
"Sayang ,.. cepat sedikit "ucap Naira sambil menangis .
Ray menghubungi Marko untuk menuju lokasi yang sudah di ajukan oleh para penculik anak nya itu .
"Tenanglah sayang , percanya padaku semua akan baik-baik saja " ucap Ray menggenggam tangan Naira . Naira menggelengkan kepalanya . yang Naira pikirkan saat ini putranya masih belia bangaimana Nara bisa tenang .
"Zidane .. tunggu mama sayang ."ucap Naira sambil terisak membuat Ray semakin sedih .
Setelah beberapa lama akhirnya mereka telah sampai di sebuah jalan setapak yang jarang di lewati orang .
Ponsel Naira kembali berdering Naira pun membuka pesan itu .
"Bagus anda sudah sampai nyonya , nyonya ikuti iruksi saya . ikuti jalan sebelah kiri Anda , tidak jauh dari sana nyonya bisa melihat putra anda lagi . dan jangan sekali-kali untuk membawa polisi jika itu terjadi nyonya akan tau akibatnya !! "Ray memeluk tubuh wanita itu . menenangkannya .
" Lihat aku sayang . kita akan menjemput Zidane "Naira menggangukan kepalanya .Ray membuka pintu penumpang dan mengambil sebuah tas ransel yang berisi uang tunai yang di antar oleh Marko tadi .
Ray menggenggam tangan Naira dan mengikuti perintah penculik itu .
Setelah berjalan sekitar 100 meter mereka melihat sebuah gubuk dan ada dua pria berpakaian hitam menyambut mereka berdua . Ray menyembunyikan Naira di belakangnya untuk menjaga wanita itu .
"Hahahaha ,.. akhirnya kalian sampai juga "
"Kalian ingin melihat putra kalian " Ray hanya terdiam dan menatap ketiga penculik itu dengan tatapan membunuh .
"Iya .. dimana putra saya , saya mohon Jangan sakiti dia "ucap Naira sambil terisak membuat Ray semakin marah .
Seorang wanita yang memakai topeng keluar dari gubuk itu sambil menggendong bayi laki laki itu .
"Zidane ... mas "ucap Naira sedih
"Kembalikan putra ku .. maka uang ini akan menjadi milik kalian " ucap Ray dengan nada tinggi .
"Jika tujuan kalian hanya uang saja .. ambilah "ucap Ray melemparkan tas ransel itu di hadapannya .
Namun wanita yang menggendong bayi laki laki itu membuka topeng nya dan alangkah terkejutnya Ray dan Naira melihat itu .
"Maaf aku tidak pernah berubah "ucap perempuan itu sambil tertawa kecil karena melihat Ray dan Naira terkejut .
" Mba ifangka ! apa yang kamu lakukan "ucap Naira tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh ifangka padanya .
"Aku tidak bisa berpura-pura lagi nai ,.dan inilah aku yang sebenarnya . aku tidak rela jika kalian bahangia "ucap ifangka tersenyum simpul kearah Ray dan Naira .
"Sedikit saja yang terluka pada Zidane , akan ku pastikan hari ini adalah hari terakhir mu melihat matahari ifangka ! ! "teriak Ray marah . ifangka tersenyum simpul pada Ray .
Wajahnya berubah sedih karena Ray membentak nya .
"saat bersama ku , kamu tidak pernah berkata seperti itu Ray "ucap ifangka tersenyum kepada Ray .
putra kecil Naira itu sudah menangis karena takut . membuat Naira melangkah mendekati ifangka . membuat ifangka menggelengkan kepalanya.
seorang wanita yang sembunyi di balik pohon menunggu momen itu untuk melepaskan pelatuk pistol nya untuk mengenai antara mereka berdua .
"Tolong biarkan putra ku pulang dengan selamat mba , jika mba ifangka ingin nyawa Naira . Naira akan memberikan nya "ucap Naira menangis mendekati ifangka . ifangka menggelengkan kepalanya tidak mengizinkan Naira mendekati nya .
Wanita yang ada di balik pohon itu hampir menarik pelatuk pistol nya namun sebuah tembakan mengenai lengannya hingga membuat tembakan itu terlepas bengitu saja .
"Naira .... "saga berlari melindungi wanita itu .
"Mba ifangka "teriak Naira melihat ifangka jatuh tersungkur karena sebuah tembakan mengenai bahu kirinya . namun ifangka masih melindungi bayi lucu itu dengan tubuh nya .
Dan anak buah refolda pun melumpuhkan kekuatan penculik itu dan menyekap mereka .
"Mba ifangka ,." ucap Naira menyadarkan ifangka yang sedang tersenyum kearah Naira . ifangka memberikan Beby kecil itu . Nara pun mengambilnya , sedangkan Ray melihat kondisi ifangka .
"Tolong bertahan sebentar . kita akan kerumah sakit "saga menggendong ifangka dan berlari menuju mobil yang Marko tumpangi .
Naira pun mengikuti langkah suaminya itu .Ray terlihat sangat khawatir karena darah segar mengalir dari bahu wanita itu . sampainya Ray di dalam mobil Ray memangku kepala ifangka . sedangkan Naira berada di depan disamping Marko .
"Marko apa tidak bisa cepat " teriak Ray melihat darah terus saja membasahi baju ifangka . Ray pun menyobekkan bajunya agar bisa menyumbat aliran darah itu . Naira bisa melihat Betapa khawatir suaminya itu dengan kondisi ifangka .namun Naira bisa memahami kondisi ini .
"Aku mohon bertahan lah sebentar lagi "ucap Ray lirih , Nara memeluk putranya dengan erat karena beby Zidane sedari tadi hanya menangis .
__ADS_1
"Aku tidak akan mengampuni mereka " ucap Ray dingin .
Setelah beberapa lama akhirnya mereka telah sampai di rumah sakit terdekat dan ifangka pun langsung di tangani oleh dokter . terlihat Ray di dalam sana sedang menemani ifangka karena dokter meminta salah satu keluarga pasien harus masuk kedalam .
Naira baru saja keluar dari ruang tertutup untuk memberi asi beby Zidane ,
"Nai " panggil Marko
"Iya ,
"Apa Beby Zidane sudah tenang "
"Alhamdulillah sudah , dia tidak menangis lagi "ucap Naira tersenyum .
"Syukurlah ,
"Bangaimana apa sudah ada kabar dari dokter " Marko menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan istri sahabatnya itu .
"Ray saja belum keluar dari tadi "ucap Marko Naira hanya mengangguk .
"Apa mau di antar pulang "tanya Marko .
"Tidak usah , nanti aku pulang dengan mas Ray saja "Marko menggangukan kepalanya
"Oh .. aku belum mengabari mama .aku nyakin mereka pasti khawatir "ucap Nara baru ingat jika dirinya belum mengabari keluarga mereka .
"Aku sudah mengabari semua nya nai . mungkin sebentar lagi Tante Jenni nyusul kesini "ucap Marko Naira menghembuskan nafas lega .
"Kira kira siapa wanita tadi ko ?"tanya Naira .
"Dia bi Laura nai "
"Bi Laura " ulang Naira mendapatkan anggukkan dari Marko .
"Kenapa bi Laura melakukan semua itu ?"tanya Naira sedih .
"Ya mungkin karena Ray tidak menegosiasi tentang hukuman untuk Delfano "
"Kita belum mengetahui nya " Nara mengagukkan kepalanya mengerti . Naira melihat putranya yang sedang tertidur pulas di gendongan nya . Naira pun mencium pipi gembul pria kecil itu .
"Sayang "nyonya Jenni langsung memeluk Naira dan Beby Zidane
"Maafkan mama sayang . mama gak tahu kalo mereka bakal nyulik Zidane tadi "Naira tersenyum dan menggeleng kan kepalanya .
"Ma . jangan menyalahkan diri sendiri . Alhamdulillah kita semua terlindungi dari sengala hal yang buruk "nyonya Jenni kembali memeluk putri nya itu .
"Tapi mba ifangka masih berjuang di dalam sana ma "ucap Naira
"Memang nya ifangka kenapa ?" tanya nyonya Jenni .Naira pun menjelaskan semua yang terjadi tadi saat mereka menjemput Beby Zidane .
"Ya Allah .. kasihan sekali "ucap nyonya Jenni .
"Minta doanya ma "
"Pasti sayang , bagai mana jika Zidane dan Naira pulang ke rumah saja . dengan mama kalo Koko mu sudah sampai , nanti kalo kelamaan disini Beby Zidane bakalan rewel nak "saran nyonya Jenni . Naira mengganggukan kepalanya . .....
......"
Ray pun terlihat menghembuskan nafas lega akhirnya operasi nya berjalan dengan lancar . namun ifangka masih belum sadarkan diri .
"Mas " ucap Naira tersenyum
"Bangai mana keadaan mba ifangka ?"
"Alhamdulillah operasi nya berjalan dengan lancar nai , dimana Zidane ?"tanya Ray melihat Naira tidak mengendong putranya itu .
"Tadi mama Jenni sama mama Monica sama papa jemput kita . tapi karena Naira belum ngomong sama mas jadi beby Zidane saja yang pulang "jelas Naira . Ray pun mengangguk .
"Mas Ray ganti baju dulu .tadi mama bawa baju buat kita "ucap Naira memberikan paper back kepada Ray .
"Oh .. makasih aku ganti baju dulu nya "Naira mengngukan kepalanya .Naira memperhatikan suaminya itu yang menuju toilet untuk mengganti bajunya yang robek dan ada banyak noda darah di sana .
__ADS_1
"Aku mohon bertahan sebentar . kita akan kerumah sakit "
"Aku tidak akan mengampuni mereka " ucapan Ray membuat Naira melangkah mendekati ruangan ifangka yang masih tertidur karena obat bius .
"Kenapa aku sangat egois "Nara memukul kepala nya memikirkan yang tidak tidak tentang suaminya .
"Naira "ucap seorang pria tampan dengan tatapan lembut kepada Naira .
"Dipa " dipa mengganggukan kepalanya .
"Siapa yang sakit ?"
"Mba ifangka "Jawab Naira tersenyum .
"Kamu sedang apa ? " tanya Naira
" Aku ... aku menjenguk teman ku dia sedang sakit "jawab Dipa .
"Ya sudah Ara .. aku balik dulunya . soalnya aku ada kerjaan juga "ucap Dipa lagi
"Oh .. oke hati hati Dipa "ucap Nara tersenyum manis kepada laki laki itu membuat dipa kembali terpesona dengan senyuman itu .
"Oke "Dipa pun langsung pergi meninggalkan Naira disana . ternyata seseorang telah memperhatikan mereka berdua sedari tadi ...
"Sayang "Naira memeluk tubuh suaminya itu . Ray pun membalas pelukan wanita itu dan mengecup kening Naira .
"Apa kata dokter tentang mba ifangka ? "tanya Naira memberikan botol minum untuk Ray.
"Kemungkinan besar ifangka untuk Beberapa waktu kedepan tidak bisa menggunakan tangan nya terlebih dahulu nai . karena efek bekas operasi "ucap Ray .
"Oo .. semoga Allah memberikan kesembuhan untuk mba ifangka "ucap Naira
"Aamiin "
"Apa kamu tidak mau pulang ?"tanya Ray .
"Hah ....
"Apa mas Ray . tidak mau pulang juga " tanya Naira balik
"Tante Melly dan om Han sedang ada di Singapore karena sedang berobat . jadi tidak ada yang menemani ifangka nanti "ucap Ray .Naira menggangukan kepalanya .
"Boleh kan aku temani ifangka nanti malam. dengan Marko "ucap Ray menatap wajah istrinya itu .
"Ya sudah "ucap Naira tersenyum
Naira mengalihkan pandangan menatap pintu kamar rawat ifangka .
"Sayang .. aku hanya akan menemani nya , kamu lihat kan tadi ifangka menyelamatkan nyawa anak kita . bangaimana kita tega melihat ifangka sendirian setelah melakukan semua itu"jelas Ray melihat kekhawatiran istrinya itu .
Naira mengangguk lagi .
"Ya sudah .sudah hampir malam juga Naira pulang nya "ucap Naira bangkit dari duduknya dan membereskan bekas makanan Ray .
"Iya .. hati hati siapa yang mengantar mu "
"Naira bisa naik taksi mas " ucap Naira tersenyum . Ray pun tidak menghalangi Naira .
membuat Naira sedikit menatap reaksi biasa Ray .
"Ya sudah salam untuk mba ifangka jika sudah bangun .. Naira pulang dulu ya mas "Naira menyalimi suaminya itu . Ray mencium kening Naira menggangukan kepalanya .
"Hati hati " Naira tersenyum dan melangkah meninggalkan tempat itu menuju taksi yang akan mengantarkan nya pulang ....
"Sayang aku hanya ingin menemani nya. kamu lihat kan tadi ifangka menyelamatkan nyawa anak kita .bangai mana kita tega membiarkan ifangka sendiri setelah melakukan semua itu " Naira menghembuskan nafas berat . seolah ada sesuatu yang menggangu pikiran wanita cantik itu .
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
maaf baru uq lagi hehe. .. insyaallah bakal rajin uq nya .. makasih yang udah mampir ππ»
__ADS_1
Hi reader terimakasih sudah mampir mohon berikan jempol nya dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
Semoga terhibur βΊοΈππ»