
...----------------...
Ray baru meletakkan kantong belanjaan nya di atas meja , Naira yang melihat itu langsung mendekati suaminya itu .
"Susunya coklat semua nya mas ?"
"Iya . " Ray memanggil bi Ijah untuk meletakkan isi dari kantong belanjaan itu pada tempat yang semestinya .
"kenapa sayang ?"
"Sebenarnya Naira lebih suka rasa stroberi si . tapi tidak apa apa .
mas juga sudah membeli nya kan " sebenarnya itu adalah ungkapan protes dengan cara halus untuk suaminya itu .
"Tidak mungkin di kembalikan kan sayang ? "Ray mulai kesal dengan protes itu.
"Tidak usah ,Naira akan meminum nya "" ucap Naira tersenyum melihat ekspresi wajah suaminya itu ,
Ray berjalan membawa gelas di tangan nya untuk membuat kan susu untuk ibu hamil itu .
setelah selesai Ray menyuguhkan di hadapan Naira ,Naira dengan cepat menghabiskan satu gelas susu itu .
"Katanya tidak suka . lihat ,,hanya dalam hitungan detik dia sudah menghabiskan satu gelas itu 'huh "Ray menggeleng
"Mau lagi "" ucap Naira bersemangat
"Tidak boleh ,nanti sore lagi nya " tolak Ray
Naira menggangguk mendengar penuturan suaminya itu .
Hari Minggu ini Ray terlihat sedang fokus di depan laptopnya .
Naira sesekali melirik ke arah suaminya itu .
"Hemm " Naira memengang tenggorokannya ,Ray mengerti akan itu .
"Sebentar lagi sayang " Ray tidak mengalihkan pandangan .
Setelah tiga puluh menit akhirnya Ray menyelesaikan pekerjaan nya , Ray langsung melihat kearah istrinya itu .
Terlihat Naira sedang tertidur pulas di dalam selimut itu .
"Bukan kah AC nya tidak di hidupkan , kenapa memakai selimut si ,apa tidak panas ?""Ray berjalan mendekati wanita itu .
Menurunkan selimut yang menutupi seluruh tubuh Naira , Ray menyibakkan rambut yang menutupi sebagian wajah istrinya . dan memberikan sebuah kecupan manis di dahinya .
"Maaf , pekerjaan ku banyak sekali dalam Minggu ini " Ray mengelus perut yang sudah membesar itu ,
Ray juga memberikan sebuah ciuman di perut wanita itu .
Suara dering telepon membuat Ray mengalihkan pandangan nya tertuju kepada ponselnya yang ada di nakas meja kerja nya .
"Tante Melli " Ray menekan tombol hijau untuk menerima panggilan itu .
"Ray " sapa orang di sebrang sana
Ray mengingat suara ini .
"Ifangka " jawab Ray dengan Tegas
"Terimakasih , berkat bantuan mu aku sekarang bisa sembuh "ucap ifangka sembari terisak
"Berterimakasih lah kepada Naira , karena aku melakukan nya demi istri ku ""
"Kau sangat mencintainya " ifangka tertawa kecil
"Ya sudah ,jika diizinkan aku ingin berterimakasih langsung kepada Naira , jika di izinkan "ulang ifangka masih terisak
"Untuk sekarang ,aku belum mengizinkan nya "Ray memikirkan perasaan istrinya , takut jika Naira akan memikirkan semua hal tentang kecelakaan itu . apa lagi emosi Naira masih labil karena kehamilan nya .
__ADS_1
"Kapan pun kamu mengizinkan nya Ray .
aku sangat menyesal Ray ,aku ingin meminta maaf langsung kepada Naira . sungguh hanya itu ""perkataan ifangka masih tidak membuat Ray percanya , Bangai mana pun ifangka pernah tidak memiliki hati sampai hampir membuat Naira kehilangan nyawa nya .
"Fokus saja dengan kesehatan mu disana , aku banyak urusan ""Ray langsung mematikan sambungan telepon mereka .
"Ray merebahkan tubuhnya di samping Naira ,dan memeluknya secara posesif, tidak ingin jika Naira meninggalkan nya walau hanya tertidur di samping nya Tanpa menyapa sama seperti dulu . tidak ! ,Ray tidak mau.
Naira pun membuka matanya perlahan , pandangan nya tertuju kepada pria tampan yang akan menjadi ayah dari anak anak nya itu , Naira tersenyum melihat Ray menatap wajah nya .
"Sudah selesai ?
"Hemm ,,maaf Minggu ini aku sering menelantarkan mu dan anak ku " ucap Ray sambil berkekeh kecil tangan nya mencubit pipi Naira dengan gemas .
"Naira bosan "ucap Naira memelas
"Kamu ingin jalan jalan ""Naira menggelengkan kepalanya
"Ingin makan makan ?"Naira masih menggeleng .
"Lalu ?"
"Membuat mas Ray cantik " ucapan itu dengan polosnya keluar dari mulut wanita itu .
Ray melotot kan kedua mata mendengar penuturan Naira barusan ,
"Tidak mau !"
"Kenapa , tidak mau ?"
"Kenapa masih bertanya !
aku laki laki mana mungkin memakai dandanan , yang benar saja!
"Naira tidak membantah lagi namun ekspresi wajah nya terlihat menyedihkan sekaligus menggemaskan atau itu menjengkelkan ekspresi campur aduk , membuat Ray terpaksa harus mengalah lagi .
"Hanya di kamar saja , kan cuman ada kita berdua disini ""ucap Naira menggercap gercapkan matanya ,
"Apa Naira mendandani pak Rahmat saja , tapikan ayah nya anak ku mas Ray , mengapa jadi pak Rahmat yang bertanggung jawab "curhat Naira tidak jelas membuat Ray gemas sekali .
"Ya sudah "ucap Ray sambil menggigit gigit pipi Naira dengan lembut membuat Naira tertawa lepas karena geli dengan gigitan kecil dari suaminya itu .
"Tunggu sebentar "Naira turun dari ranjang nya menuju meja rias nya , sambil sedikit melompat lompat kegirangan .
"Jangan loncat loncat seperti itu "tegur Ray mengingat Naira sedang hamil saat ini , Naira melihat kan lesung pipi diwajahnya .Ray ingin sekali menghukum wanita itu siang ini ,
Naira mengambil semua alat make up milik nya ,di bawa keatas ranjang tepat di mana Ray berada ,
"Ingat setelah selesai , kamu harus membersihkan nya lagi " ancam Ray membuat Naira tertawa kecil mendengar penuturan suaminya itu .
"Cerewet sekali !" Ray mendengus
Sambil memasangkan semua peralatan make up nya Naira terus saja mengoceh , Ray hanya sesekali membalas ucapan Naira yang masih bersemangat itu .
Setelah dirasa selesai ,Naira mengambil sisir dan ikatan rambut ,
"Mau apa ?"
"Rambutnya harus di ikat ,agar terlihat lebih cantik "ucap Naira dengan tatapan memohon .
Ray menggangguk pasrah ,Naira pun membuat kunciran di rambut suaminya itu sampai lima ikatan .
Naira memberikan cermin untuk suaminya agar Ray bisa melihat hasil kerja keras nya .
Ray ngilu melihat penampilan nya ,
sungguh menjijikkan ""batin Ray melihat dirinya yang berubah menjadi wanita berkumis tipis .
"Sayang kamu cantik sekali ""ucap Naira dengan tatapan berbinar binar , seperti mendapat perhiasan yang sangat banyak .
__ADS_1
Ray ikut tersenyum melihat naira sebahagia itu , Ray mengelus pipi Naira dengan sayang .
"Kamu ingin memotret ku ?"Ray menutup wajahnya.
"Iya nanti jika anak kita lahir , dia akan tau jika papanya itu sangat menyayangi mereka semenjak mereka ada di dalam perut ku "ucap Naira menggangguk anggukan kepalanya ,
"Sayang ,, yang ada nanti anak kita jadi malu melihat papanya seperti ini "ucap Ray meminta teloransi
"Tidak ,, dia kan bangga , percanya pada ku " ucap Naira nyakin , membuat Ray mengumpat dalam hati nya untuk kesekian kalinya .
Naira mengambil beberapa foto dari suaminya ,Naira tidak menyurutkan senyuman manisnya . Ray pun ikut tersenyum .
tok ,, tok ,, tok
Ray dan Naira mengalihkan pandangan mereka tertuju pada pintu kamar mereka .
"Sayang sana bukakan .kamu lihat kan aku berdandan seperti ini ""Naira menggeleng
"Mas saja naira mau beresin ini ""tunjuk Naira di depannya make up yang masih berantakan .
"Sayang ""ray menarik nafas lelah .
"Sayang sana ! "Naira mendorong tubuh suaminya untuk membukakan pintu
Ray dengan langkah cepat membukakan pintu untuk bi Ijah , namun pandangan nya tertuju kepada banyak orang disana .
Mereka pun yang melihat Ray hanya bisa menahan tawa mereka ,agar Ray tidak mengamuk .
"Ray ,, "sapa Alex singkat , namun Ray bisa melihat wajah memerah mereka menahan tawa karena menertawakan dirinya .
"Satu bunyi saja yang keluar dari mulut kalian , ku pastikan kalian tidak bisa bicara lagi ""ucap Ray dingin tanpa ekspresi
Bukannya seram malah sangat menggemaskan di mata para sahabat nya itu .
Tidak berselang lama ,Naira menyembul kan kepalanya dari balik tubuh suaminya itu sambil tersenyum manis kepada para sahabatnya itu .
Kasian ,lucu , menggemaskan itulah yang di pikiran Alex dan Marko sedang kan Ririn dan Ica menggigit bibir bawahnya agar tidak menertawakan Ray saat ini .
"Kalian datang ? tanya Naira kepada sahabat mereka itu .
"Sudah tau kenapa bertanya ! "ucap Ray dengan nada tinggi membuat Naira kanget dan menatap wajah suaminya itu dengan perasaan sedih , bahkan matanya terlihat berkaca-kaca .
Ray menarik nafas panjang , menenangkan diri nya .
"Maafkan aku , aku tidak bermaksud untuk membentak mu ""ucap Ray menghapus air mata Naira yang sudah mengalir membasahi pipi wanita itu .
"Mas Ray marah ?" tanya Naira dengan tatapan sedihnya .
"kamu pasti tau jawabannya sayang "Ray memeluk tubuh munyil yang sedang mengandung anak nya itu .
"Aku tidak akan bisa memarahi mu , maafkan aku ya " Ray mengeratkan pelukannya merasa bersalah karena telah membentak wanita itu .
"Benar kah ?""Ray menganggukkan kepalanya .
"Maafkan aku ""Ray mencium kening istrinya itu . dengan lembut
Ririn dan Ica Baper dengan pemandangan itu , akan kah calon suami mereka nanti akan berprilaku seperti Ray ,.oh my God mereka sangat bersyukur Naira memiliki suami yang sangat sabar meladeni ngidam istrinya nya .
Sedangkan Alex dan Marko ikut memikirkan jika mereka ada di posisi Ray saat ini , akan kah mereka bisa meladeni istri mereka dengan sabar seperti Ray ,,
Entah lah , mereka berharap seperti itu ,...
Bersambung....
Assalamu'alaikum ☺️
Jumat berkah ❤️
Hi reader
__ADS_1
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis 🙂
semoga terhibur ☺️🙏🏻