
...----------------...
Naira ikut mengantar kan cia .kerena cia terlihat tertidur pulas di pangkuan Naira .hingga membuat Naira tidak tega untuk membangun Gadis kecil itu.
Revan pun mengizinkan . kerena revan tau jika opa nya dan orang kepercayaan opa nya itu tidak ada di rumah.
Jadi Revan merasa lebih tenang . sekiranya tidak ada yang akan mengancam keselamatan Naira . walaupun Naira ikut mengantar kan cia.
"Naira mau numpang sholat Maghrib dulu ya mas .apa boleh ? ""tanya Naira setelah selesai menidurkan cia
"Boleh donk Nai 'aku ambil bukenanya dulu nya ""revan pun segera pergi menuju kamar nya 'sambil menunggu Naira melihat lihat sekitaran rumah itu '
Dan Naira melihat sebuah kamar yang terlihat unik tak jauh dari nya kamar tersebut sedikit terbuka . membuat Naira sedikit tertarik untuk mencoba melihat ke dalam kamar tersebut .
Saat Naira melangkah ke arah kamar tersebut dan hampir membuka pintu yang sudah sedikit terbuka tersebut.
namun panggilan Revan membut Naira mengurungkan niatnya.
"Nai ""panggil Revan
mendengar panggilan Revan Naira segera membalikkan tubuhnya . naira sangat kaget pasal nya Naira merasa bersalah karena lancang melihat lihat rumah orang lain .
"Mas 'maaf tadi Naira cuma mau lihat liat saja ""ucap Naira tersenyum menyembunyikan ke gugupan nya.
"Gapapa ko nai 'oh ya ini bukenanya .
kamu sholat nya di kamar cia saja nya 'maaf soal nya disini tidak ada ruang kosong 'semua nya penuh dengan barang barang opa saya
jadi yang paling bersih di kamar cia
gapapa kan ?""jelas Revan kepada Naira
"Ga papa mas . naira sholat dulu nya ""pamit Naira tersenyum' pandangan nya masih tertuju pada kamar yang sangat berbeda dari ruangan yang lain nya .
Naira pun meninggalkan Revan dan melangkah masuk ke kamar cia.
Sambil menunggu Naira selesai sholat revan menyimpan makan malam .
kerena Revan ingin berterimakasih kepada Naira ,kerena sudah menemani cia hari ini .
Revan memasak beberapa menu makanan dan Revan menyajikan nya dengan kemampuan nya sendiri.
"Nai duduk lah 'tunggu sebentar aku sedang masakan untuk mu ""ucap Revan tersenyum manis kepada Naira.
melihat Revan sedang berperang dengan peralatan dapur membuat Naira 'memuji kemampuan Revan '
"Wah hebat sekali mas Revan bisa masak juga
'cia sangat beruntung memiliki papa seperti mas Revan 'selain mas Revan Sangat menyayangi cia
pasti sulit untuk mas Revan bukan hanya menjadi ayah untuk cia tapi juga menjadi sosok ibu untuk cia ,
'masya'allah ,semoga mas Revan bisa bertemu dengan seseorang yang bisa menerima mas Revan apa ada nya ""batin Naira sambil diam diam memandang Revan.
"Mas Revan bisa masak juga ? "tanya Naira tersenyum melihat kan lesung pipinya
Senyuman itu membuat Revan terpaku 'hingga iya terdiam sejenak,
"Sedikit Nai . masih belajar juga "" jawab Revan merendahkan diri nya
"Tapi hebat donk mas . kerena mas masih mau belajar '"puji Naira membuat Revan sedikit salah tingkah.
"Biasa aja Nai ""jawab Revan tersenyum' menanggapi perkataan Naira.
__ADS_1
"Oke . aku jadi juri nya ya ! ""ucap Naira tertawa kecil
"Siap coach Naira ""ucapan Revan membuat mereka tertawa bersama.
Setelah menunggu 15 menit akhirnya masakan yang di buat oleh Revan telah tersaji rapih di hadapan Naira .
layaknya sebagai juri dan peserta revan seperti tidak tenang saat Naira sudah mulai mencicipi masakan yang iya buat.
Hingga akhir nya iya mendapatkan dua jempol dari Naira . membuat Revan menghembuskan nafas lega.
"Oke semua nilai buat masakan mas Revan 100 % ' perfect ""ucap Naira tersenyum manis kearah Revan membuat Revan membalas senyuman Naira.
Namun belum mereka memakan makanan yang ada di depan mereka seseorang menyapa mereka berdua .
"Wah ' ada tamu di rumah ini Revan ""ucap tuan Handoko tersenyum ramah kepada Naira.
Naira berdiri dan sedikit membungkukkan tubuhnya dan mengucap salam kepada tuan Handoko .
Tapi tidak kepada Revan 'revan hanya memandang tuan Handoko dengan wajah datar Tampa senyum dan sapa'an.
"Maaf menganggu kalian berdua ""ucap tuan Handoko
"Tidak tuan
saya Naira teman mas Revan "ucap Naira masih dengan senyum nya
" Jangan panggil aku tuan .panggil opa saja sama seperti Revan ""ucap tuan Handoko tersenyum melihat ekspresi Revan menyambut nya.
"Ya sudah lanjutkan makan malam kalian .aku ingin istirahat dulu selamat malam ""penuturan tuan Handoko membuat Naira hanya mengangguk
Setelah tuan Handoko tidak terlihat lagi Naira pun mendudukkan tubuhnya kembali di hadapan Revan.
Namun tidak ada senyuman yang tercipta dari Revan revan seperti sedang memikirkan sesuatu .
"Itu opa mas Revan ?""tanya Naira kepada Revan.
"Iya Nai.
aku harap kamu tidak terlalu dekat dengan nya.
maksud ku ,opa ku seseorang mudah dekat dengan siapapun itulah yang membuat nya tidak baik .kau mengerti bukan ""jelas Revan kepada Naira.
Naira hanya mengangguk dan memulai menikmati makanan nya .
sebenarnya iya penasaran dengan makna perkataan revan barusan.
Tapi saat ini pikiran nya bercampur , memikirkan suaminya yang belum mendapat kabar dari nya hari ini . pasti nanti dirinya akan mendapat ceramah dari suaminya itu.
"Surabaya "
Ray yang masih menunggu kabar dari seseorang yang mengikuti Naira .
Ray mendapat kabar jika Naira memasuki rumah neraka itu . hingga iya sedikit was was akan keadaan Naira .
jam sudah menunjukkan pukul 9 malam . menurut kabar dari orang suruhan Ray , Naira sudah keluar dari rumah tersebut jam 7:25 manun kerena perjalanan yang begitu macet hingga membuat naira saat ini baru saja sampai di kediaman nyonya Monica .
Walau saat ini Ray sedang berada di sebuah pesta pernikahan sahabat nya
namun pikirannya dan hati nya sedang memikirkan wanitanya yang sedang bersama pria lain itu .
Hingga terdengar sebuah notifikasi pesan masuk membuat Ray segera membuka pesan tersebut
Dan saat iya melihat gambar tersebut terlihat jelas jika Naira sedang tertawa bahagia dengan laki laki tersebut . membuat nya tidak lagi bisa mengontrol emosi nya .
__ADS_1
Hingga Ray meminta ifangka yang ada di sebelah nya untuk mengambil kan nya minuman ber alkohol '
membuat ifangka begitu semangat menuangkan minuman tersebut di gelas yang telah ada di depan Ray.
"Alex yang sedang bersama teman teman lamanya pun ,membuat Alex tidak mengetahui keadaan Ray saat ini .
Ray sudah menghabiskan 4 botol minuman itu dengan cepat hingga akhirnya Ray sudah mulai kehilangan kesadaran nya
karena saat ini banyangan Naira tersenyum dan tertawa dengan laki laki itu . membuat Ray melampiaskan kecemburuan nya kepada ifangka .
Ray mencium ifangka dengan lahap di hadapan semua orang .
Ifangka tidak tinggal diam iya sengaja meminta salah satu sahabat nya untuk merekam aksi mereka berdua ifangka pun dengan rakus membalas cumbuan kekasih nya itu .
Kerena suara riuh menyoraki . dan menertawakan mereka berdua.
hingga Alex melangkah mendekati arah tempat yang sangat ramai tersebut.
Hingga pandangan nya tertuju kepada Ray dan ifangka yang sedang bercumbu mesra dihadapan semua orang yang sedang menghadiri pesta pernikahan tersebut .
Alex segera menarik Ray yang sedang melakukan aksi gila itu . dan mendorong ifangka hingga terjatuh.
"Apa kau gila hah ""tanya Alex marah dan menghadiahkan sebuah tinjau di wajah Ray 'ray yang sudah tidak sadar pun hanya menertawakan Alex .
Saat Alex akan menyerang Ray kembali . namun para sahabat nya menghalangi Alex dan memisahkan mereka berdua.
Mereka pun membawa Ray untuk menuju kamarnya ,yang telah di siapkan oleh sang pemilik acara dan membiarkan Ray untuk beristirahat .
Acara tersebut masih berlangsung dengan damai setelah kegaduhan yang terjadi dikarenakan oleh Ray dan Alek.
Namun Alex 'segera menyeret ifangka dari pesta tersebut untuk ikut dengan nya .
"Ini salah satu rencana kamu kan '
dasar wanita ibl**s ""ucap Alex penuh emosi
"Kalau iya kenapa sekarang aku sudah memiliki alat untuk membuat Ray dan Naira kembali pada tempat nya ""ucap ifangka sambil tertawa puas.
"Tidak pantas bukan jika seorang raja harus menikahi pelayan nya .
alex.. aku hanya menyelamatkan Ray dari rasa malu .
karena kalau pernikahan mereka tersebar luas . maka kemungkinan ini akan sangat merugikan perusahaan Ray dan harga diri keluarga wijaya
karena pewaris tunggal menikahi seorang pembantu ""ucap ifangka dengan nada sombong
"Susah jika bicara dengan wanita gila seperti mu ""ucap Alex lalu pergi meninggal kan ifangka
" Ini lah akibatnya jika kamu sudah mulai mengurangi waktu mu untuk ku Ray .
aku tidak akan membiarkan mu jatuh ke pelukan wanita kampung itu "" ucap ifangka tersenyum.
saatnya ifangka melihat rekaman saat dirinya dan Ray saling bercumbu dengan mesra dan panas .
"Aku akan memberikan hadiah untuk mu Naira 'tunggu saja "" batin ifangka tertawa yang terdengar jahat ''kerena iya percanya akan rencana nya bisa membut hubungan Ray dan Naira akan hancur .....
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
__ADS_1
semoga terhibur βΊοΈππ»