
Malam yang dingin menemani kedua pasangan tersebut , membuat mereka tidak ingin memindahkan selimut yang menutupi tubuh mereka berdua .
"Zidane sangat bahangia jika memiliki seorang adik " ucap Ray menatap wajah istrinya yang masih memejamkan matanya .
"Bangai mana menurut mu sayang ? "
"Hemm "hanya itu jawaban wanita itu .
"Arti nya kamu setuju ? "ucap Ray antusias merengkuh wajah wanita cantik itu.
"Setuju ? , apa yang di setujui ? "kesadaran Naira yang belum sepenuhnya kembali pun malah balik bertanya .
Ray mendengus mendengar penuturan wanita itu .
"Besok pernikahan Marko dan Ririn , kita kasih kado apa sayang ? "Naira bertanya .
"Spesial "ucap Ray sambil tersenyum .
"Spesial apa ? "
"Sebelum kamu menjawab pertanyaan ku ? , aku tidak akan memberi tahu mu ! "ucap Ray membuat Naira membuka matanya dan menatap wajah suaminya itu .
"Pertanyaan apa ? , kanyak nya serius "Naira mendudukkan tubuhnya di sebelah Ray .
"Ya .
"Ya sudah tanyakanlah . apa yang menjadi pertanyaan oleh pak suami ini " ucap Naira sambil tersenyum sambil mengikat rambut nya .
"Kamu ingat saat kita memakan arumanis di rumah pohon waktu itu ? " pertanyaan Ray membuat Naira seperti sedang mengingat kapan dan dimana .
"Ingat ? "
"Iya . waktu mas Ray ambil ciuman pertama Naira kan !"ucap Naira dengan wajah memerah mengingat kelancangan nya waktu itu membuat nya kehilangan sesuatu yang sudah di jaga nya selama ini .
Ray tersenyum . "benarkah itu ciuman pertama mu ? " tanya Ray meragukan ucapan wanita itu .
"Mas Ray tidak percaya ? "ucap Naira menatap kesal laki laki itu .
"Tidak .
"Kenapa tidak ?
"Kerena kamu waktu itu mencintai orang lain . selain suami mu "ucap Ray beranjak dari tempat tidur nya .
Naira terlihat sedang memikirkan sesuatu apa yang terjadi dengan suaminya itu . cemburu kah dia ! Naira tersenyum simpul .
"Sekarang apa kamu masih mencintainya? "Ray melipat kedua tangannya di dada nya sambil menatap Naira yang masih duduk di atas kasur besar itu .
Naira mengangguk polos mendapatkan pertanyaan suaminya itu . membuat jengkel laki laki yang ada di depan nya itu.
"Tidak bisa di percaya . walau kamu sudah memiliki anak dengan ku . tapi kamu masih mencintainya ?"ucap Ray dengan wajah datar . Naira mengangguk santai . walau di hatinya sudah tertawa cekikikan melihat ekspresi wajah suaminya itu .
"katakan pada ku siapa laki laki itu ? "ucap Ray memalingkan wajahnya dari Naira .
"Nanti mas Ray bakalan marah kan ? "penuturan Naira membuat Ray semakin emosi .
"Ya aku akan memanggang nya .jika aku mengetahuinya "ucap Ray membuat Naira ngeri melihat keseriusan laki laki itu .
"Apa Naira boleh berbohong ? "ucap Naira sambil tertawa kecil.
"Apa kamu menganggap aku becanda " tanya Ray mendengar penuturan wanita itu .
Naira tersenyum simpul kearah Ray .
"Siapa yang menyuruh mu tersenyum ? "
"Sini " Nair mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Ray . namun Ray tidak mempedulikan nya .
"Ya udah deh . kalo gak mau tau "Naira kembali membaringkan tubuhnya menghadap Ray sambil tersenyum manis .
"Kenapa kamu sangat menjengkelkan "Ray akhirnya menghampiri wanita yang sangat iya sayangi itu .
__ADS_1
Tanpa berkata apa-apa Naira hanya menatapnya dengan tatapan penuh cinta kepada suaminya itu .
"Apa dengan menatap ku kamu merasa aku tau siapa yang kamu cintai ? "
"Harus nya "ucap Naira tersenyum .
"Jangan bertele-tele Naira , ucapkan dengan jelas " Ray yang sudah emosi pun tidak bisa becanda lagi dengan Naira .
"Kenapa membentak ku "ucap Naira menyurutkan senyuman nya . Ray terlihat menarik nafas panjang meredam emosi nya .
"Maaf " Naira terdiam sejenak.
"Laki laki itu ...
" Raymond Wijaya "Naira menggenggam tangan Ray .
"Kenapa saat itu aku mengatakan bahwa ia tidak mengetahui nya . karena memang kan mas Ray waktu itu belum menganggap ku " ucap Naira tersenyum simpul .
"Naira sangat mendoakan kebaikan untuk laki laki itu . kebahagiaan nya . kesehatan nya . bahkan untuk hubungan nya dengan kekasih nya agar mereka selalu bersama ." ucap Naira masih tersenyum .
"Kamu bicara apa "ucap Ray membawa wanita itu kedalam pelukannya . merasa sakit saat mengingat kembali masa lalu dengan menyakiti hati Naira .
"Maafkan aku " ucap Ray mengeratkan pelukannya . setelah sekian lama mereka berpelukan membuat Naira sesak nafas karena Ray memeluk nya sangat erat .
"Apa mas Ray ingin membunuh ku . Naira tidak bisa bernafas " ucap Naira melepaskan pelukan mereka . membuat Ray tersadar karena dirinya membuat Naira susah untuk bernafas. Ray tersenyum gemas melihat ekspresi imutnya istrinya itu .
"Aku sangat menyesal "ucap Ray tulus menyesali perbuatannya itu .
"Ya . "
"Lupakan itu hanya masa lalu "
"Naira juga sudah memaafkan semua nya . "ucap Naira tersenyum kepada Ray .
"Mungkin aku sudah mendapatkan maaf dari mu , tapi aku tidak akan pernah bisa menghapus kan luka itu di hati mu nai "ucap Ray membuat Naira menatap wajah suaminya itu . Naira pun kembali memeluk tubuh pria itu .
"Percaya . Naira sudah melupakan nya . dan menghapus luka itu mas . jangan menyalahkan diri sendiri "ucap Naira .
Zidane yang sudah berusia 4 tahun pun terlihat sudah duduk di meja makan menunggu ibunya membuatkan sarapan pagi untuk ayah dan anak itu .
"Silahkan makan "ucap Naira tersenyum dan mengelus rambut pria kecil itu .
sifat yang bengitu bertolak belakang dengan Ray itu membuat Ray sering menggelengkan kepalanya . namun juga Bangga dengan sifat putranya itu yang sangat mirip dengan Naira .
Zidane termasuk aktif dalam dan telah terlihat kepedulian terhadap lingkungan nya . karena Naira selalu mengajak Zidane dalam segala hal yang menurut Naira baik untuk perkembangan Zidane . membuat Naira sangat bersyukur memiliki putra sebaik Zidane .
"Zidane baca doanya ya "membuat Naira dan Ray mengangguk . Zidane pun dengan lancar membacakan doa untuk makan tersebut .
"Selamat makan .ma . pa "ucap Zidane .
"Iya sayang . selamat makan "ucap Naira dan Ray bersamaan .
"Bangai mana dengan Pr dari guru. apa sudah di kerjakan ? "tanya Naira bertanya kepada Zidane karena Zidane sudah memasuki sekolah paud di dekat rumah mereka .
"Sudah ma . semalam papa bantuin Zidane buat Pr "ucap Zidane sambil tersenyum kepada papanya itu .
"Makasih pa "
"Ya . tapi anak papa harus belajar lebih giat lagi . biar bisa hebat . oke "
"Anak yang pintar . dan papa yang baik "puji Naira melihat keakraban papa dan anak itu .
"Mama ,,
"Hemm "
"Apa Zidane salah kalo ada temen Zidane di ledekin . Zidane marah sama mereka ? "pertanyaan bocah kecil itu membuat Ray dan Naira saling tatap .
"Bagai mana kejadian nya sayang ? "tanya Naira
"Di sekolah ada temen Zidane ma . namanya Alana .Alana sering di ledekin karena Alana gak punya papa "ucap Zidane menceritakan tentang seorang teman nya di sekolah .
__ADS_1
"Hemm . sayang ... "
" Zidane gak salah ! selagi itu benar dan untuk melindungi seseorang , apalagi yang berkaitan dengan ayah dan ibu nya "potong Ray karena Naira tidak bisa menjelaskan kepada Zidane .
"Alana sering nangis pa , Zidane kasihan "ucap Zidane sambil menghabiskan makanannya . Naira tersenyum dengan kepedulian Zidane kepada sesama .
"Kapan . kapan apa mama bisa bertemu dengan Alana ? "
"Alana sering di jemput awal sama mama nya .ma "ucap Zidane .
"Oke . nanti mama bakalan minta alamat Alana nya sama Bu Tika . biar kita bisa main ke rumah Alana , Zidane mau ? "penuturan Naira membuat Zidane mengangguk antusias . mereka pun melanjutkan menikmati sarapan pagi mereka .
Setelah mengantarkan Zidane ke sekolah nya . Ray mengantarkan istri cantik nya itu untuk mampir sebentar ke toko kue Naira . karena sudah 2 hari Naira tidak datang karena Ray melarangnya .
"bangai mana dengan tokoh kue mu sayang . lancar ? "tanya Ray
"Alhamdulillah mas . sejauh ini para karyawan sangat sibuk dengan pesanan para pelanggan. Naira sering kasihan "ucap Naira membuat Ray semakin sayang kepada wanita cantik itu .
"Apa harus tambah karyawan lagi ? " tanya Ray .
"Boleh deh mas " Ray pun langsung menghubungi Sisil untuk mencarikan karyawan baru untuk toko kue Naira .
Ya . sudah hampir satu tahun ini Naira menjalankan bisnis toko kue itu .dan allhamdulillah sejauh ini belum ada komentar dari para pelanggannya . karena mereka selalu puas dengan pelayanan dan fasilitas dari toko kue Naira .
"Ingat hanya mampir saja . karena nanti jam 4 kita akan menghadiri acara pernikahan Ririn dan Marko . aku tidak ingin jika kamu kelelahan " membuat Naira menganggukan kepalanya .
Setelah bertemu dengan semua karyawan nya . dan memberikan semangat kepada mereka semua . akhirnya Naira ada Ray menuju ke kantor suaminya untuk menemani Ray meeting sebentar . Naira pun tidak menolak. bahkan sangat antusias meng'iya kan permintaan suaminya itu .
Sebagai imbalannya , Ray dan Zidane siang ini harus menemani Naira untuk ke salon kecantikan untuk menghias wajah wanita itu .
"Bangai mana dengan sekolah mu ? "
"Bagus pa . bahkan Zidane dapet nilai 97 "ucap nya dengan tegas dan bangga .
"Bagus . anak papa pintar "
"Anak mama juga "celetuk Zidane membuat Ray mengacak ramb'ut pria kecil itu . Zidane hanya tertawa kecil
"Hemm bangai mana dengan teman mu Alana , apa dia menangis lagi hari ini ? " tanya Ray
"Hari ini Alana tidak masuk sekolah pa , Zidane tidak tahu kenapa Alana tidak masuk sekolah " ucap Zidane menghabiskan susu yang iya beli tadi .
"Oh bengitu ya , mungkin besok dia masuk "ucap Ray Zidane mengangguk .
"Kenapa perempuan harus dandan si pa ? "protes Zidane karena sudah hampir satu jam mereka berdua duduk di kursi tunggu menunggu Naira .
protesan putra nya itu membuat Ray tertawa kecil karena menurutnya pertanyaan itu hanya Naira yang bisa menjawabnya .
"Papa tidak tahu nanti kamu tanyakan saja kepada mama nya "ucap Ray menahan tawa nya . pasti Naira nanti akan kesal dengan pertanyaan Zidane itu .
"Mama sudah selesai "ucap Naira tersenyum dengan wajah yang cantik dan anggun membuat Ray tidak mengedipkan matanya melihat kecantikan wanita itu .
"Wah . artinya ini kenapa perempuan harus dandan , biar keliatan lebih cantik ya ma "tutur Zidane tersenyum kepada mamanya itu . mendapat anggukan dari Naira
"Iya sayang .. kalo mama gak cantik tar papa kamu lirik sini , lirik sana "ucap Naira cemberut .
"sayang ngomong apa ? "tegur Ray karena Naira berbicara dengan Zidane yang seharusnya belum ngerti akan hal itu .
"Oh .. tidak ..tidak maksud mama , biar papa makin sayang sama mama , ya kan pa ? "tanya Naira bertanya kepada Ray .Ray hanya mengangguk dan hampir menggapai tangan wanita itu . namun ucapan Zidane membuat Naira mendekati pria kecil itu .
"tapikan Zidane lebih sayang sama mama " ucap Zidane sambil tersenyum getir kearah mamanya itu .
"Oh tentu " Naira segera memeluk tubuh pria kecil itu membuat Zidane tersenyum menang kepada papa nya itu. karena selalu akan dirinya yang mendapat pelukan pertama dari Naira dalam setiap hal .
"D*asar bocah kecil , lihat saja , aku akan menculik mama mu nanti "arti tatapan Ray kepada Zidane ...
Assalamu'alaikum ☺️
Mimin kasih bonus ya , semoga terhibur ☺️💚
Makasih ya yang sudah mampir , sehat sehat buat kita semua .
__ADS_1