"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
89. Nasehat ayah


__ADS_3

...----------------...


" Sayang " nyonya jenni tersenyum menyambut anak perempuan nya itu,


"Ma " Naira memeluk mamanya .


"Cucu ku , bangai mana kabar hari ini " nyonya jenni mengelus perut Naira sambil berbicara soal yang ada di dalam sana akan menjawab perkataan nya .


"Baik nenek " nyonya jenni tertawa kecil mendengar Naira menjawab dengan suara anak kecil .


"Apa kah aku di lupakan ? "Alex menyindir kedua wanita itu yang mengabaikan diri nya .


"Mana mungkin , Naira lihat bayi besar mama cemburu " lirik nyonya jenni kepada Naira .


"Mama ,,, "Alek memeluk kedua wanita itu , Naira tertawa lepas melihat ekspresi Koko nya itu .


"Ya sudah hayo masuk , papa sudah menunggu " Naira di tuntun untuk melangkah masuk kedalam oleh nyonya jenni . sedangkan Alex membawakan buah , karena tadi Naira membeli buah terlebih dahulu untuk di bawa kerumah mamanya itu .


"Sayang apa kalian berdua sudah Makan ?"


Naira menggangukan kepalanya , tadi siang Naira makan saat Ray menyuapinya , tapi sekarang Naira sangat tidak berselera makan . entah kenapa !


"Aku lapar ma " Alex menaruh buah itu di meja makan .


"Ya sudah makan mama sudah memasak tadi " mereka berjalan menuju ruang tengah yang sudah ada papa nya disana .


"Papa " Naira menghambur memeluk laki laki paruh baya itu .


"Bangai mana kabar mu " tanya tuan gio mengelus kepala Naira dengan lembut .


"Alhamdulillah baik pa , bangai mana kabar papa ? "


"Seperti yang kamu lihat nak , papa mu ini semakin sehat saja kan "ucap tuan gio sambil tertawa kecil .


"Alhamdulillah " Naira mendudukkan tubuhnya di samping tuan gio, sedangkan nyonya Jenni membatu Alex memanaskan makanan yang sudah dingin .


"Kenapa suami mu tidak ikut ?"


"Mas Ray banyak kerjaan pa "ucap Naira tersenyum , namun tuan gio bisa melihat keraguan dari wajah putri nya itu .


"Ada masalah ?" Naira menggeleng ,


"Nak jika ada masalah , harus nya kalian diskusikan bersama , mencari solusi sayang


,jangan pergi meninggalkan rumah ,itu tidak baik .


bangai mana pun suami mu manusia biasa , yang sering melakukan kesalahan dan khilaf , bengitu pun sebaliknya "nasehat sang ayah dengan putri nya .


"Dari awal mas Ray sudah tidak jujur pa , mas Ray menyembunyikan tentang kecelakaan itu, dan tentang kondisi mba ifangka ,


dan sekarang mereka sering berkumunikasi secara diam diam di belakang Naira " ucap Naira dengan nada lirih sambil tersenyum simpul .


"Memang harusnya naira tidak hadir di tengah-tengah hubungan mereka "ucap Naira sedih .


Tuan gio memengang bahu wanita cantik itu.


"Papa pernah di posisi suami mu sayang , tapi percayalah kami melakukannya karena tidak ingin wanita yang kami cintai merasa terluka dengan sesuatu yang sudah terjadi ""tuan gio menatap mata bulat yang sudah di penuhi butiran air mata itu .

__ADS_1


"Ray memiliki alasan untuk merahasiakan nya dari mu , percanya kepada papa " Naira terlihat menganggukkan kepalanya tanda mengerti .


"Sekarang minta maaf kepada suami mu , kalo bisa suruh Ray datang kesini , untuk menjelaskan nya di depan papa dan mama ""ucap tuan gio bijak menasehati Naira .


"Besok saja boleh tidak pa , Naira ingin tidur dengan mama malam ini "ucap Naira terdengar lucu menurut tuan gio


"Kamu takut jika di ganggu suami mu ? "Naira menggangguk polos .


"Baik lah tidak masalah tapi lebih baik hubungi dahulu suami mu , agar Ray tidak terlalu cemas ""ucap tuan gio mendapat anggukan dari Naira .


Naira mendapatkan ketenangan tersendiri di dalam pelukan hangat papanya itu .


Hemm


" " "gres terlihat tersenyum melihat keakraban tuan gio dan Naira .


"Gres " panggil Naira


"Kakak kapan datang ? , aku baru saja mandi jadi aku tidak mendengar kakak datang "ucap gres memeluk Naira dan mengelus perut Naira yang sudah membesar .


"Kak kapan keponakan ku lahir ?"


"Semoga Allah memberikan kelancaran , insyaallah tiga bulan lagi "ucap Naira tersenyum bahagia.


"Wah , kak aku bakalan jadi bibi donk "gres mencium perut Naira sambil tertawa kecil .


"Hay keponakan ku , cepat keluar bibi ingin mengajak mu bermain tau ""ucap gres mendekat kan telinga nya di perut Naira . nyonya jenni dan Alex yang sedang memperhatikan mereka hanya tersenyum bahagia melihat perubahan sikap gres kepada Naira .


"Kak katanya iya " ucap gres antusias


Naira menggangukan kepalanya sambil tersenyum manis kepada gres .


Naira dan gres berjalan mendekati tuan gio bengitu pun alex dan nyonya Jenni .


Mereka berpelukan dengan suasana suka cita ,


"papa harap kita akan selalu bersama seperti ini " ucap tuan gio meneteskan air mata .


Mereka semua menganggukkan kepalanya .


Mereka melanjutkan obrolan mereka tentang arti perikanan sampai urusan perusahaan , di iringi dengan canda dan tawa .


Naira baru saja mengganti baju nya dengan piyama tidur nya .


Naira menatap layar ponselnya ,


suami ❤️


sayang apa sudah sampai?


25 menit yang lalu


Naira menekan tombol hijau untuk menelpon suaminya itu.


"*S**ayang* " sapa bahangia dari sebrang sana .


"Assalamu'alaikum mas "

__ADS_1


"*W**a'alaikum sallam sayang , maaf aku lupa* " ucap Ray sambil tertawa kecil


"*M**as Ray sudah tidur* ? " Ray menggelengkan kepalanya


"*A**ku sedang menunggu kabar dari mu* " Naira tersenyum malu


"*S**eperti berpisah sudah lama saja* " ledek Naira .


"*S**edetik , semenit atau satu jam pun rasa rindu itu sama besarnya di hati ku* jika itu tentang mu " gombal maut itu membuat Naira tersipu malu


"*M**as ,,. maafin Naira nya* " dengan nada sedih nya .


"*K**amu tidak melakukan kesalahan apa pun , kenapa meminta maaf* ? " Naira meneteskan air matanya mendengar penuturan suaminya itu .


"*K**apan mas Ray akan memarahi ku* ?" tanya Naira kepada Ray ,


Ray berkekeh mendengar ucapan istrinya itu .


" *A**ku tidak akan pernah bisa melakukan itu kepada wanita yang sangat aku cintai , kamu tahu siapa orangnya ? Naira azzahra* "" membuat pipi Naira merona mendengar penuturan Ray barusan .


"*T**erimakasih* , aku muda cemburu akhir akhir ini " Ray berkekeh mendengar ucapan istrinya itu .


"*K**amu cemburu , dengan siapa* ?" Naira terenug mendengar pertanyaan suaminya itu . namun Naira mengingat ucapan papanya yang mengatakan jika pasti ada alasan di balik rahasia suaminya itu .


Naira menggeleng .


"*T**erimakasih sudah mencintai ku* " ucap Naira pelan


" *S**udah tugas ku mencintaimu* " Naira menggangukan kepalanya


" *R***asanya aku ingin memakan mu jika kamu dekat di samping ku sayang ,kenapa mengemaskan seperti itu si** " Ray melihat Naira tersenyum saja rasa rindu nya semakin menjadi jadi .


"*B**oleh kah aku datang kesana* ?" Naira menggeleng .


"*T**idak malam ini , Naira mau tidur sambil di peluk mama* " ucap Naira sambil tersenyum imut


" *A**ku memiliki saingan ya* " Ray memasang wajah memelas . Naira berkekeh melihat wajah suaminya itu .


"Siapa yang mau di tidur kan mama , cucu mama , atau ibunya "Naira mengalihkan pandangan kearah nyonya jenni , sedang Ray mendengar kan pembicaraan ibu dan anak itu .


"Cucu nenek " ucap Naira sambil tertawa kecil .


"Baik lah , apapun untuk cucu nenek ""nyonya jenni tertawa kecil membalas ucapan ibu hamil itu .


"*M**as , sudah dulu Naira mau tidur* " Ray menggelengkan kepalanya ,


"*B**iar saja , aku ingin melihat bangai mana mama menidurkan bayi besar ini* " ucap Ray sambil tertawa cekikikan .


"*M**enyebalkan* " Naira menaruh ponselnya di meja Tampa mematikan sambungan telepon mereka .


Ray sebrang sana masih mendengarkan percakapan diantara istrinya dan mertunya itu , sambil memejamkan matanya ....


Bersambung....


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader

__ADS_1


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis 🙂


semoga terhibur ☺️🙏🏻


__ADS_2