"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
67. Pilu


__ADS_3

...----------------...


"Apa Naira melihat nya tadi ""Ray mengusap wajah nya dengan kasar pasti Naira akan salah paham kepada nya.


Saat Ray akan melangkah masuk terlihat Naira berjalan ke arahnya .


"Sayang ""ucap Ray menyambut tangan Naira , terlihat Naira berusaha untuk menyembunyikan segala perasaanya.


"Hemm ,, langsung pulang ya mas ,kepala ku sakit ""ucap Naira langsung masuk kedalam mobil Tampa menyambut tangan pria tampan tersebut


" Apa Naira tidak melihat nya ? ""ucap Ray menebak nebak .


Ray pun langsung memasuk mobil nya , pandangan tertuju kepada Naira yang memejamkan matanya.


"Sayang , apa sakit sekali ""Ray mencoba menggapai tangan Naira namun Naira menepis nya .


"Mas ,,Naira mau tidur ""ucap Naira pelan dan mengalihkan pandangan nya dari Ray.


"Baik lah , apa perlu ke dokter ?""tanya Ray Naira menggeleng kan kepala nya.


Ray pun mengerti akan sikap Naira padanya,


Ray sesekali melirik ke arah Naira tetap sama


Naira masih memalingkan wajah dari nya.


"Sayang melihat ifangka tadi?""tanya Ray Naira hanya diam saja


"Sayang ""Naira terlihat sudah tertidur pulas di samping nya.


Ray pun tidak bicara lagi , besok pagi atau nanti saja iya akan menjelaskan tentang pertemuan nya dengan ifangka tadi.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lamanya akhirnya mereka telah sampai di kediaman mereka.


Naira terlihat langsung keluar dari mobil tersebut Tampa menunggu Ray yang biasa membukakan pintu untuk Naira.


'"Sayang ""Ray berniat untuk membantu Naira untuk berjalan karena terlihat Naira berjalan sedikit sempoyongan.


namun Naira menolak Ray untuk membantu nya.


Naira segera memasuki kamar mereka dan langsung membuka gaun yang iya pakai dan memulai ritual membersihkan dirinya.


"Sayang tadi ,,,""Belum selesai Ray menjelaskan Naira sudah menyuruh nya untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu


ray pun mengikuti saran istrinya itu.


"Mas Ray pasti masih mencintai mba ifangka, lihat tadi mereka berpelukan ,dan mas Ray diam saja""ucap Naira menghapus air matanya yang sudah mengalir .


"'Bangaimana bisa cinta yang sudah di bangun bertahun tahun akan terlupakan dalam sekejap waktu , tidak mungkin ! "Naira menarik nafas panjang ,mengingat Ray berpelukan dengan ifangka tadi.


"Dasar aku ! terlalu berharap jika mas Ray akan membalas cintaku '"ucap Naira sambil menertawakan dirinya sendiri .


naira mengambil obat yang di dalam laci meja di samping nya.


"Setelah bosan dengan ku , pasti mas Ray akan kembali ke pelukan wanita yang di cintai . siapa lagi jika bukan mba ifangka ""Naira pun menelan obat itu ,naira terlihat berusaha untuk menelan nya.


setelah selesai naira mengelus perutnya yang rata .


"Sayang jangan sekarang nya , tunggu mama bisa sembuh dulu biar nanti dedek mama yang ngurusin .


mama takut kalo sekarang kamu tumbuh di dalam perut mama papa mu pergi meninggalkan kita , sedang kan mama juga harus berjuang melawan penyakit mama yang belum tau bisa di sembuhkan atau tidak . tar dedek sendirian "ucap Naira pelan berlinang air mata.


terasa sakit di kepala Naira bertambah membuat Naira menutup matanya.


Terdengar suara pintu terbuka dari arah kamar mandi membuat Naira segera menghapus air matanya dan membaringkan tubuhnya, membelakangi suaminya itu.


"Sudah tidur "ucap Ray mendudukkan tubuhnya di samping Naira .


"Sayang sudah minum obat ""tanya Ray.


"Sudah ""jawab Naira.


"Apa kamu marah kerena tadi aku bertemu dengan ifangka ?""ucap Ray merapikan rambut Naira dengan lembut.


Naira perlahan membuka mata nya '


"Tidak.


itu wajar pantas saja ""jawab Naira terkesan terpaksa


"Itu tidak pantas bagi ku , karena ada hati yang harus ku jaga ,agar tidak terluka "ucap Ray mengelus pipi istrinya itu yang terlihat lebih berisi .


"Terserah .


mas Ray memiliki hati bukan harusnya mas Ray bisa menilai nya ""ucap Naira dengan nada meninggi.


"Aku tidak bisa mendengar kan hati ku Sekarang .


hatiku sudah di curi oleh seseorang ""ucap Ray tersenyum gemas melihat Naira yg sedang cemburu.


"Kejarlah , mungkin kalian berdua bisa memperbaiki hubungan kalian ""jawab Naira masih terbawa suasana.


"Apa kamu tau siapa wanita itu ?, ""tanya Ray masih menikmati pemandangan yang membuat iya ingin memeluk Naira Tanpa melepaskan nya lagi.

__ADS_1


"Tanpa di beri tau aku sudah mengetahui nya ""ucap Naira memeluk guling yang ada di depan nya dan menutup tubuhnya Dengan rapat agar Ray tidak bisa berbuat aneh pada nya.


"Istri ku cemburu ""ucap Ray sambil menarik selimut yang menutupi Naira


"Jangan macam-macam ""ucap Naira sambil menarik selimut yang sudah di tarik oleh Ray


"Aku tidak macam macam sayang cuman satu macam kok""ucap Ray sambil tersenyum jail


"Ih,,, sana jauh jauh '""ucap Naira sambil menepis tangan Ray,


Bukan menjauhkan diri nya Ray malah ikut masuk ke dalam selimut yang menutupi seluruh tubuh istri nya itu.


Ray menarik pinggang Naira untuk di peluk nya


"Sayang , kamu mencintai ku ""ucap Ray sambil mencium bibir wanita cantik itu


"Aku tidak pernah mencintai mu ""ucap Naira cemberut kerena ulah suaminya itu


"Benar kah , oh apa kah cinta ku bertepuk sebelah tangan ""ucap Ray menggoda Naira


"Siapa yang mau mencintai laki laki sombong seperti ini ""tunjuk Naira ke arah suaminya


"Wanita yang tulus dan ikhlas menerima semua kekurangan ku dan wanita itu ada di hadapanku saat ini ""ucap Ray mengelus pipi Naira dengan lembut.


"Apa kamu percanya ?""tanya Ray


Naira menggeleng tanda iya tidak percaya dengan ucapan Ray.


"Bangaimana caranya agar kamu bisa percanya perkataan ku ""tanya Ray Dengan nada rendah.


Naira terdiam melihat Ray dan mencoba untuk mencari kebohongan suaminya itu.


namun sorot mata itu tidak pernah berbohong pada nya ,


"Jangan mencintai ku "ucap Naira pedih.


Ray membisu mendengar ucapan Naira, seolah ini adalah perkataannya paling pahit .


Naira tidak melanjutkan perkataannya itu.


Naira beranjak dari tempat tidur itu dan berjalan meninggalkan Ray sendiri di sana.


Naira pun segera turun menuju kamar bawah dan masuk kedalam kamar itu .


Tempat nya pertama kali berada di rumah ini ,


dan memulai suka duka di dalam rumah tangga mereka.


Kamar ini menjadi saksi bisu bangai mana Naira bisa terlihat baik baik saja saat di luar dan di hadapan orang lain .


sedangkan Ray dari luar menggedor pintu kamar Naira.


Bangai mana tidak ,Naira tidak tahu bagaimana alur cerita pernikahan mereka.


Apakah masih dengan Perjanjian pernikahan kontrak itu ,


karena Ray tidak pernah memberi tau tentang masalah itu ,


tapi Ray sudah membuat Naira tidak bisa berbuat banyak tentang perasaan nya yang semakin hari semakin bertambah besar rasa cintanya kepada suami nya itu.


"Sayang buka pintunya '"ucap Ray sudah berkali kali.


"Naira mau tidur di sini ""jawab Naira dari dalam kamar nya.


"Sayang kita bisa bicara "" namun tidak ada jawaban lagi dari dalam sana.


"Naira aku kan mendobrak pintu ini ,jika kamu tidak mau membuka nya "teriak Ray.


Namun Naira masih tidak menghiraukan perkataan suaminya itu.


Naira merasa sakit yang luar biasa di kepalanya , seolah ini adalah sakit yang iya rasakan empat tahun yang lalu saat iya SMP.


Naira mencoba menyenderkan kepalanya di samping ranjang dan berusaha tidak memejamkan matanya ,


"Maafkan hamba ya Allah '"Naira tersenyum dan menutup mata nya untuk meredakan rasa sakit di kepalanya .


Di luar ruangan itu Ray terpaksa harus menghubungi bi Ijah untuk menanyakan kunci cadangan kamar Naira.


Bi Ijah pun memberi tau tentang itu ,


Ray pun segera membuka pintu kamar Naira ruangan itu sangat gelap ,Ray pun menghidupkan lampu kamar tersebut.


Terlihat Naira sedang menatap nya dalam keadaan yang membuat Ray hancur.


darah segar mengalir dari hidungnya , terlihat Naira tersenyum dan mencoba mempertahankan kesadaran nya.


"Sayang ""panggil Ray memeluk Naira


"Tolong jangan tutup mata mu '"ucap Ray menepuk pelan pipi Naira dengan berderai air mata.


"Naira aku akan memarahi mu jika kamu menutup mata mu ""ucap Ray bengitu pedih.


"Bertahan sebentar , kita kerumah sakit sekarang ""ucap Ray sambil menggendong wanita itu.

__ADS_1


"Tolong ""ucap Ray masih dengan air matanya.


Ray menggendong Naira dan membawa Naira pergi dari tempat itu ,dan berjalan keluar dari kamar itu menuju mobil nya untuk membawa Naira ke rumah sakit terdekat.


"Aku melarang mu untuk menutup Mata mu , tapi kenapa kamu menutup mata mu sayang ""ucap Ray menggenggam tangan wanita itu 'saat Naira sudah tidak sadar kan diri , terlihat wajah cantik itu memucat.


"Sayang , jangan seperti ini ""ucap Ray sambil menghubungi Alex,,,


"Lex ""ucap Ray terdengar suara Ray sambil menangis membuat Alex panik.


"Kanapa Yok ""Alex yang baru saja mengantarkan Caca ke rumah nya.


"Dimana kalian sekarang ?""ucap Alex panik mendengar penuturan Ray


"Gue ke sana ""Alex pun segera menancap gas mobil nya sangat kencang untuk menyusul Ray dan Naira.


Naira langsung di tangani oleh dokter


dan perawat meminta Ray untuk menunggu di depan ruang IGD


agar membiarkan mereka berkonsentrasi mengecek keadaan Naira saat ini.


Ray dengan terpaksa membiarkan istrinya berjuang sendiri di dalam sana.


Ray tertunduk sambil menangis mengingat wajah pucat Naira dan telapak tangan yang dingin , membuat perasaan takut dan gelisah menyelimuti dirinya.


"Ini salah ku kenapa membuat nya bersedih""batin Ray menyalahkan Iirinya .


Berselang beberapa menit Alex pun sampai di tempat yang Ray beritahu kan padanya.


"Ray ""ucap Alex melihat Ray sedang menunggu di depan pintu kamar pasien


"Lex , tolong Naira ku ""ucap Ray lemah


"Yok '"Ray pun merangkul menguatkan Ray


"Sabar kita tunggu kabar baik dari dalam sana , kita berdoa untuk Naira ""ucap Alex mencoba menenangkan Ray


"Apa sudah memberi tau om Tante ""tanya Alex 'ray menggeleng


"Aku hubungi mereka sekarang "namun Ray melarang Alex untuk memberi tau keluarga mereka sekarang ,melihat jam yang sudah pukul 1malam


pasti akan sangat menggangu mereka nanti .


Alex pun mengurungkan niatnya untuk memberi tau tentang kondisinya Naira kepada keluarga mereka.


Mereka menunggu di sana dengan perasaan khawatir.


setelah menunggu kurang lebih setengah jam akhirnya dokter keluar dari ruangan itu


"Dok bangai mana kondisi istri saya ""tanya Ray kepada dokter tersebut.


" Istri tuan sudah melewati masa kritis nya "


tapi kita harus mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan nyawa kedua nya ""jelas dokter tersebut.


"Apa maksud dokter '"bentak Ray menarik kerah kemeja dokter tersebut 'alex pun mencoba menenangkan Ray.


"Apa tuan tidak mengetahui jika istri ada menginap penyakit ""tanya dokter tersebut


membuat Ray dan Alex menatap dokter tersebut.


"Nona Naira menginap penyakit alzheimer atau di sebut juga demensia alzheimer , penyakit ini menyerang saraf otak , jika terus dibiarkan maka nona akan kehilangan ingatannya secara total ,bahkan dapat mengakibatkan kelumpuhan permanen . ""ucap dokter tersebut ,membuat tulang kaki Ray melemah dan Ray tersimpuh mengetahui semua nya.


Alex pun terdiam mencerna ucapan dokter tersebut


" Dan nona saat ini sedang hamil dan itu sangat membahayakan nyawa kedua nya ""jelas dokter tersebut membuat Ray mematung mendengar perkataan dokter tersebut .


" Istri saya hamil dok ?""tanya Ray iya belum percaya atas kabar gembira ini.


"Iya tuan , kehamilan nona Naira baru menginjak usia 3minggu dan kandungan nya terbilang sangat lemah '"ucap dokter tersebut menambah kesedihan yang mendalam bagi Ray.


"Lalu bagaimana dok apa yang harus saya lakukan untuk Naira dan anak ku ?""tanya Ray


"Penyakit nona saat ini sudah memasuki stadium 3 , di tambah lagi saat ini nona naira sedang hamil dan saat hamil muda tidak akan bisa melakukan operasi untuk mengangkat penyakit nona naira ,


tuan harus memilih antara keduanya agar kami bisa menyelamatkan salah satunya ""penuturan dokter tersebut membuat Ray tidak bisa menahan emosi nya.


"Kau seorang dokter bukan . kenapa kamu menanyakan pertanyaan bodoh itu '"ucap Ray hampir melayangkan sebuah tinjau namun Alex sengera mencegah nya.


"Lepas Lex , gak ada guna dia menjadi dokter ,jika dia tidak bisa menyelamatkan istri dan anak ku ""ucap Ray meronta agar Alex melepaskan nya.


"Lu tenang Ray , semua nya pasti ada jalan keluarnya jangan emosi ""bentak Alex Kepada Ray dan mendorong sahabatnya itu.


"Jika kami ingin mempertahankan keduanya bangai mana dok ""tanya Alex


"Sangat kecil kemungkinan nona naira akan mengalami kelumpuhan permanen atau ketergantungan ,,,, penuturan dokter tersebut membuat Alex dan Ray saling menatap 'ray sangat terpukul dengan keadaan Naira saat ini ,,,.


Bersambung....


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader

__ADS_1


terimakasih sudah mampir. mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πŸ™‚


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


__ADS_2