"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
76 .Pdkt ala CEO yang gagal


__ADS_3

...----------------...


"Dia perempuan yang beruntung ""ucap Naira tersenyum .


namun sayang Ray tidak mendengarnya .


"Kamu mengatakan sesuatu ?""tanya Ray menatap wajah Naira.


naira memalingkan wajahnya dari Ray .


"Kamu kira aku tidak mendengar nya ?""ucap Ray melihat Naira mengabaikan nya .


"Lalu kenapa bertanya ?""ucap Naira masih memalingkan wajahnya .


"Aku hanya takut salah dengar ?kamu memuji ku bukan tadi "ucap Ray tersenyum melihat Naira .


"Kenapa istri mas ,mau menikahi mas Ray ?""tanya Naira menahan senyum nya .


"Aku tidak tau coba kamu saja yang menjawab nya ""ucap Ray sambil tertawa kecil


"Kenapa harus aku yang menjawab nya ,aku bukan istri mas Ray ""ucap Naira serius .


Ray hanya terdiam mendengarkan ucapan Naira barusan .


"Ya sudah ,ayo biar ku bantu ""Ray menuntun Naira untuk berjalan


Naira melihat perubahan sikap antara mereka berdua .


Ray sedikit demi sedikit melepaskan tangan nya dari pundak istrinya itu ,agar Naira berjalan sendiri .


"Jangan ,, tolong jangan dilepaskan ""Naira merasa takut jika sampai iya terjatuh .


"Mas Ray tolong ,,,aaa ""Naira terjungkal karena tidak bisa menahan beban tubuhnya .


Naira cemberut melihat Ray hanya ketawa cekikikan menggoda Naira .


"Hayo bangun , kenapa diam saja ""niat Ray ingin becanda ,namun Alex melihat pemandangan itu.


"Nai ""panggil Alex dari arah belakang , menolong Naira untuk berdiri


"Kau ,,, ""ucap Alex menunjuk kearah Ray , Alex pun menuntun Naira untuk Duduk di kursi roda nya .


"Mas Ray tidak membantu ku ko ,bahkan dia membiarkan Naira terjatuh ""adu Naira kepada Alex , sambil menangis sedih yang di buat buat .


"Jika tidak ingin membantu , lebih baik kamu pergi dari hadapan kami ""usir Alex dengan tatapan tajam kearah Ray .


"Aku hanya ,,,""Ray ingin menjelaskan namun Alex kembali mengusirnya


"Aku tidak ingin melihat mu sekarang , pergi lah ""ucap Alex tidak ingin di bantah .


Naira mengulurkan lidahnya meledek Ray yang kena omel kokonya itu .


"Apa ,,,. bukannya dia mendukung ku kemarin ,awas saja aku akan memotong gaji mu nanti ""maki Ray di dalam hati nya , melihat sikap Alex padanya .


dengan langkah kesal Ray meninggalkan tempat itu ,


"Ada yang sakit ?"" tanya Alex melihat kaki Naira


"Tidak , terimakasih ko sudah membantu Naira ""ucap Naira tersenyum manis kepada Alex


"Kamu adik ku ,aku akan selalu melindungi mu sekarang ""ucap Alex , mengelus kepala Naira


"Ya sudah Koko bantu belajar jalan ""Alex dengan Sabar menuntun Naira untuk berjalan ,Naira menggangguk


baru beberapa langkah Naira hampir terjatuh namun Alex selalu menangkap tubuh mungil itu .

__ADS_1


"Hayo satu ,dua , tiga ,nai kamu bisa ""Naira sudah bisa sedikit demi sedikit akhirnya Naira bisa menggerakkan kakinya lagi walau masih terlatih latih .


Hampir satu jam mereka berdua Disana sambil tertawa cekikikan karena candaan nyeleneh kedua nya .


"Makasih ko "" ucap Naira saat Alex membuka pintu kamar nya


"Hemm setelah ini mau mandi ?""Naira menggangguk mendengar pertanyaan kokonya itu .


"Aku panggil kan bi Ijah ,agar Membantu mu ""ucap Alex


"Ko ,tidak usah nanti Naira bisa sendiri ""ucap Naira menolak halus tawaran Alex


"Baik lah ,jika ada sesuatu cepat panggil siapapun ,,. oke ""Naira menggangukan kepalanya


Alex pun bergegas meninggalkan Naira dan menuju tempat kerja Ray di sebelah nya .


Naira akan belajar untuk terbiasa dengan keadaan nya saat ini ,dirinya akan mencoba melakukan semua nya sendiri agar tidak merepotkan orang lain .


Setelah menaruh ponsel nya Naira berniat untuk menyiapkan baju ganti nya setelah mandi ,Naira membuka pintu sebelah kanan , terlihat disana banyak kemeja putih dan jas hitam milik laki laki


"Punya siapa ini ""ucap Naira bingung


Dari kemarin dan tadi pagi yang menyiapkan baju Naira adalah mamanya , jadi Naira baru mengetahui jika ada pakaian orang lain disana .


"Bukan kah ini kamarku , kenapa ada jas dan kemeja laki laki di sini ,apa ini milik ko Alex ""Naira mengecek baju baju yang lain .


"Wah ,, seperti nya aku salah kamar ""ucap Naira melihat banyak nya baju tapi bukan milik nya .


Naira pun membuka pintu sebelah kiri terlihat banyak baju perempuan , apa ini milik nya , tapi punya siapa lagi jika bukan milik nya .


"Tapi kenapa baju ku juga ada disini ?""Naira membuka laci laci lemari nya .


dan tanpa sengaja Naira menjatuhkan buku diary , entah milik siapa ? .


"Sorry bro gue cuman becanda tadi ""ucap Alex tanpa dosa , yang baru saja masuk kedalam ruang kerja Ray


Ray menatap nya sengit .


"becanda mu membuat pendekatan ku dengan Naira gagal , dengan mudah nya kamu bilang becanda ""batin Ray , jika bukan kakak iparnya Ray pasti sudah memukul kepala laki laki itu kerena kesal .


"Bercanda ""tanya Ray kepada Alex ,Alex menggangukan kepalanya .


"Aku memotong gaji mu bulan ini anggap saja itu becanda ""ucap Ray sambil tersenyum simpul melihat ekspresi Alex .


"Kau ,, Ray sungguh aku hanya becanda tadi ""ucap Alex dengan wajah memelas nya .


"Aku juga becanda broo ""ucap Ray tidak bisa menahan tawa nya melihat wajah sahabatnya itu .


"Becanda mu tidak lucu ,,.


kau tau aku akan berencana untuk melamar seseorang perempuan ,tapi aku ingin membeli cincin dengan uang ku sendiri ""ucap Alex serius .


"Benar kah ,, siapa wanita itu ""tanya Ray keppo bertanya kepada Alex


"Keppo ""hardik Alex ,Ray menyurut kan senyuman nya


"Tapi kemungkinan besar , setelah aku melamar nya ,aku akan memulai meneruskan pekerjaan papaku ""ucap Alex menarik nafas panjang


"Aku selama ini tidak pernah memaksa mu untuk tetap bertahan di perusahaan ku ,karena pasti om gio membutuhkan mu di perusahaan nya ,jadi buanglah ketraumaan mu ,dan mulailah mengurus nya ""nasehat Ray kepada Alex .


"Apa ini tidak mengecewakan mu ""tanya Alex ,Ray menggeleng cepat


"Wah ,,, kau cepat sekali melupakan ku ""ucap Alex kecewa ,iya berharap jika Ray akan memintanya untuk tetap bertahan di perusahaan nya ,tapi lihatlah sikap kurang ajar adik iparnya itu .


dia malah menyemangati diri nya .

__ADS_1


"Maksud ku bukan seperti itu , saatnya sekarang kamu membantu om gio ,apalagi dengan kondisi nya saat ini ,apa kamu tidak kasihan ""tanya Ray kepada Alex


"Aku masih terlalu trauma karena harta aku di pisahkan dari kedua orang tua ku , itu sangat sulit bagi ku Ray ""ucap Alex sedih karena mengingat bangaimana iya tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya selama 4tahun .


Ray beranjak dan menepuk bahu Alex , memberi dukungan kepada Alex agar bisa melupakan kejadian pahit itu .


"Kita memiliki jalan yang berbeda beda Lex , tapi pasti ada jalan keluar dari semua masalah yang kita hadapi ""ucap Ray sambil menguatkan Alex


Alex hanya mengangguk .


"Dimana Naira ?""tanya Ray kepada Alex


"Di kamar nya , dia mau membersihkan dirinya ""ucap Alex masih santai


"Dia sendiri ""tanya Ray Alex menggangguk


Ray langsung berlari menuju kamar nya .


Ray melihat Naira sedang duduk sambil melihat lihat sebuah buku diary milik nya ,namun Naira masih bingung ,apa boleh iya membukanya


Ray masuk kedalam dan menyapa Naira


" Naira ""panggil Ray lembut ,Naira mengalihkan pandangan ke arah Ray


"Naira ""Naira memejamkan matanya ,kata kata itu pernah didengar oleh nya .


"Nai ' kenapa ?apa yang terjadi ? ""tanya Ray panik , karena Naira memengang kepala nya sampai menjatuhkan buku diary tersebut .


"Kepala ku sakit ""ucap Naira sambil memegang kepalanya .


Ray langsung menggendong Naira untuk membaringkan tubuh wanita itu


Naira menatap wajah Ray dengan teliti , jantung nya berdetak cepat ,


"Apa masih sakit ? aku akan mengambil obat mu ""ucap Ray beranjak mencari obat Naira


"Minum lah ""Ray membantu Naira


"Kenapa mas Ray baik sekali pada ku . dan ku perhatikan , seperti nya cincin kita sama ""ucap Naira membuat Ray kelimpungan akan menjawab perkataan istrinya itu .


"Iya karena ,, ""Ray bingung dengan ucapan apa yang akan iya jelas kan kepala Naira .


"Ini hadiah dari Tante Jen ""ucap Ray sambil tertawa kecil menutupi wajah gugup nya .


"Mas Ray berkeringat dingin ""Naira mengelap dahi Ray yang berkeringat


"Tidak aku tadi lari dari bawah sana ,hanya ingin melihat mu "" ucap Ray sambil tersenyum kepada Naira


"Terimakasih ""ucap Naira merasa malu sikap Ray padanya


"Apa aku boleh bertemu dengan istri mas ""tanya Naira kepada Ray


wajah Ray pias ,apa lagi ini ?


"Istri ""ulang Ray mendapat anggukan dari Naira ....


Bersambung.....


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πŸ™‚


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2