"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
98. Cemburu yang berlebihan (extra prat)


__ADS_3

Naira terlihat sedang memakaikan baju putranya , ya karena mereka hari ini akan menjenguk ifangka disana sekalian mengantarkan sarapan pagi untuk Ray .


"Sayang . sudah siap ? "tanya tuan Winarto melihat menantu dan cucunya itu masih duduk di meja makan karena beby Zidane masih memakan buburnya .


"Bentar lagi opa "ucap Naira tersenyum .


"Ya udah mama kamu juga masih siap siap .papa panasin mobil dulu ya "


"Iya pa " Naira kembali menyuapi Zidane sampai bubur itu habis .


"Alhamdulillah , kenyang ya sayang nanti makan lagi ya " ucap Naira sambil mengelap bibir bayi kecil itu yang sedang mengoceh dengan bahasa nya sendiri .


"Nai sini biar mama yang jagain Beby Zidane . sana gih ganti baju "ucap nyonya Monica yang baru keluar dari kamar .


"Iya ma ."


"Sekalian Naira mau siapin baju buat mas Ray "mendapat anggukan dari nyonya Monica .


Naira pun membuka pintu kamar nya dan bergegas membersihkan diri nya dan bersiap siap untuk menjenguk ifangka .


"Mas ray mau di bawain baju apa nya ? , Naira membuka koper yang ada di kamar itu .


"Ini aja deh "Naira mengambil baju kemeja berwarna putih dan celana jeans selutut berwarna crem untuk suaminya itu .


Naira sedikit memoles wajah nya dengan sedikit makeup agar terlihat lebih segar dari sebelumnya


Setelah memakai jilbab nya Naira memeriksa ponselnya dan membuka pesan dari suaminya itu dan beberapa dari sahabatnya .


"Ifangka sudah bangun jam 7 tadi sayang ..


"Aku sudah menyampaikan nya kepada Ifangka "


"Baiklah terimakasih "tulis Naira mengirimkan pesan itu kepada Ray .


Setelah selesai dengan urusan menyiapkan semua keperluan suami dan anaknya Naira keluar dari kamar dan mendapat senyuman dari nyonya Jenni .namun pandangan mereka tertuju kepada Alex yang sudah rapi dengan pakaian kantor .


"Ma ... aku berangkat dulu "ucap Alex yang baru saja keluar dari kamar nya .


"Koko gak ikut jenguk mba ifangka ? "tanya Naira mengalihkan perhatian pria tampan itu .


"Koko bukan tidak berterimakasih kepada ifangka , tapi Koko ada meeting hari ini gak bisa di batalkan nai .. lagian kan udah ada mama sama papa juga "ucap Alex mendekati adik perempuan nya itu .


"Ya sudah .. sana berangkat "usir Naira sambil tersenyum manis kepada laki laki itu , Alex pun meninggalkan kecupan di kening Naira .


"Kenapa kelakuanmu dan Ray bisa mirip sih .. menyebalkan "ucap Alex tertawa kecil melihat ekspresi adik perempuan nya itu yang berubah cemberut .


"Ya ..ya aku pergi dulu , Bey Bey hati hati kabari aku jika ada masalah " ucap Alex menyalimi semua yang ada di sana.


"Tolong jaga keponakan ku ini "Alex meninggalkan kecupan manis kepada beby Zidane . beralih pada nyonya Jenni . tuan gio dan menyalimi nyonya Monica dan tuan Winarto .


"Aku berangkat " mendapat anggukan dari mereka semua yang ada di sana .


Setelah sarapan bersama . mereka pun berangkat untuk menjenguk ifangka di rumah sakit dengan satu mobil .


Didalam perjalanan mereka sering tertawa kerena ulah beby Zidane yang semakin lincah dalam berbicara walau mereka tidak mengerti apa yang sedang di ucapkan oleh Beby kecil itu .


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam akhirnya mereka telah sampai dengan selamat .


Naira terlihat menggendong Zidane , dan tuan Winarto membawa tas yang Naira bawakan untuk Ray . sedang kan nyonya Jenni memengangi tangan suaminya yang sudah memakai tongkat untuk berjalan itu .


"Assalamu'alaikum "ucap tuan Winarto membuka pintu kamar itu . dan pandangan mereka tertuju kepada Ray yang sedang memengang kepala Ifangka dengan tangan kiri nya dan tangan kanannya memengang gelas untuk Ifangka meminum obat nya . tentu itu membuat perasaan janggal untuk Naira .


"Bukankah ada suster yang bisa membantu ifangka . kenapa harus Ray "batin nyonya Jenni memandang kedua orang yang ada di depan mereka itu


" Ma .. pa .. sayang , kalian baru datang "


"Hayo masuk .. Ifangka baru saja selesai sarapan . dan Sudah minum obat "jelas Ray menghampiri mereka dan mengambil alih Beby Zidane dari gendongan Naira .


"Hemm ..


"Bangai mana keadaan kamu nak ifangka, apa sudah lebih baik ? "tanya nyonya Monica .


"sudah Tante , sudah sangat baik "Jawab ifangka tersenyum kepada mereka .


"mba ifangka terimakasih nya kemarin mba ifangka sudah melindungi Zidane . saya berhutang nyawa kepada mba ifangka "ucap Naira dengan tatapan sedih mengingat kejadian kemarin .


"gapapa nai , sudah kewajiban aku untuk melindungi Zidane , jangan berlebihan seperti itu "ucap ifangka tersenyum kepada Naira .


"Sama saja "Naira memeluk tubuh wanita itu yang sedang duduk . membuat mereka semua tersenyum melihat sikap hangat Naira untuk Ifangka


"Makasih ya mba ..Naira janji bakalan jagain mba ifangka sampai sehat lagi "ucap Naira tersenyum.mendapat anggukan dari ifangka .


"Terimakasih nai " dan nyonya Jenni dan tuan gio pun mengucapkan terima kasih kepada ifangka karena sudah menyelamatkan cucu kesayangan mereka .


Di sofa kamar itu .Ray terlihat sedang menyantap makanan yang Naira bawakan untuk nya sambil menggendong Zidane , tuan Winarto pun menghampiri papa dan anak itu .


"Nanti malam suruh oktras saja yang menemani ifangka "ucap tuan Winarto kepada Ray .Ray menggangukan kepalanya


"Apa kamu libur hari ini ? "Ray menggangukan kepalanya lagi


"Ada Marko yang menghendel nya pa "Jawab Ray .


"Harusnya tidak melakukan tindakan itu "ucap tuan Winarto membuat Ray mencerna ucapan papanya itu .


"Seolah kamu berprilaku berlebihan kepada ifangka . apa kamu tidak memikirkan perasaan Naira ? "tanya tuan Winarto menasehati putranya itu .

__ADS_1


"Naira pasti memahami nya pa . apa lagi ifangka sudah bertaruh nyawa nya untuk Zidane " Jawab Ray tidak terima dengan tuduhan tuan Winarto itu .


"Terserah apa pendapat mu , papa tidak mau lagi jika nanti malam kamu yang menjaga ifangka "ucap tuan Winarto tegas membuat Ray tidak bisa berkata lagi .


Setelah mengobrol lumanyan lama .. mereka pun harus memberi waktu bagi ifangka untuk istirahat . kedua keluarga itu memilih untuk kembali ke rumah mereka masing-masing . karena di sana sudah ada bi oktras jadi Ray bisa meninggalkan Ifangka dengan bi oktras .


"Sayang ,..


"Naira ...


"Nai ...


Naira masih sibuk mengotak-atik ponsel nya . tidak mendengarkan ucapan suaminya itu .


"Ada masalah ? "


"Iya ..


"Ada apa ?


"Aku cemburu "ucap Naira menatap wajah suaminya itu . membuat Ray gemas sekali dengan wanita itu yang menurutnya lebih blak -blakan saat ini .


Ray menaruh Zidane di troli bayi karena Beby Zidane sudah tertidur di gendongan nya .


Ray kembali melihat sikap istri kecilnya itu .Ray pun memeluk tubuh wanita itu dengan sayang . Naira hanya terdiam tanpa membalas pelukan suaminya itu .


"Istri ku cemburu ? "ulang Ray namun Naira hanya menatapnya Tampa berkata apapun .


"Baik lah maaf .. semalam aku ingin pulang karena ada Marlo dan Marko di sana . tapi karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan dengan mereka jadi kami memilih untuk menjaga ifangka sambil menyelesaikan pekerjaan .


"Aku ngantuk sekali karena kami tidak tidur semalaman "ucap Ray sambil menyenderkan kepalanya di bahu Naira . karena tidak ada reaksi dari Naira Ray kembali mengangkat kepalanya menatap wajah istrinya itu yang hanya terdiam .


" Sayang bicaralah . kenapa diam saja ? "


"Naira mau ngomong apa ? " tanya Naira mengambil tas selempang nya dan mengambil troli bayi laki laki itu dan mendorong nya. meninggalkan Ray yang sedang duduk di bangku tunggu itu .


Ray langsung mengikuti langkah istrinya itu dan mengambil alih troli bayi itu Dan tangan kanannya menggenggam tangan Naira .


"Aku gemas sekali jika kamu sedang cemburu "sambil mengecup pipi perempuan itu . Naira pun mencubit pinggang Ray karena banyak orang yang berada di sana . membuat Ray semakin gemas .


"sakit tahu sayang "ucap Ray meringis membuat Naira sedikit tersenyum kecil . Ray pun membawa mereka menuju taman yang berada tak jauh dari sana .


Naira berdecak kagum melihat taman Serapih itu bahkan bunga bunga nya sangat terawat dan bersih .


"biar aku yang gendong Zidane nai "ucap Ray mengambil alih Beby Zidane dari gendongan Naira, karena Zidane sudah terbangun dari tidurnya itu .


"anak papa udah bangun tidur "ucap Ray sambil mencium pipi tembem putra nya itu . Beby Zidane hanya tertawa dan langsung mengoceh senang karena Ray menggendong nya . membuat Ray dan naira tersenyum akan hal itu .


Naira dan Ray memilih sebuah bangku yang di di teduh kan sebuah pohon besar di atasnya .


Beby Zidane terlihat bahangia sekali dia tidak berhenti untuk mengoceh dengan bahasa nya sendiri membuat Ray dan Naira ikut tertawa melihat tingkah putra mereka itu .


"Iya ..


"Sayang mau makan apa ? "


"Naira pengen seblak mas , ada gak nya ?"ucap Naira membuat Ray mengulang ucapan istrinya itu .


"Memangnya ada ? "Naira menggelengkan kepalanya .


"Ya sudah aku cari dulu "Ray pun meninggalkan tempat itu menuju tukang jualan jajanan disana. dan mencari pesanan Naira itu .


Ray kembali Dengan membawa dua mangkuk di tangan nya .dan menyodorkannya di hadapan Naira . membuat Naira berbinar seketika melihat makanan yang sangat Naira suka itu .


"Makasih .. mas tahu tempat ini ? " Ray menggangukan kepalanya .


"Sering kesini ? "


"Iya


. tapi dulu " Naira menggangukan kepalanya mengerti .


"Owoh ..


"Sayang mama sama papa makan dulu nya "ucap Naira mendapatkan ocehan dari pria kecil itu membuat Ray tertawa kecil .


"Nak jangan seperti mama nya. mama mu itu cerewet sekali "ucap Ray membuat Naira cemberut , Ray seketika tertawa cekikikan menggoda wanita itu .


"Tapi papa sangat mencintai mama mu "seketika membuat wajah Naira tampak ke kemerah merahan merona karena gombalan suaminya itu .


"Sayang .. lihat ada apa dengan wajah mu ."Ray mengusap pipi Naira yang memerah .Naira malah mencubit pinggang Ray membuat Ray semakin menggoda wanita cantik itu .


"Kamu cantik jika sedang malu " Naira memalingkan wajahnya dan segera menyantap makanan yang ada di depannya itu .


Naira baru saja menghabiskan seblak itu namun getaran ponsel membuat Naira mengalihkan pandangan . dan mengambil benda pipih itu


"Siapa " batin Naira melihat nomor yang tidak ada namanya itu . Naira pun membuka pesan itu .


Pesan itu melihat kan sebuah potret antara Ray dan ifangka dan ada Alex Marko dan Marlo dan beberapa wanita disana . di jelaskan jika potret pertama itu adalah kali pertama Ray dan ifangka bertemu disana . dan potret kedua saat Ray meresmikan hubungan nya dengan ifangka .


dan potret ketiga saat universary mereka yang pertama kerena memang Ifangka menyukai taman " Naira melihat sekeliling nya . sama persis dengan gambar yang di kirim oleh seseorang itu .


" Siapa ? " tanya Ray memperhatikan Naira yang berubah serius .


"Tidak ... "Naira tersenyum simpul kearah Ray .

__ADS_1


"mas Ray sering kesini ?


"iya tapi dulu "


"bolehkah aku tidak percaya dengan pesan ini . tapi kenapa seolah mas Ray membenarkan adanya kenangan indah bersama mba ifangka disini " batin Naira tersenyum pilu , Naira memasukan ponsel nya .


" Aku udah mas . kita pulang nya " ucap Naira


"kenapa buru buru . kita belum jalan jalan di sini lo sayang , disini kan pemandangan nya bagus "ucap Ray menatap wajah wanita itu .


"Ya sudah Kalo mas mau tinggal di sini , kami mau pulang "ucap Naira bangkit dari duduknya .


"Ya gak gitu sayang .. ya udah deh aku bayar dulu "Ray tidak bisa menolak lagi dengan ekspresi Naira yang seperti itu .


Di dalam perjalanan pulang Naira sama sekali tidak berbicara dengan Ray . karena Naira lebih banyak mengajak Zidane berbicara , walau Ray sering mengajaknya bicara .


Sikap Naira ini membuat Ray sedikit kesal . tapi tidak mungkin kan Naira bersikap seperti itu jika tidak ada penyebabnya .


"Aku ingin pulang ke rumah mama saja mas "ucap Naira yang melihat persimpangan jalan antara rumah mereka dan rumah nyonya Jenni .


"Kita punya rumah . kenapa harus pulang ke rumah mama "jawab Ray lembut .


"Baju baju kita masih di rumah mama kan "ucap Naira dengan nada lirih karena Naira menahan tangisnya .


Ray tidak menjawab . Ray kembali fokus karena iya ingin cepat sampai di rumah mereka . kerena bingung dengan sikap Naira itu .


sesampainya mereka di rumah Ray menggendong Zidane sedang Naira membawa tas ransel yang di bawa tadi .


Ray langsung memberikan Zidane kepada bi Ijah . menyuruh bi ijah menemani Zidane sebentar karena Ray ingin berbicara dengan Naira sebentar .


"Hayo keatas " ucap Ray menatap mata teduh itu dengan perasaan campur aduk .


Naira mengikuti langkah pria itu dan bergegas masuk kedalam kamar . Ray terlihat mengunci pintu kamar itu dan melihat Naira yang menaruh tas Selempang nya .


"Tidak semua masalah terselesaikan dengan cara diam sayang "


"Tolong bicara soal apapun yang menggangu pikiran mu " Naira menundukkan kepalanya . namun matanya sudah memanas karena Ray berbicara dengan nada seperti itu .


"Tolong katakan sesuatu , agar aku mengerti apa yang membuat kamu mendiamkan aku "ucap Ray lagi dengan suara yang terdengar berat .


"Tidak ada "ucap Naira sedikit bergetar menahan air matanya .


Ray mendorong pelan Naira hingga Naira menyentuh lemari di belakangnya .


"Katakan sesuatu .. aku mohon " ucap Ray lagi . suara Isak tangis wanita itu membuat Ray tidak mengerti .


Ray pun mengambil botol parfum di sebelah Naira dan membanting nya hingga pecah membuat Naira takut .


Naira menatap wajah suaminya itu ,


"Aku tidak bisa mendengar tangisan mu sayang . karena itu membuat aku merasa gagal untuk membahagiakan mu , tapi kenapa kamu tidak pernah mengerti "ucap Ray frustasi mengacak rambutnya . Nair terduduk sambil menangis karena Ray semarah itu .


"Ray memeluk tubuh wanita itu dan mengucapkan kata maaf karena telah membuat Naira takut .


"Maafkan aku "ucap Ray sambil mencium kening Naira . Naira masih menangis karena sikap suaminya itu .


"Katakan sesuatu , agar aku bisa mengerti kanapa kamu mendiamkan ku "tanya Ray lagi merengkuh wajah wanita itu .


"Mas Ray masih mencintai mba ifangka kan "ucapan itu keluar bengitu saja dari mulut Naira .


"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu ? "


"Di rumah sakit , dan saat mba ifangka di nyatakan mengalami gangguan kejiwaan , dan taman tadi "ucap Naira tersenyum simpul kearah Ray.


"Itu...


"Aku tidak ingin jika kamu merasa bersalah kepada ifangka , dari itu aku merahasiakan nya " Naira melepaskan tangan Ray dari wajahnya .


"Iya memang benar taman tadi adalah tempat yang pernah aku lewati dengan ifangka . tapi sedikit pun aku tidak bermaksud untuk mengingat kembali masa lalu dengan membawa kamu dan Zidane kesana , percaya pada ku "


"Lalu , bukan lah banyak taman yang lain . kanapa mas Ray mengajak kami kesana ?"tanya Naira menghapus air matanya dan menatap wajah suaminya itu


"Apa ? ,


"Karena mas Ray masih mencintai mba ifangka kan "


Ray mencium bibir wanita itu dengan perasaan marah karena Naira menuduhnya seperti itu .


Naira memberontak namun Ray mengunci pergerakan Naira hingga Naira tidak bisa melakukan apapun .


Ray pun tidak bisa menahan air matanya sedih melihat sikap istrinya itu . Ray tahu Naira sedang cemburu tapi kenapa harus berpikir seperti itu .


Ray merubah ciumannya menjadi lebih lembut karena Ray tahu jika Naira tersakiti dengan perlakukan kasarnya itu .


hingga mereka berdua terhanyut dalam bentuk menyampaikan hasrat mereka berdua , untuk mendinginkan hati mereka yang sedang berada di kesalah fahaman .


setelah selesai dengan urusan mereka . Ray memeluk tubuh wanita yang berada di satu selimut dengan nya itu dengan lembut dan memberikan kecupan manis kepada Naira .


"di hati ku hanya ada kamu sayang . tidak ada yang lain , aku berani bersumpah akan hal itu "ucap Ray sambil mencium bibir wanita itu lagi . Naira mencari kebohongan dari mata laki laki itu namun tidak menemukannya .


Naira pun membalas pelukan suaminya itu . ada perasaan bersalah karena telah menuduh Ray dengan prasangka nya itu .....


Bersambung ...


Assalamu'alaikum ☺️

__ADS_1


Hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya like'komentar


terimakasih semoga terhibur ☺️🙏🏻


__ADS_2