"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
40.Bertengkar


__ADS_3

...-------------...


'naira menghembuskan nafas panjang mengingat kejadian kemarin ,


pagi pagi sekali Naira sudah rapih dengan tunik berwarna putih dan jins berwarna hitam dipadu dengan jilbab pashmina berwarna hitam membuat aura kecantikan wanita itu terpancar ,


Naira sengaja pergi pagi pagi sekali berangkat kampus , karena Naira belum siap untuk bertemu dengan suaminya itu .


"nak Naira ""sapa bi Ijah 'melihat Naira sedang menunggu gojek online nya.


"bi ""sapa Naira ramah


"apa sudah mau berangkat nak ?""tanya bi Ijah


Naira mengganguk mendengar pertanyaan bi Ijah tersebut.


"bi nanti tolong bangunkan mas Ray nya bi , karena Naira gak sempet , harus berangkat pagi soalnya


""ucap Naira masih dengan senyum nya ,bi Ijah mengganguk mendengar perintah nyonya muda nya itu ,


"si Aden mau di buatkan sarapan apa nak ?""tanya bi Ijah


"tadi Naira udah siapin sarapan untuk mas Ray di meja ,nanti bibi tinggal bangunin aja ,


ojek Naira udah sampai bi ,Naira berangkat dulu , assalamu'alaikum ""pamit Naira menyalimi bi Ijah


"iya nak 'wa'alaikum salam ,hati hati nak Naira ""ucap bi ijah melihat Naira sudah menaiki gojek


setelah Naira sudah tidak terlihat lagi ni Ijah pun melangkah masuk kedalam rumah


"pagi tuan ""sapa bi Ijah melihat tuan muda nya itu menuruni tangga menuju dapur untuk mengambil air minum .


"apa Naira belum bangun bi ?""tanya Ray , matanya masih menyipit karena kesadaran Ray belum sepenuhnya kembali ,


"nak Naira sudah berangkat kuliah tuan ""ucap bi Ijah jujur


"jam berapa ini , kenapa Naira pergi sepagi ini ,


sampai tidak membangunkan ku ?"" ucap Ray melihat jam dinding


"sekarang baru jam 6 lewat tuan ""ucap bi ijah menjelaskan


"apa Naira menghindari ku ?


pasti dia merasa bersalah karena mengabaikan ku semalam ""batin Ray


"ya sudah ,saya mau olahraga dulu ""ucap Ray melangkah keluar rumah


"tuan 'apa tidak ganti baju dulu ""tegur bi Ijah melihat Ray masih memakai piyama nya


"aku lupa ,,""Ray pun masuk kembali ke kamar nya.


setelah itu Ray melakukan rutinitas pagi hari ya , berlari mengelilingi kompleks rumah mereka ,


"kau menghindari ku ?""Ray mengirimkan pesan singkat itu kepada Naira.


namun pesan singkat nya itu masih bercontreng abu abu ,tanda Naira belum membaca nya .


"apa Naira berpesan sesuatu bi ?""tanya Ray kepada bi Ijah


"nak Naira cuman persen buat bangunin tuan kalo tuan belum bangun 'dan nak Naira sudah menyiapkan sarapan untuk tuan ""jelas bi Ijah,


Ray yang mendengar itu hanya terdiam


dan menyantap sarapan yang sudah Naira siap kan untuk dirinya .


"hati hati tuan ""ucap bi ijah mengantarkan Ray yang sudah memasuki mobil nya untuk berangkat ke kantornya


"terimakasih ""ucap Ray sambil tersenyum ,bi ijah melihat itu kanget ,kapan tuan muda nya itu tersenyum padanya ,


ini adalah momen langka yang di tunjukan oleh Ray .


"sama sama tuan ""jawab bi Ijah


Ray pun bergegas meninggalkan rumah nya ,


"semalam Naira dari mana ?


bahkan Alex bilang kalo Naira Kemarin libur kuliah ? '"ucap Ray


"bahkan dia tidak membuka pesan ku '"ucap Ray prustasi atas sikap Naira kepada nya .


"apakah laki laki semalam , adalah seseorang yang pernah Naira cerita kan ?' haiiizzz .. laki laki bodoh itu 'menyebal kan ""pikiran Ray saat ini masih teringat saat Naira bersama pria yang mengantarkan perempuan itu semalam.


entah kenapa dirinya sangat tidak suka jika Naira dekat dengan laki laki lain '


"Ray sengaja melintasi kampus Naira 'agar bisa melihat wanita itu '


namun sayang Ray tidak melihat Naira sama sekali ,


"apa aku merindukan nya ,,,'tidak ""ucap Ray sambil memukul stir mobil nya pelan .


Ray pun bergegas meninggalkan tempat itu


moodnya saat ini kurang baik , dirinya pasti tidak akan bisa fokus tentang pekerjaan nya , karena terlalu memikirkan perubahan sikap istri nya itu ,


,dan pasti semua karyawan nya akan mendapatkan imbas karena mood Ray sedang berantakan.


sesampainya Ray di kantornya , dengan wajah datar Tampa ekspresi membuat semua bawahan nya cemas 'pasti pekerjaan mereka hari ini semuanya salah di mata atasnya mereka itu ,


setelah turun dari mobil nya ,ray yang sedang berjalan tanpa sengaja melihat sebuah rantang susun yang sangat dikenalnya di meja security , karena Ray lah yang memilih rantang susun itu ,


Ray pun mendekati tempat itu dan mengambil rantang tersebut ,


"punya siapa ini ""tanya Ray kepada security yang sedang menunduk hormat kepada Ray


"itu ,,, ""Ray menatap nya dingin


"kamarin siang ada wanita berjilbab datang ke sini tuan 'katanya mau bertemu dengan tuan ,tapi setelah itu neng itu bilang nya salah alamat ""ucap security itu jujur


"jama berapa dia datang ?""tanya Ray cemas ,apa naira melihat dirinya kemarin saat bersama ifangka ,

__ADS_1


"sekitar pukul 10 lebih tuan ""penuturan security tersebut ,membuat Ray langsung berlari menuju mobilnya dan bergegas pergi untuk menemui Naira


"apa ini alasan nya Naira menghindari ku ' haizz ,kenapa aku tidak tau ?""rutuk Ray,


Ray terus menambah kecepatan mobil nya ,


jam sudah menunjukkan pukul 11 siang ,


Disana Ray terlihat sedang berdiri di depan mobil nya sambil menunggu Naira keluar dari kampus nya,


namun Ray sudah menunggu dua jam lamanya disana, tapi Ray belum juga melihat Naira keluar dari dalam sana ,


Ray sudah mencoba menghubungi Naira namun tidak diangkat pesan darinya juga belum di balas,


"kemana""Ray masih mencoba untuk menghubungi wanita itu .


"Ririn ""panggil Ray saat melihat sahabat istri nya itu


Ray pun berjalan mendekati wanita itu ,


"ada apa ?""tanya Ririn kepada Ray


"kenapa tidak bersama Naira ?


aku sudah menunggunya disini hampir tiga jam tapi Naira belum keluar juga ,


apa Naira ada tugas ?""tanya Ray beruntun


"apa pedulinya dirimu kepada Naira ?'


bukan kah selama ini kamu tidak ingin mengetahui semua tentang Naira !


kenapa sekarang sok peduli ?""jawab Ririn tersenyum simpul melihat laki laki itu .


"aku bertanya tentang Naira ?


bukan mengajak mu berdebat !""ucap Ray menanggapi perkataan Ririn


"kamu dan teman mu itu sama saja 'baji**n kamu tau ""ucap Ririn dengan nada tinggi dan bergegas pergi meninggalkan Ray sendiri disana .


"Naira istri ku 'aku berhak melakukan apapun kepada nya ,


jangan pernah sok tahu tentang hubungan kami !


Naira dimana sekarang ?""ucap Ray dingin


"istri '"Ririn tertawa kecil mendengar penuturan Ray


"tapi kamu tidak tau bukan istri mu dimana ?,lalu apa kamu pantas menyebut Naira sebagai istri mu ""Ririn sangat tidak suka kepada Ray , karena sering membuat Naira menangis .


"jangan bertele-tele ,dimana Naira ""bentak Ray membuat Ririn sedikit takut


"Naira bekerja "" ucap Ririn ,


Ririn pun langsung membuka pintu taksi dan pergi meninggalkan Ray sendiri .


"bekerja ""ulang Ray , melihat Ririn memasuki taksi dan pergi dari hadapan nya.


*


"istirahat dulu nai ,kalo capek ""ucap Dina sedikit tertawa kecil melihat semangat wanita itu bekerja ,


Naira mengganguk mendengar penuturan Dina


"tanggung mba 'setengah jam lagi ""ucap Naira tersenyum sambil membawa nampan berisi makan pesanan pelanggan mereka .


Dina hanya menggunakan kepala nya ,


'naira mengambil pekerjaan ini untuk mengurangi rasa bosannya saat dirumah , karena Naira tidak memiliki kegiatan lain setelah pulang kuliah ,


Naira pun bertanya tanya kepada sahabatnya untuk mencari pekerjaan , beruntung waktu itu cafe milik keluarga ririn mencari stap baru, akhirnya Naira bekerja di sana ,


Naira bekerja di sana sudah tiga bulan ,


sip pekerjaan Naira sudah selesai 'naira pun bergegas mengganti pakaiannya ,dan berpamitan untuk pulang ,


"duluan ya ""pamit Naira kepada teman kerjanya ,


"sip nai ,hati hati ""jawab mereka


Naira mencari ponsel nya ,Naira terkejut saat melihat ponselnya,


banyak sekali panggilan masuk dan pesan untuk Naira ,


ada beberapa pesan dari Ray, Ririn , Ica ,dan Alex disana


'naira langsung membuka pesan dari suaminya itu ,


*tuan Ray


"kamu menghindari ku ,,.


"angkat telpon ku ""


"kanapa tidak mengangkat telepon ku ""


42 panggilan tidak terjawab dari suaminya ,


"tumben sekali mas Ray menghubungi ku ""Naira pun segera menghubungi Ray


"' kenapa tidak sekalian kamu buang saja ponsel mu itu ' tidak ada gunanya ""ucap seseorang diseberang sana dingin


Naira menjauhkan ponselnya dari telinga nya ,


"kanapa suara nya seram sekali ""batin Naira melihat nama yang tertera di layar ponsel nya,


" maaf ,,tadi Naira ada tugas mas ""jawab Naira pelan'


"dimana kamu sekarang ?""tanya Ray masih dengan nada dingin kepada Naira ,


Naira kikuk untuk menjawabnya

__ADS_1


"emm.. di kampus " jawab Naira berbohong


"keluar 'sekarang aku ada di depan""Ray mematikan teleponnya


"bangai mana ini '"Naira langsung memesan ojek online untuk mengantarkan nya kembali kekampus ,


setelah memakan waktu sekitar 15 menit akhirnya Naira sampai di kampus nya ,Naira langsung disuguhi dengan keberadaan Ray yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam ,


Naira pun membayar gojek itu dan langsung menghampiri Ray .


"maaf ,,tadi maksud Naira ,Naira ngerjain tugas kuliah di luar kampus mas ""ucap Naira gugup kerena Ray masih menatapnya dengan tatapan seperti itu ,


Tampa berkata apapun Ray langsung masuk kedalam mobil nya ,


Naira masih diam saja , karena tidak mendapat perintah apapun dari Ray ,


karena Naira tidak kunjung masuk kedalam mobil,


Ray menghidupkan klakson mobilnya dengan kencang


membuat Naira terperanjat kaget


Naira pun memasuki mobil yang Ray bawa ,


Ray masih tidak mengatakan apapun kepada Naira ,


"mas Ray , kenapa tidak bicara dulu 'kalo mas Ray yang mau jemput ""tanya Naira mencair kan suasana .


namun Ray masih terdiam dan fokus mengemudi mobil nya


Naira pun tidak berbicara lagi ,dan mengambil ponselnya untuk membuka pesan yang dikirimkan oleh sahabatnya Ririn dan Ica


saat Naira akan membuka ponselnya ,Ray langsung merampas ponsel itu dan melemparkannya di kursi belakang mobilnya ,


Naira yang melihat itu , kanget


"mas Ray ,,kenapa hp Naira di lempar ,


memang nya Naira salah apa ?""tanya Naira tidak terima dengan perlakuan Ray pada nya


mendengar itu Ray langsung menghentikan mobilnya mendadak, membuat kepala Naira sedikit terbentur ,


"au ""Naira mengusap kepala nya yang terbentur


sebenarnya Ray merasa bersalah , tapi karena amarah lebih menguasai perasaan nya membuat nya , tidak mempedulikan Naira


"kamu tidak merasa melakukan kesalahan ""tanya Ray kepada Naira


Naira melihat ekspresi wajah suaminya itu ,


Naira menggeleng polos , membuat Ray tersenyum simpul ,


Ray terlihat menarik nafas panjang Naira


"kamu ingin tau ?"tanya Ray memengang pipi Naira ,Naira yang di perlakuan seperti itu


merasa takut ,Naira mengganguk mendengar pertanyaan suaminya itu


"sudah berapa lama kamu bekerja , Tampa sepengetahuan ku ""tanya Ray membuat Naira kaget ,


Naira menepis tangan Ray yang sedang memengangi pipinya itu Dengan kasar' karena Ray membuat pipi Naira sakit ,


"kenapa mas Ray ingin tau ?


bukan kah selama ini mas Ray , tidak pernah memperdulikan itu ?""ucap Naira berkaca kaca


demi apapun Ray merasa lemah melihat Naira seperti itu ,


"karena kamu istri ku?""jawab Ray menurunkan nada bicaranya


Naira tersenyum pahit ,


"apa yang Naira lakukan adalah urusan pribadi , mas Ray tidak berhak mengetahuinya , apalagi sampai melarang


bukannya itu termasuk kesepakatan kita ""ucap Naira tidak bisa menahan air matanya ,


Ray sakit mengatakan semua itu ,


Ray menarik tangan Naira dan merengkuh tubuh wanita itu mendekat kepada nya dan ******* bibir Naira dengan kasar ,


Naira hanya terdiam dengan air mata yang mengalir, Tampa melawan , walaupun itu menyakitinya .


'tidak mendapat perlawanan dari Naira , membuat Ray merasa bersalah ,


'ray perlahan mengubah lumatannya menjadi lembut , karena Ray tau itu menyakiti Naira ,


setelah beberapa saat Naira masih terdiam dengan air mata nya ,


perlahan Ray melepaskan ciuman penuh amarah itu ,


"maafkan aku ""ucap Ray memandang mata wanita itu


"aku tidak bermaksud ""ucap Ray merasa bersalah


Tampa menjawab Naira melepaskan sit bel nya dan membuka pintu mobil Ray ,


dan pergi meninggalkan tempat itu , dengan perasaan hancur,,,


Ray hanya terdiam melihat Naira meninggalkan nya , karena dirinya juga terluka dengan kesepakatan yang Ray buat sendiri .


bersambung.......


assalamu'alaikum ☺️


"maaf Mimin gak uq berapa hari ini kerena lagi pulkam 'jadi gak sempet nulis πŸ˜‚'semoga cerita nya gak ngebosenin nya


πŸ™πŸ»πŸ™‚


hi reader


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πŸ™‚

__ADS_1


semoga terhibur πŸ™πŸ»β˜ΊοΈ


__ADS_2