
...----------------...
Ray terlihat sedang memikirkan bangaimana merayu wanita yang sedang merajuk di samping nya itu .
"Sayang apa kamu ingin memakan sesuatu ?"Naira masih fokus dengan buku nya .
"Sayang , kenapa sih mendiamkan ku ?"
"Apa karena aku tidak mengizinkan mu bertemu dengan ifangka ?"Naira menutup bukunya dan melihat kearah suaminya itu .
Naira mengganguk mendengar pertanyaan Ray .
"Buat apa ?"
"Ingin meminta maaf "ucap Naira sambil memegang tangan suaminya itu .
"Buat apa meminta maaf , kamu tidak melakukan kesalahan apapun kepada ifangka " Naira menatap wajah suaminya dengan tatapan memelas .
"Aku merebut mas Ray dari mba ifangka apa itu bukan kesalahan ?"ucap Naira lirih .
"Ya tentu tidak.
dimana letak kesalahannya ?" Naira mendengus mendengar penuturan Ray barusan.
"Sayang lihat aku ! , aku meninggalkan nya bukan karena dirimu tapi memang itu adalah kesalahan ifangka sendiri."Ray masih merengkuh wajah Naira dengan lembut
"Mama dan orang di sekitar ku memang sudah menasehati ku ,tapi aku terus menangkal nya dan terus mempertahankan hubungan kami .tapi akhirnya aku tau juga kan jadi itu tidak penting , oke " Ray menyentuh bahu wanita itu .
"Benarkah ? , sejak kapan mas Ray mencintai ku ?"
"Apa kamu ingin tau ?"Naira mengganguk .
"Ingat saat aku menyebut nama mu binti Abah Yusuf dan di sambut dengan ucapan sah dari semua keluarga kita .saat itulah rasa itu mulai ada di dalam hati ini ,
Nafas ku memburu sesak karena aku seperti di bebankan tanggung jawab yang besar setelah mendengar kata" sah ""Ray menyentuh tangan Naira di dadanya .
"Tapi aku menangkal nya , aku takut itu hanya berlaku saat di depan Mak dan Abah dan keluarga mu yang lain , tapi saat kamu dekat dengan pria lain aku gelisah ,
aku hampir telat menyadari nya , bahwa hati ini pada diri mu " ucap Ray dengan nada serius sambil mengelus kepala istri nya itu .
"Sama saja , artinya aku telah merebut mas Ray dari mba ifangka "ucap Naira memelas .
"Kamu ini keras kepala atau gimana si " ucap Ray dengan nada kesal .
"Ya aku keras kepala " Naira mencabikkan bibirnya .
Ray memainkan hidung perempuan itu dengan gemas .
"Sayang umur mu berapa ?.
"Kenapa ?
__ADS_1
"Tidak papa , jawab saja "
"Dua puluh tiga tahun kurang empat bulan , tujuh hari , hemm ""ucap Naira mengganguk anggukan kepala nya dengan cepat membuat Ray berkekeh melihat ekspresi Naira .
"Wah masih muda nya . tapi sebentar lagi kamu akan menjadi ibu bukan ?" Naira mengganguk mendengar pertanyaan Ray .
"Sayang ,, tolong jangan pernah berpikir tentang hal yang tidak penting , pikirkan juga kebahagiaan mu ya
ifangka hanya masa lalu , dan aku hanya ingin memikirkan mu saat ini , bukan wanita lain , kamu mengerti "Naira hanya terdiam melihat keseriusan suaminya itu .
"Lihat anak kita sebentar lagi akan lahir , jadi mulai sekarang pikiran mu tidak boleh penuh dengan hal yang tidak penting .
aku ingin keselamatan mu dan anak ku saat ini , hanya itu kebahagiaan ku "air mata tidak bisa tertahan di pelupuk mata mendengar penuturan suaminya itu .
"Maaf ,,, Naira terlalu egois "Ray merengkuh tubuh wanita itu sambil mengelus kepala istri nya itu .
"Itu wajar ,, aku memaklumi nya . maaf aku sering membuat mu menangis " Naira terisak managis di pelukan suaminya itu .
"Tapi mba ifangka udah sembuh kan mas "Ray mengganguk nyakin .
"Alhamdulillah jika seperti itu " Ray mengeratkan pelukannya seolah tidak ingin jika Naira pergi meninggalkan dirinya .
"Kenapa hati mu baik sekali si "
"Benar kah , tapi kemarin mas Ray mengatakan jika aku menjengkelkan kan " Ray mendengus lagi Baru saja iya menasehati supaya tidak terlalu banyak pemikiran malah tambah menjadi .
"Percaya lah , aku hanya becanda kemarin "
"Kamu cantik sekali jika sedang tertawa , jangan pernah bersedih lagi ya "Naira menyenderkan kepalanya di bahu kaki laki itu . dan mengganggukan kepada nya ..
"Aku mencintaimu sayang " Naira mengucapkan itu dengan menirukan suara Ray , hingga mereka berdua tertawa lepas .
Esok harinya mereka akan melakukan cek perkembangan anak mereka , bersama dokter Diana .
"Pagi dok " sapa mereka berdua dengan bahangia .
"Pagi calon ibu dan ayah "jawab dokter Diana sambil tertawa kecil .
"Apa yang di keluhkan beberapa hari terakhir mba Naira? "
"Gerakan nya semakin lincah saja dok , dan pasti akan ada cairan bening yang keluar setiap saya buang air kecil , apa itu tidak papa dok ?" ucap Naira malu malu.
"Sayang kenapa tidak bilang kepada ku "tanya Ray kepada Naira .
Naira menutup mulut suaminya itu .
Dokter Diana tersenyum kepada Naira yang masih tidak terbuka kepada suaminya .
Bulan kemarin Naira membuat Dokter Diana bingung karena Naira mengusir Ray.
karena Naira hanya ingin bertanya bangaimana tentang berhubungan intim dengan wanita yang sedang hamil tua . itu membuat dokter Diana menggelengkan kepalanya melihat pasangan lucu itu .
__ADS_1
"Itu wajar saja mba Naira , karena satu bulan kedepankan adek nya bakal keluar . jadi itu memang di alami oleh semua ibu hamil tua "Naira bernafas lega karena itu ternyata memang .
"Satu bulan lagi dok "ulang Ray antusias .
"Iya ,, kehamilan mba Naira sangat sehat , kuat dan kemungkinan besar mba Naira bisa melahirkan secara normal Tampa melakukan operasi sesar .
kita berdoa semoga di berikan kelancaran sampai proses persalinan nanti , Aamiin "mereka berdua saling tatap dan berpelukan bahagia .
"Kepalanya sudah di samping , lihat itu "saat dokter Diana meletakkan alat USG nya di perut Naira .
"Apa dia sehat dok ?"
"Dia sangat sehat pak Ray "jawab dokter Diana tertawa cekikikan menggoda pria tampan itu .
"Iya aku memang seorang bapak " ucap Ray bangga .
"Pasti dia sangat Tampan seperti diriku sayang "ucap Ray antusias .
Naira tidak menghiraukan ucapan suaminya itu . mata Naira masih berbinar menatap layar kalbutor itu .
"Sayang " Naira mengeratkan genggaman tangan mereka , terharu dan bersyukur karena sudah merasakan kenikmatan bisa menjadi seorang ibu .
"
"
"Pa kerumah mama nya "ucap Adelia tersenyum lebar kearah tuan Winarto
"Kamu ingin bertemu mama " Adelia tersenyum dan mengganggukan kepada nya
"Aku sudah memaafkan mama pa , maafin mama ya pa karena mama sudah hampir menyakiti papa " tuan winarto mengelus kepala putri nya itu .
"Papa sekarang sudah melupakan nya sayang , papa juga berharap kamu sudah membuka pintu maaf untuk mama ,, oke "
"Adel sudah memaafkan mama pa , karena Tante Monica selalu bilang kalo jasa mama lebih besar, tidak mungkin hilang begitu saja saat mama melakukan kesalahan yang begitu keji ,
dan adel sangat bersyukur karena sudah bertemu dengan orang baik seperti Tante Monica pa "tuan Winarto tersenyum melihat sikap dewasa putri nya itu .
"Papa bangga padamu "meninggalkan sebuah kecupan manis di kepalanya nya . .....
Bersambung....
Assalamu'alaikum ☺️
Maaf berapa hari ini gak uq .. karena lagi kurang sehat ..
makasih ya yang udah mampir 🙏🏻☺️
Hi reader
tolong jangan lupa tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis lagi nya
__ADS_1
Terimakasih,☺️❤️