
...----------------...
"Saya pamit nyonya , terimakasih sudah mengantar Naira kerumah sakit ""ucap Naira tersenyum kepada nyonya Jenni
Nyonya jenni sudah menghalangi Naira untuk pulang sekarang kerena nyonya Jenni tidak bisa mengantarkan Naira , kerena harus menunggu pak opang ,
tuan gio pun belum datang sedari tadi kerena jalanan yang padat ,
kerena Naira terus menolak akhirnya nyonya jenni tidak bisa memaksa lagi ,dan mengizinkan Naira .
"Ibu yang berterimakasih kepada kamu nak Naira .""ucap nyonya jenni tersenyum
"Boleh nak Naira panggil ibu saja ""ucap nyonya jenni tersenyum dan membawa Naira ke dalam pelukannya.
Keduanya seolah merasakan ikatan batin yang bengitu kuat ,
di dalam pelukan tersebut ,ada perasaan yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya tidak terasa air mata nyonya jenni berlinang .
Seolah olah ini adalah pertemuan melepaskan sebuah rindu di antara mereka ,
"Nak ""ucap nyonya jenni Tanpa di sadari membuat Naira tersentak , seketika matanya terasa memanas .
"Ibu ""jawab Naira bergetar seolah olah ini adalah ucapan terberat yang pernah Naira ucapkan
Mereka pun terhayut dalam perasaan masing-masing setelah merasa lebih tenang nyonya jenni melepaskan pelukan nya pelan dan tersenyum kepada Naira
"Suami ibu mungkin sebentar lagi akan Sampai , apa nak Naira tidak bisa menuggu ?""tanya nyonya jenni
"Maaf Bu naira ada urusan penting ,jadi kapan kapan saja nya ""tolak Naira sopan
"Baik lah ,boleh ibu minta nomor ponsel nak Naira biar nanti ibu bisa hubungi nak Naira ""Naira pun mengangguk dan menulis kan no ponsel nya di ponsel nyonya jenni.
"Simpan no ibu nya . nanti kalo ada waktu nak Naira bisa kan berkunjung kerumah ibu atau nanti ibu yang datang kerumah nak Naira ""ucap nyonya jenni tersenyum dan mendapat anggukan dari Naira
"Insyaallah Bu ""jawab Naira taksi yang di pesan Naira pun sudah datang
"Naira pulang dulu nya Bu ""pamit Naira mencium tangan nyonya jenni
"Hati hati nya mabari ibu jika sudah sampai ""ucap nyonya jenni
Naira pun menganggukkan kepalanya.
"Assalamu'alaikum ""sallam Naira,
"Wa'alaikum sallam ""jawab nyonya Jenni mengatupkan kedua tangannya kepada Naira
Naira pun melangkah keluar dari ruangan itu .
"Baik lah , tapi tolong pikiran lagi nona jika masih harus di biarkan maka .kemungkinan akan berakibat fatal untuk kesehatan nona ""' kata kata dokter tersebut masih terngiang-ngiang di pikiran Naira
"Apa jalan itu jalan satu satu nya dok ''tanya Naira
dokter tersebut mengangguk .....
Bruuuk...... Naira menabrak seseorang yang ada di depan nya itu '
"Maaf tuan , maaf saya tidak sengaja ""ucap Naira sambil membereskan paper bang yang terjatuh milik tuan gio
Saat sedang sibuk mengambil barang yang jatuh . pandangan tuan gio tertuju kepada gelang tali yang mengikat pergelangan tangan sebelah kiri Naira .
Tuan gio mematung mengamati gelang tali tersebut .
setelah memastikan dengan cermat .
jantung tuan gio berdetak kencang dan memandang wajah Naira dengan tatapan kerinduan, namun sayang Naira tidak melihat itu .
Setelah selesai Naira membereskan semua yang berceceran naira pun mengembalikan nya kepada tuan gio dan mengucapkan maaf kepada tuan gio setelah itu Naira pergi meninggalkan tempat itu.
Saat tuan gio tersadar dari lamunannya
__ADS_1
"Nak "" tuan gio memanggil Naira . namun sayang Naira sudah tidak terlihat lagi .
tuan gio pun menelusuri tempat itu berharap bisa bertemu dengan wanita itu .
"Apa mungkin ......""tuan gio menahan sesak di dadanya mengingat gelang tali itu
"Pa ''panggil seseorang di belakang nya
saat tuan gio membalikan tubuhnya terlihat sang istri sedang tersenyum kepada nya .
Tuan gio pun menghampiri nyonya Jenni dengan hati yang di penuhi dengan kekhawatiran . bukan hanya tentang ke adaan istrinya itu tapi tentang wanita itu.
"Sayang ,bangai mana keadaan mu ,apa ada yang terluka ?""ucap tuan gio mengecek tubuh istri nya itu dengan rasa khawatirnya.
"Aku tidak papa sayang ""ucap nyonya jenni tersenyum melihat perhatian suaminya itu.
"Tadi kenapa papa terlambat ,baru saja gadis yang menolong mama pamit '" sambung nyonya Jenni murung.
"Oh ...maaf ma , jalanan sangat macet sekali , sudah berapa lama gadis itu pergi ,kenapa mama tidak menyuruhnya untuk menunggu ku sebentar saja ""ucap tuan gio
" Nak Naira memiliki urusan penting pa 'makanya dia tidak bisa menunggu papa lagi "" jelas nyonya jenni
"Ya sudah jika kita memiliki waktu ,biar kita yang menjenguk nya ,""ucap tuan gio memeluk istrinya itu
"Bangai mana keadaan pak opang ?""tanya tuan gio melepaskan pelukan nya
" Pak opang sudah di tangani oleh dokter pa , kata dokter pak opang harus di rawat di RS dulu untuk beberapa hari kedepan , sampai luka tusuk nya sembuh total ""jelas nyonya Jenni menenangkan suaminya itu
"Syukur lah ''ucap tuan gio mengajak istrinya itu untuk menjenguk pak opang
...----------------...
"Berhenti pak ""ucap Alex memberhentikan taksi itu di pinggir taman kota
"Terimakasih ""ucap Alex setelah menyodorkan sejumlah uang
"Kenapa tuan ikut turun , harus nya tuan pergi saja meninggalkan saya ""ucap Caca melihat Alex
Caca hanya mengerucutkan bibirnya
"Maaf ... terimakasih tuan sudah membantu saya ""ucap Caca mengulurkan tangannya kepada Alex
seketika pandangan mereka terkunci
"Oh tunggu ,... Kenapa seperti nya aku pernah melihat tuan 'tapi dimana ?""Caca sedang mencoba mengingat kembali dimana iya bertemu dengan Alex.
"Tidak mungkin ... tidak mungkin aku pernah bertemu dengan mu 'memang nya kamu siapa ""ucap Alex mendahului Caca
"Huhhh ...si*l... jangan sampai bocah itu mengigat ku dan kejadian itu ,jangan sampai "" rutuk Alex
"Mungkin saja '"jawab Caca berada di sebelah Alex sambil tersenyum manis .
namun senyuman itu memudar dan berubah menjadi tangisan membuat Alex kelimpungan,kerena hampir semua orang melihat ke arah mereka berdua karena tangisan wanita itu .
Alex mengumpat kasar ,melihat tingkah Caca yang kekanakan .
kerena takut orang mengiranya menganiaya wanita itu ,Alex pun berinisiatif untuk membawa caca dalam pelukannya untuk menenangkan gadis itu.
" Ada apa ?
kenapa kamu tiba tiba menangis ""tanya Alex setelah wanita itu tidak menangis lagi.
gadis itu kembali menangis semakin kencang membuat Alex menutup mulut nya .
"Aku menyuruh mu diam ,"bisik Alex ,membuat Caca tidak terima dan langsung menggigit tangan Alex ,hingga membuat Alex menjerit kesakitan atas ulah gadis itu
"Kau gila ""bentak Alex sukses membuat Caca merasa bersalah ,Caca pun memeriksa tangan Alex dan meniupnya pelan
"Apa sakit ? "" tanya Caca polos
__ADS_1
"tidak !
sini biar ku coba menggigit tangan mu 'agar kamu tau rasa nya bangai mana ""ucap Alex sinis.
"Maaf aku tidak sengaja ""ucap Caca masih meniup tangan Alex dengan serius
"Sudah ,kamu kira aku anak kecil ""ucap Alex menarik tangan nya
Caca Hanya memutar bola matanya muak dengan sikap Arongan laki laki di hadapan nya itu
"Tampa diminta Caca pun menceritakan tentang kenapa iya tadi memberhentikan taksi yang di tumpangi oleh Alex ,Alex pun berusaha untuk menjadi pendengar yang baik
"Kenapa kamu tidak ingin mendengarkan alasan mengapa sahabat mu itu merasakannya dari mu ""tanya Alex melihat gadis itu
"Naira ,tidak menganggap ku sahabat nya 'hanya itu jawaban nya ""ucap Caca sesenggukan
"Naira ....""ucap Alex terhenti
"Iya dia sahabat pertama ku selama aku memasuki kampus ,""Caca pun memberikan ponselnya melihatkan Poto mereka bertiga
Alex keget melihat ternyata benar Naira yang iya kenal lah yang sedang di ceritakan oleh wanita itu
"Kamu salah jika menilai Naira seperti itu ""ucap Alex mengembalikan ponsel Caca
"Tuan mengenal Naira ""tanya Caca Alex pun menceritakan semuanya kepada Caca ,membuat Caca menutup mulut nya ,inilah alasan mengapa Naira tidak memberi tau seratus nya kepada dirinya
Caca pun menangis lagi , Alex memberikan bahunya untuk Caca.
caca menangis di bahu itu hingga iya merasa tenang
"Naira melewati jalan yang sulit hingga sampai di titik ini . jangan membuatnya bersedih kerena kesalahpahaman antara kalian""nasehat Alex sambil merapikan rambut Caca yang menutupi bagian wajah gadis itu.
Caca pun merona akan sikap Alex yang di anggap romantis itu.
''Ya sudah ,biar ku antar pulang ""ucap Alex lembut membuat Caca salting
"Tapi aku ingin bertemu dengan Naira dulu tadi dia mengejar kita bukan '"ucap Caca merasa bersalah
"Naira sudah di rumah , bisa ku pastikan itu""jawab Alex santai
"Lalu kapan aku bisa menemui Naira ""pertanyaan aneh itu terlontar bengitu saja
"Bukan kah kalian besok bertemu '"tanya Alex menatap mata Caca yang sedari tadi memperhatikan dirinya
"Ya... ya besok ""jawab Caca tertawa kecil merutuki dirinya sendiri
Dreeeettt....
"Halo ""saat Alex mengangkat telepon nya
"Lex , lu udah di Jakarta ""tanya Marko
"Ya ,,tapi gua belum sampai rumah sih 'kenapa? ""jelas Alex
"Em gini , intinya Naira sama Ray lagi berantem dan udah jam segini Naira belum balik kerumah ,Ray dari tadi cuman marah marah ,gue pusing , bantuin ane Napa '"keluh Marko
"Gue ke sana ""ucap Alex mematikan telpon nya
"Ada apa ?""tanya Caca
"Gak ada apa-apa , ya udah yuk aku anterin pulang""Alex pun mengantar kan Caca 'setelah itu iya menuju ke rumah Ray dan Naira .....
Bersambung....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
__ADS_1
semoga terhibur βΊοΈππ»