
"Hari ini adalah hari ulang tahun cia yang ke 6 tahun
cia meminta kepada Ray untuk merayakan ulang tahunnya di rumah Ray ,karena cia ingin memperkenalkan Naira sebagai mamanya , kepada teman teman nya .
Karena kasihan ray pun mengizinkan cia untuk merayakan hari bahagianya itu di rumah mereka .
Sebuah ruangan sudah hampir selesai di dekorasi bernuansa anak anak ,cia tidak berhenti tersenyum melihat itu semua .
"Mama ,,mama gak mau liat cia tiup lilinnya kok mama tidur terus ""cia memengang tangan Naira .
Suster yang selalu memantau perkembangan kondisi Naira menatap iba kepada Naira ,
sungguh banyak yang merindukan Naira .
'"Sus , apa mama marahnya sama cia ,kenapa mama gak bangun bangun ""ucap cia dengan nada sedih .
"Sayang ,mama nanti bangun ,cia yang sabarnya ""ucap Suster itu ,cia menggangukan kepalanya mengerti .
Revan sungguh tidak enak hati kepada Ray ,karena permintaan putri nya itu .
"Kenapa kamu tidak menolak saja permintaan cia ""tanya Revan kepada Ray
"Dia putri ku katakan bangaimana aku bisa menolak nya ,
kau seperti bukan ayah nya saja ""cibir Ray Kepada Revan
"Tapi ini akan membuat rumah mu berantakan , apa lagi temannya tidak sedikit, kau tau ""ucap Revan masih tidak percaya dengan apa yang Ray lakukan .
Ray hanya tersenyum mendengar penuturan Revan .
Semua teman teman cia pun sudah datang dan mulai menikmati makanan yang sudah di siapkan ,
Semua orang pun berkumpul di sana , menghadiri acara ulangtahun itu .
"Kita disatukan oleh anak kecil itu ""ucap tuan gio kepada tuan winarto , mengingat kesibukan mereka selama ini tidak menyempatkan untuk berkumpul bersama .
"Iya ,,aku berharap jika dia tidak merasa sendirian karena kita ada disini ""jawab tuan winarto tersenyum bahagia melihat kebahagiaan cia .
"Cia …cia kok mama kamu tidur terus sih ""tanya salah satu teman perempuan cia
"Mama aku lagi sakit tolong doain nya semoga mama Naira cepat sembuh ""ucap cia murung , mereka menggangguk mendengar penuturan cia .
Mereka pun melanjutkan acara tersebut dengan bermain main , meniup balon ,bermain masak masakan , dokter dokteran membuat semuanya bahangia ,dan ada pertunjukan sulap .
Disana pun terlihat Caca , Ririn, Marko ,Alex ,Marko dan gres menghadiri acara tersebut .
"Ray yang baru saja turun untuk bertemu dengan sahabat nya itu ,walau hanya sebentar untuk menyambut mereka pikir nya , membuat Ray tidak menutup pintunya .
hingga pintu kamar Ray terbuka , suara riuh dari bawah sangat terdengar jelas dari dalam kamar tersebut .
Seseorang wanita cantik yang sudah lama tertidur itupun sedikit menggerakkan tangannya , karena merasa terganggu dengan suara yang bengitu riuh dari bawah sana .
Setelah menggerakkan tangannya , Naira perlahan membuka matanya ,buram seperti tidak ada lampu di dalam kamar itu ,
Naira pun kembali menutup matanya dan membukanya lagi , perlahan cahaya itu semakin jelas terlihat ,
__ADS_1
terlihat ruang yang bercat putih dan biru , warna kesukaan Naira , Naira masih terdiam .
"dimana ini ""pikirnya
Naira masih memandang langit langit kamar itu , dengan perasaan tak menentu .
"Haus ,,,, "ucap Naira pelan hampir tak terdengar .
Namun tidak ada orang yang melihatnya ,karena suster yang menjaga Naira meminta izin untuk ke toilet sebentar .
Naira mencoba menggerakkan tangannya menatap jari jari nya ,yang masih terpasang infus .
"Haus ,,."ucap Naira lagi mengalihkan pandangan ke sebelah kanan nya .
Naira belum sanggup untuk menggerakkan tangannya untuk menggapai gelas di samping nya itu.
Naira menggercap menelan ludah nya .
"Haus ,,, "ucap Naira lagi , sambil melihat-lihat di sekitarnya .
Di bawah nyonya jenni pamit untuk naik ke atas untuk menemui putri nya , nyonya Monica pun meng'iya kan
Karena Ray melihat mama mertua nya itu menaiki tangga menuju lantai atas , membiarkan nya ,
Ray masih mencoba menikmati acara tersebut , walau sebenarnya Ray tidak sama sekali menikmati acara itu .
"Kenapa pintu nya tidak di tutup "ucap nyonya jenni menggeleng
"Nyonya jenni menutup pintu itu dan melangkah masuk ,
"Sayang kenapa mereka membiarkan kepala mu miring seperti ini ""ucap nyonya jenni membenarkan arah kepala Naira lagi .
Saat nyonya jenni sedang berusaha untuk menggalang kepala Naira dengan bantal ,merasa ada gerakan di leher Naira , seperti seseorang yang sedang menelan ludah nya .
Nyonya jenni memandang wajah putri nya itu ,Naira dengan sayu menatap wajah wanita paruh baya itu .
" Sayang katakan ini bukan mimpi ""ucap nyonya jenni berkaca kaca.
Nyonya jenni memejamkan matanya , menyadarkan dirinya dari khayalan nya itu ,namun mata itu masih menatapnya , membuat nyonya Jenni langsung merengkuh tubuh anaknya itu di dalam dekapan nya .
"Sayang tunggu sebentar mama panggilkan dokter ""ucap nyonya jenni sesenggukan berlari keluar dari kamar itu , memanggil orang orang yang sedang menikmati acara itu .
Nyonya jenni melangkah cepat turun dari tangga menghampiri Ray dan yang lainnya , dengan air mata yang mengalir di pipinya membuat semua seketika panik.
"Jen ada apa ?""tanya nyonya Monica saat melihat nyonya jenni terburu buru, semua mata tertuju kepada nyonya Jenni .
"Panggilkan dokter sekarang ,, putriku terbangun ""ucap nyonya jenni menggangguk dengan air matanya .
Ray langsung berlari menuju kamarnya , Alex meminta untuk menghentikan acara tersebut ,dan langsung menghubungi dokter Diana untuk segera datang .
"Sayang ""panggil Ray lembut namun Naira menatapnya dengan tatapan kosong .
Ray tidak sanggup menyentuh Naira , Ray hanya tertunduk lemah melihat mata yang selalu membuat hati nya rindu itu .
Semua orang memandang kearah Naira .
__ADS_1
"Haus ,,,""ucap Naira pelan ,Ray pun langsung mendekati Naira
"Sayang kamu mengatakan sesuatu ""tanya Ray kepada Naira
"Haus '"bibir pucat itu terucap
Ray langsung mengambil gelas yang ada di sampingnya , dan membantu Naira untuk minum .
Ray tidak bisa menahan air mata nya , melihat wanita yang sangat iya cintai itu sudah berbicara kepada nya .
"Sudah '"tanya Ray dengan nada serak menahan Isak nya ,Naira menatap wajah Ray entah apa yang dipikirkan oleh wanita itu .
Semua orang menangis melihat itu , terutama nyonya jenni iya terus meneteskan air mata di pelukan suaminya itu .
Akhirnya dokter Diana datang dan langsung memeriksa Naira , semua menunggu kabar dengan perasaan cemas akan kondisi Naira saat ini .
"Nona apa nona mengingat nama nona ?""tanya dokter Diana ,Naira terdiam mencoba mengingat siapa dirinya .
Naira menggelengkan kepalanya
"Saya siapa ?""tanya Naira kepada dokter Diana .
semua orang disana terkejut dengan pertanyaan Naira barusan .
"Apa nona tidak mengingat apapun ?""Naira masih menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dokter Diana ,
dokter Diana pun mengecek hasil tes pemeriksaan dari Naira ,
Dokter Diana menarik nafas panjang mendengar penuturan Naira yang tidak ingat apa-apa ,
"Baik lah nona jangan di paksakan , perlahan saja mencobanya ya ""dokter Diana tersenyum kepada Naira .
"Dok ""panggil Ray saat dokter Diana keluar dari kamar mereka .
"Seperti yang kita dengar dan lihat kondisi nona naira sudah stabil , Alhamdulillah kita bersyukur akan itu .
tapi ,,, nona naira tidak mengingat apapun , bahkan nama nya saja dia tidak ingat ""membuat semua orang merasa sedih akan kondisi Naira
"Ini wajar karena benturan bengitu keras mengenai kepala nona , dan bekas operasi hingga membuat nona mengalami amnesia " ucap dokter Diana
Ray terisak ,Alex menepuk bahu nya menguatkan Ray .
"Boleh saya bertemu dengan istri saya dok ?""tanya Ray berat ,
"Boleh tuan ,tapi tolong jangan memaksa nona untuk mengingat kembali ingatan nya ,karena itu bisa membuat nona depresi,
kita akan mencoba mengobati nya perlahan tampa menyakiti nona ""ucap dokter Diana ,Ray menarik nafas dalam-dalam dan menggangukan kepalanya ....
Bersambung ....
Assalamu'alaikum ☺️
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis 🙂
__ADS_1
semoga terhibur ☺️🙏🏻