
...----------------...
Ray melangkah masuk kedalam kamar , terlihat Naira sedang duduk sambil menatap nya dengan tatapan kosong .
"Auu ""Naira mengaduh sakit di kepalanya .
"Sayang , tolong jangan di paksakan ""Naira menjauhkan tangan nya yang akan di sentuh Ray .
"Maaf ""ucap Ray , memaklumi kondisi Naira .
"Sia pa- ka mu ?""tanya Naira terbata bata .
"Aku suami mu sayang' "Ray meneteskan air matanya saat mendengar pertanyaan itu
" Aku , perkenalkan nama ku Raymond ,kamu bisa memanggilku apa saja ""ucap Ray menguatkan hati nya . naira menggangukan kepalanya ,namun wajah nya berubah murung
"Ada apa ,apa kamu terganggu karena aku disini ?""tanya Ray kepada Naira. naira menggeleng
"Aku tidak tau siapa nama ku bangaimana aku bisa mengenal kan nama ku ""ucap Naira menundukkan wajahnya .
"Nama mu sangat cantik , seperti dirimu ,""ucap Ray sambil tersenyum kepada Naira
"Naira azahra , itu nama mu ""ucap Ray lembut
"Dan kamu adalah istri ku 'istri Raymond Wijaya ""Ray hanya bisa berkata dalam hatinya .
"Dari mana kamu mengetahui nama ku apa kita pernah bertemu ?""tanya Naira kepada Ray
"Ya ,,, karena aku tukang taman Dan sopir dirumah mu ,jadi pasti kita pernah bertemu ""ucap Ray menyakinkan gadis itu , dengan didukung penampilan nya yang kumel .
Naira masih menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya .
"Apa aku tinggal sendiri disini ?""tanya Naira
"Tidak ,,ada mama dan papa ,ada koko mu juga ""ucap Ray sambil menunjukkan senyum manis nya
"Dimana mama dan papa ku ?""tanya Naira lagi
terlihat pintu terbuka lebar melihat kan beberapa orang disana .
Naira menatap Ray .
"Dia mama mu dan yang di kursi roda itu papa mu ""ucap Ray sambil menunjuk kearah nyonya jenni dan tuan gio .
"Benar kah ?""tanya Naira berbisik kepada pria itu
Ray mengangguk ,
"Ma ,,,pa ""ucap Naira mencoba tersenyum .
Nyonya jenni tidak bisa menahan air matanya , nyonya jenni langsung memeluk putri nya itu , dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan .
"Maaf,,, aku tidak mengingat apapun ,
termasuk mama dan papa ""ucap Naira pelan , nyonya jenni menggeleng kan kepala .
"Mama sudah sangat bahagia karena Naira sudah bangun ,nmama sangat berterimakasih sayang ""ucap nyonya jenni terisak .
Naira membalas pelukan mamanya itu , semua orang masih menatap mereka dengan kesedihan .
"Papa ""ucap Naira , Alex mendorong kursi roda tuan gio mendekat kearah Naira .
__ADS_1
"Sayang maafkan papa nak ""ucap tuan gio mencium tangan Naira sambil menangis , Alex memalingkan wajahnya dari melihat pemandangan menyakitkan itu .
Naira tidak bisa menahan air matanya , kenapa sedih sekali rasanya , apa Naira melakukan kesalahan kenapa papanya sampai meminta maaf pada nya .
"Apa aku mengecewakan papa ?""tanya Naira kepada pria paruh baya itu.
tuan gio menggelengkan kepalanya , sebenarnya tuan gio ingin menjelaskan semua nya kepada Naira ,namun Alex memengang bahu tuan gio memberi isyarat,akan kesehatan Naira
"Tidak naira tidak mengecewakan papa sama sekali , bahkan papa bangga memiliki putri seperti Naira ""ucap tuan gio ,Naira yang mendengar itu membuat Naira bersedih .
kenapa iya melupakan semua ingatan nya
Naira beralih menatap wajah Alex , setelah itu menatap wajah Ray seolah bertanya siapa laki laki itu ?"Ray tersenyum melihat itu .
"Dia Koko mu ""ucap Ray , Naira mengalihkan pandangan lagi kepada Alex
"Hai ... bangai mana perasaan mu ?' apa lebih baik ?""tanya Alex ,
"Emm ""naira menggangukan kepalanya .
"Semoga cepat sembuh ""ucap Alex lagi
"Terimakasih ""jawab Naira
Sama halnya dengan nyonya Monica Dan tuan winarto dan semua Kerabat dan sahabat nya ,Ray lah yang menjelaskan nya kepada Naira ,
hingga membuat Naira tersenyum kepada pria gondrong itu ,Ray bahagia melihat wajah yang selalu membuat hati nya menghangat itu .
...........
"Kenapa kamu tidak mengakui saja siapa diri mu bagi Naira ""tanya marko serius kepada Ray
"Kenapa kamu memilih menjadi tukang taman Dan sopir ? , ""giliran Marlo yang bertanya
"Karena dari itu aku nyakin pasti aku akan selalu bersama nya ""ucap Ray tersenyum simpul
"Kau ingin mempulilusikan keadaan mencari kesempatan dalam kesempitan ""cibir Marlo ,
"Sudah uruslah diri kalian masing masing ,aku akan memulai kehidupan ku yang baru ,aku akan membuat Naira jatuh cinta kepada ku , seperti dia sudah membuat aku jatuh hati padanya ""ucap Ray sambil mencium cincin pernikahan mereka .
Semua sahabat nya hanya bisa mendukung dengan keyakinan Ray ,
"Gua nyakin lu bisa broo ""support Alex
"Thank ""Ray tersenyum kearah semua sahabat nya itu .
"Bearti selama nya kamu bakalan berpenampilan seperti itu ""tunjuk Marlo ke arah Ray
Ray menggangguk nyakin , mereka tertawa bersama melihat kepolosan Ray menjawab pertanyaan mereka .
"Haizzz ""Ray menanggapi mereka bertiga itu .
"Seorang CEO perusahaan di Indonesia harus menyamar sebagai tukang taman Dan sopir pribadi dari seorang wanita yang bernama Naira azzahra ' bagus tu kalo di buat film ""ucap Marlo tertawa terbahak bahak , sedang kan ketiga sahabatnya itu menatap nya dengan tatapan membunuh .
seketika Marlo menghentikan ketawa nya .
"Maaf ...maaf cuman becanda kali broo ""ucap Marlo menggaruk kepalanya yang tidak gatal ,
Ray memberi kode kepada Marko dan Alex , mereka bertiga pun menyerang Marlo dengan bantal sofa, hingga membuat marlo terguling guling di lantai , sambil mengucapkan maaf kepada mereka bertiga itu .
Setelah itu mereka tertawa bersama menyadari kekonyolan mereka semua nya , sedang Marlo mencabikan bibirnya kesal dengan ulah para sahabat nya itu .
__ADS_1
"Ma 'emm ,,, cincin ini ' apa ini dari mama ""tanya Naira saat nyonya jenni sedang menyuapi makan siang anaknya itu ,
"Nyonya jenni merapikan kerudung Naira yang sedikit berantakan ,
nyonya jenni hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya ,Tampa mengatakan sesuatu ,
"Kenapa Naira harus melupakan semua nya ya mama pasti banyak hal hal yang baik selama ini ""ucap Naira tersenyum simpul melihat wanita yang di sebut mama itu .
"Sayang apa kata dokter naira akan mengingatnya lagi,tapi butuh waktu dan usaha yang sungguh-sungguh untuk semua itu ""ucap nyonya jenni masih tersenyum manis kepada Naira ,
Naira memeluk nyonya jenni,
"Aku akan berusaha untuk mengingat nya kembali ma""ucap Naira nyakin penuh semangat
"Pasti sayang ""nyonya jenni mengelus punggung wanita cantik itu .
........
Besok pagi nya Naira sedang berlatih untuk menggerakkan kakinya yang sulit sekali untuk di gerakan ,
Naira sempat merasa sedih karena Naira takut jika iya lumpuh ,namun dokter menjelaskan bahwa kaki Naira sudah lama tidak di gunakan ,jadi sendi sendi Naira sudah tidak terbiasa lagi untuk bergerak .
"Biar ku bantu ""ucap Ray menggendong Naira menuju taman depan agar Naira bisa berjemur sekalian ingin melatih Naira untuk berjalan lagi ,
Entah kenapa rasanya ini pernah iya lakukan sebelum nya ,Naira hanya menatap wajah suaminya itu .
"Apa aku Tampan ?""tanya Ray dengan nada sombong ,
naira segera mengalihkan pandangan nya dari Ray , Ray hanya menahan tawa nya melihat wajah Naira memerah kerena ulah nya .
"Kenapa kamu GeEr sekali ""cibir Naira tidak bisa menahan malunya
Ray hany tersenyum melihat ekspresi wajah wanita itu .
Sesampainya mereka disana Ray menunduk memasang kan sendal jepit di kaki Naira dengan lembut .
Naira melihat itu , berani mengacak rambut Ray yang gondrong itu ,
Ray menatap wajah itu dengan perasaan
"Aku mencintaimu sayang , izinkan aku memperjuangkan cinta kita ""batin Ray melihat mata indah itu menatapnya .
"Apa kamu tidak ingin memotong rambut mu dan lihat kumis mu terlihat berantakan "ucap Naira sambil merapikan rambut gondrong suaminya itu .
"Belum kepikiran kesitu ""jawab Ray Tampa beban .
"Bangai mana kamu bisa mendapatkan jodoh nanti, jika penampilan mu seperti ini "ucap Naira lagi .
"Aku sudah menikah dan kamu tau istri ku sangat baik dan bisa menerima aku apa adanya 'dari situlah aku sangat mencintai nya""ucap Ray menatap mata itu dengan tatapan merindukan .
"Dia wanita yang sangat beruntung ""ucap Naira tersenyum ..
Bersambung....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πππ»
semoga terhibur βΊοΈππ»
__ADS_1