"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
66. Ngidam cilok ?


__ADS_3

...----------------...


"*S***uami ❤️


sayang nanti ketemu di sana ❤️**


Naira pun membalas pesan dari suami nya itu,


nanti malam Ray dan Naira akan menghadiri acara pertunangan Ririn dan Marko .


karena bentrok dengan pekerjaan yang tidak bisa di tunda Ray tidak bisa menyusul Naira nanti .


"Pengen cilok ""ucap Naira sambil mengecap rasa di lidah nya.


"Kanyak nya enak banget ""Naira pun celingak-celinguk melihat ke arah luar .


Naira turun dari kamar menuju lantai bawah .


"Nak Naira sedang menunggu siapa ?""tanya bi ijah melihat Naira .


"Naira pengen makan cilok bik ""jawab Naira tersenyum.


"Mau bibi belikan ?"tanya bi ijah, Naira menggeleng kan kepala.


"Naira pengen makan di tukang jualan nya bik ,kanyak nya lebih enak ? ""ucap Naira tersenyum sambil menelan ludah nya .


"Ya sudah ,bibi temani nya ,


bibi panggil pak Budi dulu ""pamit bi Ijah


"Bi Naira pengen jalan kaki aja , sekalian olahraga ""alasan Naira sangat membuat bi Ijah heran .


'"Ya udah ,nak Naira pakai jaket gih ,nanti masuk angin , cuacanya mendung nak ,


bibi mau ambil payung dulu " pamit bi Ijah ,Naira menggangukan kepalanya mengerti.


Setelah memakai jaket nya Naira segera turun dari kamar ,bi Ijah melihat Naira yang sangat antusias hanya bisa tersenyum .


"Ayuk bik ""Naira menggandeng tangan wanita paruh baya itu .


Naira dan bi Ijah berjalan sekitar 100 meter dari rumah nya ,


sepanjang perjalanan Naira tidak menyurutkan semangat untuk segera sampai .


Sesampainya mereka disana ,Naira langsung memesan cilok nya , setelah itu Naira mendudukkan tubuhnya di kursi yang sudah di sediakan .


"Nak Naira kenapa pesan nya banyak sekali ? ,


apa nak Naira nyakin bisa menghabiskan semua nya ? ""tanya bi Ijah karena Naira meminta 5porsi ,dan Naira pun memesankan untuk bi Ijah 3porsi .


Naira menggeleng kan kepala nya tidak yakin .


Setelah beberapa saat akhirnya pesanan mereka sudah datang ,


Tanpa menunggu lagi Naira langsung menyantap cilok itu dengan semangat .


bi Ijah yang melihat itu , menelan ludahnya .


"Apa nak Naira belum makan "batin bi Ijah melihat Naira lahap menyantap jajanan itu .


"Bi masih ada dua porsi lagi , bibi mau ?""tanya Naira kepada bi Ijah


bi ijah tersenyum melihat Naira seperti itu


"Makasih nak , tidak usah nak Naira saja yang habis kan , punya bibi nanti di makan di rumah saja ""ucap bi ijah


"Tapi Naira udah kenyang bi ""keluh Naira menyenderkan tubuhnya di kursi yang di duduki nya.


Bi ijah hanya tersenyum membalas penuturan istri tuan mudanya itu.


"Bibi makan juga ya '"Naira membuka kan satu porsi untuk bi Ijah.


"Nak Naira, nanti bibi saja yang buka ""ucap bi Ijah


"Gapapa bi , bibi makan disini ya " mohon Naira ,


Membuat bii ijah tidak bisa menolak lagi


bi Ijah pun duduk di hadapan Naira .naira menuangkan air minum untuk bi Ijah.


"Makasih nak Naira ""ucap bi ijah tersenyum melihat Naira tersenyum dan menggangguk


"Enak kan bi ""tanya Naira antusias kepada bi Ijah.


Bi ijah ingin sekali rasanya protes tapi melihat antusias dari Naira membuat bi Ijah tidak enak hati.


bi ijah pun menggangguk '


"Ini cilok di cabein , apa cebe di colokin ya , pedes banget gini ""batin bi Ijah menahan panas di dalam mulutnya.


Tak berselang beberapa menit Naira merasa perutnya terasa di aduk hingga membuat Naira ingin mengeluarkan isi perut nya itu.


"Wek ,.Wek ""suara Naira tak jauh dari tempat nya duduk ,


bi Ijah panik kerena melihat suara Naira muntah muntah .


"Nak , kenapa ?""bi Ijah memijit pelipis Naira , Naira terus memuntahkan isi perutnya.


"Nak Naira kenapa ?""bi Ijah mengelap dahi Naira yang berkeringat dingin.


"Naira kebanyakan makan cilok kanyak nya bi ""jawab Naira lemas


"Ya Allah nak , ya udah nak Naira duduk dulu ,,bibi panggil pak Budi dulu ""bi Ijah menghubungi pak Budi , meminta pak Budi menjemput mereka .


"Bi ,, jangan bilang mas Ray nya kalo Naira muntah tadi .


pasti mas Ray bakalan marahin Naira nanti ""rengek Naira. setelah bi Ijah selesai menghubungi pak Budi .


"Tapi nak , nanti nambah parah gimana , tar bibi lagi yang kena salah sama Aden ""jawab bi Ijah . mana mungkin iya bisa mendiamkan saja nyonya nya seperti itu .


Namun Naira terlihat berkaca-kaca entah akhir akhir ini iya merasa dirinya mudah sekali untuk menangis.


melihat itu membuat bi ijah tidak tega


"Ya sudah , tapi kalo nak Naira merasa belum baikan nak Naira kasih tau bibi nya biar nanti bibi Carikan obat ""bujuk bi Ijah.


Naira langsung menggangguk cepat


Bi Ijah beranjak meminta air hangat untuk Naira.


Naira kembali merasakan mual dan berlari dan mengeluarkan isi perutnya lagi.


"Ya Allah , kenapa mual sekali apa gara gara cilok nya ""Naira mendudukkan tubuhnya.


"Kangen mas Ray "" tiba tiba air matanya mengalir bengitu saja , perasaan nya sangat sensitif sekali .

__ADS_1


Naira membuka ponselnya mencari nama suaminya itu , naira ingin sekali menelpon Ray saat ini ,tapi iya takut mengganggu


"mas Ray lagi apa ?


apa sibuk banget nya sampe belum kasih kabar ""ucap Naira membolak-balik kan ponsel nya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 3:16 .naira kaget saat merasa ada sesuatu yang merengkuh tubuh nya .


"Sebentar lagi ""suara itu mengagetkan Naira


Naira pun menuruti keinginan suaminya itu,


Naira mengeratkan pelukan suaminya itu di tubuhnya.


"Kenapa mas Ray ada di sini ?


apa bi Ijah mengatakan bahwa aku muntah muntah


,aduh bakal kena omel ni ""Naira menutup matanya.


Ray mengalami hari yang sulit hari ini .karena Ray harus berselisih paham dengan sepupunya sendiri , hingga Ray memilih mengalah, memberikan proyek Basar itu untuk didapatkan oleh perusahaan Delfano Wijaya .


Karena tidak ingin memperuyam masalah ,Ray memilih untuk kembali kerumahnya ,


namun saat Ray baru saja sampai di rumah . Ray melihat pak Budi akan pergi , Ray pun bertanya ,


akhirnya Ray yang menjemput naira .


"Sayang pulang yuk , bentar lagi asar "" ucap Naira pelan kepala pria yang sedang memeluknya itu.


"Sedang apa di tempat ini ?""tanya Ray kepada Naira


"Haha ,tadi Naira pengen cilok , ya udah Naira pergi aja sama bi Ijah ""ucap Naira tersenyum ,menyembunyikan rasa mual yang ada di perut'nya .


"Ada apa ?""tanya Ray melihat wajah Naira memerah seperti menahan sesuatu , Naira tidak menjawab.


Ray yang khawatir langsung merengkuh wajah Naira , seketika Naira memuntahkan cairan itu di jas hitam yang Ray gunakan .


Ray membeku melihat cairan itu mengenai tubuh nya ,


bi Ijah yang baru saja kembali, dari meminta air hangat pun segera menghampiri mereka berdua ,


"Maaf ,,,maaf mas ""ucap Naira bingung harus berbuat apa ,


Ray masih mematung , rasanya saat ini Ray juga ingin memuntahkan isi perutnya , karena jijik melihat dirinya ,


namun Ray mencoba tersenyum ke arah Naira yang merasa sangat bersalah .


Naira membantu Ray melepaskan jas hitam yang Ray gunakan , dan tinggallah kemeja putih yang melekat di tubuh pria itu .


Naira menundukkan wajahnya merasa bersalah , karena Ray belum juga berkata sepatah katapun .


"Sayang apa kamu sakit ? "panggil Ray lembut ,Naira hanya menggeleng Tanpa menatap suaminya itu ,


Ray mengangkat wajah Naira ,Ray melihat Naira sudah berderai air mata .


"Sayang kenapa menangis ?


ya tuhan , apa aku membuat mu bersedih ""Ray menghapus air mata wanita itu .


"Apa mas Ray marah ?""tanya Naira sesenggukan membuat Ray membawa Naira ke dalam pelukannya .


"Aku tidak akan memarahi mu , sudah jangan menangis ""Ray mengusap kepala wanita cantik itu ,


Naira menggangguk mendengar penuturan suaminya itu .


"Sedang apa sayang disini ?tanya Ray melihat Naira sudah tidak menangis lagi .


" Hemm ,, tadi Naira pengen makan cilok mas ,jadi Naira ajak bi Ijah ""ucap Naira menunjukkan wajah imutnya .


Kenapa mood wanita ini sangat cepat berubah .


"Harusnya menghubungi ku , agar kita cari tempat yang lebih bersih dari tempat tadi ""ucap Ray setelah meninggalkan tempat itu .


Naira hanya mengangguk .


Sepanjang perjalanan bi Ijah hanya jadi pendengar candaan nyeleneh kedua majikan nya itu .


Sesekali bi Ijah menggeleng kan kepala nya mendengar pembicaraan mereka berdua .


....."


Ray terkesima melihat Naira yang baru saja keluar dari kamar , naira terlihat sangat cantik dan anggun malam ini .


"Sayang kita tidak jadi pergi ""ucap Ray serius membuat Naira sedikit aneh.


"Kenapa mas ?""tanya Naira.


"Siapa yang suruh kamu dandan secantik itu?""tanya Ray masih membuat Naira Bingung.


Naira memperhatikan penampilan nya seperti biasanya.


"Kamu mau membuat mereka semua menatap mu "sindir Ray.


"Kenapa dia?""batin Naira bertanya tanya


" Sayang""Naira tersenyum dan mengecup pipi suaminya itu.


"Sayang aku sudah membuang waktu ku untuk Dadan seperti ini , agar tidak membuat mu malu ""ucap Naira tersenyum dan mengecup bibir yang cemberut itu.


" Aku tidak pernah merasa malu saat bersama mu , yang ada aku akan cemburu karena banyak pasang mata yang menatap mu nanti "ucap Ray tersenyum gemas melihat Naira


"Memang nya tidak ada wanita lain yang lebih cantik dariku , mengapa mereka hanya menatap Naira , hemm,,


sungguh kecemburuan mu membuat ku repot sayang ""ucap Naira menanggapi drama suaminya itu .


"Ya ya ,baik lah aku mengalah ,tapi ingat jangan pernah jauh jauh dari ku ,kalo bisa jangan lepaskan genggaman tangan kita ""ucap Ray posesif .Naira hanya bisa mengangguk,


mereka pun berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di halaman mereka.


"Sayang jangan tersenyum di depan pria lain '"ucap Ray sambil mengecup tangan Naira,


Naira menggangguk Tanpa berkata apapun .


Candaan ringan mereka lontarkan untuk menemani perjalanan mereka berdua,


akhirnya mereka telah sampai di sebuah hotel yang menjadi pilihan Marko dan Ririn untuk melangsungkan pertunangan mereka.


"Sayang ingat ,," bisik Ray di samping Naira.


"Iya sayang ku ""ucap Naira gemas sekali melihat Ray.


"Hampir semua orang memandang kearah pasangan yang serasi itu


membuat Naira malu apalagi Ray menarik pinggangnya untuk di peluknya.

__ADS_1


"Sayang jangan tersenyum seperti itu ""bisik Ray melihat Naira tersenyum menyapa semua orang yang melihat mereka berdua.


Naira dan Ray pun menyapa semua sahabatnya itu,


terutama untuk kebahagiaan kedua calon mempelai itu ,


sesekali Naira dan Caca menggoda Ririn membuat Ririn salah tingkah.


"Nai jangan terlalu serius ngomong nya , kan ada yang jomblo ""ucap Ririn menyindir kedua sahabatnya yang masih jomblo itu.


Caca memanyunkan bibirnya sedang kan Alex terlihat menatap Caca .


marko bisa mengerti akan tatapan itu membuat Marko mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Sama yang di fastival aja ""ucap Naira antusias


Alex pun segera mengalihkan pandangan nya


"Siapa yang di fastival ?""tanya Alex kepada Naira.


Naira melihat Alex seperti nya sangat ingin tau.


"Ada deh . ganteng kok ""jawab Ririn menyenggol lengan Caca


Seketika pandangan Alex dan caca saling beradu seperti mengisyaratkan sesuatu.


namun Caca terlebih dahulu mengalihkan pandangan,


menatap kedua sahabatnya itu dan menggangguk.


"Aku udah viling kalo kamu itu pasti ada rasa kan sama tu cowok , ya udah jangan lama lama minta di halalin ""ucap Ririn tersenyum bahagia.


"Ya . itu mah gampang kalo udah saling ngertiin ""jawab Caca tersenyum malu .


Mendengar jawaban Caca, Alex pun beranjak dari tempat duduk nya dan berpamitan untuk ke toilet sebentar.


mereka pun melanjutkan obrolan mereka


Ternyata Caca memang sudah merencanakan ini , caca pun meminta izin ke toilet .


Marko yang mengerti hanya tersenyum melihat tingkah keduanya .


"Malu malu tapi mau ,, dasar Curut ""batin marko tersenyum.


"Oh ya , ray gimana keponakan aku. udah ada belum ?""tanya marko membuat Naira malu .


"Aku sedang bekerja keras untuk itu ""jawab Ray mengecup tangan Naira membuat Naira tersenyum malu.


"Mas Ray sangat menginginkan anak "" batin Naira meraba perut nya yang masih rata ,dan tersenyum kearah Ray .


"Cepat lah ,biar wanita yang di sebelah ku ini juga menginginkan nya , agar pernikahan kami cepat di langsungkan ""ucap Marko pelan kepala Ray .


Marko dan Ririn hanya melangsungkan pertunangan , dan pernikahan mereka akan di lakukan saat Ririn telah lulus kuliah ,


......"


Malam semakin larut acara pun sebentar lagi akan berakhir.


karena Naira mengeluh jika kepalanya sedikit pusing , Ray pun berpamitan pulang terlebih dahulu keluarga Marko dan Ririn pun mengizinkan Naira dan Ray untuk pulang.


"Sayang ,,mau ke toilet sebentar ""pamit Naira , ray pun menggangguk mendengar penuturan Naira.


Ray menunggu di depan lobby hotel sambil menunggu Naira selesai.


"Sayang ""seseorang memeluk Ray.


"Tolong maafkan aku , aku khilaf,


aku mohon kita perbaiki hubungan kita kanyak dulu lagi ya.


aku janji bakalan perbaiki semua nya ""ucap ifangka sambil terisak managis di dalam pelukan Ray.


Ray sengera mendorong ifangka.


"Apa kamu sudah tidak waras ""bentak Ray , membuat security mendatangi mereka.


" Maaf tuan ,nyonya jika ada masalah tolong jangan buat keributan di sini '"tegur security tersebut.


Ray tidak mempedulikan teguran security itu ray


melihat wanita itu berpenampilan seperti tidak terurus dan di bagian beberapa wajah nya terlihat lebam ,seperti terkena pukulan


"Ray , sayang aku menyesal , mari perbaiki hubungan kita .""ifangka menghentikan ucapannya dan menangis.


"Lihat ,,,papa memukul ku hampir setiap hari , papa marah karena hubungan kita selesai "ucap ifangka menangis . menunjukkan lebam di tangan dan wajah nya .


Ifangka pun menyenderkan kepalanya di depan Ray.


Ray tidak berontak , hati dan pikirannya prihatin dengan kondisi ifangka saat ini.


Karena kasihan Ray pun menepuk bahu wanita itu ,


"Aku akan berusaha menjelaskan semua kepada om dan tante besok, agar mereka mengerti '""ucap Ray merendahkan nada nya.


Naira terlihat menundukkan wajahnya melihat pemandangan menyakiti hati nya itu.


"Pulang lah , besok aku akan menjelaskan kepada om dan tante ""ucap Ray ifangka hanya mengangguk.


Ray pun meyetopkan taksi untuk ifangka,


ifangka langsung memeluk Ray dan menangis di pelukan laki laki itu


Ray membiarkan ifangka untuk memeluk nya sampai wanita itu merasa lebih baik .


"Maaf ,,,


terimakasih ,aku pulang dulu ""ucap ifangka memasuki taksi yang sudah di depannya itu .


Ray menggangukan kepalanya ,dan taksi itupun membawa ifangka pergi meninggalkan tempat itu .


"Huufff ""Ray melihat sekeliling nya ,


namun belum ada wanita yang sangat iya cintai itu ,


Ray pun mencoba menghubungi Naira namun tidak ada jawaban.


"Dimana Naira ?""batin Ray mencoba menghubungi Naira lagi....


Bersambung......


Assalamu'alaikum ☺️


maaf gak uq beberapa hari ini '☺️


Hi reader

__ADS_1


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis 🙂


semoga terhibur ☺️🙏🏻.


__ADS_2