"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
87 . Membuat mu cantik


__ADS_3

...----------------...


Ray baru meletakkan kantong belanjaan nya di atas meja , Naira yang melihat itu langsung mendekati suaminya itu .


"Susunya coklat semua nya mas ?"


"Iya . " Ray memanggil bi Ijah untuk meletakkan isi dari kantong belanjaan itu pada tempat yang semestinya .


"kenapa sayang ?"


"Sebenarnya Naira lebih suka rasa stroberi si . tapi tidak apa apa .


mas juga sudah membeli nya kan " sebenarnya itu adalah ungkapan protes dengan cara halus untuk suaminya itu .


"Tidak mungkin di kembalikan kan sayang ? "Ray mulai kesal dengan protes itu.


"Tidak usah ,Naira akan meminum nya "" ucap Naira tersenyum melihat ekspresi wajah suaminya itu ,


Ray berjalan membawa gelas di tangan nya untuk membuat kan susu untuk ibu hamil itu .


setelah selesai Ray menyuguhkan di hadapan Naira ,Naira dengan cepat menghabiskan satu gelas susu itu .


"Katanya tidak suka . lihat ,,hanya dalam hitungan detik dia sudah menghabiskan satu gelas itu 'huh "Ray menggeleng


"Mau lagi "" ucap Naira bersemangat


"Tidak boleh ,nanti sore lagi nya " tolak Ray


Naira menggangguk mendengar penuturan suaminya itu .


Hari Minggu ini Ray terlihat sedang fokus di depan laptopnya .


Naira sesekali melirik ke arah suaminya itu .


"Hemm " Naira memengang tenggorokannya ,Ray mengerti akan itu .


"Sebentar lagi sayang " Ray tidak mengalihkan pandangan .


Setelah tiga puluh menit akhirnya Ray menyelesaikan pekerjaan nya , Ray langsung melihat kearah istrinya itu .


Terlihat Naira sedang tertidur pulas di dalam selimut itu .


"Bukan kah AC nya tidak di hidupkan , kenapa memakai selimut si ,apa tidak panas ?""Ray berjalan mendekati wanita itu .


Menurunkan selimut yang menutupi seluruh tubuh Naira , Ray menyibakkan rambut yang menutupi sebagian wajah istrinya . dan memberikan sebuah kecupan manis di dahinya .


"Maaf , pekerjaan ku banyak sekali dalam Minggu ini " Ray mengelus perut yang sudah membesar itu ,


Ray juga memberikan sebuah ciuman di perut wanita itu .


Suara dering telepon membuat Ray mengalihkan pandangan nya tertuju kepada ponselnya yang ada di nakas meja kerja nya .


"Tante Melli " Ray menekan tombol hijau untuk menerima panggilan itu .


"Ray " sapa orang di sebrang sana


Ray mengingat suara ini .


"Ifangka " jawab Ray dengan Tegas


"Terimakasih , berkat bantuan mu aku sekarang bisa sembuh "ucap ifangka sembari terisak


"Berterimakasih lah kepada Naira , karena aku melakukan nya demi istri ku ""


"Kau sangat mencintainya " ifangka tertawa kecil


"Ya sudah ,jika diizinkan aku ingin berterimakasih langsung kepada Naira , jika di izinkan "ulang ifangka masih terisak


"Untuk sekarang ,aku belum mengizinkan nya "Ray memikirkan perasaan istrinya , takut jika Naira akan memikirkan semua hal tentang kecelakaan itu . apa lagi emosi Naira masih labil karena kehamilan nya .

__ADS_1


"Kapan pun kamu mengizinkan nya Ray .


aku sangat menyesal Ray ,aku ingin meminta maaf langsung kepada Naira . sungguh hanya itu ""perkataan ifangka masih tidak membuat Ray percanya , Bangai mana pun ifangka pernah tidak memiliki hati sampai hampir membuat Naira kehilangan nyawa nya .


"Fokus saja dengan kesehatan mu disana , aku banyak urusan ""Ray langsung mematikan sambungan telepon mereka .


"Ray merebahkan tubuhnya di samping Naira ,dan memeluknya secara posesif, tidak ingin jika Naira meninggalkan nya walau hanya tertidur di samping nya Tanpa menyapa sama seperti dulu . tidak ! ,Ray tidak mau.


Naira pun membuka matanya perlahan , pandangan nya tertuju kepada pria tampan yang akan menjadi ayah dari anak anak nya itu , Naira tersenyum melihat Ray menatap wajah nya .


"Sudah selesai ?


"Hemm ,,maaf Minggu ini aku sering menelantarkan mu dan anak ku " ucap Ray sambil berkekeh kecil tangan nya mencubit pipi Naira dengan gemas .


"Naira bosan "ucap Naira memelas


"Kamu ingin jalan jalan ""Naira menggelengkan kepalanya


"Ingin makan makan ?"Naira masih menggeleng .


"Lalu ?"


"Membuat mas Ray cantik " ucapan itu dengan polosnya keluar dari mulut wanita itu .


Ray melotot kan kedua mata mendengar penuturan Naira barusan ,


"Tidak mau !"


"Kenapa , tidak mau ?"


"Kenapa masih bertanya !


aku laki laki mana mungkin memakai dandanan , yang benar saja!


"Naira tidak membantah lagi namun ekspresi wajah nya terlihat menyedihkan sekaligus menggemaskan atau itu menjengkelkan ekspresi campur aduk , membuat Ray terpaksa harus mengalah lagi .


"Hanya di kamar saja , kan cuman ada kita berdua disini ""ucap Naira menggercap gercapkan matanya ,


"Apa Naira mendandani pak Rahmat saja , tapikan ayah nya anak ku mas Ray , mengapa jadi pak Rahmat yang bertanggung jawab "curhat Naira tidak jelas membuat Ray gemas sekali .


"Ya sudah "ucap Ray sambil menggigit gigit pipi Naira dengan lembut membuat Naira tertawa lepas karena geli dengan gigitan kecil dari suaminya itu .


"Tunggu sebentar "Naira turun dari ranjang nya menuju meja rias nya , sambil sedikit melompat lompat kegirangan .


"Jangan loncat loncat seperti itu "tegur Ray mengingat Naira sedang hamil saat ini , Naira melihat kan lesung pipi diwajahnya .Ray ingin sekali menghukum wanita itu siang ini ,


Naira mengambil semua alat make up milik nya ,di bawa keatas ranjang tepat di mana Ray berada ,


"Ingat setelah selesai , kamu harus membersihkan nya lagi " ancam Ray membuat Naira tertawa kecil mendengar penuturan suaminya itu .


"Cerewet sekali !" Ray mendengus


Sambil memasangkan semua peralatan make up nya Naira terus saja mengoceh , Ray hanya sesekali membalas ucapan Naira yang masih bersemangat itu .


Setelah dirasa selesai ,Naira mengambil sisir dan ikatan rambut ,


"Mau apa ?"


"Rambutnya harus di ikat ,agar terlihat lebih cantik "ucap Naira dengan tatapan memohon .


Ray menggangguk pasrah ,Naira pun membuat kunciran di rambut suaminya itu sampai lima ikatan .


Naira memberikan cermin untuk suaminya agar Ray bisa melihat hasil kerja keras nya .


Ray ngilu melihat penampilan nya ,


sungguh menjijikkan ""batin Ray melihat dirinya yang berubah menjadi wanita berkumis tipis .


"Sayang kamu cantik sekali ""ucap Naira dengan tatapan berbinar binar , seperti mendapat perhiasan yang sangat banyak .

__ADS_1


Ray ikut tersenyum melihat naira sebahagia itu , Ray mengelus pipi Naira dengan sayang .


"Kamu ingin memotret ku ?"Ray menutup wajahnya.


"Iya nanti jika anak kita lahir , dia akan tau jika papanya itu sangat menyayangi mereka semenjak mereka ada di dalam perut ku "ucap Naira menggangguk anggukan kepalanya ,


"Sayang ,, yang ada nanti anak kita jadi malu melihat papanya seperti ini "ucap Ray meminta teloransi


"Tidak ,, dia kan bangga , percanya pada ku " ucap Naira nyakin , membuat Ray mengumpat dalam hati nya untuk kesekian kalinya .


Naira mengambil beberapa foto dari suaminya ,Naira tidak menyurutkan senyuman manisnya . Ray pun ikut tersenyum .


tok ,, tok ,, tok


Ray dan Naira mengalihkan pandangan mereka tertuju pada pintu kamar mereka .


"Sayang sana bukakan .kamu lihat kan aku berdandan seperti ini ""Naira menggeleng


"Mas saja naira mau beresin ini ""tunjuk Naira di depannya make up yang masih berantakan .


"Sayang ""ray menarik nafas lelah .


"Sayang sana ! "Naira mendorong tubuh suaminya untuk membukakan pintu


Ray dengan langkah cepat membukakan pintu untuk bi Ijah , namun pandangan nya tertuju kepada banyak orang disana .


Mereka pun yang melihat Ray hanya bisa menahan tawa mereka ,agar Ray tidak mengamuk .


"Ray ,, "sapa Alex singkat , namun Ray bisa melihat wajah memerah mereka menahan tawa karena menertawakan dirinya .


"Satu bunyi saja yang keluar dari mulut kalian , ku pastikan kalian tidak bisa bicara lagi ""ucap Ray dingin tanpa ekspresi


Bukannya seram malah sangat menggemaskan di mata para sahabat nya itu .


Tidak berselang lama ,Naira menyembul kan kepalanya dari balik tubuh suaminya itu sambil tersenyum manis kepada para sahabatnya itu .


Kasian ,lucu , menggemaskan itulah yang di pikiran Alex dan Marko sedang kan Ririn dan Ica menggigit bibir bawahnya agar tidak menertawakan Ray saat ini .


"Kalian datang ? tanya Naira kepada sahabat mereka itu .


"Sudah tau kenapa bertanya ! "ucap Ray dengan nada tinggi membuat Naira kanget dan menatap wajah suaminya itu dengan perasaan sedih , bahkan matanya terlihat berkaca-kaca .


Ray menarik nafas panjang , menenangkan diri nya .


"Maafkan aku , aku tidak bermaksud untuk membentak mu ""ucap Ray menghapus air mata Naira yang sudah mengalir membasahi pipi wanita itu .


"Mas Ray marah ?" tanya Naira dengan tatapan sedihnya .


"kamu pasti tau jawabannya sayang "Ray memeluk tubuh munyil yang sedang mengandung anak nya itu .


"Aku tidak akan bisa memarahi mu , maafkan aku ya " Ray mengeratkan pelukannya merasa bersalah karena telah membentak wanita itu .


"Benar kah ?""Ray menganggukkan kepalanya .


"Maafkan aku ""Ray mencium kening istrinya itu . dengan lembut


Ririn dan Ica Baper dengan pemandangan itu , akan kah calon suami mereka nanti akan berprilaku seperti Ray ,.oh my God mereka sangat bersyukur Naira memiliki suami yang sangat sabar meladeni ngidam istrinya nya .


Sedangkan Alex dan Marko ikut memikirkan jika mereka ada di posisi Ray saat ini , akan kah mereka bisa meladeni istri mereka dengan sabar seperti Ray ,,


Entah lah , mereka berharap seperti itu ,...


Bersambung....


Assalamu'alaikum ☺️


Jumat berkah ❤️


Hi reader

__ADS_1


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis 🙂


semoga terhibur ☺️🙏🏻


__ADS_2