"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
33.pencurian


__ADS_3

...----------------...


"Tak terasa sudah lima bulan usia pernikahan Ray dan Naira .


namun belum ada perubahan sikap dari kedua nya.


entah lah ,atau ada yang diam diam telah menaruh perasaan nya namun memilih mencintai dalam diam .


Walau seperti itu , Naira sangat dekat dengan mertua nya setiap satu mingguan sekali Naira pasti berkunjung kerumah mertua dan Omanya .


Semenjak pernikahan Ray dan Naira. nyonya Airin memutuskan tinggal bersama nyonya Monica.


Seperti hari hari sebelum nya mereka bertemu hanya di pagi hari saat sarapan dan malam hari saat makan malam hari hari biasa Naira di sibukkan dengan kuliah dan bekerja sampingan di sebuah restoran milik orang tua Ririn ,namun Ray tidak pernah mengetahui tentang itu .


Sedangkan Ray setiap hari nya menghabiskan waktu nya di kantor


tak jarang juga bersama ifangka


di hari weekend juga Ray sering tidak ada di rumah.


Sebenar nya ada perasaan yang mengganjal di hati Naira .namun apalah daya nya .ini semua salah nya .kerena tidak bisa menjaga perasaan nya sendiri.


" Pagi tuan ""sapa Naira ramah melihat Ray yang baru saja turun . telah rapih dengan jas kerja nya .


"Pagi ""jawab Ray Tampa membalas senyuman Naira dan sikap itu sudah bisa untuk Naira .


Setiap paginya Naira selalu menyiapkan sarapan dan keperluan suaminya itu , seperti menyiapkan baju , sepatu dan tas kerja Ray.


dan sedikit membantu pekerjaan bi Ijah membereskan rumah yang bisa iya bereskan di pagi harinya .


Dan sebisa mungkin Naira setelah selesai kerja langsung pulang kerena Naira tidak ingin jika Ray terlebih dahulu sampai rumah 'sebelum dirinya .


"Malam ini tidak usah masak 'kerena nanti malam ada meeting bersama klien .jadi mungkin aku tidak makan malam di rumah ""penuturan Ray mendapat anggukan dari Naira.


"Apa hari ini kamu tidak ada acara dengan teman mu atau yang lain nya ""tanya Ray kepada Naira.


"Tidak tuan ,naira pulang seperti biasanya ""jawab Naira jujur


"Owoh,


tapi nanti mungkin aku pulang larut malam minta bi Ijah untuk tidak pulang dulu.


agar kamu tidak sendirian di rumah""ucap Ray .


kerena selama pernikahan ini Ray tidak pernah pulang lebih dari jam sembilan malam .


"Tidak usah tuan .naira bisa sendiri kasian bi Ijah jika harus menemani Naira disini . nanti kalo ada apa apa Naira langsung menghubungi tuan Alex "" jawab Naira menyakinkan Ray .


dirinya hanya memiliki no telepon Alex 'kerena selama ini Alex lah yang sangat baik kepada Naira .


alex selalu membantu Naira ,dan sering menanyakan kabar Naira, walau itu pun sebenarnya itu semua adalah perintah Ray .


Naira merasa Alex sudah seperti kakak baginya, kerena selalu menjaga Naira sejauh ini .


Karena sering bertemu membuat Naira dan Alex dekat dan akrab


tak jarang mereka sering becanda 'tertawa bersama .


bahkan sering membuat Ray merasa terganggu .


"Ya sudah jangan tunggu aku pulang . "" setelah selesai dengan sarapannya


Ray segera berdiri dari tempat duduk nya yang ada di depan Naira .


Naira segera membawa tas kerja suaminya itu dan mengantar nya sampai depan pintu '


"Hati hati tuan ""ucap Naira tersenyum setelah iya mencium tangan suaminya dan mendapat anggukan dari Ray .


Setelah tidak terlihat lagi mobil yang di tumpangi oleh Ray


'naira pun bergegas masuk 'dan memberes kan meja makan.


Naira juga akan berangkat kuliah pagi ini .


setelah ojek online nya Sampai ' naira sengera berangkat .


Nyonya Monica dan tuan Winarto sudah menawarkan sebuah mobil untuk Naira 'namun Naira menolak dengan alasan jika Ray atau Alex sering mengantar dan menjemput Naira saat kuliah .


"Mendengar suara dering telepon nya Naira melihat sebuah pesan singkat dari Alex yang menurut nya lucu 'hingga membuat Naira tersenyum ,dan Naira pun membalas pesan dari Alex tersebut.


Setelah Sampai naira di kampus, Naira langsung disambut oleh sahabatnya Ririn dan teman baru nya Ica .


Naira memilih universitas yang sama dengan Ririn 'agar Naira merasa tidak sendirian karena sudah ada Ririn disana .


Dan baru satu bulan Naira menjadi mahasiswa disana Naira mendapat teman baru .Ica


Setelah saling mengenal dan sering bersama mereka bertiga pun menjadi sahabat dekat ,


mereka juga lebih sering menghabiskan waktu bersama dan sering mengerjakan tugas kuliah bersama .


Dan Ica belum mengetahui status Naira yang sudah menikah .


karena naira mengenal kan Ray sebagai kakak laki-laki nya .


Bukan kepada Ica saja hampir semua orang mengetahui jika Ray dan Naira adalah kakak dan adik .


karena itu adalah permintaan Ray , karena Ray tidak ingin pernikahan mereka tersebar luas .


"Pagi Nai ""sapa mereka berdua kepada Naira


"Pagi princess aku ""balas Naira dengan senyuman menggoda sahabat nya itu


"Ye lu mah pagi pagi udah buat orang terbang aja ""jawab Ica salah tingkah


Masa aku manggilnya pangeran aku ,


kan gak mungkin ""jawab Naira sambil tertawa kecil melihat ekspresi keduanya


""Ya kali lu manggil kita pangeran '"sambung Ririn menyenggol sahabatnya itu


"Ohnya gimna tugas dari pak Harto 'lu udah selesai Nai


kalo udah gue mau donk .gue belum selesai nie dua nomer lagi sih plisssss "" ucap Ica sambil tersenyum Tampa dosa kepada kedua sahabatnya itu .


itulah kebiasaan ica selama berteman dengan mereka berdua .dan mereka berdua pun sering menjewer telinga Ica 'kerena kesal dengan kelakuan sahabat nya itu.


"Makanya jangan kebanyakan pacaran . urusin dulu tu tugas kuliah baru deh pacaran ""crocos Ririn


"Bilang aja iri 'makanya jangan jomblo ""balas Ica dengan mengulurkan lidah nya kepada Ririn 'ririn ingin sekali menimbali perkataan Ica . untung saja Naira ada di antara mereka berdua ,


"Udah donk kenapa jadi berantem sih ""ucap Naira meninggalkan kedua sahabatnya itu


Ririn dan Ica pun langsung mengejar Naira .


"ih ngambekan ya sekarang ?""ucap ica dan Ririn sambil menarik telinga mereka masing masing dan tentu itu membuat Naira tertawa melihat tingkah laku Ririn dan Ica


'itulah cara Ririn dan Ica jika Naira sedang marah kepada mereka berdua.


Naira sengera merangkul keduanya dan mereka tertawa bersama , menyadari kekonyolan yang mereka lakukan


Naira sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Ririn dan Caca karena mereka Naira lebih tabah menghadapi ujian rumah tangga nya .

__ADS_1


Di kantor Ray


"Yok kira kira nanti kita selesai meeting jam berapa ""tanya Ray kepada Alex


"Malem lah kita kan bakal meeting dulu .


setelah itu kita akan menghadiri acara makan malam dengan pak Harto ,


kita gak bisa nolak lagi Ray , karena bukan sekali ini pak Harto meminta kita untuk makan malam bersama keluarga nya ,


jadi mau gak mau kita harus datang


kita juga harus menghargai pak Harto sebagai rekan kerja perusahaan ""jelas Alex Ray hanya terdiam


"Kenapa emang nya ?""tanya Alex


"Gapapa ""jawab Ray Tampa melihat Alex


"Khawatir sama Naira nya 'cie ,udah mulai gak bisa jauh jauhan nie ""goda Alex


"Apa sih lu ""Ray memalingkan wajahnya dari Alex , membuat Alex tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi sahabatnya itu .


"Bukannya gua khawatir sama Naira


tapikan Naira gak pernah sendiri malem malem.


nanti kalo ada apa apa , pasti papa marah nya sama aku . ngerepotin "" jawab Ray dengan suara sebalnya kerena tidak terima dengan tuduhan Alex


Tentu Ray tidak berkata jujur 'entah Ray tidak tenang jika nanti malam dirinya akan pulang terlalu malam 'dan membiarkan naira sendiri di rumah.


"Takut dimarahin om win 'atau takut Naira,,, ""belum selesai Alex berbicara ray sudah melempar nya dengan pulpen yang ada di tangan Ray.


Dan Alex pun segera berlari sambil tertawa menggoda Ray yang sedang dirundung gelisah.


"Kalo lu khawatir Naira kenapa Napa , kenapa lu gak suruh gua yang jagain Naira '"ucap nya tertawa sambil berlari ke pintu keluar .kerena pasti Ray akan mencincang nya jika iya masih diruang itu .


Saat itu Ray akan melayang kan pulpen kedua nya kepada Alex namun sahabat nya itu sudah keluar dari ruangan nya 'yang membuat iya berdecak di dalam hati nya.


"Kanapa aku sangat khawatirkan Naira ""batin Ray memejamkan mata nya


"Gak, aku gak khawatir 'kerena kalo Naira kenapa Napa pasti papa bakalan marah sama aku 'bukan hanya papa tapi juga mama dan Oma 'bukan kah mereka lebih meyanyangi Naira dari pada aku, anak kandung mereka 'menyebalkan""bantah Ray mencoba menenangkan rasa khawatirnya yang mengganjal di hati nya.


"Malam ini Ray dan Alex telah sampai di kediaman pak Harto kerena Ray mendapat undangan jamuan makan malam 'sebangai sesama partner bisnis antara perusahaan mereka .


"Malam tuan Ray tuan Alex ""sapa pria paruh baya ray dan Alex pun membalas sambutan pak Harto dengan ramah


"Malam tuan Harto maaf kami datang sedikit terlambat 'kerena jalanan sangat macet sekali '"ucap Ray sambil tersenyum


"Ternyata rumor yang beredar tidak lah benar ,kerena yang aku dengar seorang Raymond Wijaya bersifat dingin dan angkuh , tapi nyata nya tidak ""penuturan pak Harto membuat Ray hanya tersenyum ..


"Aku tidak pernah memperdulikan penilaian orang lain kepada ku ,tuan '


kerena saya hidup untuk diri sendiri dan tentang apa yang saya lakukan baik dan buruk nya itu sudah menjadi urusan saya dengan Tuhan


'jadi untuk apa kita hidup di dalam penilaian orang lain ""ucap Ray 'mendapat anggukan dari pak Harto dan Alex yang ada di sebelah nya.


Dan mereka pun melanjutkan obrolan mereka tentang pekerjaan dan di lanjutkan dengan makan malam bersama dan mengobrol santai.


"Apa tuan belum ingin menikah ?""tanya pak Harto membuat Ray terdiam .


untungnya Alex ada di samping nya , mencoba mencairkan suasana dengan mengalihkan pembicaraan mereka.


mereka pun melanjutkan obrolan mereka .


Di rumah .


Naira sudah ada didalam kamar nya kerena Alex sudah memberinya pesan dari Ray .


Jam sudah menunjukan pukul sebelas malam namun Naira belum juga bisa memejamkan mata nya entah matanya tidak bisa di ajak kompromi .


Berselang setengah jam tiba tiba lampu rumah nya mati menjadi gelap gulita .


Naira menutup telinga nya 'kerena Naira sangat takut akan kegelapan .


takutnya membuat Naira tidak bisa menahan air mata nya mengalir membasahi pipinya.


Naira berusaha mencari gaway nya kerena Naira ingin menghidupkan senter di ponselnya .


Setelah beberapa lama akhirnya Naira menemukan gaway nya dan langsung menerangi ruangan itu dengan senter ponselnya .


Karena tidak berani keluar kamarnya ,Naira ingin menghubungi Alex saja ,agar Alex dan Ray cepat kembali .


Naira mendengar sebuah detak sepatu berjalan mendekat ke arah kamar nya


dan itu membuat Naira semakin takut.


Suara langkah kaki itupun semakin mendekat kearah Naira ,Naira pun segera mematikan senter ponselnya dan Naira berlari untuk bersembunyi di dalam lemari yang ada di dalam kamar nya


Saat pintu kamar Naira sudah terbuka terdengar suara seseorang laki laki ' sedang berbicara di telepon dengan nada yang bisa terdengar oleh Naira.


"Iya bos kami sedang berada di rumah yang sudah kita incar beberapa hari ini 'dan kami nyakin orang nya sedang tidak ada rumah 'bos kita akan kaya kali ini kerena rumah yang kita curi adalah rumah orang yang sangat kaya bos '"terdengar suara tertawa terbahak bahak .


Membuat Naira semakin takut , naira menutup mulut nya


naira menutupi seluruh tubuhnya dengan baju gantung yang ada di lemari Tersebut'


"Ya Allah tolonglah hamba "" ucap Naira sambil menangis


Banyangan saat penculikan yang menimpa dirinya saat Naira berusia delapan tahun kembali terlintas di benak nya


bangai mana iya melihat dengan mata kepala sendiri.


Melihat anak anak seusianya di pukuli 'Sampai berdarah darah di depan nya di ruangan tertutup dan gelap , karena anak anak itu tidak mendapatkan uang banyak dari hasil mengamen .


Membuat Naira saat itu trauma akan tempat yang gelap ,Naira terus mencoba menghubungi Alex


Air mata terus membasahi pipinya membuat Naira tidak bisa menahan Isak nya .


terdengar seseorang sedang membuka laci dan lemari di sebelah nya membut Naira menggigit bibir nya agar iya tidak mengeluarkan suara dan saat itu juga Alex mengangkat telepon naira.


"Tuan tolong '"kata kata Naira terdengar penuh Isak tangis membuat Alex bertanya .


Tentu membuat Ray langsung menatap Alex


"Ada apa ?"" tanya Ray kepada Alex


'kerena tidak mendapatkan jawaban dari Alex 'ray mengambil gaway yang sedang terhubung dengan Naira


"Apa yang terjadi ?""tanya Ray


"Tolong tuan ""ucap Naira dengan suara yang terdengar Manahan tangis nya .


"Seperti ada suara dering ponsel bos ""ucap salah satu pencuri itu


"Di rumah ini tidak ada orang 'aku nyakin itu , mungkin itu hanya ponsel cadangan mereka , namanya juga orang kaya ,lagian kita sudah mematikan listrik nya "timbal salah satunya lagi sambil tertawa kecil..


Dan Ray mendengar suara itu ,Naira pun mematikan sambungan telpon mereka ,


membuat Ray panik dan langsung berlari tanpa berpamitan dengan pak Harto '


"nak ,Naira sangat takut gelap naira sangat trauma akan kegelapan 'jadi tolong jaga putri ibu nya ""teringat penjelasan mertua nya itu tentang penculikan Naira terlintas dipikiran nya,

__ADS_1


Ray langsung berjalan cepat menuju mobil mereka ' Alex yang melihat itu langsung berpamitan dengan pak Harto dan menyusul Ray untung Ray tidak meninggal nya.


Kepanikan terlihat jelas dari wajah Ray


ray membawa mobil tidak tau aturan '


kerena perjalan yang lumayan jauh


membuat Ray terus menambah kecepatan mobil nya 'alex yang melihat itu merasa ngilu melihat Ray membawa mobil kebut sekali .


"Ray gue gak mau mati muda gara gara lu bawa mobil kanyak gini '"tidak ada jawaban dari Ray


yang Ray pikirkan saat ini adalah naira .


Ray hanya ingin sengera sampai di rumah nya .


Alex tidak pernah melihat Ray bersikap seperti itu ,


membuat Alex tersenyum sahabat nya ini sudah memiliki rasa 'namun iya masih gengsi untuk mengakui nya .


Alex kembali berusaha menghubungi Naira namun sudah tidak aktip '


Semua itu menambah kepanikan mereka berdua .


Ray yang yang sudah tidak peduli dengan keselamatan nya '


Ray terus menambah kecepatan mobil nya 'membuat Alex menggeleng kepala.


Hanya dalam waktu dua puluh menit saja akhir nya mereka sampai di kediaman Ray .


Ray langsung berlari menuju kedalam rumahnya yang tidak ada penerang sama sekali , Ray pun mengambil ponsel nya dan menghidupkan senter dari ponselnya


Sama hal nya dengan Alek


Alex membawa senter ponselnya menuju ke saluran PLN di rumah ray ,untuk menghidupkan kembali listrik rumah itu .


Ray melihat pintu kamar Naira terbuka dan ada sebuah cahaya senter ada di kamar itu membuat Ray naik pitam.


Ray langsung masuk dan langsung bertemu dengan dua orang laki laki yang wajah nya di tutupi kain hitam .


Tampa takut Ray langsung menghajar satu persatu pencuri itu .


para pencuri itu pun melawan Ray


kerena penerangan yang minim membuat Ray beberapa kali terkena pukulan dari para pencuri tersebut.


Hingga akhir nya Alex berhasil menghidupkan lampu rumah itu kembali ,


membuat Ray tidak mengampuni pencuri itu lagi .


Ray langsung menghajar satu persatu pencuri tersebut 'hingga membuat pencuri itu babak belur Karena Ray menyerang mereka secara brutal , setelah kedua preman itu tidak berdaya ,


Ray langsung mencari Naira .kerena di kamar tersebut tidak terlihat ada naira ,Ray langsung menuju ruang tamu dan dapur ,masih tidak ada !


Ray pun melangkah menaiki tangga lantai dua , karena takut jika Naira berlari ke kamarnya .


"Naira 'kamu dimana""teriak Ray namun tidak ada jawaban dari manapun


Ray dan Alex hanya bertemu dengan kedua pencuri yang lain nya '


yang sedang membongkar kamar Ray .


Ray dan Alex pun menghajar pencuri itu sampai kondisi mereka sangat tidak mungkin untuk berjalan lagi .


Karena belum juga mengetahui keberadaan Naira ,


Ray pun menanyakan tentang Naira .


Namun pencuri itu mengatakan tidak ada orang di rumah ini dari pertama mereka masuk .


Setelah mendengar penuturan pencuri tersebut ,


Ray kembali ke kamar Naira, sedangkan Alex mengikat tangan kedua pencuri itu agar tidak kabur.


''Ray mencoba mencari sekeliling kamar itu hingga Ray mendengar suara Isak tangis terdengar dari dalam sebuah lemari.


Ray pun langsung membuka lemari tersebut 'dan terlihat Naira memeluk lutut nya sambil menangis '


Ray langsung mengeluarkan Naira dari lemari Tersebut dan memeluk wanita yang sedang ketakutan tersebut.


Terasa tubuh Naira dingin dan keringat membasahi dahi wanita itu , karena terlalu takut .


Bibir nya sedikit berdarah 'kerena Naira megigitnya agar iya tidak mengeluarkan suara .


"Nai ,


ini aku 'jangan takut lagi ""ucap Ray sambil memeluk Naira dan sekali iya mencium kepala Naira


Tidak ada jawaban dari Naira ' hanya terdengar Isak tangis ,dan tubuh nya masih bergetar .


Ray pun menggendong Naira menuju ke atas ranjang dan membaringkan Naira di sana.


Dan alex yang baru datang dengan membawa segelas air putih untuk membantu menenangkan Naira '


"Tolong Naira takut ""ucap Naira dengan air mata yang masih mengalir dan bibir yang bergetar '


Ray sengera memeluk tubuh wanita itu ,


"Jangan takut lagi disini ada aku ""ucap Ray sembari mengelus kepala wanita itu


Sesekali Alex juga menenangkan Naira .


setelah beberapa lama ray belum melepas kan pelukan nya .


Membuat Naira tertidur di dalam pelukan Ray mungkin kerena rasa takut nya , dan lelah menangis membuat naira mudah memejamkan matanya .


Ray pun membaringkan Naira perlahan


Ray menyelimuti tubuh wanita itu.


Saat Ray akan beranjak dari tempat duduk nya' naira mengigau meminta jangan di tinggalkan '


"Jangan 'tolong ""memengang tangan suaminya itu 'ray kembali di tempat duduk nya'


"Aku akan menemanimu 'jangan takut lagi nya ""ucap Ray tersenyum dan mengelus kepala wanita cantik itu .


Ray pun meminta Alex untuk mengurung para pencuri itu di gudang besok pagi mereka akan membereskan mereka semua .


Ray meminta Alex untuk bermalam di rumah nya ' Alex pun setuju .


Alex tidur di kamar Ray 'dan Ray menemani Naira di kamar nya malam ini ......


Bersambung....


assalamu'alaikum ☺️


Hi reader


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πŸ™‚


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2