
...----------------...
"Nai.... Naira "Ririn panik kerena Naira sudah tidak ada dalam kamar nya.
"Pandangan Ririn tertuju kepada kedua laki laki yang sedang tidur di karpet bawah tv,
Tv yang masih menyala bekas makanan yang berantakan membuat Ririn menyunggingkan senyum jahilnya ide untuk membangun kedua sahabat itu.
Ririn mengambil baskom berisi air
ririn pun menyiramkan air itu kepada Alex dan Marko.
Sambil tertawa cekikikan melihat mereka.
"Banjir banjir ""teriak keduanya seketika Marko langsung memeluk Ririn.
Sedang kan Alex berlari menaiki sofa yang berada tak jauh dari mereka.
Seketika pandangan Ririn dan Marko saling terkunci .
sedang kan Alex menarik nafas panjang ' karena kanget.
Ririn seketika mendorong Marko hingga terjungkal ke belakang .
"Buaya '"teriak Ririn
Alex melihat pemandangan itu tidak bisa menyembunyikan wajah memerah nya karena menertawakan Marko
"Rin ' ""panggil Marko memengang pinggang nya yang terasa patah ,
Karena tidak tega Ririn pun membantu Marko untuk berdiri, tapi karena Ririn tidak bisa menahan keseimbangan nya ,Ririn pun terjatuh hingga membuat Marko pun terjatuh menindih tubuh gadis itu ,
mereka pun bertukar pandangan satu sama lain , entah apa maksud Marko mendekat kan wajah nya ke wajah Ririn .
"Kalian mau berbuat mesum di rumah orang ""teriak Alex melemparkan bantal kepala mereka berdua.
Marko dan Ririn pun langsung tersadar dan bangun dari posisi itu '
"Menjijikkan ""ucap Alex sinis dan berjalan menuju kamar mandi .
Wajah Ririn pias merasa malu kepada Alex
Marko pun meminta maaf kepada ririn .namun Ririn meninggalkan nya
baru beberapa kali melangkah Ririn teringat untuk apa iya bangun sepagi ini.
"Naira ""ucap Ririn terdengar oleh Marko dan Alex yang baru saja keluar dari kamar mandi
"Kenapa Naira ""tanya Alex kepada Ririn
"Naira gak ada di kamar '"ucap Ririn
"Mungkin di kamar mandi atau di dapur ,Naira kan rajin masak
gak kanyak kamu bangun aja kesiangan ""jawab Alex malas berbicara dengan kedua manusia yang ada di depan nya itu.
Ririn melihat kan wajah cemberut nya membuat Marko tidak terima .
"Kenapa kamu harus membandingkan Naira dan Ririn , jelas mereka tidak akan pernah sama , karena mereka memiliki kelebihan masing-masing jadi jangan pernah membandingkan orang lain ""ucap Marko dingin tidak terima dengan ucapan Alex .
Alex kaget mendengar ucapan Marko kerena tidak ingin memanjangkan masalah Alex pun mengalah .
"Maaf , coba cari Naira di dapur siapa tau dia disana"" ucap Alex mengalah meminta maaf kepada ririn membuat Ririn terharu akan perlakuan marko kepada nya.
"Aku udah muter-muter sekeliling rumah ini tapi Naira gak ada""ucap Ririn memelas
" Kemana sepagi ini Naira pergi? ""ucap Alex
"Apa kalian melihat Ray '"tanya Marko
__ADS_1
mereka berdua menggeleng.
"Ya udah jawaban nya pasti Naira lagi sama Ray .
huhhhhh ..kamu membangunkan ku terlalu pagi beb ""ucap Marko mendudukkan tubuhnya di atas sofa dengan mata yang masih sangat mengantuk.
"Tapi mereka kemana soal nya handphone Naira bunyi terus aku gak berani angkat ""ucap Ririn.
Alex melangkah mencari Naira di dapur benar tidak ada tujuan Alex adalah ke lantai atas melihat itu Marko dan Ririn mengikuti nya
"Buat apa kalian ikut ""tanya Alex
"Kitakan mau cari Naira ""Jawab mereka berdua kompak.
Alex melanjutkan langkahnya menaiki tangga tersebut .
"Hanya ada dua ruangan disini menurut mu Naira di mana ? ""tanya Ririn
Alex mengangkat bahu nya .
Alex menuju kamar tidur Ray
"Auuu.. mas pelan pelan , sakit ""
"Sabar sebentar lagi ""
"Tapi sakit banget ' naira gak kuat ""
ucap seseorang dari dalam kamar Ray, membuat mereka bertiga memberhentikan langkah mereka.
Mereka pun saling bertukar pandangan .
pikiran kotor mereka seketika muncul bengitu saja "
Alex pun melangkah pergi dari sana disusul oleh Ririn dan Marko.
"Apa yang kalian pikirkan ""ucap mereka bertiga bersamaan
Alex pun mengeluarkan beberapa butir telur dan cabai untuk membuat sarapan.
"Apa kamu bisa masak . bisa kan buat sarapan? ""tanya Alex
Ririn menggeleng , iya tidak bisa
"Huh payah '"hardik Alex
"Lex ""ucap Marko menggertak Alex
"Apa ?
udah sana lu berdua beresin ruang tamu , biar gua yang bikin sarapan ""ucap Alex mengusir mereka berdua.
Alek pun memulai ritual memasak alex berencana akan membuat nasi goreng spesial yang pernah Naira ajarkan kepada nya.
Sedangkan marko dan Ririn membereskan ruang tamu yang sudah seperti gudang itu atas ulah Alex dan manusia yang ada di hadapannya itu.
"Seperti bocah ""hardik Ririn sambil memberes kan ruangan itu
"Ini tu gara gara ....""
"Stop menyalah kan orang lain ""Belum selesai Marko berbicara Ririn sudah membentak nya
"Kenapa kamu menjadi galak sekarang ""tanya Marko.
"Tidak ada urusannya dengan mu ""jawab Ririn dingin.
"Tentu ini menjadi urusan ku , karena Ririn yang ku kenal dulu tidak seperti itu ""jawab Marko sambil tersenyum kepada Ririn.
"Kenapa kamu harus mengungkit masa lalu , kita hidup di masa sekarang ,jadi berhentilah mengingat nya ""ucap Ririn dengan nada tertahan.
__ADS_1
"Maaf ""ucap Marko merasa bersalah
Ririn pun kembali membereskan ruangan itu namun sayang hati nya lemah jika harus mengingat masa lalunya .
terdengar suara Isak membuat Marko memberhentikan aktivitas nya.
"Jika kembali nya aku hanya membuat mu menangis , anggap saja jika aku tidak ada sekarang ,aku menyerah Rin .
sekarang aku akan belajar untuk tidak menggangu mu lagi .
carilah laki laki yang membuat mu bahangia,
bengitu pun aku ""ucap Marko berdiri mengambil piring untuk di cuci di depan Ririn.
Dan langsung melangkah pergi baru beberapa langkah Marko berjalan . ririn melempar bantal kepada Marko hingga membuat Marko kembalikan badannya,
untuk melihat perlakuan wanita itu.
"Mudah sekali kamu bicara seperti itu hah ...
aku sudah hampir melupakan mu semenjak kepergian mu waktu itu
dan setelah kamu menggagalkan usaha ku dengan susah panyah untuk melupakan semua nya dan sekarang kamu bicara seperti itu
kamu gak pantes di sebut manusia ko ""ucap Ririn berlinang air mata.
"Kamu manusia jahat kenapa aku harus mencintai laki laki ibl**s seperti kamu ""ucap Ririn lagi membuat jantung Marko berdetak kencang ,
seketika Marko langsung memeluk wanita itu.
"Maaf bee , aku juga kesiksa dengan semua ini ""ucap Marko dengan tangis nya
"Kamu jahat ""itulah yang di ucapkan oleh Ririn sambil memukul punggung laki laki itu.
"Maaf bunuh aku ,jika aku hidup hanya membuat mu sakit bee""ucap Marko sungguh sungguh membuat Ririn kembali memeluk laki laki yang sangat iya cintai itu.
"Aku mencintaimu ""ucap Ririn Tampa rasa gengsi lagi.
"Aku juga sangat mencintai kamu bee ""ucap Marko mengeratkan pelukannya.
"Berjuang lah , buktikan ke papa mama kalo kamu bisa bahagiain aku ""ucap Ririn dan mendapat anggukan dari Marko.
"Dalam waktu dekat ini aku bakal ngelamar kamu bee , aku janji ""tutur Marko serius
Ririn memukul bahu pria itu dengan kuat karena merasa malu ,
Drama sepasang kekasih itu menjadi tontonan menarik untuk Ray dan Naira yang baru saja turun ,
dan ternyata Alex pun melihat pertunjukan itu hingga Iya tidak bisa menahan tawa nya melihat kelucuan yang ada di hadapan nya itu
"Waaww drama yang sangat mengharukan ""ucap Alex meledek mereka berdua membuat pasangan itu malu dan salah tingkah,
Naira dan Ray bertepuk tangan meriah melihat keduanya telah berbaikan,
membuat mereka bertiga mengalihkan pandangan ke arah Ray dan Naira,
Mereka menatap pasangan halal itu dengan mata mengintrogasi apa lagi rambut Ray yang terlihat masih basah , menambah kecurigaan mereka bertiga .
Pandangan mereka bertiga membuat Ray dan Naira menyurutkan senyuman mereka .
dan saling pandang ,seolah bertanya , ada apa dengan mereka ? .....
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
__ADS_1
semoga terhibur βΊοΈππ»