
...----------------...
"Wah cantik sih '"puji Caca melihat penampilan Naira yang sedikit berbeda pagi ini,
Kerena ingin menyembunyikan mata bengkaknya , Naira menutupi dengan kacamata hitam.
Naira hanya tidak ingin mendapatkan banyak pertanyaan dari para sahabat nya itu.
Namun tidak dengan Ririn . ririn benar benar mengamati Naira dari atas ke bawah .mungkin Naira bisa membohongi semua orang . namun tidak dengan nya ,mengetahui Naira yang seperti itu .
ririn hanya bisa mer**as tangannya .
Kekesalan nya kepada Ray , ingin sekali Ririn lampiaskan memukul manusia itu .
Ririn sudah tidak tahan melihat Naira selalu seperti ini .
"Biasa aja , ya udah masuk yuk ""ajak Naira menggandeng kedua tangannya sahabatnya itu
"Tapi tapi , ada apa ni pake acara pakai kaca mata ,gak biasa nya. cerita donk ""oceh Caca , keppo dengan penampilan sahabat nya itu.
"Manusia keppo ""hardik Ririn naira hanya menengahi mereka berdua dengan candaan , hingga membuat mereka bertiga tertawa bersama .
...----------------...
"Apa lagi yang dilakukan oleh manusia beng***k itu "" tanya Ririn setelah Caca meminta izin kepada mereka untuk ke toilet .
saat ini mereka sedang berada di kantin kampus .
Naira hanya menggelengkan kepalanya .
"Cinta Lo ke Ray itu hanya ngebuat Lo kelihatan bodoh Nai .
kenapa sih Lo harus punya perasaan sama manusia jahat itu ""hardik Ririn kepada Naira , selama ini Ririn sudah sering mendengar curhatan Naira tentang perasaan yang dianggap bodoh oleh Ririn .
"Rin ... ""Naira pun tidak bisa menyembunyikan kesedihannya ,
Ririn segera beranjak dan memeluk Naira , selalu seperti ini jika Naira sedang merasa sedih.
"Gue minta maaf Nai , gue gak bisa gontrol emosi gue , kalo udah tentang pernikahan kalian""Ririn pun sudah berderai air matanya ririn sangat dekat dengan Naira , Ririn sangat memahami perasaan Naira saat .
Setelah merasa lebih tenang , Ririn menghapus air mata Naira dan tersenyum kearah Naira menandakan jika Ririn masih mendukung Naira untuk memperjuangkan perasaanya kepada suaminya itu.
Namun ada seseorang yang sedang mengamati mereka berdua
caca Merasa sepertinya ada yang di tutupi oleh kedua sahabatnya . tapi apa?
Caca pun sudah kembali mereka pun langsung menyantap makanan yang sudah mereka pesan .
...----------------...
"Di depan ko rame banget sih , kanyak nyambut presiden aja ""ucap Caca melihat banyak para ciwi ciwi sedang mencuri curi pandang kepada seorang pria tampan yang berada di sebuah mobil 'yang terparkir di depan halaman kampus mereka.
Sesampainya Ray di rumah nyonya Monica , Ray langsung menjelaskan semua nya kepada mama dan Oma nya .
dan bersyukur nyonya Monica dan nyonya Airin mempercayai apa yang telah di jelaskan oleh Ray.
Dan nyonya Monica menyuruh Ray untuk menjemput naira pulang kuliah dan menjelaskan semua nya kepada Naira .
"Biasa , mata mereka pada dusun sih . liat yang bening dikit langsung pada hesteris . katrok tau ""ucap Ririn cuek menimbali perkataan Caca
tidak dengan Naira , naira hanya sesekali tersenyum mendengar kan penuturan kedua sahabatnya itu.
"Ya mungkin.
tapi .....siapa tahu itu opa opa Korea oppa Lee min . ho oh my Jinny ""ucap Ririn berteriak sambil berlari menuju kerumunan itu.
tidak dengan Naira dan Ririn, mereka lebih memilih untuk duduk di kursi taman sambil berbincang bincang ringan.
Pandangan Caca langsung tertuju kepada Ray yang sedang bersender di depan mobil bermerek ternama itu
"Ya Allah... liat dia calon imam ku , gak kalah tampan dari opa Korea ku '"ucap Caca terpesona dengan ketampanan pria yang dikenalnya, adalah kakak laki-laki dari sahabat nya itu .
Caca pun langsung merapikan penampilan nya ,di rasa sudah cukup rapi
caca pun memberanikan diri untuk menghampiri Ray sembari menebar senyum manis nya.
"Hai ko Ray , mau jemput adek iparnya 'emm maksud ku .. Naira ""tanya Caca masih belum mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Aku ingin menjemput naira ,apa Naira sudah pulang""ucap Ray dengan nada serius
"Belum kok , aku panggil adek ipar ya .. Naira ""Caca tersenyum dan langsung berlari menuju kedua sahabatnya yang sedang duduk-duduk santai di kursi taman
"Nai ...nai ikut gue ""menarik tangan Naira , naira pun hanya mengikuti ajakan Caca.
"Kenapa ca ""tanya Naira kepada Caca
"Huuuhhh , ada calon suami aku nai
si ganteng Lo ,Koko kamu ""ucap Caca masih dengan nada girang nya.
Naira langsung melepaskan tangan nya yang sedang di tarik oleh Caca .
banyangan video yang dikirim ifangka kembali tering di kepalanya.
"Kita kan ada tugas di perpus , mana boleh Naira balik sekarang ""timbal Ririn , yang memahami perasaan Naira saat ini.
"Ya sekira nya . naira temuin dulu ko Ray , kanyak nya ko Ray mau ngomong sesuatu deh Nai sama kamu. soalnya tadi ko Ray serius banget nanyain kamu nya ""ucap Caca sedikit cemberut , iya merasa cemburu pada Naira yang memiliki Koko yang sangat harmonis dengan adik nya .
Ririn hanya berdecih mendengar penuturan Caca.
"Ya udah ..yuk ke perpus duluan ""Ririn langsung menarik tangan Caca dan meninggalkan Naira sendiri di dana.
Naira bergegas menuju tempat yang di ucapkan Caca dan benar saja disana terlihat laki laki yang sudah berhasil membuat nya patah hati namun tidak sanggup untuk membenci .
Naira hanya membeku saat melihat pria tampan itu melangkah mendekati nya.
saat telah berada di depan Naira . ray langsung merengkuh tubuh wanita itu di dalam pelukannya
Naira meronta-ronta agar Ray melepaskan nya , ada banyak pasang mata yang sedang memperhatikan mereka berdua saat ini , apa yang akan mereka katakan nanti .pikir naira
Setelah Ray melepaskan pelukan mereka , Tanpa sadar ,Naira reflek langsung menampar wajah suaminya itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca .
Perlakuan Naira kepada Ray membuat semua orang yang sedang memperhatikan mereka pun menutup mulut mereka .
melihat kelancagan Naira kepada Ray tentu kedua sahabatnya pun menyaksikan itu semua .
Ini pertama kalinya Ray merasakan tamparan dari seorang wanita . namun kesakitan yang terpancar dari mata yang sudah di penuhi air mata itu mengalahkan rasa sakit di pipinya yang memerah kerena tamparan keras dari Naira.
ray pun langsung menggendong Naira ala liberal .
naira pun berteriak meminta untuk Ray menurunkan nya namun Ray tidak mempedulikan nya ,
Ray terus membawa Naira ke arah mobil nya dan mendudukkan Naira disana dengan paksa.
Caca dan Ririn hanya menutup mulut nya melihat pemandangan itu .
"Lepaskan ma , naira bisa jalan sendiri ""ucap Naira teriak terus menerus , sambil memukul kuat punggung suaminya itu namun masih tak di hiraukan oleh Ray.
"DIAM ""bentak Ray
saat Naira berusaha untuk kabur dan keluar dari mobil itu 'Ray langsung menutup nya .
'hingga membuat Naira terdiam hati nya sakit ,baru kali ini Ray membentak nya bahkan dengan nada yang sangat tinggi.
"Maaf ""ucap Ray menyadari kesalahannya ,
Tampa bicara apapun lagi Ray langsung meninggalkan tempat itu.
"Naira masih ada tugas kuliah mas
.turunin Naira disini ""seru naira masih berlinang air mata .
Namun Ray masih membisu , hingga akhirnya Naira mengancam akan melompat dari mobilnya jika Ray tidak memberhentikan mobil nya.
Ray pun langsung mengerem mobil nya mendadak Hingga membuat kepala Naira sedikit kepentok bangian depan nya.
"Kalo mau ngebunuh Naira , kenapa harus berhenti , harusnya mas Ray biarin Naira loncat aja '"teriak Naira kepada Ray.
Namun Ray tidak mempedulikan ocehan Naira
Ray langsung melihat dahi Naira yang kepentok dan ada sedikit memerah di dahi wanita itu , namun Naira segera menepis tangan Ray .
Setelah mengetahui Naira baik baik saja ray menghembuskan nafas lega.
Naira tidak mengerti akan sikap Ray padanya yang tiba tiba memperlakukan dengan baik , ini lah kenapa Naira merasa jika Ray sedang membuka peluang bagi nya
__ADS_1
tapi itu semua salah .
perlakuan baik Ray Hanya jebakan agar Naira bisa di jatuhkan saat iya sedang terbang di awan , dengan perlakuan manis Ray padanya
"Naira mau kembali ke kampus '"" Naira berteriak dengan wajah Tampa ekspresi
"Apa peduliku , apa mereka akan menghukum mu karena sekali tidak mengerjakan tugas ""ucap Ray tersenyum namun Naira tidak melihat itu .
naira membuang mukanya ke arah luar jendela
"Ya sudah ..Naira mau pulang ""ucap Naira masih dengan nada galak nya namun air matanya tidak bisa membohongi perasaannya saat ini .
"Tidak ada yang gratis , kau kira mobil ku tidak perlu bensin '"ucap Ray egois
"Siapa yang meminta mas Ray menjemput ku ""tanya Naira dengan nada sinis nya
"Aku sendiri ""jawab Ray enteng
"Naira tidak pernah meminta nya ""ucap Naira
"Tapi aku ingin ""jawab Ray Tampa beban
Naira memilih bungkam tanpa membalas perkataan suami nya itu,
naira benar benar tidak mengatakan sepatah katapun ,walau saat ini Ray kembali menjalankan mobilnya , entah mau kemana Naira pun tidak peduli .
Ternyata tujuan mereka adalah pantai .pantai yang indah dan pepohonan yang rindang menyempurnakan keindahan alam yang di ciptakan Tuhan.
Tanpa menunggu Ray menyuruh nya untuk turun, Naira melangkah keluar dari dalam mobil .
Naira berjalan beberapa meter dan berhenti sejenak di sebuah pohon besar yang menahan trik nya matahari mengenai tubuh nya
Kerena Naira asik dengan perasaan nya menikmati alam ,hingga membuat Naira sedikit kanget melihat Ray sudah ada di sebelah nya
"Aku minta maaf ""dengan nada sendu nya
tidak ada jawaban dari Naira .
"Tidak ada maksud aku membohongi mu ,
semalam aku tidak sadar ""Ray terdiam sejenak
"Sungguh demi apapun aku mabuk semalam hingga terjadi hal menjijikkan itu ""jelas Ray kepada Naira yang masih bungkam dan melihat kearah Ray.
"Tolong percanya pada ku ""mohon Ray namun Naira hanya terdengar menghembuskan nafasnya dan menatap wajah suaminya itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi .mengapa mas Ray berkata seperti itu ""ucap Naira dengan wajah yang di buat seperti orang penasaran.
Ray menelan ludah nya dengan kasar .
"Apa .... Naira tidak mengetahui nya "" batin Ray
"apa kamu tidak mengetahui kenapa ku berada di sini saat ini ""tanya Ray kepada Naira , naira hanya menggeleng
"Emm .. lupa kan .
lalu kenapa kamu marah tadi ""tanya Ray lagi
"Siapa yang menyuruh mas Ray memeluk ku tadi , lalu apa pemikiran mereka tentang Naira. huh .... adik yang cengeng dan manja ""Naira menirukan suara anak kecil ,bterdengar lucu hingga membuat Ray bernafas lega .
"Senang sekali melihat orang kesusahan ""cibir Naira
Ray mengacak kerudung Naira , dan masih tersenyum melihat tingkah laku istrinya itu .
Naira terlihat tersenyum kecut melihat ketidak kejujuran Ray 'siapa Naira bagi Ray .buntuk sejujur itu ? hanya berstatus istri kontrak !
'Naira menghembuskan nafas panjang dan melihat kan senyum nya kepada Ray . yang terkesan terpaksa
Bersambung...
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur βΊοΈππ»
__ADS_1