"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
59. Membuat suaminya khawatir


__ADS_3

...----------------...


Sesampainya mereka disana mereka menanyakan ruangan atas nama cia Anastasia dan suster pun menunjukan ruang cia di rawat,


"Mas Revan ""ucap Naira menyapa Revan yang sedang duduk,


"Nai ""jawab Revan


namun pandangan nya tertuju kepada Ray di samping Naira ,


Ray menunjukan wajah tanpa ekspresi


"Bangaimana keadaan cia mas? ""tanya Naira kepada pria itu.


"cia sedang istirahat Nai , tangan kanan cia patah Nai '"jawab Revan menatap wajah Naira sayu,


" Ya Allah ,kenapa bisa terjadi seperti ini mas ""ucap Naira berlinang air mata


ray memeluk wanita itu , namun pandangan nya masih tertuju kepada pria yang ada di depan mereka itu,


"Ini kecerobohan ku nai . semalam badan cia sempat demam tinggi dan aku menidurkan cia di kamar ku di lantai atas , saat aku sedang membuat bubur untuk sarapan cia ,


cia bangun dan ...""ucap Revan dengan nada bengitu terpukul dengan kejadian ini,


"Ini bukan salah mas Revan jangan menyalahkan diri sendiri ya


kita berdoa untuk kesembuhan cia ya mas, ""ucap Naira masih berlinang air mata


hati Ray tersentuh karena kejadian yang menimpa cia.


"Perkenalkan ini suami Naira ""ucap Naira memperkenalkan Ray kepada Revan


Revan menatap Ray dan mengulurkan tangannya ,namun Ray hanya terdiam .


Naira yang melihat itu mencoba mengalihkan pembicaraan mereka ,


"Apa Naira boleh jenguk cia mas ? ""tanya Naira


"Boleh Nai ,silahkan ""mereka bertiga pun memasuki ruangan cia 'terlihat cia sedang tertidur mungkin karena efek obat untuk meredakan rasa sakit.


Naira menyentuh tangan gadis kecil itu dan mencium nya ,


"Sayang maafin mama ""ucap Naira menangis dan merengkuh tubuh CIA dengan hati hati agar tidak membangunkan gadis kecil itu.


"Sayang jangan lama lama tidur nya .mama kangen cia ""ucap Naira tersenyum dengan air matanya ikut membasahi pipinya.


Ray menepuk pelan pundak istrinya itu menguat kan Naira ,dan kembali menatap Revan dengan tidak suka .


"Mas ""Naira pun menangis di pelukan suaminya itu.


"Cia akan bangun sebentar lagi Nai .aku yakin itu ""ucap Ray lembut menenangkan Naira


Naira mengangguk,


Naira merasa tidak nyaman di kepala nya 'naira baru ingat jika pagi ini iya lupa meminum obat ,bangaimana ini !


Naira pun melepaskan pelukan mereka .


"Naira permisi ke toilet sebentar ""ucap Naira menunduk dan berlalu pergi meninggalkan Ray dan Revan,


"Gejala nya akan bertambah sering terjadi dalam waktu dekat ini ,jangan sampai lupa minum obat nya nona' '""dokter Fadli mengatakan itu , kepala Naira semakin berat dan membuat Naira terjatuh,


" Nona , astaga biar saya bantu nona ""tawar seorang suster .


"Terimakasih saya ingin ke toilet ,bisa antar saya sebentar ""ucap Naira tersenyum menguatkan diri nya


"Nona harus di periksa ,agar nona tau kenapa nona bengini ""ucap suster tersebut


"Saya hanya perlu ke toilet sebentar sus ""suster itu pun mengalah mengantarkan Naira menuju toilet


"Terimakasih "ucap Naira tersenyum naira merasa jika hidung sudah mengalir darah , naira pun memasuki toilet itu dan Naira mengambil beberapa lembar tisu untuk menyumbat aliran darah yang mengalir dari hidungnya.

__ADS_1


Ya Allah '""Naira pun menyenderkan kepalanya dengan mata terpejam


...----------------...


" Jauhi istri ku ""ucap Ray dingin


"Sejak kapan kamu menganggap Naira sebagai istri mu? ""jawab Revan tersenyum sinis menanggapi perkataan Ray.


"Ku bilang jauhi istri ku atau aku akan menghancurkan keluarga mu sekarang juga ""ucap Ray tersudut emosi.


"Naira terikat dengan putri ku , jadi bangaimana aku bisa menjauhi Naira ""jawab Revan tegas


"Kau menggunakan anak mu demi mengikat Naira ""ucap Ray sambil tertawa meledek.


"Jika kamu dan keluarga mu menyentuh Naira sedikit saja . maka ku pastikan kehancuran akan menimpa keluarga mu


""ancam Ray berlalu pergi meninggalkan Revan di sana.


"Kau sangat mencintainya ,dan aku bisa melihat Naira pun sama mencintaimu "" batin Revan memandang Ray berjalan menjauh dari nya.


"Kau beruntung Ray '"Revan menghembuskan nafas berat memikirkannya .


Ray terlihat melihat jam tangannya sudah dua puluh menit Naira meminta izin kepada nya untuk ke toilet , sampai sekarang masih belum kembali.


"Kenapa Naira lama sekali ""ucap Ray pelan ray pun memutuskan untuk menyusul Naira di toilet.


Ray terlihat menunggu di depan pintu ray pun mencoba menghubungi Naira .


"Nai , apa kamu masih di dalam ""tanya Ray kepada Naira


"Ya ""ucap Naira lemah.


"Baik aku menunggu di depan toilet sekarang ""Ray pun mematikan teleponnya.


Sedangkan Naira di dalam sana berusaha mempertahankan kesadaran nya , walau darah yang mengalir dari hidungnya tidak terlalu banyak lagi tapi kepalanya masih terasa sakit sekali , membuat iya sulit untuk bergerak kaki dan tangan nya


.Naira menangis . "ya Allah kuatkan hamba 'tolong redakan rasa sakit ini sebentar saja "ucap Naira tidak tahan akan sakit di kepalanya


Petugas toilet tersebut menggedor pelan pintu yang Naira gunakan .


"Oh , maaf mba ,saya kira gak ada orang ""jawab petugas tersebut .


Setelah menghabiskan waktu lebih dari 15 menit setelah Ray menghubungi nya tadi Naira pun mencoba membersihkan hidung nya agar tidak keluar darah lagi.


Di rasa sudah cukup kuat untuk berjalan naira pun mencoba memaksakan kakinya untuk melangkah keluar dari kamar mandi tersebut.


Wajah pucat nya sangat merubah tampilan wanita itu . hampir semua orang menatap Naira kasihan


"Ya tuhan sakit apa dia ""


"Semoga di beri kesembuhan ya ,""


Naira hanya melewati mereka , naira mengambil masker nya yang ada di dalam tas nya dan memakai nya agar wajah pucat nya tidak terlihat oleh Ray


"Nai ""panggil Ray melihat Naira baru saja keluar dari kamar mandi.


"Mas naira mau langsung pulang saja , nanti Naira kabari mas Revan ""ucap Naira mendapat anggukan dari Ray


"Baik lah ""jawab Ray menggenggam tangan Naira , dingin itulah yang Ray rasakan dari telapak tangan Naira.


"Apa kamu kurang enak badan .kenapa harus memakai masker ? ""tanya Ray meniup tangan Naira agar sedikit menghangat.


"Hemmm...tidak mas lagi pengen aja "jawab Naira.


"Tangan mu dingin sekali ""ucap Ray menggosok tangan nya di tangan Naira untuk menyalurkan kehangatan dari dirinya.


"Mungkin karena AC mas ""jawab Naira singkat.


dan mendapat anggukan dari Ray ,


mereka pun memasuki mobil dan meninggalkan tempat itu ,menuju rumah mereka .

__ADS_1


Di dalam perjalanan Naira meminta izin untuk tidur , walau sebenarnya Ray ingin menanyakan sesuatu tadi iya tidak bisa memaksa Naira.


"Tidur lah ""ucap Ray mengelus kepala istri nya itu.


Naira pun mencoba memejamkan matanya di samping Ray.


"Kenapa tidak membuka masker nya .apa tidak membuat nya sesak ""Ray pun membuka masker yang menutup sebagian wajah istrinya itu


Alangkah terkejutnya iya melihat wajah Naira bengitu pucat bahkan bekas darah pun terlihat di sana


Naira tersadar dan melihat kearah suaminya itu.


"Hanya mimisan sedikit mas "ucap Naira tersenyum melihat suaminya itu.


"Kenapa tidak bilang dari tadi , biar kita bisa meminta obat nya kepada dokter ""ucap Ray panik


"Gak papa kok ,naira udah punya obatnya di rumah ""ucap Naira tersenyum menyakin kan Ray.


"Apa kamu sakit nai ""tanya Ray merengkuh wajah Naira.


Naira menggeleng kan kepala nya


Ray terus menambah kecepatan mobil nya, agar cepat sampai ke rumah mereka .


hanya dalam waktu 20menit saja mereka berdua sudah sampai.


Ray menolong Naira untuk keluar dari mobil tersebut ,dan menuntun Naira untuk masuk kedalam rumah,


"Hati hati ""ucap Ray membantu Naira berbaring,


"Di mana obat nya Nai ? ""tanya Ray pelan kepada Naira


Naira menunjukkan laci meja di samping nya ,


Ray sengera mengambil nya dan memberikan kepada Naira 'naira mengambil dua butir kapsul dan meminum nya .


"Istirahatlah ""ucap Ray menyelimuti tubuh wanita itu.


Naira mengangguk dan menutup mata nya , mungkin karena efek obat yang Naira gunakan membuat Naira sudah tertidur pulas di samping laki laki itu ,


"Apa yang kamu sembunyikan dari ku nai ""batin Ray menggenggam tangan istrinya itu


Ray mengambil botol obat tersebut dan membacanya dengan teliti '


"Hanya vitamin , apa benar jika tadi hanya mimisan biasa ""Ray mengambil 2butir Kabsul tersebut dan mengantongi nya, pandangan nya


melihat kearah wanitanya itu.


"Ya Allah semoga benar jika itu hanya mimisan biasa saja , sama yang Naira katakan kepada ku ""ucap Ray sendiri dan melangkah keluar dari kamar Naira,


Ray mencoba menghubungi kenalannya yang berprofesi sebagai dokter dan meminta nya untuk memeriksa obat tersebut .


Setelah itu Ray menghubungi Alex jika hari ini iya tidak bisa kekantor,


"Bi ijah ... tolong bikinkan bubur untuk Naira ""ucap Ray


"Apa nak Naira sedang sakit tuan ""tanya bi Ijah khawatir


mendapat anggukan dari Ray,


"Ya Allah nak Naira , semoga nak Naira cepat sembuh ya tuan ""ucap bi ijah


"Terimakasih Bik ""ucap Ray tersenyum membuat bi Ijah terharu , sekarang tuan nya sudah menjadi pria baik dan ramah .


"Sama sama tuan ""ucap bi ijah berpamitan kepada Ray untuk membuat bubur untuk Naira....


Bersambung......


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader

__ADS_1


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πŸ™‚


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


__ADS_2