"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
55. flashback 19 tahun yang lalu


__ADS_3

...----------------...


'" Suster... suster tolong istri saya mau melahirkan"" ucap tuan gio sambil menangis


"Tolong selamatkan istri dan Putri saya dok


saya mohon "" pinta tuan gio masih dengan tangisnya


Tuan gio rasanya mati rasa saat melihat sang istri tergeletak tak berdaya di lantai kamar mereka . ya nyonya jenni sedang mengandung anak kedua mereka dan kehamilan nyonya jenni baru menginjak 29 Minggu


Kepanikan terjadi saat tuan gio melihat darah yang mengalir di kaki nyonya jenni , sedang kan jika di perkirakan oleh dokter nyonya jenni paling lambat dua bulan lagi baru akan melahirkan .


"Kami akan melakukan yang terbaik tuan , mohon tenang""ucap dokter Rian


"Saya mohon dok ""mohon tuan gio .


"Minta doanya tuan ""ucap dokter Rian sambil tersenyum menguatkan tuan gio ,


dokter Rian pun memasuki ruang operasi .


Setelah di USG ternyata ketuban nya sudah pecah dan sudah hampir habis itu membahayakan kan ibu dan janinnya ,maka dari itu dokter memilih untuk melakukan operasi dini untuk mencegah kemungkinan terburuk.


"Semoga Allah memberikan kita kesempatan untuk menyelamatkan kedua nya ""ucap dokter Rian kepada semua tim nya dan langsung melakukan operasi


Setelah menunggu 3 jam, akhirnya lampu ruangan operasi itu padam menandakan jika operasi sudah selesai .


Tuan gio sedari tadi terus memanjatkan doa untuk selamatannya istri dan putrinya nya itu , dan saat ini tuan gio sudah di temani oleh mertuanya dan ibunya sedang akan ayah nya sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar kota .


"Ya tuhan kenapa tidak ada suara tangisan sama sekali dari dalam selamat kan menantu dan cucuku ya tuhan "ucap nyonya Risa sambil menangis.


Seorang suster keluar dari ruangan itu memberikan senyuman singkat lalu berlalu pergi.


menyisakan sejumlah kecemasan yang mendalam bagi tuan gio


Berselang setengah jam kemudian suster membawa nyonya Jenni ke ruang rawat.


"Keluarga nyonya jenni ""panggil dokter Rian


"Ya dok '"saut tuan gio


"Bangai mana keadaan istri dan anak saya dok ""tanya tuan gio cemas


"Allhamdullillah Istri tuan gio sehat , nyonya jenni masih terpengaruh oleh obat bius mungkin setengah jam lagi nyonya Jenni akan tersadar dan untuk putri tuan allhamdulillah .....""dokter Rian mejeda ucapan ni ya


'"Apa kita bisa membicarakan nya diruang saya tuan ""jelas dokter Rian kepada tuan gio


tuan gio hanya mengangguk.


"Ma tolong jaga Jenni terlebih dahulu gio akan ikut dokter sebentar ""pamit tuan gio kepada mama mertua dan mama nya


dan mendapat anggukan dari keduanya


Di dalam ruangan dokter Rian terlihat sedang memeriksa beberapa kertas putih di tangan nya .


"Ada apa dengan putri saya dok ?, apa dia baik baik saja ?'"tanya tuan gio


"Begini tuan gio . tuan gio tahu bukan jika nyonya Jenni melahirkan sebelum waktunya dan artinya jika putri anda terlahir prematur ,dan harus di inkubator beberapa hari kedepan bahkan bisa lebih , dan detak jantungnya bengitu lemah ,maaf saya tau ini kabar duka untuk tuan .tapi ...""dokter Rian menarik nafas panjang untuk menyampaikan semua nya


"Putri tuan mengalami lemah jantung untuk usianya yang masih bayi seperti ini akan sulit baginya untuk bertahan hidup , maaf kan kami semoga tuhan memberikan mukjizat nya untuk Putri tuan "" ucap dokter Rian turut prihatin


Tuan gio tidak bisa berkata lagi hanya air mata yang bisa menjelaskan kesedihan nya saat ini .


"Ya tuhan , jenni sudah dua kali kehilangan anak kami dan sekarang apa dia bisa bertahan menelan kepahitan ini , aku takut jika Jenni ku tidak bisa menerima semua ini "" ucap tuan gio melihat putri kecilnya di dalam inkubator tuan gio mencoba menahan Isak nya .


"Bangai mana dengan cucu mama gio? ""tanya nyonya jesli mertua nya itu dan mendapat anggukan dari nyonya risa

__ADS_1


"Putri ku dan cucu mama pasti akan sehat mama harus percaya itu ""ucap tuan gio menyemangati kedua mama nya itu .


Nyonya jesli menangis hampir ambruk kerena mendengar penuturan tuan gio . untung tuan gio langsung menahan mertua nya itu .


...----------------...


"Naira '" pekik Ririn melihat Naira baru saja turun dari taksi.


Alex dan Ray marko langsung melihat ke arah luar memastikan jika itu benar Naira.


"Naira ""ucap Ray pelan dan berlari dan langsung membukakan pintu untuk Naira.


Naira melihat ke arah Ray yang membukakan pintu untuk nya 'namun terdengar suara teriakan Ririn membuat naira mengalihkan pandangan tertuju kepada Ririn yang berlari kearah nya.


"Naira ""Ririn langsung memeluk sahabatnya itu.


Naira meringis kesakitan saat Ririn menekan luka di lengan kirinya , Ririn langsung melepaskan pelukan nya dan mengamati keadaan Naira ada lebam di wajah nya dan sebuah jaitan di lengan Naira.


"Aaaa....nai kamu kenapa ""Ray langsung datang dan melihat keadaan Naira


tangan nya langsung menggepalkan tangan nya


"Siapa yang melakukan semua ini ? ""tanya Ray marah sambil memeriksa lengan Naira


"Auuuu sakit "" keluh Naira


"Maaf ""ucap Ray pelan


Ray langsung merengkuh wajah Naira dengan lembut dan memperhatikan wajah Naira .


"Katakan pada ku siapa yang melakukan semua ini ""tanya Ray dengan nada lembut hatinya sakit melihat Naira seperti itu


"Tidak tau ""jawab Naira jujur, Naira melepaskan tangan Ray dari wajah nya dan menarik tangan Ririn agar ikut masuk dengan nya


namun. ternyata di sana terlihat Alex dan Marko pun sama khawatir nya melihat keadaan Naira .


"Apa luka mu sudah di obati ""Alex pun melihat ke lengan Naira yang perban


"Naira baik baik saja ko terimakasih ..


permisi Naira mau istirahat dulu , selamat malam ""ucap Naira tersenyum dan berlalu masih memengang tangan sahabatnya itu


Ray masih mematung di sana menatap kepergian wanita nya itu


Ray tersenyum kecut melihat sikap Naira yang dingin kepada nya .


"Yok lu harus ngertiin perasaan Naira ""ucap Alex memberi semangat kepada Ray ,Ray hanya mengangguk sambil melangkah masuk


"Apa ini ada hubungannya dengan Handoko ? ""tanya Marko


"Kita tidak bisa menuduh siapa pun sebelum Naira menceritakan mengapa Naira sampai seperti itu ""timbal Alex


"Musuh Ray saat ini bukan hanya keluarga Handoko ""sambung Alex


"Siapa pun yang telah menyentuh Naira ku aku tidak akan melepaskan nya ""ucap Ray dingin


Setelah melakukan percakapan suara dengan paman Darko ray menghembuskan nafas lega .


"Apa kalian akan tetap disini "" melihat kedua sahabatnya itu menonton pertandingan sepakbola berteriak dan memaki itulah yang Ray dengarkan sedari tadi .


"Tanggung yok bentar lagi ""jawab Alex masih fokus


"Gua kan harus nungguin Ririn jadi mana mungkin gua pulang sekarang ""jawab Marko sambil tersenyum kepada Ray


Suara pintu terbuka dari arah kamar Naira , membuat Ray mengedarkan pandangannya

__ADS_1


dan terlihat Naira berjalan ke arah dapur .


Ray tidak melewatkan kesempatan ini untuk meminta maaf kepada istrinya itu.


" Astagfirullah ""ucap Naira kanget melihat Ray sudah ada di belakangnya .


"Nai '"ucap Ray berjalan mendekati wanita itu , naira pun melangkah mundur hingga Naira menabrak meja makan


Naira mematung saat wajah nya dan wajah suaminya itu tidak berjarak membuat Naira menahan nafas nya .


Ray mengecup bibir Naira dengan lembut hingga membut Naira tidak memberontak terhadap perlakuan Ray


"Maaf ,. aku akan menjelaskan nya besok dengan Caca tolong jangan mendiamkan ku ""ucap Ray berat seperti menahan beban yang bengitu besar


Naira masih belum mengatakan apapun , naira masih memperhatikan wajah sayu suaminya itu .


"Semuanya sudah terjadi ... lupakan ""ucap Naira mendorong dada suaminya agar menjauh dari nya ,


namun bukan menjauhkan dari Naira . ray malah memeluk pinggang Naira dengan erat dan mata nya masih menelusuri wajah istrinya itu dengan teliti .


"Apa ini sakit ""tanya Ray menyentuh lebam di pipi sebelah kanan Naira dengan suara parau.


"Tidak... tadi sudah di obati . mas Ray jangan khawatir ""ucap Naira tersenyum menyakinkan Ray.


"Siapa yang menyentuh istri ku sampai seperti ini ""tanya Ray masih dengan suara berat .membuat Naira luluh amarah dan kecewa di dalam hati nya seolah olah hilang begitu saja.


"Tidak tau . mereka menyerang ibu ibu di pinggir jalan dan... naira mencoba menolong nya ""tuturnya menunduk, kerena pasti Ray akan memarahinya karena mementingkan orang lain dari pada dirinya sendiri.


"Anak baik "


apa kamu tidak mengingat satupun dari mereka agar nanti Alex bisa melacak mereka . tidak kan kubiarkan kaki mereka masih berjalan dengan baik setelah membuat Naira ku seperti ini ""ucap Ray pelan namun terdengar menakutkan


"Tidak mas . jangan lakukan itu '"ucap Naira menutup mulut Ray dengan kedua tangannya


"Aku sudah membuat mereka kapok jadi mereka pasti tidak akan menggangu siapapun lagi . tolong percanya ya ""sambung Naira dengan wajah pias takut jika Ray benar benar melakukan semua itu , Ray yang melihat itu tersenyum dan mengecup bibir Naira lagi .


"Apa kamu ingin mendengar kan penjelasan ku tentang semua kesalah pahaman ini ""tanya Ray kepada Naira naira tidak langsung menjawab


"Setelah itu terserah kepada kamu Nai apa aku masih bisa mendapatkan maaf dari mu atau tidak ""sambung Ray masih menatap mata bulat itu


Naira melirik jam dinding yang ada di ruang makan tersebut ray pun mengerti.


Ray menuntun Naira untuk ikut dengan nya .


Saat mereka baru beberapa melangkah . naira menghentikan langkahnya .


"Ada apa ""tanya Ray , naira menutup mulut Ray lagi dan menunjuk ke arah ruang tamu


" Ada ko Alex dan ko Marko disana '"ucap Naira berbisik


"Lalu apa aku harus mengusir mereka ""tanya Ray dengan nada serius


Naira menggeleng kepala nya .


"Ya sudah "" Ray kembali menuntun Naira untuk menaiki tangga menuju lantai atas membuat Naira menatap Ray tajam .


"Tidak ada tempat lain""ucap Ray sambil tersenyum manis kearah Naira .....


Bersambung .....


Assalamu'alaikum ☺️


"Maaf gak uq beberapa hari ' "jangan lupa banyak banyak sholawat dan Al Kahfi nya " Jum'at time❤️


Hi reader

__ADS_1


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis 🙂


semoga terhibur ☺️🙏🏻


__ADS_2