"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
79 . Datang ke kantor suaminya


__ADS_3

...----------------...


Setelah pertemuan mereka dengan tuan gio dan nyonya Jenni , satu Minggu yang lalu ,Naira merasa lebih tenang karena sudah mengikhlaskan semua yang sudah terjadi .


Ini semua karena dukungan dari suaminya ,Naira merasa beruntung memiliki seorang yang selalu bisa membimbing Naira .


Hari ini Ray meminta Naira untuk datang ke kantor nya , entah ada apa suaminya itu meminta Naira untuk datang ke sana .


Naira sudah cantik dengan gamis berwarna dusti pink dan jilbab pashmina berwarna hitam membuat penampilan wanita itu cantik sekali , di tambah tas selempang yang berada di samping nya , sungguh cantik .


Naira berjalan setelah jam lebih awal dari waktu yang di ucapkan oleh suaminya itu .


karena tidak ingin Ray menunggunya nanti .


"Silahkan ""ucap pak sopir membukakan pintu untuk Naira ,


"Terimakasih pak ""Naira pun masuk ke dalam


Naira tadi menyempatkan untuk memasak beberapa menu makanan untuk suaminya itu .


"Semoga dia suka ""ucap Naira pelan sambil tersenyum simpul .


Setelah beberapa lama, akhirnya Naira telah sampai di gedung yang menjulang tinggi nan di padati beberapa orang disana , karena ini sudah hampir jam istirahat .


Naira melangkah keluar dari mobil itu ,dan semua pandangan menatap kearah nya , mereka tahu jika itu mobil milik bos besar mereka ,lalu perempuan yang keluar dari mobil itu siapa ? , mereka bertanya tanya tentang itu .


pandangan mereka membuat Naira tidak terlalu percaya diri .


Naira berjalan menundukkan kepalanya , sampai Naira berada di meja resepsionis .


"Permisi mba , saya mau Bertemu dengan tuan Raymond ,apa beliau sedang sibuk ?""tanya Naira sopan kepada wanita seksi yang menunggu meja resepsionis tersebut .


Mereka memperhatikan Naira dari atas sampai bawah .


"Apa anda sudah membuat janji dengan tuan Raymond ""tanya perempuan itu dengan cueknya .


"Sudah ""jawab Naira tersenyum simpul melihat perlakuan wanita itu kepada nya .


apa kerena penampilan Naira yang biasa saja ,jadi mereka menatap rendah .


"Tapi di buku ini belum ada tamu yang akan bertemu dengan tuan Raymond siang ini , apa anda tidak salah alamat ?""ucap wanita itu lagi


"Baik lah aku akan menghubungi nya dulu ""ucap Naira melangkah menjauhi tempat itu .


Namun sayang Ray tidak bisa di hubungi ,Naira pun menghubungi Marko yang sekarang menjadi pengganti kokonya menjadi tangan kanan suaminya itu , sama mereka tidak menggangkat telponnya .


"Apa mungkin mereka masih meeting "" Naira menghembuskan nafas panjang .


''Ya sudah aku menunggu di sini saja ""Naira pun duduk di kursi tunggu di depan kantor suaminya itu .


"Memang nya dia siapa sok soan mau ketemu sama pemimpin perusahaan disini .


"Dia kira semudah bertemu dengan tukang bakso kali "ucap mereka sambil tertawa cekikikan


Itulah desas-desus yang Naira dengar ,namun Naira mencoba untuk lebih tenang menanggapi perkataan itu .


Setelah mendudukkan tubuhnya di sana beberapa lama naira terlihat sedang memangku rantang yang dibawanya tadi ,sambil masih memperhatikan suasana di depannya itu .


Sebelum sebuah mobil Lamborghini Gallardo berhenti di depan pintu masuk utama perusahaan itu .


Sosok yang Naira tunggu tunggu sudah datang ,Ray dengan tampan nya turun dari mobil itu masih memakai kacamata hitamnya menambah aura tegas terpancar dari wajah pria itu , Naira hanya tersenyum menatap wajah suaminya itu .


disusul oleh Marko yang tidak kalah tampan dari pria pemimpin perusahaan itu .

__ADS_1


"Pak apa nona naira sudah sampai ""Marko menghubungi sopir yang membawa Naira ke kantor Ray


"Sudah tuan .sudah setengah jam yang lalu ""ucap sopir yang membawa Naira


"Baik lah ""Marko mematikan teleponnya dan langsung menghampiri meja resepsionis menanyakan apa Naira sudah sampai atau belum .


Ray memeriksa ponsel nya , terlihat dua panggilan tidak terjawab dari istri nya .


Ray segera menelpon kembali Naira


belum sempat Naira menggangkat telponnya .


"Sayang ""Ray melihat istrinya itu sedang duduk di kursi tunggu di depan kantor nya .


Ray menggertakan giginya kesal dengan ulah para pegawainya .


Ray berjalan menghampiri wanita cantik itu , Naira segera berdiri menyambut tangan suaminya itu , dan langsung berhambur memeluk suaminya dengan manja .


Ray tersenyum gemas melihat Naira seperti itu , rasanya Ray ingin segera membawa wanita itu kabur dari sana, agar iya bisa mengecup rakus bibir yang tersenyum manis kearahnya itu .


"Kenapa menunggu di sini ?


bukan kah aku mengatakan jika kamu menunggu di ruangan ku ?""tanya Ray kepada Naira yang menggesek gesekkan kepalanya di dada bidang suaminya itu , seperti kucing sedang bermanja pada tuan nya .


"Aku ingin melihat suami ku turun dari mobil '"Jawab Naira santai ,entah kenapa iya sangat merindukan laki laki ini .


Perkataan yang tidak masuk akal menurut Ray , namun Ray sudah dapat menebak apa yang terjadi kepada Naira kenapa bisa menunggu di luar dengan cuaca yang terik dan tidak ada ac di sana ,


"Mari masuk ""Ray merengkuh pinggang perempuan itu kedalam pelukannya , sambil mengecup kening wanita cantik itu .


semua mata melongo melihat pemandangan itu .


Wajah resepsionis itu berubah pucat pasi melihat kenyataan, bahwa perempuan itu adalah wanita yang di sebut istri oleh tuan nya itu tadi pagi ,sebelum berangkat meeting .


Mereka menggeleng kuat , merasa bersalah karena sudah menghina istri pemimpin perusahaan itu .


"Kuberi tahu bahwa wanita yang ada di samping ku ini adalah istri ku ,dan aku tidak ingin kejadian barusan yang menimpa istri ku, terulang lagi , jika sampai itu terjadi kalian akan menerima akibatnya ""ucap Ray dingin membuat semua seketika merinding mendengar penuturan atasan mereka itu .


Naira mengelus tangan laki laki itu , menenangkan Ray agar tidak gegabah dalam pembicaraan nya .


Ray dan Naira melangkah masuk kedalam lift khusus kelantai yang paling atas ,dan Marko sudah di depan mereka .


"Nai Kenapa kamu memiliki suami yang sangat menyeramkan sih "ucap Marko pelan sambil melirik Ray


"Tapi saat bersama kamu dia bahkan seperti kucing yang sangat menjengkelkan ""ucap Marko lagi ,mendapat tatapan tajam dari Ray .


Naira hanya tersenyum melihat tingkah kedua sahabat itu ,


"Aku tidak tau '"ucap Naira berkekeh kecil kepada Marko


"Sayang jangan terlalu baik padanya aku nyakin pasti dia ada maunya ""ucap Ray masih memeluk pinggang wanita ,


Naira hanya melirik Ray ,Marko mencabik kan bibirnya karena Ray sudah bisa menebak pikiran nya .


Mereka pun telah sampai di ruangan khusus CEO perusahaan itu, mereka langsung disambut oleh dua perempuan lagi ,Sisil dan Linda disana menyambut mereka dengan ramah ,


"Siang tuan ""


"Siang nyonya ""sapa mereka berdua dengan ramah .


"Siang "Naira membungkukkan sedikit tubuhnya untuk menghormati kedua wanita itu ,


Ray dan Marko memandang Naira dengan tatapan salut karena Naira masih sama seperti dulu saat pertama mereka bertemu ,

__ADS_1


Saat Naira memasuki ruangan itu mata nya berbinar , ruangan yang di dominasi dengan warna hitam dan coklat itu membuat Naira tidak mengedipkan matanya ,apa lagi disana terhiasi oleh barang barang mewah , pasti harga nya mahal . batin Naira


"Sayang aku tidak mengizinkan mu untuk melakukan seperti tadi bersikap kah sewajarnya , tidak semua orang harus kita hargai ""ucap Ray dengan nada pelan .


mendapat anggukan dari Marko


"Tidak semua orang biasa menghargai kita bukan , jangan terlalu seperti itu ""ucap Marko membenarkan perkataan Ray .


"Tapi Naira sudah terbiasa , lagian Naira dengan ko Marko dan mas Ray berbeda ,aku tidak bisa melakukan apa yang kalian lakukan ""ucap Naira dengan lembut Ray hanya menarik nafas panjang mendengar penuturan istrinya itu .


"Ya sudah , lanjutkan urusan kalian aku akan keluar dulu ""ucap Marko mengundurkan diri dari hadapan kedua pasangan itu .


"Untungnya kamu tau diri ""ucap Ray sambil tertawa kecil melihat ekspresi sahabatnya itu ,yang melotot kearah nya .


Naira menggelengkan kepalanya melihat itu .


.......


"Sayang aku membawa makan tadi apa sayang sudah makan ?""tanya Naira sambil membukakan rantang susun itu di hadapan suaminya ,


"Aku lapar ""ucap Ray ,Naira langsung mengambil kan beberapa lauk dan di berikan kepada Ray ,


"Suapi ""Naira pun dengan telaten menyuapi suaminya itu , sesekali Naira harus melirik Ray tajam .karena Ray selalu mencium pipi nya .


........


"Sayang sudah nanti aku panggilkan orang untuk membersihkan nya ""melihat Naira membereskan semua piring mereka berdua .


"Tidak masalah ,hanya sedikit ""ucap Naira sambil membereskan meja itu ,


Ray langsung menarik tangan Naira hingga membuat Naira terjatuh ke dalam pelukannya .


"Kamu tau aku sangat merindukan mu kenapa rasanya sehari seperti setahun ""ucap Ray memasukkan kepala nya di telekukan istrinya itu , napas hangat menerpa leher jenjangnya membuat Naira merasa tidak nyaman .


"Sayang jangan seperti itu ,ini di kantor ""ucap Naira sambil menghindar ciuman dari suaminya itu .


"Tapi aku ingin ""ucap Ray pandangan nya sudah terkabut gairah untuk menerkam istrinya itu , kenapa hanya mencium aroma tubuh wanita itu sudah membuat dirinya kehilangan akal .


"Tapi ini di kantor suami ku ""ucap Naira dengan lembut agar suaminya itu mengerti ,


"Ulang lagi ""ucap Ray sambil mengecup tangan wanita itu


"Yang mana ?""tanya Naira


"Yang itu di belakang kalimat mu tadi ""


"'Suami ku ""ucap Naira mendapat anggukan dari Ray


"Ulangi lagi ""ucap Ray sambil mengangkat tubuh wanita itu , untuk menuju kamar yang di siapkan jika iya sedang kelelahan atau tidak bisa pulang kerumahnya ,


"Suami ku "


"Aku ingin kamu memanggil ku dengan sebutan itu "" ucap Ray .


Naira hanya mengikuti keinginan suaminya itu ,dan Ray sudah tidak bisa menahan diri nya untuk tidak melakukan nya dengan istrinya itu ,,, ..... skip 😁😁


Bersambung .....


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πŸ™‚

__ADS_1


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»


__ADS_2