"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
80. tidak jujur


__ADS_3

...----------------...


Mereka baru saja selesai melakukan sholat zhuhur berjamaah ,


wajah Naira sedikit di tekuk karena ulah suaminya itu membuat mereka sholat di akhir waktu .


"Sayang maaf ,aku melupakan semua nya jika ada kamu di hadapan ku ""ucap Ray memberikan kecupan manis di dahi wanita itu


Naira tersenyum manis dan menggangukan kepalanya


"Tapi jangan di biasakan ,atau nanti aku tidak akan datang lagi ke sini ""ucap Naira mencabikan bibirnya .


"Tidak janji ,""ucap Ray ,Naira membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu .


"Sayang ,aku merasa tidak nyaman jika kamu marah dengan karyawan mu . hanya karena aku ""ucap Naira masih memeluk tubuh itu .


"Mereka memang harus di ajari seperti itu sayang , mereka sudah biasa mendengar aku berbicara seperti itu ""ucap Ray mengecup kening wanita itu berkali-kali .


"Sayang tau , sayang terlihat seperti kejam sekali jika sedang berbicara tanpa ekspresi ...hii menyeramkan ""Naira bergidik menatap wajah suaminya itu ,


"Coba jika tuan berbicara sambil tersenyum , pasti akan lebih tampan ,


dan tidak akan membuat kewibawaan tuan rendah , bahkan nanti para karyawan tuan akan lebih senang .


Dan tuan malah akan di sengani oleh karyawan tuan , mereka akan lebih terbuka , dan tidak merasa terbebani ,


bangaimana pun mereka sudah membantu untuk menyiapkan segala sesuatu yang tuan butuh kan bukan ,jangan galak galak nya .


Tuan tau aku juga merasa takut tadi ""ucap Naira sambil mengelus pipi suaminya .


Ray terlihat sedang mencerna ucapan istrinya itu ,ada benarnya juga batin nya .


"Bangaimana aku bisa merubahnya , aku sudah terbiasa seperti itu ""tanya Ray dengan nada serius .


"Mulai dari sini ""Naira menekan pipi kiri dan kanan Ray ,dan membentuk sebuah senyuman .


"Aku tidak terbiasa tersenyum ""ucap Ray menggelengkan kepalanya .


"Pelan pelan saja nanti akan terbiasa , percaya pada ku ""ucap Naira menerbitkan senyuman manis di pipinya menunjukkan dua lesung pipi diwajahnya , membuat Ray gemas melihat itu .


"Jika aku melihat kamu tersenyum seperti itu di hadapan orang lain ,aku akan memarahi mu ""ucap Ray memeluk Naira erat sambil mengecup kening wanita itu ,


"Aku akan mencoba nya untuk memenuhi permintaan istri ku ini ""Naira tersenyum bahagia mendengar penuturan Ray barusan .


"Terimakasih . ya sudah , sudah hampir jam 2 , sayang masih ada kerjaan kan? ""tanya Naira


"Ya aku ada meeting lagi nanti jam 3 ,apa kamu sudah mau pulang ?""tanya Ray kepada Naira


"Iya , ""ucap Naira


"Tidak ingin menunggu ku sampai selesai bekerja ""tawar Ray agar istrinya itu tidak pulang terlebih dahulu .

__ADS_1


"Memang boleh ?""Ray berdecak mendengar pertanyaan istrinya itu


"Siapa yang melarang mu , bukankah ini kantor suami mu ""ucap Ray kesal


Naira berkekeh kecil melihat ekspresi suaminya itu


"Baik lah, aku kan menunggu suami ku sampai selesai bekerja ,""ucap Naira membuat Ray senyum.


Naira membantu Ray memakai jas hitam nya ,dan merapikan rambut yang sedikit berantakan .


"Kenapa kamu tampan sekali ,aku cemburu jika wanita lain menatap mu ""ucap Naira mencabik kan bibirnya ,Ray berkekeh mendengar ucapan wanitanya itu .


"Apa kamu cemburu ,bangaimana ini .


apa aku harus memanjang kan kumis ku lagi ,atau rambut ku harus gondrong seperti kemarin ? ""tanya Ray sambil mengecup bibir yang sedang cemberut itu .


Naira mencubit pinggang suaminya itu


"Ya sudah pergi sana ""usir Naira malu atas ulah suaminya itu .


"Jika bosan ajak Linda atau Sisil untuk menemani mu ""ucap Ray mendapat anggukan dari Naira ,


"Aku berangkat ""Ray kembali memeluk wanita itu memberikan sebuah kecupan mesra di kening Naira , sebenarnya Ray enggan meninggalkan tempat itu, tapi mau bangai mana lagi mereka sudah memiliki janji penting untuk menghadiri meeting bersama rekan kerja nya .


"Hati hati ""ucap Naira mencium tangan suaminya itu , Ray menggangukan kepalanya dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu .


Naira bergegas memberes kan kamar yang sudah berantakan kerena ulah mereka berdua beberapa menit yang lalu ,


setelah rapi ,Naira berniat untuk merapikan penampilan nya .


Setelah beberapa kali membuka laci namun masih tidak ada ,


Naira membuka laci di samping televisi ,pandangan Naira terfokus pada map berwarna hijau lumut dan map berwarna merah ,atas nama ifangka , dan kasus pembunuhan berencana atas nama Naira azzahra . seketika jantung Naira berdetak kencang ,Naira membuang nafas panjang .


Sebenarnya Naira ragu untuk membuka nya ,tapi rasa penasaran nya membuat iya memberanikan diri untuk mengambil map tersebut ,dan membawanya menuju ranjang yang berada tak jauh dari nya .


"Apa map ini sudah lama ""Naira Membuka nya dan mencerna apa yang tertulis di dalam map tersebut ,


"Pengobatan pra gangguan kejiwaan atas nama ifangka ""jantung nya berdetak cepat mengetahui semua itu


"Kenapa aku tidak mempertanyakan ifangka kepada mas Ray ? ,


benar kah iya mengalami gangguan kejiwaan ,ya Allah kasihan sekali "" ucap Naira masih membaca kertas yang ada di depan nya itu .


Naira membaca alamat tempat perawatan khusus untuk ifangka Naira berencana akan berkunjung ke sana ,


Naira memandang map berwarna merah yang ada di sampingnya ,Naira pun membuka map itu dan membacanya .


Air matanya mengalir bengitu saja saat mengetahui semua nya ,


"kenapa mereka melakukan ini pada ku ""ucap Naira pelan' terisak menahan tangisnya ,

__ADS_1


Naira bergegas menyisir rambutnya dan memakai jilbab pashmina nya kembali .


dan melangkah keluar dari kamar itu .


"Nyonya ,maaf mau kemana ?""tanya Sisil sopan


Melihat Naira keluar dari ruangan bos mereka itu .


"Saya mau keluar sebentar ,nanti saya kembali lagi ,saya permisi ""ucap Naira memaksakan untuk tersenyum , sambil melangkah meninggalkan tempat itu .


Sisil ingin menanyakan sesuatu tapi Naira melangkah cepat hingga mereka mengurungkan niatnya .


Naira menaiki taksi dan pergi meninggalkan tempat itu .


Sesampainya Naira di sana terlihat bangunan bercat putih dan banyak orang yang lalu lalang di sana , tanpa berpikir panjang Naira pun melangkah masuk.


"Apa ada yang bisa saya bantu Bu ?""tanya resepsionis rumah sakit itu ,


"Apa saya bisa menemui mba ifangka ?,"tanya Naira


"Boleh Bu ,tapi ibu siapanya Bu ifangka ?""tanya Suster itu


"Saya teman nya ""ucap Naira


"Oh ,,, baik lah , ikuti saya Bu ""Naira pun mengikuti langkah suster tersebut .


"Silahkan .. ibu tidak bisa masuk kedalam ,karena takut jika pasien nya gamuk Bu ,.maaf ""ucap Suster itu sambil tersenyum .


"Oh ,, baik lah terimakasih""Naira memandang perempuan yang sedang berbicara sendiri itu , dengan tatapan iba .


Ifangka memang sudah merebut kebahagiaan menyambut buah hati mereka ,tapi melihat keadaan ifangka saat ini membuat Naira merasa bersalah , apa kebersamaan dirinya dan Ray harus mengorbankan ifangka ,


"Besok mba ifangka mau di pindahkan di Surabaya Bu ,karena disana akan di obati secara intensif , kebesaran mungkin bu ifangka akan sembuh ""jelas Suster itu kepada Naira


"Besok ?""tanya Naira


" Pengobatan ini di atas namai pak Raymond,dan besok pak Raymond sendiri yang akan mengantarkan Bu ifangka ke Surabaya ""Naira menundukkan wajahnya .


"Sayang besok aku ada pekerjaan di Surabaya ,tapi aku tidak akan menginap , setelah pekerjaan ku selesai aku kan segera pulang ""ucapan Ray melintas di benak Naira .,


" Terimakasih ""suster itu meninggalkan Naira sendiri di sana .


"Apa maksud dari semua ini ?


kenapa mas Ray tidak jujur saja ""hati Naira terasa sesak ,,,,,


Bersambung......


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader

__ADS_1


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πŸ™‚


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


__ADS_2