"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
77 . Mengingat


__ADS_3

...----------------...


"Istri ""ulang Ray mendapat anggukan dari Naira .


Ray menatap wajah wanita itu dengan perasaan dalam , Naira membalas tatapan mata yang terpancar aura tegas itu .


"Apa kamu mengingat sesuatu ?""tanya Ray kepada Naira , Naira masih belum mengalihkan pandangan dari Ray


tak berselang lama Naira menggangukan kepalanya .


"Apa ? "" tanya Ray


"Dia memanggil nama ku dan memberikan cincin ini ""Naira mencoba mengingat siapa pria yang memberikan cincin itu .


Naira meringis menahan sakit di kepalanya


"Jangan di paksa ,itu akan menyakitimu ""ucap Ray merengkuh wajah wanita itu dengan perasaan sedih .


Mereka saling membisu saling bertukar pandangan , satu sapaan membuat mereka berdua memalingkan dari arah suara itu .


"Sayang ""sapa nyonya jenni yang baru saja datang .


"Mama "


Tante "ucap mereka bersamaan menjawab sapaan itu.


"Ray kamu ada di sini ?""tanya nyonya Jenni, Ray menggangukan kepalanya .


"Ya sudah Ray ada pekerjaan ,Ray keluar dulu ""Ray menatap wajah Naira dengan lembut , setelah itu Ray beranjak dari tempat duduk nya .


wanita cantik itu masih menatapnya Sampai Ray hilang dari pandangan nya .


"Sayang kamu belum mandi ?""tanya nyonya Jenni kepada Naira .


"Naira tadi abis jalan jalan di depan ma , jadi belum sempat mandi ""ucap Naira sambil tersenyum simpul


"Lalu bangai mana ,?


maaf mama tidak bisa menemani mu tadi , karena mama harus antar papa untuk cek kesehatan papa ""nyonya jenni tersenyum .


Naira menggangguk mendengar penuturan mamanya itu .


"Bangaimana kesehatan papa ma .apa sudah lebih baik ?""tanya Naira cemas


"Alhamdulillah sayang papa sudah lebih baik keadaannya ""ucap nyonya jenni tersenyum


"Alhamdulillah " Naira bernafas lega


"Apa mau mandi sekarang ?,


mama akan siap kan air nya ""Naira memengang tangan mamanya itu


"Terimakasih "" ucap Naira tersenyum ,sebenarnya Naira ingin mengatakan sesuatu yang penting kepada mamanya ,namun iya urungkan.


"Kamu anak mama , sudah seharusnya mama akan selalu ada untuk Naira ""ucap nyonya jenni mendapatkan anggukan dari Naira .


....,.....


Dua Minggu berlalu ,Naira sudah bisa berjalan dengan baik ,pagi pagi sekali nyonya jenni harus mendengar kan rengekan dari putrinya itu hanya untuk ikut berbelanja kebutuhan dapur dan peralatan lainnya .


untuk mengurangi rasa bosannya di rumah .


"Baik lah , mama mengizinkan ""Naira menatap mamanya dengan tatapan berbinar .


karena semenjak Naira sadar ,Naira tidak pernah diizinkan untuk melakukan apapun .


Setelah selesai bersiap siap Naira keluar dari kamar itu ,namun pandangan nya tertuju kepada kamar di sebelah nya , dirinya tidak pernah masuk kedalam kamar itu ,rasa penasarannya membuat Naira sedikit mendekati kamar itu ,dan menempel kan telinga nya agar bisa mendengar suara dari dalam .


Namun sayang Naira tidak mendengar apapun karena pintu itu kedap suara .


dengan keberanian Naira membuka pintu itu dengan hati hati , menyembul kan kepalanya untuk mengintip isi kamar tersebut .

__ADS_1


Seorang pria tampan sedang duduk berkuat di depan laptopnya , Naira mengenal pria itu .


Naira mengetuk pintu ya dengan pelan Ray yang sedang fokus hanya mengangguk saja , mempersilahkan masuk Tanpa melihat siapa orang yang memasuki ruangan nya .


Naira jalan perlahan mendekati pria itu ,dan mengintip dari kejauhan tampak laki laki itu sedang tidak bisa diganggu ,Naira mencabikan bibirnya


"Sok sibuk ""omel Naira pelan .


"Taruh saja kopi nya di meja saya""ucap nya Tampa mengalihkan pandangan .


"Aku bukan bi Ijah ""Ray terhenyak mendengar suara itu .


"Naira sedang apa disini ?"tanya Ray masih kanget melihat Naira ada di depan nya .


"Aku penasaran dengan ruangan ini Jadi aku masuk .


kamu bekerja seperti ini juga ?


"Naira hampir membalikan tubuhnya untuk menjelajahi seluruh ruangan itu. dengan sigap Ray menarik tangan wanita itu hingga terjatuh di dalam pelukannya .


Ray mengunci Naira dalam pelukannya ,di depan mereka ada Poto pernikahan yang terpajang dan beberapa Poto saat mereka sedang berlibur di Bali waktu itu , menghiasi ruangan itu .


"Ada apa ?. lepas kan aku ""Naira meronta agar Ray melepaskan pelukan nya .


"Tidak ada ,kamu sudah rapi mau kemana ?""tangan Ray menidurkan sebuah Poto Naira di depan nya , dan melepaskan pelukan nya .


Naira menatap tajam kearah suaminya itu .


Karena merasa ada yang di sembunyikan dari dirinya ,Naira seketika membalikan tubuhnya menghadap kebelakang sehingga pandangan nya langsung tertuju pada Poto berjejer rapi di tembok ruangan itu. dan ada sofa ,televisi dan lemari yang di tumpuki buku buku tebal ,


"Sudah saatnya Naira mengetahui semua ini "Ray pun mengikuti langkah wanita itu .


Naira terlihat berkerigat memperhatikan Poto Poto yang ada di depan nya itu , setelah itu menatap wajah suaminya .


"Maafkan aku "Naira masih bungkam , Naira menyentuh sebuah potret mereka berdua saling berpelukan mesra di sebuah pantai ,


Naira seketika memengang kepala nya yang terasa sakit .


"Sayang jangan di paksakan ""ucap Ray mendekati wanita itu ,


Semenit kemudian Naira pingsan , Ray langsung menangkap tubuh ramping wanita itu,agar tidak terjatuh ke lantai .


"Sayang tolong bangun jangan seperti ini ""ucap Ray lirih sambil menepuk pipi Naira agar membuka matanya ,


Karena takut terjadi sesuatu kepada Naira Ray langsung membopong tubuh wanita itu berlari untuk membawanya ke rumah sakit .


"Ray kenapa ?"" saat nyonya jenni sedang duduk sambil menunggu Naira turun dari kamar nya .


"Ma kita kerumah sakit ""ucap Ray , nyonya jenni langsung mengikuti langkah Ray yang terburu-buru .


Ray langsung meminta kunci mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.


"Ray apa yang terjadi nak ?""tanya nyonya Jenni dengan nada panik kepada Ray


"Ray tidak bisa menjelaskan nya sekarang ma""ucap Ray pelan masih menambah kecepatan mobil nya .


Setelah sampai di sana 'ray langsung membopong tubuh wanita itu lagi sampai mereka memasuki ruangan dokter Diana ,


"Tolong periksa istri saya dok ""ucap Ray menarik nafas panjang mengingat Naira Manahan sakit tadi .


Dokter Diana langsung menangani Naira , mengecek keadaan wanita itu .


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan ini awal yang baik ""dokter Diana meminta suster untuk memasang infus untuk Naira .


dan melangkah keluar dari ruangan itu di sambut dengan wajah khawatir dari Ray dan nyonya Jenni ,


"Bangaimana keadaan istri saya dok ?""tanya Ray


"Semua nya sudah lebih baik tuan kemungkinan besar nona naira sedikit demi sedikit sudah mengingat semuanya ""ucap dokter Diana ,Ray bernafas lega mendengar penuturan itu .


"Alhamdulillah " nyonya jenni tersenyum bahagia mendengar perkembangan kesehatan Naira

__ADS_1


Dokter Diana terus menjelaskan semua nya kepada Ray dan nyonya Jenni tentang keadaan Naira ,


mereka pun masuk kedalam ruangan itu


dokter Diana akan menunjukkan hasil USG dari bagian otak Naira ,untuk mengetahui perkembangannya kepada Ray.


Alex terlihat berlari menuju ruangan Naira karena tadi mendapat kabar jika Naira pingsan dan di larikan ke rumah sakit .


"Apa yang terjadi dengan adikku "Alex bertanya dengan tatapan sengit kepada Ray


"Al ,jangan seperti itu ,Naira baik baik saja bahkan kata dokter Naira sudah hampir mengingat semua nya ""nyonya jenni mengelus pundak putra sulungnya itu .


"Benar kah ma ,,oh syukur lah aku panik sekali tadi mendengar kabar jika Naira pingsan ""Ray mengusap wajah nya lega .


...........


Naira terlihat menggercap gercapkan matanya ,


tangan nya terasa hangat dengan sentuhan lembut dari Ray karena nyonya jenni sedang berpamitan untuk sholat zhuhur , tinggal lah Ray disana .


"Sayang kamu sudah sadar "" Ray Mengecup tangan wanita itu dengan sayang.


"Dimana aku ?""tanya Naira kepada Ray.


"Kamu sedang di rumah sakit , apa masih terasa pusing aku akan panggilkan dokter ""tawar Ray


Naira menggeleng , semua ingatan nya sudah kembali


"Kalian membohongi ku ""ucap Naira lirih .


"Demi kebaikan mu aku tidak ingin membebani mu dengan hubungan kita ""ucap Ray sungguh sungguh.


"Kenapa tidak jujur saja agar aku cepat mengingat nya kamu ingin mengembalikan aku kepada keluarga ku ""ucap Naira meneteskan air mata .Ray menggeleng .


Naira meraba perut nya yang rata ,dan menatap wajah suaminya itu ,


Ray membawa perempuan itu kedalam pelukannya ,Naira mulai terisak managis mengetahui jika mereka kehilangan calon buah hati mereka .


"Maafkan aku tidak bisa menjaga kalian ,aku sudah gagal ""ucap Ray lirih mengeratkan pelukan mereka .


Naira terdiam , mengingat ucapan yang Alex jelas kan kepala Ray waktu itu .


"Apa Abah dan Mak pernah berkunjung menjenguk ku ?"" tanya Naira dengan mata berkaca-kaca ,rasa rindu nya menyeruak begitu saja


"Iya Mak sama abah pernah menjenguk mu beberapa bulan yang lalu ""ucap Ray mengelus kepala istri nya itu ,


"Aku merindukan mereka ""ucap Naira sudah berlinang


"Aku sudah mengabari Mak dan Abah jika kamu sudah sadar , mereka akan berkunjung jika mereka tidak sibuk lagi ""ucap Ray menguatkan Naira


"Tolong beri aku nasehat bangai mana aku menghadapi semua ini ? aku merasa ini sangat sulit untuk ku lewati ""ucap Naira menunduk .


disisi lain Naira bahagia bisa bertemu dengan orang tuanya kandung nya


tapi mengingat alasan papanya membiarkan dirinya pergi , hatinya terasa di cubit . sakit !!


"Sayang memang ini terlalu rumit .aku hanya bisa memberikan dukungan kepada mu aku akan selalu bersama mu ,apa pun yang menjadi keputusan mu nanti '"ucap Ray kembali memeluk wanita itu .


"Maafkan aku ini semua karena salah ku, terlalu jauh melibatkan mu ""jika saja Naira tidak menjadi korban dari delfano mungkin mereka tidak melewati jalan tersebut .


"Tapi aku tidak akan membiarkan mu pergi dariku kamu tetap istri ku sampai kapanpun "Naira terisak mendengar penuturan Ray


"Aku mencintaimu sayang , tidak ada lagi pernikahan kontrak diantara kita ,kita akan hidup bahagia,dan menjadi ayah dan ibu untuk anak anak kita ""ucap Ray mengecup bibir yang sangat iya rindukan ,rasa manis yang menjadi candu nya sekarang bisa iya rasakan lagi .


Naira tersipu mendapat perlakuan seperti itu , mereka sedang berada di rumah sakit , Bangai mana jika ada orang lain melihat mereka nanti ...


Bersambung ......


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader

__ADS_1


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πŸ™‚


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


__ADS_2