
...----------------...
Setelah semua nya telah tahu akan rencana tuan Winarto
awal nya semua menolak dan Disana pun pak Harun menjelaskan dan memberi tau tentang Naira ,dan keluarganya.
Hingga akhir nya nyonya Airin dan nyonya Monica berusaha percanya akan rencana tuan Winarto tersebut
Tapi akan kah Ray menerima rencana ini ,itulah yang masih menjadi keraguan di antara mereka .
"Semoga ini yang terbaik ""ucap nyonya Airin kepada nyonya Monica setelah tuan Winarto dan pak Harun berpamitan untuk pulang, tinggallah mereka berdua saja di sana.
"Aku sudah mengenal Naira mi dan aku bisa menilai ,jika Naira anak yang baik,
tapi Ray apa dia bisa menerima nya ""jawab nyonya Monica.
"Kita hanya bisa berencana selebihnya semoga Allah memberikan kemudahan""ucap nyonya Airin menenangkan me'nantu nya itu.
"Aamiin mi ""ucap nyonya Monica
Setelah lama berbincang bincang tak terasa hari sudah mulai sore nyonya Monica akan berpamitan pulang . kebetulan juga adik ipar nya sudah berada di rumah .
Iya masih memikirkan semua nya kemungkinan besar Naira lah yang akan tertekan dengan semua ini.
Setelah beberapa lama menempuh perjalanan yang mulai di padati oleh pengendara lain ,akhirnya nyonya Monica sampai di kediaman mereka ,di sana sudah terparkir rapih mobil kedua anak nya
nyonya Monica pun menebarakan senyuman untuk kedua putra nya tersebut
"Mama pulang ""ucap nyonya Monica saat iya berada di depan pintu dan melihat kedua putra nya tersebut sedang berada di ruang makan .
"Mama ""sapa keduanya bersama'an
bak seperti anak kecil nyonya Monica mencium pipi kedua anak nya tersebut .
"Mama sudah makan ?
bangai mana kabar Oma ma ? ""tanya Ray
sudah satu pekan ini iya belum berkunjung ke rumah Oma nya itu .
"'Oma sehat ""jawab nyonya Monica tersenyum kepada kedua anaknya itu.
__ADS_1
"Mama abis kerumah Oma ""tanya Aldo sedikit terkejut, pasal nya jika tidak salah hari ini papa nya juga akan berkunjung ke rumah Oma nya
lalu apakah mama dan papanya bertemu tadi.
"Ya .
tadi papa juga ada disana ""penuturan nyonya Monica membuat kedua anak nya itu memandang nya dengan tatapan khawatir.
"Mengapa papa juga ada disana ""tanya Ray
"Papa mau ketemu Oma lah mau ngapain lagi ?"""jawab nyonya Monica sambil tertawa kecil .
Nyonya Monica bisa melihat betapa besar perhatian dari anak anak nya itu .
"Tapi masalah nya kenapa saat mama juga sedang berada di sana ma ""tanya Ray lagi kerena tidak puas akan jawaban mama nya tersebut .
"Hanya kebetulan mungkin ""ucap nyonya Monica
Aldo yang berbeda di sebelah nyonya Monica pun hanya terdiam ,Aldo tidak bisa berkomentar apa apa .
"Ray apa mama bisa bicara setelah kita makan nak . ada yang mama mau bicarakan ""tanya nyonya Monica kepada Ray ray hanya mengangguk.
"Aldo mama mau bicara sebentar sama Kokohnya "" ucap nyonya Monica kepada Aldo.
Aldo pun meng'iya kan Aldo sudah tau apa yang akan di bicarakan mama nya dan Koko nya itu.
Setelah mereka sampai di kamar Ray nyonya Monica sangat lah hati hati untuk membicarakan soal ini .
"Ray ,bangai mana urusan kantor ""Ray yang mendapat pertanyaan seperti itu sedikit aneh . mama nya jarang sekali bertanya tentang urusan kantor .
"Semua nya baik mah , lancar lancar aja ""jawab Ray
"Kenapa ma ""Ray bisa melihat jika ada sesuatu yang sangat penting yang akan mama nya bicarakan dengan nya
"Ray apa kamu belum mau memaafkan papa ""tanya nyonya Monica.
"Ray belum mau bahas itu ma .
dan semua nya pasti berlalu dengan semestinya ""jawab Ray mengalihkan pandangan nya .
" Tolong maafkan papa nya ,papa pasti ada alasan untuk melakukan semua ini '"tanya nyonya Monica lagi.
__ADS_1
Ray hanya memandang wajah nyonya Monica Tampa menjawab perkataan mamanya itu.
"Besok temui papa , katanya ada yang ingin papa bicarakan dengan kamu '"ucap nyonya Monica lagi dengan nada memohon.
"Ma ""belum selesai Ray menjelaskan, mama nya menggeleng.
"Mama tau kamu kecewa , tapi papa ya tetap papa kamu Ray "" tutur nyonya Monica
"Besok oke
nanti papa kabarin lagi ketemuan nya dimana .
good night sayang ""ucap nyonya Monica lagi ,setelah itu nyonya Monica keluar dari kamar anak sulung nya itu.
Sepeninggalan nyonya Monica ray harus berperang dengan pemikiran nya
akan kah iya bisa mengontrol perasaan nya jika esok iya bertemu dengan papa nya
Di dalam kamar nyonya Monica merasa khawatir akan pertemuan anak dan papa itu , apa besok iya ikut saja ya besok iya akan mengikuti Ray diam diam saja ,itu lebih baik.
"'Naira sebenar nya ibu sangat setuju jika ray menikahi Naira ,tapi bangai mana dengan Ray ""setelah lama nyonya Monica memilih membersihkan diri dan beristirahat
Besok iya pikirkan lagi ,apa langkah yang akan di ambil
Hari ini setelah selesai dengan pekerjaan nya. Naira berencana akan pergi bersama bi Oktas untuk pergi ke pasar malam,
Naira yang mendapat ajakan itu sangat antusias sekali
naira teringat akan mendiang nenek nya yang sering sekali mengajak Naira untuk membantunya berjualan di pasar malam ,
huuuhhh Naira sangat merindukan suasana itu .
Bersambung......
Assalamu'alaikum βΊοΈ
HAi reader
terimakasih sudah mampir'mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πππ»
Semoga terhibur βΊοΈ
__ADS_1