"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
68.Hampir melupakan


__ADS_3

...----------------...


Malam telah menyambut Pajar


namun ray dan Alex sama sama tidak memejamkan matanya malam ini .


Ray tidak ingin semenit pun untuk tidak menatap wajah istrinya itu .


Alex pun sama , iya sama sedihnya seperti Ray rasakan.


Alex sudah menghubungi beberapa dokter kenalan yang bisa menyembuhkan Naira 'namun solusi nya sama .


'Huuufff ....""Alex menarik nafas panjang memikirkan semua yang sedang menimpa sahabat nya itu.


"Ray bangaimana pun semua ini adalah takdir dari Tuhan , bukan kah kau dulu pernah berkata padaku jika tuhan tidak menguji hambanya di luar batas kemampuan seorang hamba ,


apa kau lupa ?


jangan lupa berdoa untuk keselamatan Naira dan anak kalian ""ucap Alex menasehati Ray .


"Aku titip Naira sebentar . jangan izin kan dia menutup matanya jika Naira sudah sadar


berjanji lah dengan ku ""ucap Ray mendapat anggukan dari Alex , Ray pun berpamitan untuk sholat subuh di mushola .


"Naira , kamu sudah berjuang untuk mendapatkan cintanya .


jangan hancurkan dia dengan kepergian mu.


tidak kamu wanita kuat dan hebat . kamu pasti bisa sembuh dan hidup bahagia selamanya dengan Ray ""ucap Alex menatap wajah Naira yang sedang menutup matanya rapat.


"Bangun nai , jangan buat kami semua khawatir ""sambung Alex lagi tidak bisa menahan air matanya.


"Aku nyakin jika kamu bisa melewati ini Nai , apa keluarga Naira tidak mengetahui semua ini "" Alex , agar Ray memberi tau kan tentang keadaan Naira saat ini kepada keluarga Naira.


"'Tuhan kenapa rasanya hati ku terluka sekali melihat Naira seperti ini .ada rasa yang bengitu mengganggu ku jika berkaitan dengan Naira ,ada apa sebenarnya ""Alex masih menatap wajah Naira dengan tatapan sendu.


"Apakah ini hanya kebetulan saja sejak awal pertemuan kami , aku melihat jika Naira memiliki delapan puluh persen mirip seperti mama Jen .bahkan sikap dan perilaku nya pun tidak jauh berbeda dari mama , semoga ini hanya kebetulan ""ucap Alex menegaskan hati nya.


Pagi ini Alex baru saja memejamkan matanya setelah kedatangan Ray subuh tadi , namun sudah di ganggu oleh dering telepon yang sedari tadi terus berbunyi.


Alex pun segera membuka ponselnya dan ternyata mama nya lah yang menghubunginya.


"Ya mama ""ucap Alex keluar dari ruangan Naira.


"Bisakah jika memberi tau mama jika anak mama ini tidak pulang ke rumah ""omel nyonya Jenni.


"Kamu tau mama hampir tidak tidur semalaman hanya menunggu kamu pulang .


Bukan kah mama sudah meminta , jika kamu tidak pulang ke rumah tolong beri kabar kepada mama atau papa atau setidaknya gres . kamu mau membuat mama mati karena mengkhawatirkan mu ""nyonya jenni masih mengomeli anak sulung nya itu.


"Mama jangan bicara seperti itu .


aku minta maaf semalam tidak sempat mengirim pesan untuk mama kalo aku tidak pulang , karena aku menemani Ray di rumah sakit ""ucap Alex tersenyum mendengar Omelan mama nya tersebut.


"Di rumah sakit ,


siapa yang sakit Lex . apa Ray ?""tanya nyonya Jenni dengan suara cemas.


"Bukan ma , tapi Naira ""jelas Alex.


"Naira ""nyonya jenni menghentikan ucapannya.

__ADS_1


"Apa mama boleh menjenguk nya ""ucap nyonya jenni terasa sulit untuk menahan emosional membuatnya sedih.


"Ya nanti Alex jemput mama .


atau mama kesini sama pak opang ""tanya Alex.


"Biar mama di antar pak opang saja


mama tutup telpon nya ya , jangan lupa sarapan ""nyonya jenni memutuskan telpon nya.


"Ya Allah dari semalam hatiku sangat tidak tenang '" ucap nyonya jenni memengang dadanya yang terasa sesak.


"Pagi sayang " sapa tuan gio yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Kenapa ?""tanya tuan gio melihat perubahan sikap istri nya itu.


"Naira di rumah sakit ""ucap nyonya jenni tidak bisa menyembunyikan perasaan khawatirnya.


"Naira ""ulang tuan gio


"Iya , aku akan menyiapkan sarapan untuk Alex Naira dan Ray . pasti mereka belum sarapan disana ""nyonya jenni bergegas pergi meninggalkan suaminya . untuk menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga .


"Biar aku yang mengantarkan mu kerumah sakit ""ucap tuan gio membawa rantang yang di bawa oleh istri nya itu.


"Bangaimana dengan pekerjaan mu sayang? ""tanya nyonya Jenni.


"Itu tidak penting sekarang ""ucap tuan gio membukakan pintu untuk nyonya Jenni


nyonya jenni pun langsung masuk di susul suami nya itu.


Terlihat sekali jika bukan hanya dirinya yang mengkhawatirkan Naira bahkan suaminya itu terlihat lebih khawatir


"Hati ku menghangat saat bersama Naira , tapi aku juga sakit jika mendengar Naira sakit . aku tidak tahu ada apa dengan semua ini ""ucap nyonya jenni tersenyum melihat kearah suaminya itu.


"Nanti kita membahas nya , yang penting kita bertemu terlebih dahulu dengan Naira ""ucap tuan gio mencoba menahan gejolak di dalam hati nya.


nyonya Jenni mengganguk mendengar penuturan tuan gio


......"


Di rumah sakit


Ray terlihat sedang berbicara di telepon dengan seseorang .


Naira mencoba membuka matanya perlahan


ruangan putih dan khas bau obat tercium membuat perut Naira mual ,


"Dimana ini "ucap Naira pelan'


Naira melihat Alex yang sedang tertidur di sofa yang berbeda di dalam ruangan itu.


Terdengar suara pintu terbuka membuat Naira mengalihkan pandangannya ke arah pintu tersebut , terlihat Ray terkejut melihat Naira sudah bangun dari tidurnya.


"Sayang , jangan bergerak dulu . oke


aku akan memanggil dokter terlebih dahulu. ""ucap Ray memencet tombol untuk memanggil dokter otomatis.


Naira melihat Ray dengan tatapan aneh , naira mencoba mengingat siapa pria ini , wajah nya sungguh tidak asing .


Naira menggerakkan tangannya ,Naira pun melihat ada cincin indah di jari manisnya ,

__ADS_1


Naira pun tersenyum


artinya laki laki ini adalah suaminya ,


"Aku tidak akan bisa melupakan laki laki ini ""batin Naira menatap wajah suaminya itu sembari tersenyum ,


"Naira baik baik saja mas ""ucap Naira tersenyum .


Ray terdiam tidak menjawab perkataan istrinya itu.


Ray hanya memandang wajah Naira yang sedang tersenyum padanya itu.


Dokter pun datang dan langsung memeriksa Naira , sedang Ray membangun Alex yang masih tertidur pulas di atas sofa.


"Syukur lah nona naira sudah stabil lagi '"ucap dokter tersebut membuat Ray dan Alex menghembuskan nafas lega.


"Setelah ini sarapan dan minum obat nya nona , agar cepat sembuh ""ucap dokter tersebut Naira menggangukan kepalanya


"Terimakasih dok ""dokter tersebut tersenyum dan menggangguk .


Ya Ray sudah memutuskan untuk merahasiakan kehamilan Naira , agar Naira tidak merasa terlalu terbebani .


"Sayang '"Ray memeluk wanita itu sambil menangis.


"Kamu sangat pintar menyembunyikan semua nya dari ku ""ucap Ray mencium kening istrinya .


"Maaf ""Naira menundukkan wajahnya merasa bersalah telah membohongi suaminya itu.


"Tidak masalah .


kamu harus segera di obati agar bisa sembuh lagi ""ucap Ray membuat Naira menatapnya.


Naira menggangguk mendengar penuturan suaminya itu.


"Jangan khawatir semua pasti akan baik baik saja ""ucap Ray menenggelamkan wajahnya di perut Naira .


"Apapun yang terjadi papa akan menjaga kalian berdua""Ray terisak manangis di perut wanita itu,


"Sayang ,,apa mas Ray tidak malu menangis di depan ko Alex ""bisik Naira ,Ray menggeleng kan kepala nya.


"Ray aku keluar dulu ,soalnya mama sama papa di luar ""pamit Alex meninggal kan kedua orang itu.


"Sayang , apa sesuatu yang buruk""tanya Naira karena masih mendengar suara Isak dari suaminya itu.


"Jangan pernah meninggalkan ku ""ucap Ray terdengar berat.


"Bukan Naira yang meninggalkan mas Ray . tapi mas Ray yang pasti meninggalkan Naira nanti


apa lagi penyakit ini ,Naira akan menjadi manusia yang menyusahkan nanti . ""ucap Naira tersenyum pahit .


"Aku tidak akan meninggalkan mu sayang ,kita akan bahangia selamanya '""ucap Ray masih memeluk tubuh naira sambil terisak managis.


Naira membalas pelukan suaminya itu ....


Bersambung.....


Assalamu'alaikum ☺️


Jumat berkah ❤️Al Kahfi Time ❤️ sholawat jangan lupa 💚


Hi reader

__ADS_1


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis 🙂


semoga terhibur ☺️🙏🏻


__ADS_2