
...----------------...
"Mama makasih udah ajak cia main ya hari ini ""cia mencium pipi kiri dan kanan Naira bergantian , kedua sahabatnya itu hanya tersenyum melihat keakraban anak dan ibu angkat itu .
"Cia juga , makasih sama Tante lilin ,sama Tante caca ""ucap gadis kecil itu
"Sama sama sayang . semoga cia gak kapok nya main sama Tante ""ucap Caca cengar-cengir menyadari jika mereka sangat berisik tadi.
"Cia senang kok""ucap cia ,Naira memberikan ciuman di pipi gadis cantik itu dengan gemas .
"Insyaallah ,nanti mama bakal sering sering ajak cia main kanyak gini ya ""cia memeluk Naira Dangan erat .
"Makasih ma , liat mama bisa senyum lagi ,cia udah bahangia""ucap cia masih memeluk tubuh wanita yang di sebut mama itu dengan kasih sayang .
Naira terharu dengan perlakuan cia kepadanya .
"Makasih sayang ,mama juga seneng banget bisa main sama cia "" Naira mengeratkan pelukan mereka .
Kedua sahabatnya itu ikut terharu dengan keakraban mereka berdua .
" Ya udah yok .. kita pulang udah sore ""ajak Naira menggandeng tangan gadis kecil itu ,cia menggangukan kepalanya .
Di perjalanan mereka membeli jajan dan oleh oleh untuk orang orang yang mereka sayangi .
Cia terus mengoceh tentang permainan apa saja yang mereka naiki tadi , ketiga sahabat itu hanya meladeni pembicaraan cia , membuat suasana mobil yang mereka tumpangi menjadi heboh ,,.
Setelah beberapa lama akhirnya mereka telah sampai di kediaman revan ,
Revan menyambut mereka.dan menawarkan untuk masuk terlebih dahulu namun Naira , ririn dan Caca memiliki urusan lain .
hingga Revan tidak bisa menahan mereka untuk masuk terlebih dahulu .
"Terimakasih nai waktu nya , makasih juga buat mba Ririn , sama mba Ica ""mereka bertiga hanya mengangguk dan berpamitan ,walau cia harus mendrama terlebih dahulu karena tidak mau di tinggalkan oleh Naira ,
akhirnya cia mengizinkan Naira pulang dengan sejuta ucapan menggemaskan .
hingga naira pulang bersama kedua sahabatnya itu .
"Nai ko lu bisa akrab banget sih sama cia , aku aja Baper liat kalian berdua tadi ""Caca melihat kan wajah lebay sambil tersenyum kepada Naira .
" Aku juga gak tau , kenapa aku dan cia bisa seakrab itu ,tapi aku harus mensyukuri itu ""Ririn menggangukan kepalanya .
"Oh ya suami lu jam berapa pulang nya ?jangan malem malem bilangin .
Nai lu tau gak si. semenjak Marko jadi kepercayaan Ray ,dia sering gak ada waktu buat kami pacaran .
suami lu jahat banget si ""adu Ririn kesal dengan wajah datar
Caca dan Naira tertawa mendengar penuturan Ririn barusan .
__ADS_1
"Malah ketawa lu berdua ,
atau nai bilang sama Ray kasih cuti kek buat laki gue. kerja Mulu gak ada waktu buat gue "" curhat Ririn semakin menjadi jadi , membuat kedua sahabatnya itu tidak memberhentikan tawa nya .
"Marko kan lagi cari nafkah buat keluarga lu di masa depan Rin , harus nya lu bangga donk sama kerja keras Marko ""ucap Caca spontan mendapat anggukan dari Naira .
"Ya gak gitu juga kali kerja sampe larut trus pagi pagi udah sama Ray , lama lama gue curiga deh liat mereka selalu barengan bareng kanyak gitu ""Naira dan Caca menatap wajah Ririn mencerna ucapan Ririn barusan .
"Curiga ?"ulang mereka bertiga bersama .
"Iiii Ririn , sembarangan si ""Naira memperlihatkan ekspresi cemberut tapi juga sedikit memikirkan ucapan Ririn barusan.
"Ya , gak mungkin si ! . makanya lu harus posesif sama Ray ,biar Ray gak selalu barengan sama laki gue ,biar kecurigaan kita juga gak bener ""ucap Ririn serius ,
Namun berbeda di dalam hati nya, Ririn tersenyum gemas dengan ucapannya barusan , pasti nanti bakalan bilang sama Ray , biar Marko mendapatkan cuti biar bisa pacaran katanya .
"Kenapa otak gue pinter banget si ""Ririn tersenyum melihat ekspresi Naira yang menggangguk mendengar penuturan nya .
...----------------...
" Jam 4 sore Naira telah sampai di rumah nyonya jenni ,
saat ini Naira sedang tertidur di pangkuan nyonya jenni .
Nyonya jenni sedang menceritakan tentang kisah kehidupan keluarga mereka sampai sekarang , mereka telah berkumpul menjadi keluarga bahagia .
Naira sesekali menghapus air mata nya karena kasihan mendengar cerita mamanya itu .
"Dari sanalah koko mu memilih ikut bersama Ray . bekerja bersama Ray ,suka duka mereka selalu melewati nya bersama ,mama sangat beruntung memiliki me'nantu seperti Ray ""ucap nyonya jenni tersenyum menghapus air mata Naira yang membasahi pipi wanita cantik itu .
Naira hanya tersenyum mendengar penuturan mamanya itu.
Naira menyembunyikan wajah nya di dekapan ibunya ,suara Isak tangis terdengar di telinga nyonya jenni .
"Mama kan sudah bilang ,mama tidak mau menceritakan tentang kisah keluarga kita , karena mama gak mau Naira sedih ""ucap nyonya jenni mengelus kepala Naira dengan lembut , seolah olah Naira seperti gadis kecil yang menangis meminta permainan baru .
" Berbahagialah sayang kerena kebahagiaan Naira , Alex dan gres adalah kebahagiaan mama papa juga ""nyonya jenni mengecup kepala Naira , walau air mata nya mengalir tanpa permisi .
Naira hanya mampu menggangukan kepalanya masih menangis di perut ibu nya itu .
........
Setelah obrolan panjang tadi bersama nyonya jenni ,Naira sedang duduk santai di dalam kamar nya , yang di siapkan oleh mama dan papanya itu .jam sudah menunjukkan pukul 9 malam
"Huufff .,..Naira hembusan nafas panjang.
namun dering telepon menyadarkan Naira dari lamunannya .
*S***uami π**
__ADS_1
"*S**ayang* "sapa Naira antusias
"Ucap salam dulu " Ray meralat ucapan Naira ,
"*H**e,,he assalamu'alaikum sayang* '
"Wa'alaikum sallam '' Ray memperhatikan wajah istrinya yang sedang tersenyum itu . rasa lelahnya terasa langsung meluap ,hanya ada kedamaian yang membuat Ray membalas senyuman istri kecilnya itu .
"Sedang apa?
"*D**uduk* "terlintas dipikiran Naira untuk membuat suaminya itu cepat sampai di rumah mamanya .
"sudah makan " Naira menggangukan kepalanya
"Sudah mandi "Naira mengangguk lagi
"Jam berapa tadi pulang nya ?" Naira menunjukkan jarinya yang lentik menunjukkan angka 4 ,dan tersenyum manis .
mereka berdua saling terdiam. sebenar nya Ray menunggu Naira untuk bertanya seperti dirinya tadi , semenit ,dua menit namun tidak ada pertanyaan yang terlontar dari mulut istri nya itu.
Ray mencabikan bibirnya ,
"Kenapa kamu sangat menyebalkan ,apa kamu tidak mau bertanya aku sedang apa ?""Naira dengan mantap menggelengkan kepalanya masih dengan senyum manis nya . membuat Ray jengkel saja .
"Lalu apa hanya aku yang bertanya seperti itu ?"Naira menggangukan kepalanya lagi .
"Sudah Naira mau tidur ""Naira segera mematikan teleponnya , membuat kekesalan laki-laki yang ada di sebrang sana memuncak sampai keubun ubunnya.
Sedangkan Naira tertawa tekikiki mengingat ekspresi wajah suaminya itu .
"Biar saja , memangnya mas Ray saja yang bisa mengerjai Naira "Naira masih tertawa kecil
.......
Ray yang baru saja selesai dengan meeting mereka .dan langsung menuju bandara untuk penerbangan kembali ke Jakarta malam ini ,
Ray terlihat uring uringan mengingat ucapan istrinya itu ,
kenapa dia sangat menyebalkan sekali , batin Ray memejamkan matanya meredam kekesalan nya atas sikap Naira barusan .
"Apa tidak bisa lebih cepat lagi "ucap Ray dengan nada tinggi membuat sopir itu menggangukan kepalanya .dan menambah kecepatan mobil mereka .
" Aku akan menghukum mu nanti lihat saja "Ray menghembuskan nafas panjang mengingat perkataan dari istrinya itu , sedang kan Marko menahan tawa nya mendengar penuturan cerdas dari Naira tadi .....
Bersambung...
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
__ADS_1
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur βΊοΈππ»