku "ucap Calvin menggenggam tangan wanita itu sambil tersenyum manis . membuat Sisil malu sekali . sudah berapa kali Sisil menolak ajakan pria itu jika sedang menyatakan cintanya .


Semua orang yang melihat itu langsung merekam edengan romantis itu . Sisil menghapus air matanya . dan menganggukkan kepalanya tanda setuju .


"Kau sungguh tidak berbohong "tanya Calvin . Sisil terdiam dan mencemberutkan bibirnya karena malu jika iya mengulang ucapan nya itu . membuat Calvin langsung merengkuh tubuh wanita itu kedalam pelukannya .


"Terimakasih "semua karyawan yang sedang menikmati makan siang itu pun langsung bertepuk tangan dengan riuh karena adegan yang bengitu romantis itu .


"Aku malu . bawa aku pergi dari sini " membuat Calvin tertawa kecil Calvin mengambil dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang dan memanggil ibu kantin . menandakan jika mereka akan pergi.


Calvin pun menarik tangan Sisil meninggalkan tempat itu . karena iya tahu jika wanita itu sedang malu .


Mereka berdua saling melemparkan senyuman , namun wajah Calvin berubah serius .


"Apa Ray sudah selesai dengan makan siang nya ? "


Sisil melihat jam tangannya baru dua puluh menit mereka meninggalkan Ray .


"Dia sangat bucin , aku salut dengan Naira , dia bisa merubah seorang Ray dengan cinta nya "Calvin tersenyum .


"Aku akan menemui Ray sebentar , nanti sore aku akan menjemputmu " mendapat anggukan dari Sisil . mereka pun kembali menunju ruangan atasan nya itu .


Sisil kembali duduk di kursi kerjanya . sedangkan Calvin mengetuk pintu ruangan Ray .


"Siang Ray " sapa Calvin .


"Siang Vin , haiizz anak sombong ini . kenapa jika kemari tidak mengabari dulu ? "tanya Ray yang baru saja memutuskan hubungan telpon dengan istri dan anaknya itu .


"Apa aku mengganggu ? " ucap Calvin menyambut sapaan pria tampan itu .


"Tentu tidak , tapi jam 1 aku ada rapat " ucap Ray


"Tidak masalah .


"Apa kau dari tadi "


"Hemm ..


"Ya .. sempat sempat nya kamu menembak sekretaris perusahaan nuansa company "ledek Ray .


"Aku tidak menembaknya Ray , buktinya dia masih hidup "ucap Calvin membuat senyum Ray memudar .


seketika tertawa laki laki itu pecah melihat ekspresi Ray yang sudah mulai kesal .


"Hai santai lah .. kamu gak bisa becanda apa ? " ucap Calvin,


"Usaha mu selama ini tidak sia sia kan ? "


"Iya aku sangat senang . jika kami akan memutuskan untuk menikah dalam waktu dekat ini . aku meminta padamu untuk tidak membuat calon istri ku terlalu sibuk , jika itu terjadi aku akan memarahimu sebagai suaminya " ancam Calvin serius . membuat mereka tidak bisa menahan tawa mereka .

__ADS_1


Setelah mengobrol lumanyan lama , Marko dan Marlo juga datang namun ada yang berbeda dengan sikap kedua pria itu . membuat Ray bertanya tanya .


"Seperti nya kalian sudah janjian ? "Ray memandang ketiga orang itu .


"Sebelumnya aku ingin meminta maaf kepada kamu Ray " ucap Marko Ray hanya terdiam saja karena belum mengerti akan sikap sahabatnya itu .


"Kau melakukan kesalahan? "tanya Ray memperhatikan kondisi Marlo yang sedari tadi hanya menunduk.


Mereka masih terdiam Ray pun menghampiri mereka berdua . namun panggilan Sisil membuat mereka mengalihkan pandangannya.


"Maaf tuan , sudah waktunya untuk meeting "ucap sisil tersenyum simpul kearah mereka yang ada di sana.


"Apa tidak bisa di tunda sebentar ? " tanya Ray . Sisil melihat jam tangannya .


"Baik tuan nanti saya kabari para rekan bisnis kita "ucap sisil melihat keseriusan antara mereka .


Ray memandang Marlo dan membuka topi yang sedang Marlo pakai .


"Siapa yang melakukan ini ? "tanya Ray melihat kondisi Marlo yang banyak lebam .


"Katakan ? "bentak Ray kerena mereka hanya terdiam .


"Ray .. mari duduk dulu nanti akan ku ceritakan "ucap Calvin memengang bahu pria itu .


Tampa menunggu lagi Calvin pun menceritakan semuanya . bahkan rekaman itu pun di dengar oleh Ray .


"Lalu apa semua luka yang ada di wajah mu itu kerena Marko "bukannya marah Ray malah bertanya dengan kondisi Marlo . membuat Marko menatap wajah sahabat nya itu .


Sama halnya dengan Calvin menatap Ray .


"Kenapa kau tidak membalas nya , sampai wajah mu seperti itu ? "tanya Ray lagi .


"Apa kau gila membela seorang penghianat ? "tanya Marko yang kembali emosi .


"Kau yang gila , kenapa kamu tidak berpikir jernih sebelum melakukan itu , bukankah kau memiliki mulut . kenapa tidak bertanya dulu apa alasan adik mu melakukan itu "ucap Ray menatap Marko .


"Sudah jelas bahwa dia hanya memikirkan dirinya sendiri , lalu apa yang harus ku tanya kan "jawab Marko menatap sengit arah Ray .


"Kenapa malah emosi , bukan aku yang disini yang dirugikan ? "tanya Ray tertawa kecil melihat ekspresi Marko yang emosional .


"Kau tahu kanapa aku yang paling marah disini .


"Pertama aku merasa gagal Ray untuk mendidik adik ku , yang kedua dia yang menipu semua orang hanya untuk kepentingan pribadi nya , yang ketiga . aku malu padamu . kami tidak akan berada di sini tanpa bantuan dari keluarga mu , tapi hanya penghianatan yang kami berikan kepada keluarga mu "ucap Marko dengan nada tertahan oleh tangisnya .


Ray terdiam sejenak mencerna ucapan sahabat nya itu .


"Simpan rekaman itu , dan kamu Marlo harus siap menjadi saksi akan kejahatan ifangka "ucap Ray membuat mereka bertiga menatap Ray dengan keseriusan .


"Apapun yang akan terjadi kedepannya . kamu harus siap menghadapi nya "ucap Ray bangkit dari duduknya dan berjalan keluar meninggalkan mereka bertiga .


"Aku ingin kamu memberikan hukuman yang setimpal Ray dengan apa yang telah Marlo lakukan , dan aku siap jika kau menyuruhku untuk resign dari kantor ini "saat Ray akan membuka pintu ruangan itu .


"Kenapa ? "


"Aku tidak pantas mendapatkan kebaikan dari mu lagi , dan aku malu jika melihat Naira " ucap Marko namun Ray tidak menjawab dan berlalu begitu saja tanpa berkata sepatah katapun .


Bersambung....


Assalamu'alaikum ☺️


hallo guys , maaf gak uq lagi kurang sehat . jadi harus istirahat total. tetap jaga kesehatan nya .. semoga Allah memberikan kesehatan selalu buat kita semua .Aamiin 🀲🏻


Hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya like'komentar πŸ™πŸ»


Semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2