"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
32.Rumah baru


__ADS_3

...----------------...


"Hari ini Ray dan Naira akan kembali ke Jakarta .


kerena kemarin sore keluarga wijaya dan para sahabat mereka sudah kembali ke Jakarta


Tinggal lah mereka berdua lagi


Naira masih memeluk ibunya kenapa perpisahan kali ini terasa berat sekali untuk Naira .


"Nai ingat pesan ibu nya ,apa pun keadaan nya .


bangai mana pun kekurangan suami mu . surga mu ada pada suami mu nak


hormati dan patuhi perintah nak Ray


jangan membuat suami mu marah ya ""pesan ibu nya sebelum melepas kepergian anak sulung nya itu 'bengitu pun Abah Naira


"Mak ,,Ray sama Naira mau pulang dulu ke Jakarta


insya Allah kalo ada waktu naira atau Ray nanti bakalan sering sering pulang nengokin Mak sama abah ""pamit Ray kepada Bu Laila 'ray pun memeluk Bu Laila


ray ingin membuat kelurga Naira percanya pada nya tentang tanggung jawab kepada Naira.


"Tolong Jaga putri ibu nya nak Ray .


dia memang sedikit manja dan cerewet dan kalo Naira ngelakuin kesalahan tolong di tegur dengan lembut


kerena Naira anak nya cengeng 'jadi ibu harap kamu bisa mejaga nya ""pesan Bu Laila penuh permohonan kepada Ray . ray yang melihat itu bisa merasakan betapa sayang nya kedua orang tua Naira kepada Naira.


ray pun jadi tidak tega untuk menyakiti wanita yang akan tinggal bersama nya itu.


"Ray akan berusaha untuk menjadi suami yang baik Mak buat Naira ""jawab Ray dengan keseriusan


"Itu harapan kami nak ""ucap Abah Yusuf


Setelah selesai berpamitan dengan keluarga dan para tetangga nya naira pun meninggal kampung halaman nya itu .


Entah kapan lagi iya akan pulang ke kampung nya itu


semoga suatu hari nanti saat Naira pulang kampung nya sudah berubah dengan kehidupan yang lebih baik lagi.


"Di dalam mobil Naira hanya melihat ke luar jendela mobil,


dan Ray duduk di sampingnya sambil memainkan gaway nya


sesekali Ray melirik ke arah Naira saat Naira menghapus air mata nya .


Ray memangil sopir pribadi nya untuk membawa mobil yang mereka tumpangi saat kembali ke Jakarta .


"Sampai kapan kamu akan menangis


hais ,,, mata mu akan bengkak jika terus nangis""ucap Ray sambil memberikan tisu kepada Naira


naira pun mengambil tisu tersebut dan mengelap air mata nya


"Tuan ""panggil Naira kepada Ray .


"Heem ""jawab Ray Tampa memindahkan pandangan nya dari gaway nya.


"Apa Naira boleh pulang lagi kesini


selama Naira menjadi istri tuan ""tanya Naira dengan sedikit sesegukkan ray yang melihat itu merasa iba sebegitu menyedihkan nya kah menikah dengan nya .


"Iya kamu boleh pulang semau kamu


gak ada larangan untuk itu ,tapi aku tidak janji akan ikut menemani mu ""penuturan Ray membuat Naira langsung menyentuh tangan suaminya itu.


"Terimakasih ,Naira sangat berterimakasih ""ucap Naira


ray hanya mengusap kepala Naira dengan lembut


ya sekiranya Ray bisa menganggap Naira sebangai adik nya yang harus iya jaga.


"Hemm ""jawab Ray dengan senyuman yang membuat jantung naira berdebat di dalam sana .


Naira yang menyadari kelancangan nya langsung menarik tangan nya .


Setelah perbincangan mereka tadi .


tidak ada lagi percakapan di antara mereka berdua


hanya ada deru mesin yang terdengar menemani perjalanan mereka


kerena bandara lumanyan jauh dari rumah Naira' sekitar satu jam lebih perjalanan menuju bandara .


Perlahan mata Naira terpejam menikmati perjalanan


Ray melihat Naira tertidur pun hanya terdiam


Ray menyelimuti Naira dengan jaket nya .


"Tolong lebih cepat ,pak ""ucap Ray kepada sopir yang membawa mereka


"Baik tuan ""ucap pak sopir


Masih teringat jelas , apa yang papanya ucapkan kemarin sore

__ADS_1


"Papa sekarang senang melihat kamu sudah menikah papa harap kamu bisa bahagia Naira, papa nyakin jika Naira adalah wanita yang baik . ""ucap tuan Winarto


"Bangai mana papa tau tentang wanita baik '"tanya Ray dengan nada dingin


"Seperti mama mu ""jawab tuan winarto sambil tersenyum kepada Ray


"Tapi papa meninggalkan mama '"penuturan Ray membuat tuan Winarto ingin sekali mengatakan yang sebenarnya 'tapi apa Ray akan percanya pada nya 'mungkin tidak!


"Itulah kebodohan papa Ray 'dan papa harap kamu tidak melakukan hal yang sama seperti yang papa lakukan kepada mama mu dulu""jawab tuan winarto mencoba menenangkan gejolak di dalam hati nya


" Apa itu sebuah alasan ?""tanya Ray kepada papanya itu


"Papa akan kembali ke kamar


untuk menemui paman harun , sore ini papa akan kembali ke Jakarta ""potong tuan Winarto


mungkin jika iya masih disana kebesaran mungkin Ray pasti akan memperpanjang pembicaraan ini .


Untuk saat ini belum tepat Ray mengetahui semua nya


Ray hanya terdiam dan meneruskan meminum kopinya tanpa bicara lagi dengan papa nya itu . itulah yang selalu terjadi jika mereka sedang membicarakan tentang masalah papanya itu.


Melihat tuan Winarto sudah tidak ada di hadapannya lagi membuat Ray yakin jika papa nya itu memiliki rahasia besar.


Tapi kenapa papanya sama sekali tidak ingin berbagi pada nya ?


apa papa nya masih menganggap nya anak kecil yang tidak mengerti apa apa .


Ray hanya menghembuskan nafas panjang .


Tak terasa akhir nya mereka telah sampai di Bandara ray pun membangun kan Naira hanya menunggu setengah jam saja mereka melakukan penerbangan .


Saat telah terdengar suara pengumuman bahwa pesawat akan lepas landas ,


Naira menutup matanya walau ini bukan yang pertama bagi nya tapi iya masih sedikit takut.


Ray menggenggam tangan Naira


ray tau jika Naira belum terbiasa.


Naira seketika membuka mata nya dan melihat tangan suaminya itu menggenggam tangan nya


dan pasti perhatian kecil ini bisa membuat nya takut tidak bisa mengendalikan perasaan nya kepada Ray.


Naira kembali meluruskan pandangan nya setelah hampir satu jam akhir nya mereka mendarat dengan selamat .


dan melanjutkan perjalanan ke rumah baru yang akan mereka tinggali selama pernikahan ini .


Terlihat sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun tidak juga terlalu kecil


dan ada taman di depan rumah itu


"Selamat datang nyonya ,tuan muda""ucap pak Rahmat tersenyum menyambut Ray dan Naira


Naira tersenyum membalas sapaan pak Rahmat itu .


" Perkenalkan saya bi ijah dan ini pak Rahmat, kami pekerja paruh waktu yang di tugaskan oleh tuan winarto ""sambut hangat dari wanita paruh baya dan bapak bapak yang kira kira seumuran dengan Abah Yusuf ,


Ya mereka adalah bi Ijah dan pak Rahmat bi Ijah adalah orang kepercayaan tuan Winarto selain bi Oktas yang di tugaskan untuk membantu Naira untuk mengurus rumah dan pak Rahmat adalah suami bi Ijah , bertugas mengurus taman .


"Assalamu'alaikum pak 'bu ""ucap Naira tersenyum dan menyalimi bi Ijah dan pak Rahmat .


tentu perlakuan Naira kepada mereka membuat mereka takut jika tuan muda nya itu akan marah kepada mereka


namun ternyata tidak ray hanya menyelonong masuk Tanpa membalas sapaan dari asisten yang sudah di tugaskan oleh papanya itu .


Ray tidak suka jika orang yang akan menolong Naira pernah tinggal di rumah tuan Winarto .


"Maafkan tuan Ray ya bi ""ucap Naira yang melihat sikap Ray yang berbeda .


Bi Ijah memaklumi sikap tuan muda nya itu, kerena memang tuan Winarto sudah mengatakan sikap Ray memang seperti itu.


"tidak papa nyonya ,tuan Winarto sudah menjelaskan kepada kami '"ucap bi Ijah


"Jangan panggil saya nyonya bu panggil Naira saja ""ucap Naira tersenyum


"Tidak nyonya kami tidak berani nanti tuan marah ""ucap bi Ijah betapa Lancang nya iya ,


jika memanggil istri tuan mudanya dengan sebutan nama saja


naira yang melihat itu ,bisa mengerti


tapi iya sangat risih dengan panggilan itu .


apa lagi kedudukan nya tidak lah berbeda dari bi Ijah .


"Ya sudah nyonya nyonya masuk dulu bibi antar kan ""ucap bi Ijah menghantar kan Naira masuk kedalam rumah itu.


"maaf nyonya rumah ini belum banyak barang barang nya .


hanya ada meja makan , ruang tamu ,dan lemari perabotan ,dan kulkas "jelas bi Ijah mengerti akan tatapan nyonya nya itu


"" Karena memang tuan winarto ingin nyonya sendiri yang memilih alat alat dapur yang akan nyonya suka , itulah kenapa rumah ini masih terlihat kosong nyonya "ucap bi ijah .


Naira tersenyum mendengar kan penuturan bi Ijah , rumah simpel tapi terlihat nyaman sekali dan Naira melihat ada sebuah tangga menuju lantai atas.


"Di atas ada apa bi ? ""tanya Naira sopan

__ADS_1


" Di atas ada kamar nyonya ada dua kamar dan kata tuan, jika itu kamar tuan muda dan kamar satu nya lagi untuk ruang kerja Tuan muda ""jelas bi Ijah Kepada Naira.


"Bearti kamar yang disana kamar kosong bi ""tanya Naira menunjuk ke sebuah kamar yang terletak tak jauh dari nya .


"Iya nyonya ""jawab bi Ijah 'dan terlihat pak Rahmat berpopoh membawa koper besar dan satu koper kecil milik majikan nya itu


"Ya sudah Naira mau bicara dulu dengan tuan Ray ""pamit Naira menaiki tangga menuju lantai dua untuk menemui suaminya itu


Naira bingung kamar yang mana yang menjadi kamar Ray


naira pun mengetuk pintu kamar yang sebelah kanan namun tidak ada jawaban dari dalam sana.


Akhir nya Naira memberanikan diri untuk masuk dan terlihat sebuah kamar yang sudah tersusun rapi


dan ada rak buku . pasti sangat tidak membosankan jika tidur di kamar itu


mata Naira mengedarkan pandangannya mencari dimana suami nya itu


terlihat sebuah tirai jendela yang tertiup angin , karena jendela nya terbuka .


"Apa tuan Ray disana ?""ucap Naira melangkah mendekati jendela tersebut.


" Maaf tuan "ucap naira ray menoleh


terlihat wajah Naira yang terlihat tersenyum kearah nya , namun setelah itu menunduk .


"Ada apa ""tanya Ray


"Maaf apa Naira tidur di kamar bawah


kata bi Ijah kamar disana kosong ""tanya Naira dengan hati hati


"Iya itu memang kamar yang di siapkan untuk mu ""ucap Ray membelakangi Naira


"Baik lah terimakasih ""ucap Naira ingin kembali ke bawah ,kerena Naira tidak sabar melihat kamar yang akan menjadi tempat tidur nya.


" Suruh bi Ijah memasak, aku lapar ""seketika Naira melihat ke arah Ray


"'Apa Naira boleh masak untuk tuan ? '"tanya naira


"Apa kamu yakin bisa masak ""ucap Ray meremehkan


"Akan Naira coba ""jawab Naira tersenyum '


"Oke . asal jangan kamu taruh racun saja ""ucap nya sambil melewati Naira menuju kamar mandi naira yang mendengar itu ingin sekali menjawab perkataan itu tapi Ray sudah tidak terlihat lagi.


"Kenapa tuan itu memiliki pemikiran seperti itu . baik akan ku beri racun racun cinta ""ucap nya sambil tersenyum sendiri seketika iya tersadar dari hayalannya itu dan memukul kepala nya


"Jangan berharap lebih naira '""ucap nya meninggalkan kamar suami nya itu.


Setelah menyuruh pak Rahmat menaikan koper kecil milik Ray ,


Naira pun masuk kedalam kamar nya sendiri kamar itu tidak jauh lebih nyaman dari kamar Ray hanya saja ini lebih luas kerena belum terlalu banyak barang barang yang ada di sana setelah mengganti baju nya dengan baju rumahan . naira bergegas ke dapur menemui bi Ijah


"Bi apa ada bahan untuk memasak , Naira mau masak untuk tuan Ray "tanya Naira kepada bi Ijah


"Maaf nyonya saya belum belanja


. apa mau bibi belikan dulu bahan nya nyonya mau masak apa ? ""tanya bi Ijah


"Tidak usah Bi apa ada nasi putih Bi nanti Naira buat nasi goreng saja ""tanya naira


"Ada nyonya tapi hanya nasi putih maaf ibu belum sempat ke supermarket ""ucap bi Ijah takut jika Naira akan memarahi nya


"BI '"Naira memegang bahu bi Ijah


" Naira risih sekali jika Bibi manggil Naira dengan sebutan nyonya


bisakah di ganti saja agar terdengar lebih akrab '"ucap Naira sedikit tertawaan kecil takut jika kata kata nya menyinggung perasaan bi Ijah.


"Panggil Naira saja . naira bisa menjamin kalo tuan Ray , gak bakal marah sana bibi "" permohonan Naira


"Tapi '"melihat Naira mengatupkan kedua tangannya membuat bi Ijah sedikit tidak enak untuk menolak permintaan nyonya nya itu


"Baik lah boleh bibi panggil nak Naira saja "penuturan bi Ijah membuat Naira langsung memeluk bi Ijah dan tersenyum ramah pada nya


"Sip bi itu lebih baik di dengar ""ucap Naira tersenyum senang bi Ijah membalas senyuman Naira betapa sederhana nya nyonya muda nya ini .


Setelah melihat bahan yang ada di kulkas naira pun mulai berperang dengan semua alat dapur untuk menyiapkan makan siang untuk suaminya itu bi Ijah sudah menawarkan bantuan tapi Naira menolak naira ingin memasak kan suaminya itu dengan usahanya sendiri.


Tidak ada yang menyadari sedari tadi seseorang sedang memperhatikan Naira dari atas sana dengan tersenyum kecil melihat kesopanan yang di tunjukan oleh Naira kepada semua orang .


"Andai kamu menikah dengan seseorang yang mencintai kamu pasti orang itu merasa sangat beruntung memiliki kamu ""batin Ray


Setelah itu iya pergi keruang kerja nya sudah berapa hari iya meninggalkan pekerjaan nya.


dirinya tenang kerena pekerjaan nya sudah di serahkan kepada orang kepercayaannya.


Tapi iya sedikit merindukan suasana kantor


tapi mungkin juga Ray akan sangat merindukan suasana kemarin, berkumpul bersama keluarga dan para sahabat nya ....


Bersambung.......


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader

__ADS_1


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πŸ™‚


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


__ADS_2