
...----------------...
"Nai kami liat liat di sana nya ""pamit Caca menarik tangan Ririn untuk meninggalkan Naira dan Dipa.
"Ehhhhh....ca""namun panggilan dari Naira sudah tidak terdengar lagi oleh mereka berdua.
"Dipa , gapapa kok kamu mau nerusin pekerjaan kamu aku bisa di sini ""ucap Naira tersenyum
"Aku sangat merindukan senyuman itu"" batin Dipa membalas senyuman Naira
"Banyak teman ku yang melayani mereka Nai , tenang saja ""Jawab Dipa meyakinkan Naira,
Naira menunjukkan sebuah permainan di sebelah kanan nya dan Dipa pun mengangguk.
"Biar ku lepas dulu celemek ini ""ucap Dipa sedikit tertawa kecil melihat penampilan nya.
"Oke ""Dipa pun terlihat sedang berbicara dengan rekan kerja nya .
"Ayo nai ""Naira terperangah melihat penampilan Dipa yang berubah
"Wah .... Dipa apa kamu sering melakukan ini?
kamu seperti seorang peyulap , bisa berubah dengan cara bim salabim , selalu terlihat keren ""puji Naira mengacungkan jempol nya.
Dipa hanya mengangguk dan tersenyum melihat Naira
"Liat itu ,main itu yuk ""menunjukkan sebuah permainan koin.
"Oke ''dipa pun menggandeng tangan Naira ,naira pun langsung menarik tangan nya.
"Maaf ''ucap Naira gugup
Mereka pun memulai permainan tersebut Naira sudah lima kali mencoba namun masih belum membuahkan hasil.
giliran Dipa yang memainkan permainan tersebut .
"Ni buat kamu Nai ""Dipa menyodorkan sebuah boneka beruang berwarna coklat itu kepada Naira , membuat Naira tersenyum bahagia
"Waahh.. makasih dip ""ucap Naira langsung menciumi beruang kecil itu membuat Dipa tersenyum .
Namun seseorang menyenggol tubuh Naira hingga Naira hampir terjatuh . untung Dipa langsung menangkap tubuh munyil itu,
hingga menyisakan sedikit saja jarak di antara mereka berdua
naira yang masih kaget pun terdiam di dalam dekapan pria tersebut.
Namun tak berselang lama ,seseorang menarik Naira dengan kasar dan memeluk Naira Dangan erat.
dan Naira bisa mengenal bau parfum ini , naira pun mengangkat kepala nya melihat siapa laki laki itu ya dia adalah suaminya .
Namun dimenit selanjutnya Naira merasa tubuhnya terhempas di angin ya Ray melepaskan pelukan nya dengan kasar hingga membuat Naira terjatuh .
Dengan wajah yang memerah , ray langsung melayangkan sebuah tinjuan di wajah Dipa hingga membuat Dipa tersungkur.
"Mas Ray ""teriak Naira melihat kejadian itu.
"Beraninya kamu menyentuh istri ku ..hah ""disana Marko langsung menengahi mereka berdua banyak orang yang sudah melihat kejadian itu
Naira pun langsung berlari ke arah Dipa dan membantu Dipa berdiri dan bertanya keadaan nya.
"Maaf dip '" ucap Naira melihat darah mengalir di bibir Dipa
"Santai Nai , aku gak papa kok ""jawab Dipa masih melihat kan senyuman nya kepada Naira.
__ADS_1
Naira pun membalikkan tubuhnya dan menatap Ray tajam .
"Kenapa mas Ray melakukan semua ini ? ""tanya Naira menunjuk kearah Dipa
"Siapa yang rela saat istrinya di sentuh oleh orang lain .""ucap Ray melepaskan tangan nya yang sedang di pengangi oleh Marko.
Disana Caca sangat shock mendengar penuturan Ray barusan .
"Kamu bukan anak kecil lagi yang tidak memiliki batasan kepada laki laki lain
kamu seorang istri jadi harus nya kamu tau dimana batasan mu !""ucap Ray dingin
Caca hanya terdiam dan mencoba mencerna apa yang barusan iya dengar .
Naira langsung melayangkan sebuah tamparan keras di wajah Ray , hingga membuat semua orang menutup mulut mereka.
"Lalu bagaimana dengan dirimu sendiri . apa mas Ray pernah menyadari batasan mu dengan mba ifangka .
bangai mana saat kalian berciuman di depan semua orang apa mas Ray memikirkan sebuah batasan .
lalu kenapa mas Ray harus marah ,
dan sok mengajariku tentang batasan ""tanya Naira dengan nada tinggi air mata terus mengalir membasahi pipinya .
Ray bungkam , Ray kaget ternyata selama ini Naira mengetahui kejadian saat iya di Surabaya bersama ifangka ,
dan Naira berusaha untuk baik baik saja .
"Jawab Naira mas ""Naira pun memukul lengan Ray dengan sisa tenaga nya.
Naira tertunduk di hadapan Ray dengan air mata yang masih berjatuhan bebas membasahi pipinya,
Marko tidak bisa berbuat apa-apa ,Ray pun masih bungkam hatinya hancur melihat Naira seperti itu.
"Apa ini yang dinamakan sahabat Nai ""Caca tertawa kecil , dengan mata berkaca kaca melihat semua itu.
"Ca .. ""panggil Naira lirih
"Aku bukan teman mu lagi Nai
. jadi jangan sok akrab memanggil ku dengan panggilan itu ""teriak Caca menunjuk kearah Naira sambil menangis.
"Selama ini aku menganggap kalian berdua sudah menjadi bagian dari hidup ku .
tapi apa sekarang . ternyata hanya aku yang tidak mengetahui rahasia besar kalian selama ini , kalian menganggap ku orang lain ""ucap Caca dengan air mata nya
Naira menggeleng kan kepala nya mendengar semua penuturan Caca.
Naira pun berusaha berdiri dan menghampiri sahabatnya itu .
Ray pun membantunya namun segera Naira menipis kasar tangan suaminya itu .
"Jangan mendekat !
aku tidak akan Sudi berteman lagi dengan kalian berdua ""ucap Caca
lalu Caca pun berlari pergi meninggalkan tempat itu.
Naira segera menyusul Caca , namun Ray Manarik tangan Naira hingga membuat naira terhenti
Naira menatap wajah Ray. dengan air mata yang masih mengalir membasahi pipinya
"Aku membencimu ""ucap Naira melepaskan tangan Ray yang sedang menggenggam tangan nya .
__ADS_1
setelah itu Naira berlari mengejar Caca sambil terus berusaha memanggil nama sahabatnya itu.
Ririn pun segera menyusul mereka ,sama halnya dengan Naira Ririn merasa bersalah kepada Caca .
" Nai 'ca ""panggil Ririn berlari mengejar kedua sahabatnya itu.
Ray mematung mendengar perkataan yang baru saja di katakan oleh Naira ,
semua orang hanya memandang sinis kearah Ray ,namun Ray tidak mempedulikan tatapan itu .
Dipa pun langsung menyusul mereka tidak memperdulikan darah mengalir di bibir nya yang sudah mulai mengering .
...----------------...
"Pak ke alamat ini ""ucap Alex memberikan alamat kepada supir taksi tersebut .
"Baik tuan ""jawab supir taksi tersebut
Setelah sekitar setengah jam lagi Alex akan sampai ,tiba tiba taksi yang di tumpangi nya itu mengerem mendadak Hingga membuat Alex kaget.
"Maaf tuan ada perempuan di depan sana ""Alex pun langsung keluar dan melihat siapa wanita itu .
Alex terdiam sesaat mencoba mengingat siapa perempuan itu .
Flashback on
"Hai bocah , apa kamu teman adik ku gres ""tanya Alex kepada seorang gadis yang memakai baju SMP itu
"Siapa yang berteman dengan gres yang sombong itu ... ""jawab gadis itu
"Auu... sakit ""karena Alex langsung mejitak kepala bocah itu ya dia adalah Caca
"Jangan pernah berkata seperti itu tentang adik ku .. ""bentak Alex
namun tidak membuat Caca takut dia malah tersenyum meledek mendengar penuturan Alex
"Aku ..sumpah kan..
jika nanti kamu tidak akan menikah dengan siapa pun , kecuali dengan gadis yang kau jitak ini ""ucap Caca lalu berlalu pergi meninggalkan Alex sendiri
Alex seketika merasa bulu kuduk nya berdiri mendengar penuturan gadis itu .
...----------------...
Alek pun langsung menyadarkan dirinya kepada gadis itu.
"Tuan tolong aku bawa aku kemanapun tuan , ada penjahat yang mengejar saya ""ucap Caca memohon kepada Alex .
Tanpa berpikir panjang Alex pun langsung membuka kan pintu mobil mempersilahkan Caca masuk kedalam taksi tersebut ..dan membawa pergi ....
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Mimin Carin jodoh deh buat ko Alex biar gak jomblo Muluππ
mampir juga ke Ig Mimin @anita-pajria678ππ»π
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur βΊοΈππ»
__ADS_1