
...----------------...
Naira mengekor di belakang Ray sesat Naira terdiam di depan pintu kamar Ray
"Apa kamu tidak ingin masuk ?""tanya Ray melihat Naira mematung di sana.
"Emm.... ""Naira melangkah masuk kedalam
"Duduk lah ,aku mau mandi dulu ""ucap Ray sambil mendekati Naira '
"Tidak ingin ikut ""goda Ray.
"Jangan macam-macam , apa mas kira Naira sudah memaafkan mas ""ucap Naira melotot kearah nya . membuat Ray sulit untuk menelan ludah nya .
"Kenapa berubah menjadi horor begini ""ucap Ray pelan berlalu meninggalkan Naira di atas yang sedang duduk di sofa kamar nya .
"Aku selalu masuk kamar ini , tapi hanya menyiapkan semua keperluan mas Ray saja '"ucap Naira melihat lihat isi kamar suaminya itu.
Naira melihat sebuah album Poto di atas meja Ray.
Naira melihat ke arah kamar mandi masih tertutup rapat membuat Naira tersenyum ,
Naira pun mengambil album Poto tersebut .
Naira membuka satu persatu isi album tersebut .
terlihat sekali ,dulu keluarga suaminya itu sangat bahagia ray juga terlihat ceria ,
dari semua Poto Poto keluarga nya Ray selalu menunjukan senyum manis nya membuat Naira tertawa kecil melihat ekspresi yang Ray dan Aldo tunjukkan .
"Hemm....""Naira kaget mendengar kode dari suaminya itu .
"Naira tidak melihat apapun ""ucap Naira tersenyum kearah Ray yang sudah rapih memakai piyama nya .
Ray masih memperhatikan wajah Naira memerah kerena malu kepergok oleh nya.
"Jika tidak ada yang mau di bicarakan, naira mau kembali ke kamar ""ucap Naira menaruh lagi album tersebut di tempat semula .
Ray berjalan menuju pintu dan menguncinya Naira bingung untuk apa Ray mengunci kamar nya.
"Kenapa di kunci , naira mau kembali ke kamar ,kasian Ririn tidur sendirian ""ucap Naira.
"Kenapa harus memikirkan teman mu saja, bukan kah aku juga tidur sendiri .apa kamu tidak kasihan ""jawab Ray dengan senyuman manis nya,
Naira sedikit gugup dengan penuturan Ray barusan.
Ray berjalan mendekati Naira yang sedang berdiri di dekat ranjangnya.
"Mari tidur , sudah hampir jam 1 tidak baik untuk kesehatan ""ucap Ray membantu Naira berbaring.
Naira hanya terdiam dan menurut saja.
Setelah menyelimuti seluruh tubuh wanita itu Ray menghidupkan lampu tidur dan mematikan semua lampu yang ada di kamar nya itu , hingga penerangan redup , memanjakan mata agar cepat terlelap.
"Kenapa lampunya harus di matikan semua mas ""tanya Naira kepada Ray
Ray hanya terdiam dan membaringkan tubuhnya di samping Naira.
"Sini biar ku peluk '"ucap Ray sambil memindahkan guling yang memisahkan jarak antara mereka berdua,
__ADS_1
"Mas ,,, ""Naira tersentak saat Ray menarik pinggangnya untuk menghadap nya.
"Apa aku kurang memberi mu uang .sampai badan mu kurus begini ""tanya Ray saat Naira sudah di dalam pelukannya
Naira hanya terdiam mengatur detak jantungnya yang tidak karuan .
"Nai ""panggil Ray melihat Naira
Naira masih menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu
"Apa kamu sudah tidur ""tanya Ray lagi .
Naira menggeleng kan kepala nya
"Kenapa diam saja , apa aku menakuti mu ""ucap Ray merenggangkan pelukannya dan melihat wajah Naira
"Bukan nya mas Ray , mau menjelaskan sesuatu '"tanya Naira mengalihkan perhatian suaminya itu
"Ya..... apa kamu belum mengantuk , '"tanya Ray Naira menggeleng.
"Baik lah ""ucap Ray
Ray pun memulai bercerita tentang keluarga nya dan kehidupan nya yang sesungguhnya.
Ray sesekali mengecup pipi Naira gemas karena melihat ekspresi wajah Naira.
"Tuan Winarto memang sagat baik .naira bisa melihatnya ""ucap Naira tersenyum
"Hem...""Jawab Ray
"Sebelum dia mengenal istri keduanya '"sambung Ray lagi.
Naira tidak bisa menilai nyonya Eliza buruk karena selama Naira tinggal di rumah itu nyonya Eliza sangat baik pada nya.
Ray mengecup kening wanita cantik itu , setelah itu Ray melanjutkan ceritanya tentang hubungan nya dengan ifangka .
"Hubungan ku dengan ifangka terbilang cukup lama aku juga tidak pernah memikirkan jika semuanya terbongkar bengitu menjijikkan ""ucap Ray sambil melihat ke manik mata istrinya itu.
Naira menundukkan wajahnya
"Aku sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan ifangka '"sambung Ray lagi dengan sungguh-sungguh menyakinkan Naira.
"Apa ini karena Naira ?""tanya Naira kepada Ray
Ray menggelengkan kepalanya.
"Ifangka wanita yang pandai dalam menyembunyikan wajah aslinya aku memutuskan nya karena aku mengetahui kebusukannya bukan karena dirimu , sungguh ""ucap Ray serius
"Lalu kenapa kalian waktu itu....""ucapan Naira terhenti ,kenapa hatinya sakit jika mengigat Ray sedang berciuman dengan ifangka
Saat Ray mendekat kan wajah nya akan mencium Naira namun naira langsung menutup wajahnya dengan selimut .
"Aku mabuk waktu itu ,aku melakukan itu di luar kendali ku .
dan ifangka mengambil kesempatan itu. ""ucap Ray setelah beberapa lama mereka saling membisu.
Naira masih tak memindahkan selimut yang sedang menutupi wajahnya ,Naira juga tidak ingin menjawab perkataan suaminya itu.
"Aku suami yang buruk dan aku menyadarinya nya terlalu lama ,
__ADS_1
Tapi aku akan menerima keputusan mu ,
walau aku tidak tau ,apa aku bisa melewati nya Tanpa ,....""tutur Ray dada nya sesak jika benar Naira tidak memberi kesempatan kepada nya
Terdengar suara Isak dari Naira membuat Ray tidak tahan ray pun membalikkan tubuh Naira dan melihat wajah Naira berderai air mata,
"Aku mencintaimu Naira ""ucap Ray dengan tatapan sendu nya,
Penuturan Ray membuat Naira mencoba mencari kebohongan dari manik mata suaminya itu , namun Naira tidak melihat nya hanya ada kejujuran dan ketulusan yang Naira lihat ray mendekap erat tubuh wanita itu,
...----------------...
"Selama ini aku berbuat baik kepada mu karena aku kasihan jangan menganggap itu lebih kamu harus tau di mana batas mu "" maki Ray sambil melempar kan gelas di hadapan Naira hanya kerena Naira mengangkat telepon dari ifangka.
"Jangan pernah menyentuh yang bukan hak mu ""ucap Ray lagi berlalu pergi tanpa memakan sarapan yang sudah Naira siap kan
Naira tertunduk melihat kepergian suaminya , padahal ini hari Minggu pertama dalam pernikahan mereka .
Naira memengang dadanya terasa sesak .
bi Ijah mendatangi naira dan membawa Naira ke dalam pelukannya
di rasa lebih tenang Naira mencoba membereskan pecahan gelas yang di lemparkan oleh Ray tadi walau bi Ijah melarang nya namun Naira kekeh ingin mengerjakan nya
Besok hari Nya Naira tidak membangunkan Ray entah jam berapa Ray kembali ke rumah .
Setelah menyiapkan sarapan di meja makan, Naira segera keluar dari rumah itu naira memilih untuk berangkat kuliah ,
Saat Naira membuka pintu ternyata Alex sudah berdiri di depan pintu sambil tersenyum manis kearah Naira .
Naira pun menyapa Alex sambil membalas senyuman Alex .
"Aku akan mengantarkan mu ""ucap Alex menarik tangan Naira masuk kedalam mobil nya.
Naira tidak menolak naira menuruti Alex dan mereka pun meninggal kan rumah itu,
tak ada yang tahu jika seseorang sedang melihat mereka dari atas sana .
Dari sanalah Alex sangat baik padanya bahkan selalu membuat Naira tertawa disaat saat sulit untuk di lewati oleh Naira .
Walau pun seperti itu Naira sudah terlanjur mencintai suaminya , hingga Naira hanya bisa menganggap Alex sebangai kakak laki-laki nya.
Berselang beberapa bulan tiba tiba Ray berubah sikap padanya bahkan di bilang lebih memperhatikan Naira walau dengan sikap Arongan nya .
dari sanalah di mulai perbaikan hubungan antara mereka berdua ,sampai saat ini .
...----------------...
Karena terlalu lama berperang dalam masa lalu yang bengitu sulit perlahan mata Naira tertutup di dalam dekapan pria tersebut ' jiwa nya telah membawanya berdamai di alam bawah sadarnya...
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur βΊοΈππ»
__ADS_1