
...----------------...
"Sayang " menoel lengan suaminya .
"Hemm "
"Cia boleh menginap di rumah kita ?"
"Besok besok saja , kamu kan baru pulang dari rumah mama " Naira menatap wajah suaminya itu dengan tatapan serius.
"Apa bedanya mas , kan mas juga menginap di rumah mama " wajah memelas itu membuat Ray tidak bisa menahan tawa nya .
"Ternyata istri ku peka juga nya " ucap Ray sambil tertawa cekikikan menggoda Naira .
"Apa lagi ?
sayang aku lapar , aku ingin memakan mu " Naira menirukan suara Ray.
tawa Ray pecah melihat Naira seperti itu menggemaskan .
"Besok pagi kita akan ke dokter ?"
"Iya si , sayang kamu berharap anak kita perempuan atau laki-laki " tanya Naira antusias .
Memang Naira dan Ray belum mengetahui jenis kelamin anak mereka . karena mereka menerima titipan yang Allah berikan kepada keluarga mereka mau itu perempuan atau laki-laki , mereka sangat bersyukur atas itu .
"Mau perempuan atau laki-laki menurut ku sama saja , asal dia sehat selalu, dan tidak merebut mu dari ku " ucap Ray sambil mencium tangan Naira .
"Apa mas Ray cemburu dengan anak sendiri "Ray menggangguk mendengar pertanyaan istrinya itu .
"Mas dia anak mu tau , yang benar saja " Naira tertawa terkiki melihat keseriusan suaminya itu .
"Memangnya kenapa ? , aku berhak cemburu , karena sudah pasti waktu mu akan lebih banyak untuk nya " ucap Ray lagi sambil menggelengkan kepalanya menangkal jika Naira akan membiarkan dirinya sendiri .
"Tapi yang paling terpenting adalah anak ku dan ibunya selalu sehat , dan di lancar kan segala hal " ucap Ray tersenyum gemas dengan tingkah istri nya itu yang menarik bulu halus di tangan nya .
"Aamiin " Naira menggangukan kepalanya .
Ray memberhentikan mobilnya saat mereka telah sampai di kediaman mereka .
Ray segera keluar untuk membukakan pintu mobil untuk Naira .
"Terimakasih " Ray menuntun hati hati Naira untuk masuk kedalam rumah itu.
"Assalamu'alaikum "
"Wa'alaikum sallam ,nak Naira den " sapa bi Ijah terseyum .
"Bi apa kabar ?" Naira merengkuh tubuh wanita paruh baya itu .
"Baik nak , bangai mana kabar nak Naira ? "
"Alhamdulillah sehat bi "Naira tersenyum melihat kan Gigi putih nya . membuat bi Ijah dan Ray tersenyum gemas melihat Naira seperti itu .
"Langsung mandi saja , atau aku yang memandikan mu " goda Ray kepada Naira ,naira mencabikkan bibirnya .
Ray menyiapkan susu untuk Naira sambil bernyanyi riang .
bi Ijah yang melihat itu tersenyum melihat Ray dan Naira sudah bahangia ,
__ADS_1
"Sayang , minum lah " Ray mengambil alih pengering rambut yang ada di tangan Naira .
"Terimakasih mas , aku seperti orang sakit saja . semua nya harus di bantu orang lain kenapa mas , mama ,dan papa selalu melarang kalo Naira berkegiatan lain " Naira menatap pantulan suaminya yang ada di depan yang sedang mengeringkan rambutnya .
"Itulah resiko ibu hamil " jawab Ray enteng .
"Memangnya ibu hamil seperti itu ?
Naira kemarin liat di internet , ibu hamil itu bekerja , memasak , membereskan rumah , dan hal yang lain lain nya .
sedangkan aku hanya mengerjakan tugas kuliah , setelah itu menunggu suami ku pulang dari kantor , huh ,, mas Ray tau itu sangat membosankan " Naira masih mengaduk aduk gelas yang ada di depan nya .
"Bukan kah kamu bisa membaca buku , kamu juga setiap Minggu dua kali senam kehamilan , apa itu masih membuat kamu merasa bosan "Ray menanggapi keluhan istrinya itu .
"Hemm ,, Naira ingin menolong bi Ijah lagi untuk membereskan rumah . memasak untuk mas ,." masih dengan wajah memelas nya .
"Bukan kah kamu mengeluh mual dengan bau bawang , bangai mna kamu bisa memasak untuk ku " Jawab Ray membuat Naira tertawa kecil menyadari bahwa dirinya memang masih sering mual jika mencium bau bawang , dan nasi yang baru saja matang . itu sering membuat Naira mengeluarkan isi perutnya .
"Iya si , tapi Bangai mana jika Naira bosan ?"
"Sudah cepat minum susunya , cerewet sekali " Ray membuat Naira menenguk segelas susu itu dengan cepat .
"Andai mas bisa hamil juga , pasti mas akan mengeluhkan hal seperti ini juga " ucap Naira sambil memasang lip tint di bibir ranumnya .
"Kamu mau suami mu hamil " Naira tertawa kecil mendengar penuturan Ray barusan .
"Tidak mungkin kan "ucap Naira , Ray mendengus
Ray masih menyisir rambut istri nya itu dengan telaten , sambil mendengarkan keluhan istrinya itu .
"
"
"Tidak ma , aku akan kembali ke Jakarta jika Ray sudah memberi izin untuk ku bertemu dengan Naira , aku tidak akan memperunyam keadaan aku disini akan mencari pekerjaan
mama dan papa tenang saja " ucap ifangka nyakin .
"Baik lah , jaga dirimu baik-baik "nyonya memeluk putri nya itu .
"Ma , aku baik baik saja , mama tenang ya " nyonya Melli menggangguk
"Apapun keadaan mu , tolong selalu memberi kabar kepada kami ya " ucap tuan Han mengelus kepala putri nya itu .
"Hemm , papa dan mama juga harus menjaga kesehatan di sana " mereka pun berpisah, nyonya Melli dan tuan Han harus kembali ke Jakarta , sedangkan ifangka memutuskan untuk tinggal di kota itu .
"Aku bisa melewati ini semua tuhan bantu aku " ifangka dengan langkah cepat meninggalkan stasiun kereta tersebut .
"
"
Hari ini Naira dan Ray sedang berada di dalam mobil untuk menuju rumah sakit ,untuk cek rutin ibu hamil itu .
"Sayang ,, ucap Naira kanget .
"Kenapa ? , apa ada yang sakit "Ray meminggirkan mobil nya .
"Dia menendang " Naira menunjuk perutnya .
__ADS_1
"Memangnya ada bola di dalam perut mu ?" pertanyaan konyol itu keluar saja dari mulut pria itu .
" Huh ,. itu artinya dia aktif sayang "Naira mengambil tangan Ray dan di eluskan di perutnya , Ray terkesima dengan tendangan kecil dari dalam tubuh wanita itu ,
Betapa maha besar kuasa Allah memberikan kehidupan di dalam perut buncit istrinya itu .
"Sayang " Ray memeluk tubuh Naira .
"Apa rasanya saat dia menendang "
"Hanya sedikit ngilu "jawab Naira jujur
"Bangai mana caranya dia bisa menendang di perut kecil seperti ini " tanya Ray masih terharu dengan pagalaman pertama nya itu .
"Allah mengendalikan itu semua , Allahuakbar , Allah maha besar dan kuasa melakukan apapun di bumi ini , termasuk di dalam sini " tunjuk Naira di perutnya .
" Ini adalah hal yang sangat luar biasa yang aku alami dalam hidup , karena Allah mempercayakan malaikat kecil untuk melengkapi keluarga kita " ucap Naira sambil menangis haru , Ray menghapus air mata Naira dengan lembut .
"Aku mencintaimu sayang " Naira menggangguk ,
"Ayo nanti jam nya keburu telat " Ray menarik nafas panjang setelah itu ia melajukan mobilnya lagi ,
tangan kirinya masih mengelus perut Naira dengan lembut . dan selalu mendapat respon dari dalam sana , tendangan kecil mengenai tangan Ray membuat Ray tidak menyurutkan senyuman nya .
"Seperti nya dia laki laki sayang , tendangan nya sangat kuat " ucap Ray antusias .
"Hemm ""
"Anak papa , harus jadi anak yang kuat dan berguna bagi keluarga ,bangsa dan agama nya sayang " Ray masih mengelusi perut Naira .
"Iya papa " jawab Naira dengan nada anak kecil membuat Ray tersenyum gemas .
Mereka berdua sedang menunggu antrian untuk menemui dokter Diana untuk mengecek kehamilan Naira.
setelah menunggu beberapa saat kemudian Naira dipanggil untuk masuk kedalam ruangan dokter Diana .
"Hayo liat itu siapa ? , oh lucunya "ucap dokter Diana saat mengarahkan alat USG di perut Naira ,
"Dia sangat sehat , ibu nya sangat penurut nya " ucap dokter Diana tersenyum .
Naira dan Ray masih terpaku melihat bayi yang ada di dalam sana .
"Kita liat jenis kelamin nya ya "Naira menggangguk tanpa berkata apapun ,
air mata nya sesekali menetes membasahi pipinya .
"Kalian bisa lihat itu " Ray dan Naira menggangguk
"Dia laki laki" ucap dokter Diana .
"Sayang anak kita laki laki , masya'allah , terimakasih "Naira mengeratkan genggaman tangan mereka berdua . Ray mengecup kening wanita itu sambil membalas senyuman bahagia yang terpancar dari wajah istrinya itu .....
Bersambung....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
__ADS_1
semoga terhibur βΊοΈππ»