
...----------------...
"Jika kamu tidak bisa menghargai Naira sebagai istri mu sekiranya anggap dia sebagai adik mu yang harus kau jaga.
papa tidak ingin jika kamu tidak menjaga sikap suatu saat kamu akan menyesali semua nya "" kata-kata papa nya masih teriang di dalam pikiran Ray
Sesaat Ray memperhatikan Naira yang sudah duduk di depan nya
melihat gadis itu sedari tadi hanya menunduk
Saat nya mereka bertukar cincin pernikahan namun Naira belum juga menatap laki laki yang telah sah menjadi suami nya itu
Naira sangat malu .kenapa harus pria ini yang menjadi pilihan tuan winarto
Setelah selesai memasangkan cincin di jari Naira
naira pun mencium tangan suaminya dan terasa sebuah telapak tangan menyentuh kepala nya dan terdengar sebuah doa yang terdengar pelan di telinga Naira .
Naira menatap wajah Ray ,saat itulah mata mereka terkunci .
naira tidak pernah menyangka bahwa dirinya menikah dengan putra tuan Winarto sendiri apa maksud semua ini .
Naira belum memindah kan pandangan nya setelah Ray mencium dahi wanita itu . terlihat jelas ada kesedihan di dalam mata itu.
Ray tau ini semua kerena ego nya hingga membuat Naira terlibat dengan semua ini .
"Di kamar yang telah di sediakan untuk mereka berdua .
Naira terlihat sedang di omeli oleh mba Henda kerena air mata Naira sedari tadi selalu merusak make up yang telah terpasang di wajah Naira
Semua itu berawal saat Ray mengatakan sesuatu yang membuat hati Naira sakit.
"Jangan terlalu banyak berharap semua nya sama seperti sebelum kita menikah '
jadilah diri mu sendiri aku tidak pernah melarang mu untuk mencari seseorang yang bisa menghargai mu ""ucapan itu masih terdengar jelas hingga membuat naira tidak bisa memberhentikan mataya untuk mengeluarkan air mata .
"Cantik acara nya sebentar lagi, kalo terus kanyak gini gimna mau selesai cantik ""ucap mba Henda
"Naira sudah berusaha menahan nya mba tapi dia masih keluar ""itulah yang terucap dari mulut naira sambil menunjuk air mata nya
Akad nikah Naira dan Ray di langsungkan jam 10 pagi
dan malam nya akan di langsung kan sebuah resepsi pernikahan .
Mba Helda melihat Naira seperti itu ingin memeluk Naira
belum mba Helda melakukan nya suara seseorang terdengar menyapa mereka berdua , ray lah yang sedang berdiri di depan pintu kamar mereka.
"Tinggal kami sebentar ""ucap Ray ,mba Henda pun menuruti perintah Ray namun terlihat sorot mata nya sedikit sengit melihat Ray kenapa ada laki laki bisanya hanya menyakiti hati wanita .
Setelah kepergian mba Henda sedikit kesenyapan menguasai mereka berdua setelah itu Ray mengeluarkan sebuah kertas , kertas yang sama dengan yang pernah di perlihatkan kepada tuan winarto waktu itu .
__ADS_1
'"Katakan jika ada persyaratan yang memberat kan mu ""ucap Ray to the point
"Apa ini ""mata sayu nya menatap Ray
setelah membacanya Naira baru sadar jika kertas putih itu adalah perjanjian pernikahan kontrak yang naira jalani.
Naira hanya diam saja Tah apa yang iya pikirkan.
"Syukur lah jika kamu menyetujui semua nya tanda tangan , bahwa kau menerima kesepakatan ini ""ucap Ray
Banyangan anak itu saat menunduk melintas saat melihat Naira melakukan seperti itu.
"Boleh kah peraturan nomor empat di ganti kerena walaupun pernikahan ini harus nya tidak terjadi ,
tapi aku ingin belajar menjadi istri yang baik ""ucap Naira tersenyum , menguatkan hati nya .
"Akan ku pertimbangkan ,kau menyetujui semua nya kecuali nomor empat ""tanya Ray kepada Naira dan mendapat anggukan dari Naira
"Baik lah aku tidak akan melarang mu melakukan apapun selagi itu tidak melampaui batas ""Naira yang mendengar itu tersenyum kecil
ray yang melihat itu merasa aneh dengan sikap Naira yang tidak memberontak sama sekali .
"Tanda tangan disini ! "" Ray menyodorkan kertas putih itu kepada Naira naira langsung menandatangani perjanjian itu
"Kita menyepakati nya ""Ray mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Naira ,Ray tersenyum tulus kepada Naira
"Ya ""jawab Naira membalas senyuman Ray dengan ramah
Dan satu lagi jadilah pengantin wanita yang bahangia malam ini ""masih dengan senyumnya
Naira mengangguk .
setalah Sampai di depan pintu masuk .
Ray membalikan badannya melihat Naira masih dengan posisi yang sama membelakangi nya namun pantulan dirinya terlihat dari cermin yang ada di hadapan Naira .
"Akan ku coba ""batin Ray
setelah melihat Ray keluar dari kamar Naira 'mba Helda langsung melihat keadaan Naira
"Apa dia melakukan sesuatu ""tanya mba Henda Naira menggeleng
"Andai aku tau jika pernikahan ini seharusnya tidak terjadi ,dari awal nyonya Monica meminta ku membantu nya .
aku akan menolak nya Nai ""ucap nya prihatin dengan keadaan Naira
"Bearti mba Henda menyesal membantu Naira sekarang""tanya Naira dengan wajah sedih nya yang di buat buat.
seketika jiwa alay mba Henda pun kembali.
"Ih cantik kok gitu cih
__ADS_1
maksud i'm gak kanyak gitu ,
i'm seneng banget bisa jadi pilihan nyonya Monica untuk terlibat mengurusi pernikahan wanita yang cantik ini ""ucap mba Helda sambil mengedipkan mata nya.
Naira yg melihat itu tersenyum bahagia sekarang iya hanya ingin ikhlas menjalani kehidupan nya yang baru saja dimulai .
Tampa melihatkan kepahitan apa yang iya lalui di hadapan semua orang ,terutama keluarga nya.
Mba Helda yang melihat senyuman Naira merasa senang .
mba Henda pun bersemangat untuk melanjutkan memoles wajah Naira dengan seluruh kemampuan nya.
terlihat natural namun mewah
"Perfect ""satu kata itu membuat Naira tersenyum malu.
"Terimakasih mba Helda , apa ini Naira mba ? ""ucap Naira lihat dirinya di depan cermin
"Orang cantik kalo di dandanin ya, yang ada malah tambah cantik lah sayang ""ucap mba Helda menyelesaikan polesan terakhir nya
"Selesai ayo ganti baju acara nya setengah jam lagi di mulai Lo '"sambung mba Henda lagi 'naira pun mengiyakan
Jam 11 malam semua nya telah selesai dengan lancar Tampa ada halangan sedikit pun .
sekarang Naira sudah memakai piyama nya dengan hijab instan yang menambah kesederhanaan gadis itu sekarang iya sedang menunggu seseorang yang sedang membersihkan diri nya 'ya siapa lagi jika bukan suaminya
Setelah terdengar suara pintu terbuka naira yang sedang duduk di sofa langsung menoleh . terlihat seorang Ray dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya dan aduk kecil menggantung di leher nya .
naira yang melihat itu langsung menutup mata nya dan berteriak.
"Pakai lah baju dahulu sebelum keluar dari kamar mandi tuan . apalah tidak bisa ""melihat reaksi Naira Ray tersenyum nakal muncul ide untuk mengerjai Naira.
"Kau harus terbiasa ""dengan langkah yang semakin mendekati Naira . Naira yang mengetahui jika suami nya itu berjalan ke arah nya , naira langsung menutup mata nya dengan rapat rapat dan menahan napasnya ,
Seketika Ray tertawa melihat tingkah istri kecil nya itu
"Ku kira kau seberani saat kau menghajar preman itu ternyata nyali mu kecil sekali ""ledek nya setelah mengambil paper bag yang telah di bawakan oleh Alex untuk nya di sebelah Naira
naira yang mendengar itu langsung melihat kearah Ray
"Bicara lah yang benar tuan dan nganti baju sana ""Naira ingin sekali menya'uti penuturan Ray namun mengalah lh dahulu .sekarang iya lelah sekali jika harus melanjutkan perdebatan ini .
Bersambung......
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur βΊοΈππ»
__ADS_1