
...----------------...
Pertumbuhan bayi Tampan itu sangat capat sekali
tak terasa Beby Zidane sudah bisa berbicara walau baru memanggil ma ,pa itu membuat Ray dan Naira sangat bahagia .
" Ma ,pa , "ucap Beby Zidane menggerakkan bibir kecilnya .
nyonya jenni terperangah mendengar penuturan cucunya itu .
"Cucu Oma ,, sudah bisa berbicara ,, oh ya Allah terimakasih "Nyonya Jenni mengucap syukur atas kesehatan cucu yang paling di sayangi itu .
"Beby Zidane laper ma ., dimana Ray dan Naira ?"tanya Alex yang baru saja sampai di rumah mereka .
"Mereka tidak ikut ,, kamu tau pasti adik mu itu belum bisa mengatur waktunya untuk suaminya dan untuk anak nya ""ucap nyonya jenni tersenyum
"Mama tidak mau jika Ray merasa terabaikan karena kesibukan Naira mengurus cucu mama " Alex menyerit mendengar penuturan mama nya itu.
"Jadi tidak ada salahnya kan jika mama membawa Beby Zidane kesini Tanpa papa dan mama nya , agar mereka ada waktu untuk berduaan .. hemm " ucap nyonya jenni menatap mata anak nya itu , Alex tidak bisa berkata apapun Alex hanya mengangguk .
"Mamaku sangat pengertian sekali "ucap Alex sambil tertawa cekikikan .
"Ya tentu .. mama juga pernah muda tau "balas Nyonya Jenni dengan kata kata bangga
"Ya ,, ya ., .ma apa mama tidak bisa merayu papa untuk merestui hubungan antara aku dan Ica " Alex kembali berusaha merayu mama nya itu .
"Bukan kah papa mu sudah memberikan diri mu untuk menikahinya , tapi kamu menolak nya "ucap Nyonya Jenni
"Mama ,. papa menyuruh ku untuk menjadi CEO perusahaan keluarga kita ,. aku belum sanggup ma . "ucap Alex memelas
"Aku berbeda dari Ray ,. Ray memang memiliki mental yang luar biasa , jadi aku tidak bisa di samakan dengan Ray ,.
""Mama Taukan jika aku memiliki masa lalu yang bengitu menakut kan .
ma jika nanti keluarga ku juga akan mengalami apa yang sudah aku lewati selama 5tahun Tanpa kasih sayang dari orang tua ku ,. itu sulit untuk ku "ucap Alex mencurahkan isi hatinya kepada ibu yang telah melahirkan nya itu .
Nyonya jenni memeluk putra nya itu . luka itu kembali tertuang di dalam benak nyonya jenni.
"Mama juga tersiksa sayang,, mama kan merayu papa mu ,Jagan khawatir ya ""Alex menatap wajah mamanya itu .
"Makasih ma "mereka kembali berpelukan
"Mama kan melakukan yang terbaik untuk anak anak mama "Alex menggangukan kepalanya
"
"
"Sayang aku kangen sama Zidane "rengek Naira saat mereka baru saja menaiki mobil milik suaminya itu .
Naira ikut menemani suaminya ke kantor karena desakan dari nyonya jenni terpaksa Naira harus mengiyakan saja .
"Ya tentu ,, aku selalu menjadi nomor dua dari bocah itu "ucap Ray dengan nada kesal .
"Sayang ??" ucap Naira
"Apa ,, memang seperti itu kan ?" Naira tersenyum dan mencium pipi suaminya itu dengan gemas .
"Kenapa suamiku ini sangat pecemburu sekali si ? , sayang dia anak mu tau , ""Ray masih menatap wajah wanita itu dengan wajah cemberut .
"Ya ,, baik lah aku akan menemanimu seharian ini ,, oke sayang "
"Pasti kamu sangat terpaksa kan ? "
"Tidak aku serius " ucap Naira menyakinkan
Mata laki laki itu sangat mengintrogasi Naira, Ray pun mendekati wajah Naira dengan tatapan serius.
"Coba sedetik saja tolong pikir kan aku saja nya bisa kan ?, aku sangat cemburu jika kamu selalu menyebut nama anak ku ? "ucap Ray merengkuh wajah Naira.
"Sayang jangan seperti ini ? "
Ray mengecup bibir wanita itu dengan perasaan sayang . membuat Naira merasa sangat di cintai oleh laki laki itu .
"Aku mencintaimu sayang "Ray memeluk tubuh wanita cantik itu.
"Aku juga "
"
"
"Kita mau kemana ?
"Kamu ingat saat kamu mengidam dulu , kamu pernah memakan makanan di restoran India , aku ingin makan disana sekarang "ucap Ray tersenyum simpul
"Hahaha ., sayang kamu becanda ?"
"Tidak , kenapa ?" wajah Naira memelas menatap wajah suaminya itu .
Naira ingat bangai mana iya membuat Ray tersiksa . saat itu Naira sedang mengandung anak mereka yang baru lima bulan Naira sangat ingin makan makanan India Ray pun menemaninya . sesampainya mereka disana Naira sangat bahagia dan bersemangat memesan makanan yang akan iya makan . Ray pun ikut bahangia melihat wanita itu bahangia .
__ADS_1
Namun saat makanan itu terhidang di hadapan mereka , wajah Naira berubah tidak seantusias seperti awal mereka sampai tadi , wajah Ray sudah mengintrogasi Naira ,
"Kanapa ? "
"Sayang tiba tiba perut ku rasanya kenyang sekali , bangai mana aku bisa memakan nya ya ? "perkataan Naira membuat Ray menelan ludah dengan kasar .
"Yang benar saja Naira , bukan kah kamu yang meminta makan disini ?
Naira menggangukan kepalanya ,
"Mau aku suapi ?
"Aku kenyang mas " Ray menarik nafas dalam-dalam .
"Ya sudah tidak usah di makan "
"Lalu apa mau di buang ? Ray mengganguk mendengar pertanyaan istrinya itu .
"Tidak boleh ! " ucap Naira dengan nada tinggi membuat Ray kanget kapan istrinya itu berbicara dengan nada tinggi .
"Kamu kan tidak mau memakan nya , ya sudah di bungkus saja setelah itu kita berikan kepada orang " mata Naira seketika berkaca kaca membuat Ray ingin sekali rasanya memarahi wanita itu .
"Aku tidak suka makan India sayang , tolong lah mengerti ya "
"Naira suapi ya ? "
"Tidak mau !,
"Apa mas Ray tidak sayang pada ku dan anak ini . lalu siapa yang menyayangi kita nak jika papa saja tidak mau " Naira menangis sampai pengunjung yang lain pun mengalihkan pandangan ke arah mereka berdua . membuat Ray langsung menarik pinggang wanita itu dan menyuruh nya untuk diam .
"Mau ya ? "
"Baik . tapi tidak mungkin aku bisa menghabiskan semua ini kan ? " Naira menggeleng
"Baik lah "
Naira dengan semangat mencampur semua kanan itu dan di aduk rata dengan Sendok membuat Ray ingin memuntahkan isi perutnya .
Namun karena melihat kebahagiaan istrinya itu membuat Ray harus menahan sengala rasa yang ada di dirinya .
"Aaa " Naira mulai menyuapi suaminya itu dengan tangan nya . sambil tersenyum manis kepada Ray
"Kamu juga harus mencobanya " Ray pun mencuci tangan nya dan menyuapi naira dengan telaten . Naira tidak menolak iya menikmati suapan demi suapan yang suaminya berikan padanya .
Tidak terasa makan yang ada di meja itu kandas karena mereka memakan nya dengan lahap membuat mereka pengah kekenyangan
"Kenyang sekali "ucap Naira mengelus perutnya .
"Bangai mana tidak kamu menghabiskan semua nya Nai ? "
"Iya tapi sedikit sekali "elak Ray Naira mencabikan bibirnya .
"Kata siapa Naira yang menyuapi mas , jadi Naira tau seberapa banyak mas Ray memakannya " ucap Naira bangga .
" Ya sudah hayo Bayar "Ray menggandeng tangan wanita itu Naira pun mengikuti langkah suaminya itu ....
...----------------...
"Sayang kamu kenapa ?
Naira tersenyum simpul apakah suaminya ini akan membalasnya .
"Mas ,, mas tau kan jika kita tidak banyak memiliki waktu berdua seperti ini. jadi untuk apa ke sana ?
bukan kah ada banyak tempat yang lebih romantis " tanya Naira kepada Ray
"Aku saat ini hanya ingin memakan makanan itu " Naira menatap wajah suaminya itu Ray malah mengecup bibir Naira dengan lembut membuat Naira merona
"Oh .,... baik lah " Ray pun melanjutkan perjalanan menuju restoran yang berada lumanyan jauh dari kantor nya .
"
"
"Hayo makanan "
"Hemm ,, Naira perlahan memakan makanan yang ada di depannya itu .
"Mau aku suapi ? "
"Tidak ,, Naira bisa makan sendiri mas "Ray tersenyum gemas melihat Naira seperti was was kepada nya .
Mereka memakannya dengan lahap walau Naira sering mual melihat Ray sangat lahap memakan makanannya itu .
"Apa enak ? "
"Tentu , aku tidak menghabiskan nya kalo tidak enak "
"Naira sudah nya mas ? "
"Oke ,, Naira sedikit kanget melihat Ray tidak melarang nya
__ADS_1
Namun dering telepon seluler yang berada di dalam tas Naira membuat Naira sengera mengambil ponsel nya .
"Siapa?
"Tidak ada nama "
"Angkat saja "
"Tapi ,
"Tidak masalah ,, hemm " Naira pun dengan keberanian mengangkat telepon dari nomer yang tidak di kenal itu
"Halo "
"Maaf siapa?"
"Hahahaha , " Naira terperanjat ketika suara menggema itu
"Kau ibu nya bayi yang Bernama Zidane kan ? "
"Bicara dengan orang lain yang ada di sekitar mu hanya akan membuat nyawa anak mu melayang nyonya "
"Jangan ,, baik aku tidak akan mengatakan dengan siapapun .. asal anak ku baik baik saja " ucap Naira panik air matanya mengalir bengitu saja
"Sayang ? "Naira menempelkan jari telunjuk nya ke mulutnya agar Ray tidak berkata apapun "
"Siap kalian , tolong jangan sakiti anak ku " ucap Naira semakin takut .
Suara ketawa dari sebrang sana semakin membuat Naira takut ,,
"Datang langsung untuk menjemput anak mu , dan siap kan uang tebusan untuk anak mu nyonya "
"Aku nyakin jika nyawa anak mu lebih penting kan dari pada uang yang suami mu kumpulkan ?"desak nya lagi membuat Naira tidak bisa menahan air matanya . namun sambung telpon itu terputus bengitu saja membuat Naira semakin panik .
"Ada apa ? "Ray merampas ponsel Naira
"Siapa ini ? "
"Mas aku mohon dengarkan aku,, Zidane di culik , orang tadi meminta tebusan untuk Zidane , aku mohon tolong anak ku "ucap Naira sambil menangis hesteris panik dan takut telah menghilangkan pikiran Naira.
"Sayang ,, lihat aku
aku tidak akan memberikan nya kamu mengerti ,, bangai mana jika mereka menipu kita ? "
"Aku tidak peduli ,, aku mau Zidane mas ,,. tolong anak ku " Naira pun lunglai terjatuh mengingat anak yang masih belita itu harus mengalami penculikan
Ray membayar tagihan makanan mereka dan bergegas pergi meninggalkan tempat itu .
"Sayang ,, Zidane tolong Zidane dia masih kecil mas " Ray memeluk tubuh wanita itu.
Rasa tidak tega melihat Naira seperti itu membuat Ray ingin mengatakan sesuatu namun Ray sudah menyiapkan beberapa hari ini mana mungkin akan gagal bukan .
"Aku akan telpon mama" Naira mengganguk cepat
"
"
"Halo ma "
"Ray ,, Zidane ,, Zidane hilang Ray maaf kan mama ,mama lalai "
"Mas Zidane " Naira sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi ,,.Ray menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah mertuanya itu .
dan Naira mencoba menghubungi nomor yang menelpon nya barusan .
"Tolong jangan sakiti anak ku ,, aku akan memberikan uang yang kalian mau ,, aku janji "itulah pesan singkat yang Naira kirim kan
" Sayang tolong tenang nya "
"Bangai mana aku bisa tenang mas anak ku ,, aku tidak tau sekarang dia dimana " ucap Naira dengan nada tinggi membuat Ray bersalah .
Sebuah pesan masuk kedalam ponsel Naira Naira pun langsung membuka Nya .
Ternyata itu adalah sebuah alamat yang mereka kirimkan .
"Datang dalam 30 menit , atau nyawa anak mu akan melayang nyonya Wijaya "
"Mas Ray ini alamat nya ,, Naira mau ke sana mas ,. Zidane ada disana " Ray menggenggam tangan wanita itu menenangkan nya .
"Percaya pada ku ,, Zidane akan baik baik saja nya "
Naira hanya menggelengkan kepalanya meragukan perkataan suaminya itu .
"aku mohon mas hik hik ...hik " Ray menghembuskan nafas panjang mendengar penuturan Naira yang putus asa ....
Bersambung ....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
__ADS_1
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur βΊοΈππ»