
...----------------...
Malam sudah semakin larut pasangan suami istri itu baru bisa melarikan diri dari acara tersebut .
Karena ulah para sahabat mereka bahkan mereka sengaja, tidak kan membiarkan Ray dan Naira menikmati malam ini.
"Mas laper ""keluh Naira menyenderkan kepalanya di bahu suaminya itu .
saat ini Ray sedang menggendong wanita itu menuju kamar tidur mereka.
"Aku akan memesankan nya kamu harus kuat malam ini,
aku akan meminta imbalan atas kerja keras ku ,menyiapkan kejutan untuk mu ""ucap Ray sambil ******* bibir wanita itu ,Naira tersipu dengan ucapan suaminya itu.
Hingga akhirnya mereka telah Sampai di kamar hotel yang bengitu mewah tanpa melepaskan tautan bibir mereka berdua .
Seperti malam pengantin baru, kamar tersebut sudah di dekor bengitu indah ,
Ray dan Naira menikmati keindahan kamar tersebut dengan suasana bahangia .
ya malam pertama mereka baru akan di mulai.
"Mas ,Naira lapar ""ucap Naira mendayu kerena suaminya itu sedang menikmati keindahan leher jenjangnya .
Dalam keadaan yang bengitu menggairahkan ,Ray harus mengalah dari pada iya harus membuat Naira pingsan karena tidak memberi nya makan.
"Mas ...hemm""erang Naira saat Ray memberi tanda di leher Naira yang putih mulus itu .
ray tersenyum bahagia saat iya telah memberikan tanda pemilikan nya di leher wanita yang sangat dicintainya itu .
"Aku melepaskan mu untuk sementara ini , setelah ini jangan harap bisa lari dari ku ""ucap Ray menghubungi pihak hotel untuk memesan makanan untuk Naira.
Naira sedang mencoba untuk membuka gaun pesta nya itu dengan susah panyah.
tangan nya tidak terjangkau untuk membuka resleting yang ada di belakang sana.
Hingga Ray datang untuk membantu Naira membuka nya
"Mas """menahan tangan Ray yang hampir menyentuh resleting baju yang Naira gunakan.
"Kenapa bukan kah , setelah ini kita akan melakukan nya""bisik Ray pelan sambil mencium telekukan istrinya itu
membuat Naira menggeliat geli,
Naira tersipu dengan ucapan suaminya itu.
Ray pun membantu Naira untuk membuka gaun nya itu ,
dengan menahan semua hasrat nya yang hampir Ray sendiri tidak bisa menahan nya.
Teng....teng.... teng....
suara bel pintu berbunyi
seorang waiters mengantarkan makanan yang telah Ray pesan kan ,
Naira pun segera berlari masuk kedalam kamar mandi ,kerena baju nya sudah setengah terbuka dan iya sudah tidak memakai kerudung lagi.
Ray membuka pintu dan menerima pesanan mereka , setelah itu Ray menutup kembali pintu kamar tersebut .
Ray tersenyum mengingat wajah panik istrinya itu saat mendengar suara bel berbunyi .
"Dia sangat menjaga dirinya ""ucap Ray sambil menyiapkan makan tengah malam mereka
"Mas apa gak di siapkan baju di sini naira gak ada baju ""teriak Naira dari dalam kamar mandi.
"Memang tidak di siapkan '"jawab Ray santai
"Hah ... terus Naira pake baju apa ?""tanya Naira kaget mendengar penuturan suaminya itu
"Tidak usah pakai baju , hanya ada aku disini ""ucap Ray sambil tertawa cekikikan menggoda istrinya itu.
dari dalam sana terdengar suara tangisan yang di buat buat karena ulah Ray itu.
"Gak mungkin mas ""ucap Naira dengan nada tangisan yang terdengar lucu itu.
Memang Ray sangat lupa untuk menyuruh Alex untuk menyiapkan baju ganti untuk Ray dan Naira setelah acara selesai .
Tidak ada pilihan lain ,Ray pun melepaskan kemeja putih nya membiarkan dada bidangnya terekspos jelas ,dan di berikan kepada Naira.
__ADS_1
"Sayang pakai ini ""ucap Ray mengetuk pintu kamar mandi ,yang sedang Naira gunakan.
"Taruh saja di depan pintu nanti Naira ambil ""ucap Naira menempelkan telinganya di pintu mendengar jika suaminya itu telah pergi dari sana .
"Harus nya kita mandi bersama malam ini , kenapa pemalu sekali ""ucap Ray menggantungkan kemejanya di depan gagang pintu tersebut .
Setelah tidak mendengar suaranya suaminya itu, Naira bergegas membuka pintu kamar mandi dengan pelan ,dan mengambil kemeja putih tersebut .
Naira masih tidak percaya ,akan kah iya memakai kemeja suaminya itu.
" Mas ,apa Naira harus memakai baju ini ""tanya Naira dengan nada sedih.
"Jika kamu mau . kalo tidak mau ,tidak usah pakai baju ""itulah jawaban dari Ray
sambil tersenyum membayangkan Bangai mana tubuh munyil itu memakai kemeja nya ,pasti sangat manis
Dengan terpaksa Naira pun memakai kemeja yang kebesaran di tubuhnya itu ,Naira tidak pernah memakai pakaian sependek ini . sangat tidak nyaman .
ya mau bangai mana lagi dari pada iya tidak memakai baju sama sekali .
Sudah 10menit berlalu namun Naira masih belum berani keluar dari kamar mandi dengan berpakaian seperti itu.
"Naira kamu mau tidur di dalam situ .makanannya keburu dingin ""panggil Ray lagi karena istrinya itu tidak kunjung keluar .
Naira menarik nafas panjang dan memberanikan diri untuk menerima kemungkinan apapun yang akan terjadi.
Ray terenug melihat Naira seperti itu .
dengan rambut yang masih sedikit basah dan berantakan membuat keimutan gadis itu.
"Wahhh .. kamu ingin menggoda ku ""ledek Ray membuat Naira mencabik kan bibirnya
Ray menyambut tangan Naira meminta Naira untuk duduk di pangkuan nya.
"Kenapa tidak memakai baju mas ""tanya Naira memalingkan wajahnya karena malu melihat Ray membiarkan dada bidang nya terekspos bengitu saja.
"Kamu mencuri baju ku ""ucap Ray santai ,
Naira langsung melihat kearah Ray
dan merutuki dirinya sendiri . karena iya lupa jika sedang memakai kemeja suaminya itu.
Mereka makan satu piring berdua .
namun Ray terlihat tidak menyentuh Makanan itu sama sekali 'kerena Naira sangat lahap menyantap makanan itu Tampa memikirkan dirinya .
"Em.. Alhamdulillah ""ucap Naira tersenyum karena perut nya sudah tidak berisik lagi karena meminta untuk di isi.
"Kenyang '"tanya Ray kepada Naira naira mengangguk dan berterimakasih kepada Ray.
Saat Naira akan turun dari pangkuan suaminya itu ray manarik nya hingga membuat nyali Naira menciut.
"Aku lapar sedangkan kamu sudah kenyang ""ucap Ray sedih.
"Biar Naira memesan makanan untuk mas nya ""ucap Naira tersenyum, niat nya akan turun namun tubuh nya terasa melayang .
"Aku ingin memakan kamu saja ""ucap Ray mencium bibir wanita itu Dangan lahap ,Naira kewalahan menanggapi ciuman dari suaminya itu.
"Emmm... ""Naira memukul bahu pria itu karena nafasnya hampir putus karena Ray tidak menjeda sama sekali tautan mereka.
Dengan penuh gairah Ray membaringkan tubuh wanita itu dan memulai ritual pengantin baru mereka ..... (sensor)ππ
......................
Tepat pukul 4 subuh Naira megeliat tubuhnya terasa remuk redam tulang nya terasa patah karena ulah suaminya itu dan terasa sangat sakit di bawah sana.
entah berapa kali mereka mengulang edegan panas tersebut .
Naira perlahan membalikan tubuhnya menghadap suaminya itu .
Naira sangat malu jika mengingat suara suara aneh yang keluar dari mulutnya semalam.
"mas Naira takut '"ucap Naira.
"Aku akan melakukan dengan pelan sayang . tidak menyakiti kita berdua
karena ini pertama kali nya untuk ku dan kamu '""ucap Ray.
"Benar kah ini yang pertama bagi mas Ray .tapi bukan kah mba ifangka pernah ..""entah tiba tiba hatinya murung mengingat ucapan ifangka waktu itu.
__ADS_1
Naira menyibak kan selimut nya . Naira sangat malu saat ini tidak memakai pakaian sehelai pun .
Naira perlahan menurunkan kakinya naira meringis menahan sakit yang teramat di kedua kaki atas nya.
"Auuu ""naira berjalan terlatih latih menuju kamar mandi .
Saat Naira telah sampai di dalam kamar mandi ,Naira mengambil handuk dan menutupi tubuhnya yang polos .
Naira melihat dua paper bag di atas meja wastafel ,Naira pun membukanya .di dalam sana terdapat baju dan telekung untuk nya dan sajadah untuk sholat mereka berdua ,mungkin kah ini untuk nya . Naira tersenyum, suaminya itu sangat pengertian sekali.
"Tapi kapan mas Ray memesannya dia berprilaku semau nya ""ucap Naira tersenyum.
Naira melihat pantulan dirinya di depan cermin .
Naira Bingung melihat tanda merah di seluruh lehernya .
"Apa banyak nyamuk semalam ''ucap Naira polos , memeriksa leher nya.
"Kenapa hotel sebangus ini banyak nyamuknya sih ""ucap Naira menggaruk pelan.
Naira pun membersihkan dirinya terlebih dahulu . setelah itu iya memakai baju yang sudah Ray siapkan untuk nya .
Naira melihat jam sudah menunjukkan jam 4:23 bentar lagi sholat subuh.
Naira bergegas keluar untuk membangunkan suaminya yang masih tertidur pulas ,Naira tersenyum melihat Ray yang sedang tertidur .
"Benar kah Naira memiliki suami setampan ini ya Allah "ucap Naira sambil memainkan hidup mancung suaminya itu.
Tidak sampai disitu Naira terlihat menyentuh dada bidang suaminya itu naira malu mengingat iya mencakar, menggigit bahu pria itu semalam '
"Pasti sakit ""ucap Naira mengelus bekas gigitan nya semalam
"Kau ingin membangunkan nya lagi ""suara bariton terdengar berat mengagetkan Naira .
Naira menjauhkan tangan nya dari dada bidang suaminya itu namun Ray langsung mengambil kesempatan itu.
Naira meronta saat Ray menindihnya.
"Mas sebentar lagi sholat subuh , naira udah mandi ""ucap Naira menutup tubuh suaminya itu yang hanya memakai celana pendek saja .
"Emmm .... apa ini alasan mu ""ucap Ray mencium bibir wanita itu. Naira menggeleng .
"Mas nanti , sholat subuh dulu ""ucap Naira mencoba menghindari ciuman dari suaminya itu.
"Baiklah sayang , ingat janji mu ""Ray melempar tubuhnya di samping Naira.
"Ya sudah mandi dulu sana ""Naira mendorong dada suaminya itu
Ray masih tidak memindahkan tubuhnya.
"Cium dulu""ucap Ray menggoda Naira
Tanpa menunggu kedua kalinya Naira mencium pipi kiri dan kanan Ray singkat.
"Cium di sini ""ucap Ray menunjuk bibirnya .
Naira mencabik kan bibirnya karena mereka melakukan nya lagi setelah sholat subuh dan baru saja di kamar mandi .
"Terimakasih sudah menjaga nya untuk ku ""ucap Ray mencium kening wanita cantik itu yang sedang menyisir rambutnya.
Naira mengangguk dan tersenyum manis kearah suaminya itu.
"Kamu membuat ku tidak ingin berhenti melakukannya ""ucap Ray menggoda Naira.
"Mas ....""keluh Naira mendengar penuturan Ray.
"Tidak ,,, nanti kalo sudah sarapan saja ya ""Naira langsung mencubit pinggang suaminya itu dengan kuat .karena malu .....
Bersambung......
Assalamu'alaikum βΊοΈ
liat yang halal uwu uwuan 'jadi laperrrrπππ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur
__ADS_1