"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
60. Kejutan untuk istrinya


__ADS_3

...----------------...


Hari ini ray benar benar menjaga Naira bahkan Naira merasa risih dengan perlakuan suaminya itu yang berlebihan.


"Satu suap lagi ,, aaa""Ray menyuapi naira dengan telaten


padahal Naira baru saja selesai bubur untuk makan siang nya.


Sekarang sudah di suruh makan lagi,


"Udah mas ,udah kenyang ""ucap Naira mengelus perutnya yang rata,


Ray menempelkan tangannya di dahi wanita itu untuk mengecek suhu tubuh naira.


"Oke ''ray mengelap bibir Naira dengan tisu dan memandang wajah wanita itu .


"Apakah sering terjadi seperti itu ?""tanya Ray kepada Naira naira menggeleng.


"Hanya sesekali saja "" jawab Naira tersenyum.


"Apa sudah di periksa ke dokter '"tanya Ray serius.


"Hemmm ""jawab Naira mengganggukan kepalanya.


"Apa kata dokter ""tanya Ray lagi dengan nada lembut.


Naira melihat wajah suaminya itu ,akan kah iya berkata sejujurnya ,tapi ...


"Hanya kurang istirahat saja ""jawab Naira mengalihkan pandangan nya dari suami nya itu.


"Jadi sekarang Naira akan banyak banyak istirahat biar gak mimisan lagi ""ucap Naira tersenyum manis kepada Ray.


Ray bisa melihat ketidak kejujuran dalam mata wanita itu ,


membuat Ray tidak sabar menunggu kabar dari Machu sahabatnya yang berprofesi sebagai dokter tersebut .


"Naira bosan di kamar mas ""ucap Naira mengulurkan tangannya kepada Ray .


Ray melihat jam sudah menunjukkan pukul 3 sore.


"Apa udah kuat buat jalan ""tanya Ray mendapat anggukan dari Naira.


Naira meminta Ray untuk mengambil kerudung nya ray membantu Naira mengikat rambutnya dan belajar memasang kan jilbab untuk wanita cantik itu.


"Masih miring ""ucap Naira melihat jilbab yang di pakai kan oleh Ray tidak pas.


"Huhhh ... susah sekali "'keluh Ray mencoba memasangkan nya lagi naira hanya tertawa kecil melihat tingkah suaminya itu.


"Sudah ""ucap Naira melihat jilbab segi empat itu terpasang rapi menutupi kepalanya.


Ray menghembuskan nafas lega.


" Akhirnya berhasil juga ""ucap Ray menarik pinggang Naira.


"Makanya jangan suka acak kerudung Naira . susah kan pakai nya ""ucap Naira mencabik kan bibirnya.


membuat Ray segera mengecup bibir yang membuat nya sering tidak bisa menahan hasrat nya itu .


"Kapan kita mengabulkan permintaan mama dan Oma ""bisik Ray di bawah telinga Naira dengan suara pelan


membuat Naira merinding. mendengar penuturan Ray , naira memukul dada bidang suaminya itu pelan.


"Memang nya tuan , ingin memiliki anak""bisik Naira meladeni pertanyaan suaminya itu


"Aku mau satu lusin ""ucap Ray mengecup singkat bibir Naira,


Naira melotot kan kedua mata nya


"Yang benar saja ""ucap Naira melepaskan pelukan dari suami nya itu


"Memang nya kenapa , harta ku tidak akan habis untuk memberikan pasilitas untuk anak anak ku nanti jangan meremehkan ku ""ucap Ray membayangkan Bangai mana jika mereka memiliki banyak anak nanti .mungkin akan sangat lucu


Naira merenung sejenak.


" Perjanjian itu tidak memungkinkan semua itu terjadi mas ""ucap Naira tertawa kecil meratapi nasib pernikahan mereka , naira melangkah keluar dari ruangan itu meninggalkan Ray sendiri disana.


"Nak Naira bangaimana keadaan nak Naira ""tanya bi Ijah kebetulan bi Ijah sedang membereskan dapur

__ADS_1


"Naira sudah lebih baik Bu ,terimakasih sudah membuat bubur untuk Naira ""ucap Naira tersenyum


"Naira mau ke taman Sebentar ""pamit Naira , bi Ijah mengangguk. Naira pun bergegas menuju taman Yang ada di depan rumah mereka.


"Ya Allah.. hamba tidak bisa menjanjikan apapun 'mimpi ku sama saat ini sama seperti yang mas Ray impikan, hamba ingin menjadi istri yang baik dan menjadi ibu yang baik untuk anak anak kami nanti 'tapi hamba hanya manusia yang hanya mampu berencana sedang kan engkau lah yang menentukan nya ya Allah ""batin Naira memejamkan matanya


Naira menikmati angin sore yang menembus daster rumahannya.


Sebuah tangan besar menglingkar di pinggangnya, membuat Naira membuka matanya perlahan melihat siapa yang memeluk nya.


"Mas ""ucap Naira tersenyum.


"Izinkan aku memperjuangkan pernikahan kita ""ucap Ray dengan suara berat seolah ada penyesalan bengitu besar di dalam hatinya.


"Berjuang sebisa nya saja mas !


kita memang seharusnya tidak di pertemukan ,mungkin ini hanya cara Allah memberi kita peluang untuk menikmati indahnya sabar .


agar kedepannya bisa lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan ""ucap Naira menarik nafas panjang.


"Naira tidak mengharapkan lebih sekarang . hanya ingin menikmati ...."Naira tidak melanjutkan ucapannya


Sisa nafas yang Allah pinjam untuk ku ""batin Naira menyentuh tangan suaminya yang memeluk pinggangnya tersebut .


"Apa kamu tidak mencintaiku ""tanya Ray dengan nada serius


"Aku sangat mencintai mu mas ,tapi Naira takut 'jika nanti Naira pergi, itu akan membuat mas Ray kehilangan "" batinnya , menatap wajah suaminya itu dengan mata berkaca-kaca ,


"Benar kan jika kamu tidak mencintaiku , tidak masalah


akan ku buat kamu mencintaiku suatu hari nanti ""ucap nya menatap wajah Naira.


"Tapi Naira sangat nyaman menganggap mas Ray sebangai kakak


naira tidak memiliki kakak laki-laki ..""ucap Naira tersenyum


Ray menggelengkan kepalanya , mendengar penuturan Naira.


"Aku tidak mau aku ingin menjadi ayah dari anak anak mu nanti . hanya itu cita cita terbesar ku saat ini""ucap Ray dengan tatapan mata yang bengitu menusuk hati.


Suara azan ashar memberhentikan percakapan mereka . naira meminta izin untuk menunaikan kewajiban nya kepada Ray ,dan mereka berjalan masuk .


"Aku tidak peduli ,biar aku terlihat bodoh ,asal Naira masih berada di sisiku , maaf nai hati aku egois ,tidak bisa melepaskan mu "" Ray melangkah menuju kamar nya ..


Satu Minggu berlalu


Tepat di hari ini Naira harus mengecek kesehatan nya yang di rasa semakin membuatnya tidak nyaman.


Suami ❀️


Jangan lupa nanti malam . pak harun akan menjemput mu,sampai bertemu di sana


love you πŸ’š**


Naira melihat pesan dari suami nya itu tersenyum dan membalas nya .


naira pun memasukkan ponselnya dan mengetuk ruangan dokter fadli yang menangani penyakit Naira.


"Pagi dok , maaf saya sedikit terlambat ""sapa Naira ramah


"Hemm.. santai Nai


bangai mana keadaan mu ?apa terasa lebih baik ?""tanya dokter Fadli


Naira menggeleng cepat


" Naira sedang berusaha untuk mempertahankan ingatanku dok ""jawab Naira tersenyum.


"Kapan kamu akan mengambil keputusan untuk melakukan pengobatan secara intensif nai ""tanya dokter Fadli


"Apa jika Naira melakukan itu akan menjamin Naira sembuh dok ?""tanya Naira dengan air mata .


"Kami akan melakukan yang terbaik nai ,


kamu jangan memikirkan suatu yang tidak baik ""nasehat dokter fadli


"Naira akan membuat semua nya khawatir dok dan itu tidak menjamin Naira untuk sembuh ""ucap Naira masih berderai air mata.

__ADS_1


"Jika kamu memiliki pemikiran seperti itu , bangaimana kami bisa melakukan yang terbaik seolah olah kamu tidak menganggap kami bisa nai ""ucap dokter Fadli kesal dengan sikap Naira yang bengitu putus asa .


"Saya butuh obat dok '"ucap Naira mengalihkan pembicaraan mereka.


Naira mengeluarkan beberapa uang kerena tidak ingin berdebat dengan Naira dokter fadli pun menyiapkan resep obat untuk Naira.


Setelah mendapatkan obatnya Naira berpamitan kepada dokter fadli dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu


"Aku harus membicarakan semua nya dengan keluarga Naira 'hanya itu cara satu satu nya agar Naira sengera Melakukan pengobatan secepatnya '! ya hanya itu caranya "" batin dokter Fadli melihat kepergian Naira


"Halo... nanti malam Ray dan Naira akan melakukan acara di sebuah hotel ... ...""ucap seorang menghubungi ifangka.


"Kerja bagus , baik lah aku akan menghapus video mesum mu itu kau tenang saja hubungan mu dengan kekasih mu itu masih akan berjalan baik baik saja ""ucap ifangka mematikan teleponnya dan tertawa bahagia


"Aku tidak akan membiarkan kalian berdua bahagia di atas penderitaan ku 'tidak akan !""ucap ifangka tertawa terbahak bahak


Siang harinya Naira di kanget kan ,oleh kedua penata rias datang ke rumah mereka.


"Sore nyonya , kami di tugaskan oleh tuan Ray untuk menghias nyonya untuk acara malam ini ""ucap para perias itu menunduk hormat kepada Naira.


"Maaf mungkin kalian salah paham kami hanya akan makan malam saja. kenapa mas Ray harus memanggil kalian ""ucap Naira terbata bata karena masih bingung dengan apa yang dilihatnya .


"Kami hanya melakukan perintah tuan Ray nyonya , tolong kerjasama nya ,


kami tidak ingin kehilangan pekerjaan kami saya mohon nyonya ""keluh kedua wanita yg ada di depan Naira itu , membuat Naira merutuki suaminya itu.


"Baik lah , silahkan masuk ""Naira mengalah dari pada iya memutuskan rejeki orang lain.


Naira sudah berusaha untuk menghubungi Ray namun suaminya itu curang tidak mengangkat telepon dari Naira , rasanya Naira ingin menangis saja . tapi apa boleh buat ,tidak ada pilihan lain selain menurut .


Naira pun di dandanin secantik mungkin dan memakai sebuah gaun berwarna biru langit ,


bak seorang putri yang sangat cantik naira merasa menjadi orang yang berbeda ,


"Apa kah ini Naira mba ""tanya Naira kepada kedua perias itu.


"Nyonya memengang sudah cantik di tambah lagi sama make up ...huuuhhh sempurna ""ucap keduanya mengacungkan jempol membuat Naira tersenyum malu.


"Terimakasih ""ucap Naira tersenyum manis kepada kedua nya.


"Ya sudah apa yang kan nyonya bawa ,biar kami membantu menyiapkan ""tawar para perias itu.


"Tas apa yang cocok untuk baju yang seperti ini ""tanya Naira tersenyum malu karena iya sangat tidak tau fashion.


"Haaa.. biar Surti pilihan kan nyonya ""ucap nya sambil tersenyum.


dan memilih kan tas yang cocok untuk Naira.


"Ini dia nyonya .nyonya akan terlihat sempurna .


ya tuhan alangkah indah ciptaan mu yang ada di depan ku ini ""ucap mba Surti lebay melihat Naira yang bengitu cantik.


"Kalian membuat ku malu ""jujur Naira tersenyum.


"Baik lah tuan putri , tuan putri harus berangkat sekarang karena pangeran tuan putri sudah menunggu ""ucap mereka berdua tersenyum manis kepada Naira.


Naira tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Mereka pun menggiring Naira untuk menuju mobil yang akan membawa Naira ,


"Terimakasih ""ucap Naira melambaikan tangannya kepada kedua perias itu.


Dan Naira di bawa oleh pak Harun untuk menuju surprise yang di siapkan untuk Naira ......


Bersambung .....


Assalamu'alaikum ☺️


Sekarang Mimin mau happy ending dulu deh ,mau buat Naira bahangia dulu


kira kira kejutan apa sih yang udah di siapin sama RAYMOND buat Naira ???.....


terimakasih sudah ngikutin tulisan yang masih acak-acakan ini πŸ™πŸ»β˜ΊοΈ


Hi reader


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πŸ™‚

__ADS_1


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


__ADS_2