"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
90 . Jenis kelamin


__ADS_3

...----------------...


"Sayang " menoel lengan suaminya .


"Hemm "


"Cia boleh menginap di rumah kita ?"


"Besok besok saja , kamu kan baru pulang dari rumah mama " Naira menatap wajah suaminya itu dengan tatapan serius.


"Apa bedanya mas , kan mas juga menginap di rumah mama " wajah memelas itu membuat Ray tidak bisa menahan tawa nya .


"Ternyata istri ku peka juga nya " ucap Ray sambil tertawa cekikikan menggoda Naira .


"Apa lagi ?


sayang aku lapar , aku ingin memakan mu " Naira menirukan suara Ray.


tawa Ray pecah melihat Naira seperti itu menggemaskan .


"Besok pagi kita akan ke dokter ?"


"Iya si , sayang kamu berharap anak kita perempuan atau laki-laki " tanya Naira antusias .


Memang Naira dan Ray belum mengetahui jenis kelamin anak mereka . karena mereka menerima titipan yang Allah berikan kepada keluarga mereka mau itu perempuan atau laki-laki , mereka sangat bersyukur atas itu .


"Mau perempuan atau laki-laki menurut ku sama saja , asal dia sehat selalu, dan tidak merebut mu dari ku " ucap Ray sambil mencium tangan Naira .


"Apa mas Ray cemburu dengan anak sendiri "Ray menggangguk mendengar pertanyaan istrinya itu .


"Mas dia anak mu tau , yang benar saja " Naira tertawa terkiki melihat keseriusan suaminya itu .


"Memangnya kenapa ? , aku berhak cemburu , karena sudah pasti waktu mu akan lebih banyak untuk nya " ucap Ray lagi sambil menggelengkan kepalanya menangkal jika Naira akan membiarkan dirinya sendiri .


"Tapi yang paling terpenting adalah anak ku dan ibunya selalu sehat , dan di lancar kan segala hal " ucap Ray tersenyum gemas dengan tingkah istri nya itu yang menarik bulu halus di tangan nya .


"Aamiin " Naira menggangukan kepalanya .


Ray memberhentikan mobilnya saat mereka telah sampai di kediaman mereka .


Ray segera keluar untuk membukakan pintu mobil untuk Naira .


"Terimakasih " Ray menuntun hati hati Naira untuk masuk kedalam rumah itu.


"Assalamu'alaikum "


"Wa'alaikum sallam ,nak Naira den " sapa bi Ijah terseyum .


"Bi apa kabar ?" Naira merengkuh tubuh wanita paruh baya itu .


"Baik nak , bangai mana kabar nak Naira ? "


"Alhamdulillah sehat bi "Naira tersenyum melihat kan Gigi putih nya . membuat bi Ijah dan Ray tersenyum gemas melihat Naira seperti itu .


"Langsung mandi saja , atau aku yang memandikan mu " goda Ray kepada Naira ,naira mencabikkan bibirnya .


Ray menyiapkan susu untuk Naira sambil bernyanyi riang .


bi Ijah yang melihat itu tersenyum melihat Ray dan Naira sudah bahangia ,

__ADS_1


"Sayang , minum lah " Ray mengambil alih pengering rambut yang ada di tangan Naira .


"Terimakasih mas , aku seperti orang sakit saja . semua nya harus di bantu orang lain kenapa mas , mama ,dan papa selalu melarang kalo Naira berkegiatan lain " Naira menatap pantulan suaminya yang ada di depan yang sedang mengeringkan rambutnya .


"Itulah resiko ibu hamil " jawab Ray enteng .


"Memangnya ibu hamil seperti itu ?


Naira kemarin liat di internet , ibu hamil itu bekerja , memasak , membereskan rumah , dan hal yang lain lain nya .


sedangkan aku hanya mengerjakan tugas kuliah , setelah itu menunggu suami ku pulang dari kantor , huh ,, mas Ray tau itu sangat membosankan " Naira masih mengaduk aduk gelas yang ada di depan nya .


"Bukan kah kamu bisa membaca buku , kamu juga setiap Minggu dua kali senam kehamilan , apa itu masih membuat kamu merasa bosan "Ray menanggapi keluhan istrinya itu .


"Hemm ,, Naira ingin menolong bi Ijah lagi untuk membereskan rumah . memasak untuk mas ,." masih dengan wajah memelas nya .


"Bukan kah kamu mengeluh mual dengan bau bawang , bangai mna kamu bisa memasak untuk ku " Jawab Ray membuat Naira tertawa kecil menyadari bahwa dirinya memang masih sering mual jika mencium bau bawang , dan nasi yang baru saja matang . itu sering membuat Naira mengeluarkan isi perutnya .


"Iya si , tapi Bangai mana jika Naira bosan ?"


"Sudah cepat minum susunya , cerewet sekali " Ray membuat Naira menenguk segelas susu itu dengan cepat .


"Andai mas bisa hamil juga , pasti mas akan mengeluhkan hal seperti ini juga " ucap Naira sambil memasang lip tint di bibir ranumnya .


"Kamu mau suami mu hamil " Naira tertawa kecil mendengar penuturan Ray barusan .


"Tidak mungkin kan "ucap Naira , Ray mendengus


Ray masih menyisir rambut istri nya itu dengan telaten , sambil mendengarkan keluhan istrinya itu .


"


"


"Tidak ma , aku akan kembali ke Jakarta jika Ray sudah memberi izin untuk ku bertemu dengan Naira , aku tidak akan memperunyam keadaan aku disini akan mencari pekerjaan


mama dan papa tenang saja " ucap ifangka nyakin .


"Baik lah , jaga dirimu baik-baik "nyonya memeluk putri nya itu .


"Ma , aku baik baik saja , mama tenang ya " nyonya Melli menggangguk


"Apapun keadaan mu , tolong selalu memberi kabar kepada kami ya " ucap tuan Han mengelus kepala putri nya itu .


"Hemm , papa dan mama juga harus menjaga kesehatan di sana " mereka pun berpisah, nyonya Melli dan tuan Han harus kembali ke Jakarta , sedangkan ifangka memutuskan untuk tinggal di kota itu .


"Aku bisa melewati ini semua tuhan bantu aku " ifangka dengan langkah cepat meninggalkan stasiun kereta tersebut .


"


"


Hari ini Naira dan Ray sedang berada di dalam mobil untuk menuju rumah sakit ,untuk cek rutin ibu hamil itu .


"Sayang ,, ucap Naira kanget .


"Kenapa ? , apa ada yang sakit "Ray meminggirkan mobil nya .


"Dia menendang " Naira menunjuk perutnya .

__ADS_1


"Memangnya ada bola di dalam perut mu ?" pertanyaan konyol itu keluar saja dari mulut pria itu .


" Huh ,. itu artinya dia aktif sayang "Naira mengambil tangan Ray dan di eluskan di perutnya , Ray terkesima dengan tendangan kecil dari dalam tubuh wanita itu ,


Betapa maha besar kuasa Allah memberikan kehidupan di dalam perut buncit istrinya itu .


"Sayang " Ray memeluk tubuh Naira .


"Apa rasanya saat dia menendang "


"Hanya sedikit ngilu "jawab Naira jujur


"Bangai mana caranya dia bisa menendang di perut kecil seperti ini " tanya Ray masih terharu dengan pagalaman pertama nya itu .


"Allah mengendalikan itu semua , Allahuakbar , Allah maha besar dan kuasa melakukan apapun di bumi ini , termasuk di dalam sini " tunjuk Naira di perutnya .


" Ini adalah hal yang sangat luar biasa yang aku alami dalam hidup , karena Allah mempercayakan malaikat kecil untuk melengkapi keluarga kita " ucap Naira sambil menangis haru , Ray menghapus air mata Naira dengan lembut .


"Aku mencintaimu sayang " Naira menggangguk ,


"Ayo nanti jam nya keburu telat " Ray menarik nafas panjang setelah itu ia melajukan mobilnya lagi ,


tangan kirinya masih mengelus perut Naira dengan lembut . dan selalu mendapat respon dari dalam sana , tendangan kecil mengenai tangan Ray membuat Ray tidak menyurutkan senyuman nya .


"Seperti nya dia laki laki sayang , tendangan nya sangat kuat " ucap Ray antusias .


"Hemm ""


"Anak papa , harus jadi anak yang kuat dan berguna bagi keluarga ,bangsa dan agama nya sayang " Ray masih mengelusi perut Naira .


"Iya papa " jawab Naira dengan nada anak kecil membuat Ray tersenyum gemas .


Mereka berdua sedang menunggu antrian untuk menemui dokter Diana untuk mengecek kehamilan Naira.


setelah menunggu beberapa saat kemudian Naira dipanggil untuk masuk kedalam ruangan dokter Diana .


"Hayo liat itu siapa ? , oh lucunya "ucap dokter Diana saat mengarahkan alat USG di perut Naira ,


"Dia sangat sehat , ibu nya sangat penurut nya " ucap dokter Diana tersenyum .


Naira dan Ray masih terpaku melihat bayi yang ada di dalam sana .


"Kita liat jenis kelamin nya ya "Naira menggangguk tanpa berkata apapun ,


air mata nya sesekali menetes membasahi pipinya .


"Kalian bisa lihat itu " Ray dan Naira menggangguk


"Dia laki laki" ucap dokter Diana .


"Sayang anak kita laki laki , masya'allah , terimakasih "Naira mengeratkan genggaman tangan mereka berdua . Ray mengecup kening wanita itu sambil membalas senyuman bahagia yang terpancar dari wajah istrinya itu .....


Bersambung....


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πŸ™‚

__ADS_1


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


__ADS_2