
...----------------...
"Baru beberapa jam Naira tertidur .
Naira sudah terbangun dari tidurnya
naira berusaha untuk menyadarkan mata nya untuk terbuka
Naira merasakan hangatnya selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
tapi sebelum Naira tidur tidak memakai selimut ini .
Siapa yang menyelimuti dirinya ,
pandangan Naira menatap di atas ranjang terlihat laki laki tampan itu sedang tidur dengan posisi miring ke arah Naira .
"Sedang tidur saja tuan Ray sangat tampan ""ucap Naira masih menatap pria itu.
Terlihat jelas wajah tampan rahang yang tegas ,dan kulit berwarna putih , hidung mancung .
Apakah ini mimpi , kemarin Naira bersanding dengan mahluk tuhan sesempurna itu ,masya'allah.
Setelah dirasa kesadarannya sudah kembali normal.
Naira turun dari sofa membawa selimut yang Naira pakai tadi
dan Naira pun memakaikan selimut itu kepada Ray .
"Terimakasih "ucap Naira tersenyum entah lah apakah orang yg ada di depan nya ini mendengar kan nya .
Setelah selesai memasangkan selimut untuk Ray .
naira bergegas pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu ,
Naira melakukan sholat malam .
Naira bersyukur sekali jika Mak nya tidak melupakannya untuk menyiapkan telekung untuk Naira ,
Setelah selesai dengan sholatnya,
Naira melihat ke arah Ray
naira pun mendekat dan memandang wajah suaminya itu,
Naira tidak berkata apapun , agar tidak membangunkan kali laki itu.
"Ya Allah limpahkanlah keberkahan dalam rumah tangga kami dan jadikan pernikahan ini sebagai ladang ibadah untuk kami
ya Allah kaulah yang membolak-balikan hati tetapkan hati kami di atas agama mu Aamiin ""batin Naira masih meyentuh tangan suaminya itu
Naira membaca Alquran di dalam hati nya .
Naira tidak ingin menganggu tidur suami nya itu.
Setelah mendekati waktu subuh Naira memberanikan diri untuk membangun Ray untuk menunaikan shalat subuh
"Tuan bangun, sebentar lagi subuh ""ucap Naira sambil mengguncang pelan lengan Ray
Namun tak membuat Ray terbangun
bangai mana caranya agar Naira bisa membangunkan Ray.
Naira pun mencoba lagi untuk membangun Ray namun belum juga membuat suaminya itu terbangun .
ray hanya megeliat saat merasa ada yang memanggilnya ,Ray pun membalikan badannya membelakangi Naira,
__ADS_1
Naira hanya mendengus melihat itu.
Hingga terdengar suara azan berkumandang yang mengharuskan Naira sholat terlebih dahulu.
setelah ini naira akan mencoba membangunkan Ray kembali.
Setelah selesai dengan sholat subuh nya waktu sudah menunjukan pukul 5 pagi naira pun membangun kan Ray lagi dan Alhamdulillah akhirnya Ray terbangun.
Walau pun Naira harus kena semprot ocehan dari suami nya tersebut
tidak masalah asalkan Ray bagun melakukan sholat subuh '
Terdengar salam dari suami itu menandakan bahwa sholat nya,
sudah hampir selesai naira yang masih berada tepat di belakang Ray menunaikan sholat menebar senyum manis nya.
Dan menyambut tangan suaminya itu dan mencium tangan suaminya itu
"Makasih udah bangunin aku buat sholat subuh ""ucap Ray dengan nada datar dan cepat berdiri dan akan kembali melanjutkan tidur nya.
"Tuan tidur setelah subuh tidak baik untuk kesehatan '"ucap Naira saat Ray sudah hampir membaringkan tubuhnya kembali.
"Saya tidak terbiasa bangun sepagi ini ""jawab Ray menjelaskan .
setelah itu iya tidak menghiraukan ucapan Naira lagi .
"Di meja makan kedua keluarga besar itu sedang sarapan bersama.
Semua nya telah ada di meja makan ,tinggal Naira dan Ray lagi yang belum ada di sana . membuat mereka memaklumi bahwa pasti mereka semalam melewati malam yang panjang .
hingga membuat mereka berdua kesiangan.
Hanya nyonya Eliza dan tantenya Laura yang tidak menyukai Naira.
ya jika nyonya Eliza tidak datang kerena memeng permintaan dari Ray sendiri berbeda dengan Laura .laura beralasan jika dirinya akan ada pekerjaan jadi dia tidak bisa ikut menghadiri pernikahan keponakan nya itu .
namun besan nya selalu mengatakan bahwasanya manusia itu hakikat nya sama dan mereka di ciptakan untuk saling menghargai .
apa lagi mereka sekarang sudah menjadi sekeluarga besar jadi tidak ada yang membatasi mereka.
Naira yang sedari tadi menunggu Ray yang sedang membersihkan dirinya sedari tadi belum juga keluar , merasa kesal .
"Apa sebenarnya yang tuan lakukan di kamar mandi kenapa lama sekali ""ucap Naira mondar mandir sambil sesekali mengetok pintu kamar mandi itu
"Tuan apa belum selesai pasti semuanya sudah menunggu kita di bawah ""panggil Naira untuk kesekian kalinya
Terdengar suara pintu terbuka pandangan naira langsung tertuju ke arah Ray
"hah kenapa tuan menyebalkan ini masih memakai piyama nya . ya Allah sabar Naira sabar ""batin Naira sambil memandang ke arah suaminya itu
"Kenapa kamu rewel sekali ""penuturan Ray membuat Naira menatapnya
"Apa ''sambung Ray lagi iya mengerti akan tatapan mata dari Naira
"Apakah dia tidak merasa melakukan kesalahan , menyebalkan ""rutuk Naira dalam hati nya
"Tidak tuan .baik lah ayo kita turun pasti semuanya sudah menunggu di bawah ""ucap Naira dengan senyuman nya . ray yang berjalan ke arah pintu kamar pun membuat Naira menarik baju Ray.
"Tunggu apa tuan tidak mengganti baju dulu ""tunjuk Naira ke arah Ray yang masih memakai piyama nya
"Memangnya kenapa ""tanya Ray dengan nada judesnya.
"Tidak jika tuan merasa nyaman dengan baju itu , tidak masalah ""jawab Naira berjalan mendahului Ray rasa kekesalan Naira sudah di atas ubun-ubun .
"Hais . tunggu sebentar '"Ray sengera mengambil paper bang yang telah di siapkan oleh Alex kemarin malam setelah selesai Ray langsung menyusul Naira.
__ADS_1
Naira yang melihat itu hanya terdiam namun tidak dengan hatinya iya masih merutuki dirinya sendiri kenapa dirinya harus peduli dengan penampilan tuan sombong nya itu .
"Hai '"Ray menarik tangan Naira naira langsung melihat kearah Ray
"Naira 'panggil Naira saja tuan ""ucap Naira
" Oke Naira.
berakting lah sebangai pasangan yang bahagia. kamu tidak ingin kan melihatkan ketidak bahagia mu di depan keluarga.
panggil aku dengan panggilan yang romantis ,oke ""ucap Ray ' sambil mengaitkan tangan nya di sela sela jari Naira naira yang melihat itu hanya terdiam dan kenapa jantung nya berdetak kencang '
"Ada apa ini '"matanya masih memperhatikan tangan mereka berdua saling bertautan dan beralih pada wajah Ray yang tersenyum kecil pada nya . kenapa harus seperti ini .
"ya Allah 'semoga ini cepat berlalu ""batin Naira berusaha menetralkan perasaan nya
" Kekompakan terlihat diantara mereka berdua naira yang memakai gamis berwarna putih dan pasmina berwarna tosca dan Ray yang memakai baju kemeja putih dan celana jeans berwarna biru laut " membuat mereka serasi sekali ,tampan dan cantik ..
Sesampainya mereka disana ,mereka disambut dengan banyak ledekan dari sahabat sahabat nya yang julid itu
yang membuat wajah Naira memerah kerena malu dengan sikap Ray yang tiba tiba baik pada nya.
ya tentu ini hanya akting '
"Cie yang kesiangan ""ledek Marko kepada Ray dan Naira
"Percanya ya yang pengantin baru ""sambung Marlo.
belum Ray menjawab tuan Winarto mendehem tanda jika mereka tidak boleh mengobrol selagi di atas meja makan,
"Berbeda dengan tatapan Alex alex masih memperhatikan Naira . namun setelah tatapan nya bertemu dengan Naira alex menebarkan senyum manis nya dan menarikan kursi untuk Naira .
dan pasti membuat Ray melotot kearah nya namun Alex tidak mempedulikan tatapan Ray.
Naira pun duduk sebelah Ray dan sebelah nya lagi nyonya Airin
nyonya Airin menyambut cucu menantu nya itu dengan senyuman yang ramah .
Naira pun membalas senyuman nyonya Airin 'setelah mayapa semua orang yang ada disana.
Naira berinisiatif untuk mengambil kan sarapan untuk suaminya itu dan menghidangkan di hadapan Ray
namun saat Naira akan mengambil piring untuk sarapan nya 'ray mencegahnya.
"Sayang makan yang di sini saja ini terlalu banyak jika aku sendiri yang menghabiskan nya ""ucapan Ray membuat semua mata tertuju pada mereka berdua
naira masih manatap Ray dengan tatapan Tanya.
"apa lagi ini ""tanya tatapan mata Naira 'namun tidak di peduli kan Ray.
Dan tentu membuat jiwa para jomblo meronta-ronta melihat pemandangan itu para jones yang melihat pemandangan itu, hanya merasa mengontrak di bumi ini .
"Namun tidak dengan nyonya Monica dan nyonya Airin .mereka merasa aneh
bukan kah pernikahan ini di atas perjanjian, mengapa Naira dan Ray terlihat pasangan yang bahangia pagi ini.
Namun nyonya Monica tersenyum melihat Naira semoga mereka berdua selalu bahagia seperti ini .
Tuan Winarto hanya terdiam melihat sikap yang Ray tunjukan kepada semua orang terutama keluarga Naira.
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
__ADS_1
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur ππ»βΊοΈ