
...----------------...
"Kenapa kalian ?""tanya Ray kepada mereka bertiga.
Mereka pun saling bertukar pandangan satu sama lain.
hingga akhirnya Marko dan Alex menahan tangan Ray seolah seorang tawanan, sedangkan Ririn memengang tangan Naira sama hal nya seperti Ray,
"Kenapa kalian melakukan saat kami ada disini .
apa kalian berdua tidak kasihan dengan Kami yang belum menikah ""keluh Ririn mendapatkan anggukan dari keduanya.
"Apa ""tanya Naira
"Jangan membohongi kami . aku mendengar nya tadi ""ucap Ririn lagi masih dengan interogasi nya
"Mendengar apa ? ""Naira masih belum mengerti dengan ucapan Ririn
"Huh naiiii ....'"ucap Ririn
Ririn mayatukan tangan nya seolah menunjukan orang yang sedang berciuman dan menunjuk Ray dan kearah Naira , membuat Naira menutup mulut nya.
"Lepas ""Ray melepaskan tangan nya dari Ray dan Marko
"Kalian sudah gila ""bentak Ray menarik tangan Naira pelan dan merengkuh pinggang perempuan itu
"Ya kami sudah berbaikan .
kenapa kami harus membohongi kalian? ""tanya Ray
"Mentang mentang kalian berdua sudah baikan , kalian se'enak nya melakukan itu saat ada kami disini ""ucap Marko melotot kearah Ray
"Kau !
jangan bertele tele , bicara dengan jelas ""ucap Ray menatap ketiga sahabatnya itu.
"Auuu ..mas sakit pelan pelan ""ucap Marko menirukan suara Naira
"Tahan sebentar lagi ""jawab Alex sama menirukan suara Ray
"Tapi sakit banget mas , Naira sudah tidak tahan "" jawab Marko masih menirukan suara Naira.
seketika Ray tertawa cekikikan . tidak dengan Naira wajah Naira memerah menahan malu.
"Ternyata itu ""ucap Ray sambil tertawa dan menatap wajah Naira dengan lembut
"Kalian salah paham tadi mas Ray sedang mengobati luka ku ""ucap Naira sungguh sungguh, melihat kan perban di lengan kirinya ,namun ketiganya seolah tidak mempercayai ucapan Naira .
"Apa kalian tidak ingin memiliki keponakan yang lucu dan cantik tampan ""tanya Ray antusias , naira mencubit pinggang suaminya itu,
"Mau ....""ucap Marko dan Ririn tersenyum bahagia.
namun tidak dengan Alex , alex hanya tersenyum simpul .
"Nai aku mau ponakan cewek biar aku bisa main boneka sama ponakan aku ""ucap Ririn antusias
"Sayang , keponakan laki laki lebih seru gak ngebosenin ""timbal Marko mendapat sorotan mata tajam dari kekasihnya itu
"Kenapa bukan kalian saja yang mempunyai anak '"tanya Ray sinis
"Mas ..""ucap Naira
"Mereka sok mengatur , kenapa bukan mereka saja yang membuat anak ""ucap Ray santai,
Naira pun melayangkan cubitan lagi di pinggang suaminya itu membuat Ray meringis.
"Sayang ""ucap Ray mengelus pinggangnya yang terasa panas,
Alex tersenyum bahagia melihat perubahan sikap antara keduanya.
__ADS_1
"Tinggal kamu lagi lex , kapan bawa calon ,kenalin ke kita ""ucap marko Alex memandang Marko tidak suka.
"Jangan melibatkan ku ""ucap Alex 'menatap wajah Naira
'' Cukup melihat Naira seperti ini di perlakuan dengan baik aku sudah bahangia
semoga ini awal dari kebahagiaan dalam pernikahan kalian '"batin Alex masih menatap Naira
Ray memperhatikan arah pandang Alex .
Ray ingin sekali rasanya marah ,
melihat Alex menatap Naira dengan tatapan seperti itu , tapi Ray sadar jika iya melakukan semua itu pasti akan salah paham lagi.
"Ya sudah jomblo aja sana sampai tua ""celetuk Ririn fokus memakan makanan nya
Alex memandang Ririn dengan sengit
Alex ingin sekali menjawab , tapi ketukan pintu membuat mereka mengalihkan perhatian mereka semua,
"Biar aku saja yang membukakan pintu ""ucap Alex bergegas menuju pintu
"Siapa ?""tanya Alex perempuan berambut panjang itu membalikkan badannya alex terdiam sesaat memandang wanita itu
"Tuan '"ucap Caca ,tersenyum
"Tuan menginap di rumah Naira '?""tanya Caca,
namun Alex masih terdiam memperhatikan gadis itu.
"Hello tuan Arongan saya mau ketemu sama Naira ,minggir ""ucap Caca menggeser posisi Alex dan Caca masuk kedalam rumah itu.
"Apa dia perempuan yang semalam 'kenapa pagi ini dia lebih cantik dari pada semalam ''ucap Alex tersenyum
"ada apa dengan ku 'sejak kapan otak ini memuji wanita 'huuhhh 'si*l ""batin Alex memukul pelan kepala nya,
" Assalamu'alaikum "" ucap Caca tersenyum ke arah Naira.
"Ca. ..""ucap Naira sambil menghampiri sahabatnya itu dan memeluk nya,
"Hemmmm......
aku kecewa padamu
tapi kupikir lagi , kamu itu sahabat terbaik ku jadi bangaimana aku bisa marah ""ucap Caca mengeratkan pelukannya,
"Maaf'in aku ya ca""ucap Naira tersenyum Caca menganggukkan kepalanya,
"Tapi mulai sekarang gak ada lagi rahasia di antara kita oke ""ucap Caca mengacungkan jari kelingking nya tanya perjanjian mereka
Naira tidak langsung mengaitkan jari nya kerena diri masih menyimpan sebuah rahasia besar dalam hidupnya,
"Nai ""panggil Caca
"Hemmm. ""Naira mengangguk dan mengaitkan jari mereka
"Aku ikut ""Ririn pun ikut mengaitkan jari kelingking nya,
mereka bertiga pun berpelukan
"Ya Allah bangai mana ini 'bukan aku telah membohongi mereka lagi 'akan kah hamba memberi tau semua nya"" batin Naira sambil tersenyum kepada kedua sahabatnya itu,
"Udah sarapan ?
ko Alex bikin nasi goreng spesial ,enak banget cobain deh ""tawar Naira Caca memutar bola matanya menatap alex,
"Biar ku coba dulu , aku tidak nyakin jika tuan sombong itu bisa masak Nai ""bisik Caca membuat Naira tersenyum,
Mereka pun berjalan menuju meja makan mendapat tatapan dari kedua laki laki yang sedang duduk di meja makan tersebut .
__ADS_1
Caca memandang tidak suka kepada Ray .
"Sini duduk ""Naira memilih kan tempat duduk di sebelah nya dan sebelah nya lagi Alex
"Naira menyuapi Caca
"Enak kan "tanya Naira membuat Caca menatap Alex dan melotot kearah nya
"Standar lah Nai ""ucap Caca dan menarik piring yang ada di depan Naira dan melahap nasi goreng itu,
Sedangkan Alex tersenyum sinis melihat kesombongan wanita itu , caca mengalihkan pandangan ke arah Alex dan tersenyum manis kepada nya,
'"Gak papa mas naira udah kenyang ""ucap Naira, saat ray menyodorkan satu suap di depan Naira,
"Kamu baru makan sedikit ,bangaimana bisa kenyang ""ucap Ray , naira pun menerima nya membuat ke empat sahabat nya itu tersenyum bahagia melihat keromantisan pasangan itu,
Ray menyuapi naira lagi ,walau pun Naira menolak tapi Ray tetap menyuapi naira dengan telaten ,
Naira menunjukkan wajah cemberut, kerena terus mendapatkan ledekan dari sahabat mereka.
"Oh ya Nai tadi ponsel kamu bunyi terus ,
aku gak berani angkat ,takut ada yang penting ,
nama nya mas Revan ""ucap Ririn memberikan ponsel Naira ,
"Terimakasih Rin '"Naira melihat ada 6pnggilan tak terjawab dari Revan membuat Naira langsung menghubungi nya ,
Seketika wajah Ray berubah cemburu kah iya
bangaimana tidak istri nya menelpon laki laki lain.
"Assalamu'alaikum mas ""setelah Revan mengangkat telepon nya
"Naira '"jawab Revan menahan Isak nya
membuat Naira bertanya-tanya,
"Mas Revan kenapa , apa ada yang terjadi dengan cia ? "tanya Naira dengan nada panik
"Nai 'cia ku .cia jatuh dari tangga Nai ""ucap Revan dengan sesenggukan membuat Naira menutup mulut nya ,
"Astagfirullah mas ""ucap Naira memengang tangan Ray.
"Mas kita harus ke rumah sakit sekarang ""ucap Naira'
Naira berlari ke kamar nya untuk mengganti pakaiannya.
Ray terdiam sejenak
para sahabat nya itu hanya terdiam melihat Naira sepanik itu
"Ayuk mas , maaf kami akan menjenguk CIA sebentar . selesai kan sarapan kalian kami pergi dulu
assalamu'alaikum ""ucap Naira menarik tangan suaminya itu,
Ray hanya pasrah mengikuti Naira.
"Ya Allah cia' maafin mama tadi mama gak angkat telpon cia ""ucap Naira sambil menghapus air matanya.
Ray memberikan tisu kepada Naira dan mengelus kepala istri nya itu ,
Ray tidak berkomentar apapun dirinya terus memacu kecepatan mobil nya agar cepat sampai di rumah sakit yang menjadi tujuan mereka .
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
__ADS_1
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur βΊοΈππ»