"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
78. Permohonan maaf dari papa


__ADS_3

...----------------...


Kabar bahagia ini sudah Sampai kepada nyonya Monica dan tuan winarto mereka sangat bersyukur atas kesembuhan Naira,


mereka hari ini berencana akan berkunjung ke rumah Ray dan Naira


"Assalamu'alaikum ""ucap nyonya Monica sudah sampai untuk menemui menantu kesayangan nya itu , sambil menenteng sebuah makanan kesukaan kedua anak dan menantu nya itu .


"Wa'alaikum sallam nyonya ""sambut bi Ijah dengan ramah


"Dimana Naira dan Ray bi ?""tanya nyonya Monica


"Tuan dan nak Naira sedang istirahat nyonya ""jelas bi Ijah mendapatkan anggukan dari nyonya Monica .


"Sayang seharusnya kita tidak menggangu mereka berdua dulu. pasti mereka berdua sedang mengobati rindu yang selama ini menjadi beban bagi mereka berdua ""ucap tuan Winarto menasehati istrinya itu .


nyonya Monica hanya mengangguk angguk kan kepala nya .


"Ya sudah bi tolong berikan masakan ini nanti kepada Ray dan Naira , jika mereka bertanya bilang saja jika kami hanya mampir sebentar ""ucap nyonya Monica memberikan makanan kepada bi Ijah


mendapat anggukan dari bi Ijah .


"Kami pulang bi ""ucap nyonya Monica sudah masuk kedalam mobil mereka berdua tumpangi


"Iya nyonya terimakasih "balas bi Ijah.


...........


"Boleh kah kita jalan jalan sebentar ""tanya tuan Winarto


"Jalan jalan ""ulang nyonya Monica mendapat anggukan dari tuan winarto


"Oke ""nyonya Monica tersenyum manis


Sudah berapa lama kemudian mereka telah sampai di tempat tujuan mereka ternyata tuan Winarto mengajak nyonya Monica untuk mengunjungi tempat Dimana tuan Winarto melamar nyonya Monica ,


"Kita kesini ?""tanya nyonya Monica mengingat momentum bahagia bangai mana tuan Winarto melamar nya dengan seikat bunga , sebelum bertemu dengan kedua orangtuanya .


"Jika di izinkan aku ingin mengulang kembali kenangan waktu itu "" ucap tuan Winarto membuat nyonya Monica malu mengigat disinilah tuan winarto mencuri ciuman pertama nya ,


mereka telah sampai di sebuah kursi yang saling berhadapan dan sebuah meja yang tak berubah dan oleh waktu .


"Kenapa tidak ada yang berubah di sini ""ucap nyonya Monica bedercak kagum melihat pemandangan di sekitarnya itu .


"Aku membeli tempat ini dan menyuruh orang untuk merawat nya ,agar kenangan itu tidak hilang begitu saja ""ucap tuan Winarto sudah memeluk wanita itu , nyonya Monica tersipu mereka ini sudah tua tapi kenapa seperti ABG saja kelakukan nya .


"Boleh kah aku melakukan ya lagi '"tuan Winarto memundurkan langkahnya dan berlutut di hadapan nyonya Monica sambil memberikan sebuah cincin indah , nyonya Monica terharu melihat itu .

__ADS_1


"Kenapa kamu bersikap seperti anak ABG tidak tau umur !""ucap nyonya Monica , menahan malu nya mengingat umur mereka tidak lah muda lagi .


"Bahkan aku lebih romantis dari mereka ""ucap tuan Winarto mengedipkan sebelah matanya


membuat wajah nyonya Monica merona.


"Apa kamu tidak ingin menerima cincin nya , pinggang ku sudah pegal kerena duduk seperti ini ""penuturan tuan winarto membuat nyonya Monica berkekeh kecil ,dan memberikan jari nya ,


tuan Winarto langsung memasang cincin indah itu melekat di jari manis perempuan cantik itu .


Tuan Winarto beranjak dan mengecup bibir wanita yang sangat iya cintai itu dengan lembut , membuat nyonya Monica merona .


"Terimakasih sudah menerima aku lagi ""tuan Winarto memeluk erat wanita itu , mendapat anggukan dari nyonya Monica .


................


"Apa kamu tidak bekerja ?""tanya Naira kepada Ray yang masih betah memeluknya di dalam selimut itu .


"Tidak ""jawab nya singkat mengeratkan pelukannya seolah tidak ingin melepaskan wanita itu lagi .


"Kamu libur dari kemarin itu sudah cukup membuat mu membuang waktu dengan cuma cuma ""ucap Naira lembut membuat laki laki itu mencabikkan bibirnya , karena kesal dengan perkataan wanita itu .


"Kenapa suara mu membuat aku ingin melakukan nya lagi ""goda Ray kepada Naira .


"Sudah cukup badan ku terasa sakit semua , kamu sangat rakus sekali ""Naira menahan dada bidang suaminya itu , dengan tatapan memelas


"Aku sudah berpuasa beberapa bulan ini , dan itu tidak membuat nya puas hanya sekali saja ""bisik Ray sambil menggigit daun telinga wanita itu , Naira meremang menahan geli dan tubuh terasa seperti tersegat aliran listrik , melihat wanita itu memejamkan matanya membuat Ray menindih tubuhnya lagi ,Ray pun langsung membungkam mulut wanita itu yang memprotes nya .


Naira tunduk tidak bisa menolak ajakan suami nya itu lagi karena ******* lembut dan sentuhan memanjakan dirinya , membuat Naira tidak bisa menahan diri nya ,hingga mereka melakukan nya lagi siang ini .


.....


Besok pagi nya Ray menemani Naira untuk menggunjugi kediaman nyonya jenni dan tuan gio .


Naira di sambut baik oleh tuan gio dan nyonya Jenni .


" Ma , ,,. pa ""ucap Naira sedikit gugup menyalimi keduanya


"Sayang , terimakasih sudah mau menerima kami walau kamu sudah mengingat semuanya ""ucap nyonya jenni memeluk putri nya itu . matanya memanas menahan air matanya .


"Bangai mana pun itu sudah terjadi .naira bisa apa selain menerima ""ucap Naira memaksakan senyuman terbit di bibirnya .


Tuan gio menangis mendengar penuturan tulus dari putri nya itu ,


Naira bersimpuh dan mencium tangan papanya itu .


"Maafkan papa sayang papa sudah membiarkan mu pergi waktu itu

__ADS_1


dan kamu mengalami waktu waktu yang sulit ""ucap tuan gio terisak managis melihat sikap putri nya itu yang berlapang dada menerima semua nya .


"Mungkin ini jalan yang harus naira lewati pa. Naira sudah ikhlas menerima semua nya ""ucap Naira menundukkan kepalanya .


Hati Ray ikut sakit menyaksikan itu ,


"Harapan Naira saat ini hanya ingin melihat mama papa bahangia dan izin kan Naira untuk masih mengganggap Mak Laila dan abah Yusuf Sebagai ayah dan ibu Naira juga ""ucap Naira terisak managis di hadapan papanya itu .


tuan gio menarik tangan putri nya itu dan memeluknya erat .


"Putri ku ""ucap tuan gio sukses membuat Naira semakin terisak sedih .


"Papa harus sembuh lagi '"ucap Naira mengelus punggung papanya itu .


"Iya papa harus menemani cucu papa bermain nanti "Naira menggangukan kepalanya .


Seorang pria tampan sedang memperhatikan pertunjukan mengharukan itu dirinya tidak bisa menahan diri nya untuk tidak menangis , melihat ketulusan Naira memaafkan kedua orang tuanya itu .


"Ko ""Naira berdiri Alex menghampiri mereka


"Terimakasih ""hampir saja Alex memeluk adiknya itu namun teguran Ray membuat mereka memandang pria itu


"Memang nya harus berpelukan seperti itu ""ucap nya tidak terima jika Alex memeluk istrinya .


"Kami adik kakak kenapa kamu sangat pencemburu ""ucap Alex meneruskan niat nya


"Hai ,, walau seperti itu aku tidak mengizinkan nya ""ucap Ray dengan nada mengancam perbuatan mereka .


Kedua orangtuanya Hanya bisa menahan tawa mereka melihat sikap kecemburuan dari menantu mereka itu .


"Oh kau adik ipar yang sangat tidak memiliki sopan santun.


ma , pa aku juga ingin memeluk adik ku ""rengek Alex mengadu kepada kedua orangtuanya .


tuan gio hanya mengangkat bahu nya , sedang kan nyonya Jenni hanya tertawa geli melihat tingkah mereka seperti anak kecil .


"Tidak masalah '"Naira segera memeluk kokonya itu walau membuat Ray jengkel dengan itu .


"Aku bisa mengatasi nya nanti ""bisik Naira sambil berkekeh kecil kepada Alex. mendengar ocehan suami nya itu ..


Bersambung......


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πŸ™‚

__ADS_1


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


__ADS_2