
...----------------...
"Tak terasa hari hampir senja 'namun anak lucu berpipi chubby itu tidak ingin terpisah dengan Naira.
Membuat Naira tidak punya pilihan lain selain menuruti gadis kecil itu
'sekilas Naira dan Revan seperti pasangan yang sangat serasi .
Kerena saat ini Revan menggendong cia di atas pundak nya sambil tertawa cekikikan dan Naira ada di sebelah mereka berdua tersenyum melihat cia sebahagia itu.
'membuat semua orang mengira jika mereka adalah pasangan suami istri .
"Mirip mama nya ya ""ucap salah satu ibuk ibuk yang melewati mereka bertiga
"Maaf nya mba '"ucap Revan tidak enak hati dengan Naira
"Tidak masalah mas .
apa cia belum di ajak pulang mas ?
sudah sore '"ucap Naira tersenyum
"Mama "bukan Revan yang menjawab pertanyaan Naira '
gadis kecil membenamkan kepalanya di bahu Naira ,
"Sayang sudah sore kita pulang yuk ""ajak Naira kepada cia ,
cia menggeleng kan kepala nya
"Mama ""ucap cia tersenyum manis kepada Naira
"Mama ?""ulang Naira , mendapat anggukan dari gadis cantik itu
Naira mengangguk mendengar ucapan gadis itu .
"Baik lah ,cia boleh panggil Tante, mama
tapi sekarang kita pulang nya ""ucap Naira sambil mencubit pelan pipi chubby itu
"Makasih mama "" ucap cia kembali memeluk Naira erat , sambil terisak manangis
Revan yang melihat itu tidak bisa menahan air matanya .
Naira terharu dengan perlakuan cia kepadanya ,
"Terimakasih mba , cia sangat merindukan ibunya '"ucap Revan dengan kesedihan yang mendalam mengingat mendiang istrinya .
"Sama sama mas ' saya juga bahangia sekali karena cia mengaggap saya seperti ibunya sendiri ""ucap Naira masih memeluk tubuh gadis kecil itu .
Setelah cia tidak menangis lagi Naira pun merayu cia untuk pulang ,
cia menganggukkan kepalanya
"Baik lah kita pulang ""ucap revan menggendong cia ,Naira pun segera menggambil tas cia dan membawanya ,
"Terimakasih ,maaf sudah ngerepotin mba Naira ""ucap Revan saat mereka telah sampai di depan mobil nya .
"Sama sama mas ,sama sekali gak merepotkan kok ""ucap Naira sambil tersenyum kepada gadis kecil yang di gendongan papanya itu ,
"Apa mama tidak ikut""tanya cia kepada Revan
"Mama Naira kan udah temenin cia hampir seharian di sini ,
jadi sekarang mama Naira juga mau pulang sayang kerumah mama ""jelas Revan .
gadis cantik itu kembali berkaca kaca .
"Apa mama boleh ikut bersama cia ?"" tanya naira tersenyum ,
Revan menatap wajah wanita yang sedang tersenyum itu .
"Boleh nya pa ?""tanya cia
"Apa tidak merepotkan mba Naira ?""tanya Revan kepada Naira ,
__ADS_1
Naira menggeleng kan kepala nya
"Baik lah ,jika tidak merepotkan mba Naira "" ucap Revan ,cia sangat antusias meminta Naira menggendong nya
"Cia nanti mama naira keberatan ""ucap Revan berbisik kepada cia pelan agar Naira tidak mendengarnya .
Naira tertawa kecil mendengar penuturan Revan
"Sini mama gendong ""Naira mengambil alih tubuh gadis kecil itu .
Revan hanya menuruti permintaan kedua wanita itu ,Tampa membantah lagi .
Kerena perjalanan lumanyan padat membuat cia yang kelelahan pun tertidur di pelukan Naira.
Pemandangan itu sangat menyentuh hati Revan
selama ini cia jarang sekali tersenyum kerena memang cia bukan anak yang mudah akrab .
Dan dirumahnya pun hanya ada pelayan dan opa nya 'membuat pertumbuhan cia kurang baik 'kerena tidak ada yang memberikan perhatian layaknya seorang ibu.
Namun Revan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi ayah yang baik
walau Revan harus membagi waktunya antara pekerjaan dan putrinya .
"Pasti cia sangat merindukan ibunya ""tanya Naira memecahkan suasana yang terasa hening kerena Revan sangat fokus mengemudi ,
"Iya mba sejak lahir cia belum sempat menatap wajah ibunya ""jawab Revan menguatkan hati nya ,L.
"Maaf ""ucap Naira tidak enak hati kerena sudah bertanya seperti itu kepada Revan
"Tidak masalah ""jawab Revan tersenyum kepada Naira ,
Naira pun mengelusi kepala gadis kecil itu dengan sayang 'dan tak jarang sekali iya mencium kepala cia
"Apa tidak masalah jika cia memanggil mba Naira dengan sebutan mama ?""tanya Revan kepada Naira
"Gak ada masalah kok mas 'bahkan Naira sangat menyukai nya ""ucap Naira tersenyum
" Apa mba Naira sudah menikah
'kerena dari tadi Revan melihat jari manis Naira terpasang sebuah cincin permata 'harusnya Revan sudah tau jawabannya.
"Saya sudah menikah mas 'sudah hampir setahun ""penuturan Naira membuat Revan memaksakan untuk tersenyum .
"Masih barunya mba ""mendapat anggukan dari Naira
"Alhamdulillah mas ""Naira tersenyum .
Tidak ada percakapan lagi diantara mereka, sepanjang perjalan ,kerena Naira terlihat ikut memejamkan mata nya'
Revan yang melihat itu 'mengambil selimut kecil yang sengaja iya siapkan jika sedang bepergian dengan cia ,dan menyelimuti kedua wanita itu '
Revan hanya tersenyum melihat kedekatan Naira dengan putri kecilnya itu .
Satu jam lebih di dalam perjalanan menuju kediaman revan ,kerena mereka harus melewati jalan yang sangat macet .
Naira merasa seseorang sedang memperhatikan mereka ,
dan benar saja saat Naira membuka matanya , pandangan nya langsung tertuju pada pria itu ,
"Maaf ,,, apa kita sudah sampai "" tanya Naira menyadarkan laki laki itu dari lamunannya
"Maaf,,,
'iya kita sudah sampai ""ucap Revan menatap wajah Naira dengan wajah malu ,kerena kepergok sedang memperhatikan mereka berdua ,,
Revan segera turun dari mobil nya dan membuka pintu mobil untuk Naira '
naira pun berhati hati agar tidak membangunkan cia yang sedang tertidur pulas.
Revan mengarahkan kamar tidur cia Kepada Naira Naira pun membuntuti Revan sambil melihat-lihat isi rumah yang bengitu besar .
Sedari tadi hanya ada pelayan yang menyambut mereka dengan ramah '
Setelah mengelap tubuh cia dan mengganti pakaian gadis itu ,terlihat Naira sangat telaten merawat anaknya itu .
__ADS_1
Setelah selesai menidurkan cia 'naira ditawarkan untuk makan malam bersama oleh Revan .
namun Naira menolak dengan alasan jika iya harus segera pulang' kerena pasti suaminya sudah menunggu di rumah.
Kerena Naira sudah banyak menolak , akhirnya Naira mengalah membiarkan Revan mengantarkan Naira pulang.
Mereka hanya mengobrol sesekali 'kerena Naira merasa tidak nyaman kerena hanya ada mereka berdua di dalam mobil tersebut '
Sesampainya di depan rumah Naira' Revan segera turun dan membukakan pintu mobil untuk Naira ,
Naira tersenyum dan mengucapkan terimakasih
"Apa saya boleh minta nomor ponsel mba Naira '
saya takut jika nanti cia nyariin mba Naira 'bangai mana saya bisa menghubungi mba Naira nanti ""ucap Revan .
Naira pun menulis kan no ponsel nya di gawat milik Revan
"Ya sudah Naira masuk dulu nya mas 'terimakasih sudah mengantarkan Naira ""Revan menganggukkan kepalanya
Naira pun masuk kedalam rumah'
ternyata sedari tadi ada seseorang sedang memperhatikan mereka berdua 'ya siapa lagi jika bukan suaminya .
Mobil suaminya sudah terparkir di halaman rumah mereka .
Naira melihat jam tangannya baru menunjukkan pukul delapan malam
tapi kenapa lampu rumah nya sudah gelap, naira pun membuka pintu dengan pelan .
Naira sedikit bersalah, selama ini Naira tidak pernah pulang sebelum suaminya pulang dari kantor .
Naira berjalan dengan hati hati 'dan dirinya melihat kiri kanan kerena takut jika suami nya melihat dirinya ,
Baru berapa kali melangkahkan kaki nya
tiba tiba lampu ruang tamu menjadi terang benderang '
dan terlihat jika suaminya itu sedang duduk di sofa sambil memainkan gaway nya .
Naira yang melihat itu mencoba menetralkan perasaan nya
apa harus Ray marah hanya Naira pulang telat .
Tidak mungkin !
"Assalamu'alaikum mas ""ucap Naira sambil tersenyum Naira pun menyalami suaminya itu.
Naira mengambil air putih dan meminum nya,suaminya itu masih fokus pada ponsel nya , Tampa berkata apapun .
entah apa karena kesal atau memang sedang sibuk dengan pekerjaannya ,entahlah Naira tidak tau ?.
"Naira istirahat dulu 'selamat malam ""Naira melewati Ray Tampa merasa bersalah,
"Sudah telat pulang ' dia juga di antar pria lain 'apa itu tidak membuat nya merasa bersalah ""batin Ray saat iya ingin memanggil Naira 'suara pintu terkunci terdengar dari kamar Naira .
membuat Ray tidak percaya dengan sikap Naira barusan.
" Sarusnya aku yang marah kerena Naira pergi Tampa memberi kabar kepada ku ?
lalu apa ini 'pasti ada yang salah dengan Naira 'awas saja besok ""ucap Ray
masih bingung dengan sikap Naira .
Bersambung......
" Naira sama Ray sama sama gak peka guys ππ
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur βΊοΈππ»
__ADS_1