
...----------------...
Dua bulan berlalu , keharmonisan rumah tangga Ray dan Naira semakin baik dari hari ke hari . dan itu sangat di syukuri oleh kedua keluarga mereka .
Minggu lalu Naira dan Ray berkunjung kerumah ibu Laila dan abah Yusuf , mereka menginap dua hari disana.
Abah Yusuf dan ibu laila sangat bahagia karena anak kesayangan mereka masih ingat dengan mereka , itu membuat ibu Laila menangis haru .
Hari hari dilewati dengan bahangia walau banyak tingkah istri kecil nya itu selalu membuat Ray jengkel sekaligus gemas .
Bahkan tak jarang mereka berdua membuat Alex cemburu saat mereka sedang bersama .
"Sudah dua hari ini Naira tidak seperti biasanya , biasanya naira sangat bersemangat untuk memulai hari nya dengan membuat sarapan, bahkan menolong bi Ijah untuk membereskan pekerjaan rumah .
Namun tidak dengan beberapa hari ini ,setelah selesai sholat subuh Naira memilih untuk menidurkan mata nya lagi .
Ray yang baru saja selesai dengan olahraga paginya , menggelengkan kepalanya melihat Naira yang masih tertidur pulas di bawah selimut itu .
Ray melihat jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi .
"istriku masih memejamkan matanya""Ray menempelkan tangannya di dahi wanita itu , sambil mengintip Wajah Naira.
"Tidak panas "" setelah itu Ray melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya ,
"Sayang , sudah jam berapa ? ,belum mau bangun ""Ray menoel Noel pipi Naira yang lebih berisi,
"Hemmm ... Naira membalikan tubuhnya menyembunyikan wajah nya di bawah selimut .
"Ya sudah ,
mau sarapan apa ? , biar aku suruh bi Ijah buatkan "" selimut itu hanya bergerak sedikit ,tapi tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut wanita itu .
Ray melangkah menuju pintu, untuk menyuruh bi Ijah membuat kan sarapan ,namun suara yang seseorang memanggil nya ,
"Sayang ,,,.. "panggil Naira lirih masih menyembunyikan wajahnya .
"Kamu memanggil ku ? " Ray tersenyum gemas melihat selimut yang bergerak-gerak itu ,Naira mengulurkan tangannya kepada Ray ,
Ray merangkak naik ke atas ranjang untuk menyambut tangan istrinya itu ,
"Kamu sekarang menjadi istri pemalas nya , lihat jam sudah pukul berapa ?""pipi kemerahan itu hanya tersenyum simpul melihat laki laki Tampan itu memainkan rambutnya yang berantakan ,
l
Naira menarik leher Ray mendekat di depan nya . menyatukan dahi mereka , saling tatap. masih dengan senyum manis diantara mereka berdua .
Pipinya merah merona secara total saat Ray mengecup bibirnya singkat .
"Sayang kamu pakai parfum siapa ?""Naira mencium cium baju yang Ray ,
semenit kemudian Naira menatap tajam kearah Ray .
"Tidak itu baunya berbeda , kamu habis berpelukan dengan siapa ?""mata Naira berkaca kaca ,bahkan menetes tanpa permisi .
"Tidak sayang ,,, ini parfum ku yang biasa ,yang kamu belikan kemarin ""ray panik kerena melihat Naira seperti itu ,
"Kamu berbohong , itu bukan bau parfum yang Naira beli "" Naira menjauhkan diri dari hadapan Ray ,
"Haayys ,,drama apa lagi ini "Ray menarik nafas panjang melihat tingkah laku istrinya itu .
" Sayang lihat aku'"merengkuh wajah Naira dengan lembut .
"Aku berani bersumpah jika aku memakai parfum yang kamu belikan kemarin ""ucap Ray lembut terdengar berat ,
"Mas Ray marah ? ""tanya Naira melepaskan tangan Ray dari wajahnya .
rasa dongkolnya sudah di batas kemampuan nya , tapi apa yang harus iya lakukan .
"Maaf ,,,Naira tidak akan menanyakan nya lagi ""ucap Naira beranjak dari tempat tidur nya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya
"Ray mengusap wajah nya dengan kasar ,atas sikap Naira barusan
"sabar Ray ,,kamu mencintai nya , itu artinya semua tentang kelakuan baik, buruknya termasuk kedalam kategori cintamu pada Naira ""Ray menyemangati diri sendiri ,Ray pun beranjak dari tempat tidur itu dan melangkah keluar dari kamar menuju lantai bawah .
"Bi tolong buatkan sarapan ya ,, nasi goreng saja " bi Ijah pun mengangguk tanda mengerti.
Ray mengambilkan air putih untuk istrinya .dan membuat kan segelas susu hangat untuk Naira ,(susu promil ,program kehamilan)
itulah rutinitas Ray setiap paginya , saat Naira membuat sarapan .Ray menyiapkan segelas susu untuk wanita itu .
__ADS_1
Ray baru saja membuka pintu kamar mereka sambil membawa nampan di tangan nya .
Bau menyengat menyelusruk di penciuman Naira yang sedang menyisir rambutnya ,bau masakan bi Ijah membuat Perut Naira terasa di aduk ,
"uwek ,,,"Naira berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya ,Ray segera menaruh nampan nya di meja rias dan mengejar Naira masuk kedalam kamar mandi .
" Sayang "Ray memijit pelipis Naira pelan
"Bau ""ucap Naira lemas .
"Bau apa ?""
"Bau bawang ""Naira pun mengeluarkan isi perutnya lagi ,Ray panik karena Naira terlihat berkerigat dingin ,
"Mana yang sakit ? disini ? .apa disini ? "tanya Ray memeriksa Naira ,
"Bau bawang "
"Bau bawang "ulang Ray aneh dengan ucapan istrinya itu ,Naira menggangukan kepalanya cepat .
Suara ketukan pintu membuat Ray dan Naira mengalihkan pandangan ke arah luar
Namun bau itu semakin jelas di penciuman Naira ,Naira pun mengeluarkan isi perutnya lagi , Ray bertambah panik ,
"Bi kami akan makan di bawah saja , tolong makanan nya taruh di bawah bi dan tolong tutup pintunya "ucap Ray dari dalam kamar mandi , masih memijit pelipis wanita itu .
"Baik den "bi Ijah ikut khawatir mendengar suara Naira muntah muntah dari kamar itu .
"Mas Naira gak mau makan ""ucap Naira berlinang air mata ,wajah Naira terlihat pucat dan keringat dingin mengucur dari tubuh wanita itu .
"Sayang "Ray merengkuh tubuh wanita itu .
"Aku akan panggilkan dokter sekarang ""Naira hanya terdiam , Ray menghidupkan pewangi ruangan, dan membantu Naira untuk berbaring.
Ray langsung menelpon seseorang , wajah nya terlihat cemas dengan kondisi Naira ,
"Sayang mama sebentar lagi akan datang ""Ray menelpon nyonya Monica untuk datang kerumah mereka , dan menelpon dokter Diana untuk segera datang .
Naira mengaitkan tangan memeluk tubuh pria itu menyembunyikan wajah nya di pelukan laki laki itu ,
Rasa nyaman , bau tubuh pria ini membuat mood Naira kembali ceria , Ray ikut berbaring di samping Naira dan menggeratkan pelukan mereka .
Naira menggelengkan kepalanya ,
"Mau apa . biar kuambil kan ?"
"Peluk " hanya itu jawaban Naira memeluk suaminya itu lebih erat lagi dan mencium cium dada bidang suaminya itu ,
"entah bau badan suaminya itu sangat menjadi candu bagi Naira saat ini .
Ray membuang nafas berat menahan dirinya yang mulai terpancing dengan gerakan Naira
pada tubuhnya.
"Sayang "suara Ray mendayu kerena menahan hasrat yang sudah membuat dirinya kehilangan kendali ,tapi istrinya sedang sakit saat ini .dia tidak boleh egois hanya memikirkan dirinya sendiri , Ray mencoba menahan diri nya.
Naira tidak mempedulikan ucapan suaminya itu iya terus mencium sana sini pada tubuh suaminya itu .
Karena tidak kuat menahan rasa yang menggelora di dalam dirinya , Ray pun menindih tubuh wanita itu dan mengecup bibir Naira dengan lembut ,dan sentuhan memanjakan itu membuat Naira menerima perlakuan suaminya itu ,
Tok .., tok ,...
suara ketukan pintu membuat Naira segera membuka matanya , sedang kan Ray masih sibuk menjelajahi tubuh wanita itu.
"Mas " Naira menahan tangan Ray ,
Ray menghembuskan nafas berat, apakah ini akan kembali gagal seperti beberapa bulan yang lalu .
Ray bergegas melepaskan istrinya
"Maaf "Naira pun beranjak menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian nya yang berantakan .
Sedangkan Ray membuka pintu kamar dan terlihat dokter Diana dan bi ijah ada di depan pintu kamar mereka .
Wajah kusut nya , membuat dokter Diana hampir tertawa .
"Maaf mengganggu. saya bisa menunggu sebentar ? ucap dokter Diana paham dengan ekspresi wajah laki laki tidak tau aturan itu ,
"bukannya dia menelpon ku karena istrinya sakit ,lalu apa itu ?""dokter Diana menggeleng . kembali turun dan duduk di ruang tamu dan disuguhkan minuman dan makan ringan oleh BI Ijah .
__ADS_1
........
"Ada apa dengan istri saya dok , tadi Naira muntah muntah ,apa Naira masuk angin ?""Ray langsung melontarkan pertanyaan itu kepada dokter Diana ,
"Ya dia , masuk angin karena dirimu " ejek dokter yang hanya berjarak 5tahun lebih dewasa dari Ray itu,
"Apa yang mba Naira keluh kan ?"tanya dokter Diana
"Mual dok " ucap Naira ya emang itu yang iya merasa , Diana menghembuskan nafas lega .saat memeriksa Naira .
"Tidak ada yang perlu di khawatir kan " ucap dokter Diana memberhentikan ucap pan nya
"Lalu kenapa Naira muntah sampai sepucat itu dok ?"Ray masih cemas dengan kondisi Naira .
"Ini karena dirimu "ucap dokter Diana santai .
"Apa ?
apa yang aku lakukan pada Naira ,sampai Naira seperti itu "tanya Ray dengan tatapan serius . Naira menggangukan kepalanya .
Ketawa dokter Diana pecah melihat ekspresi wajah serius kedua pasangan itu .
"Tidak lucu "ucap Ray
"Ya ,,ya maaf , semoga perkiraan saya tidak salah , mba Naira positif hamil "membuat Ray membeku mendengar penuturan itu ,
Dadanya bergemuruh bahangia mengetahui kabar gembira ini ,
Sama halnya dengan Naira ,Naira tersenyum bahagia sambil meraba perut nya.
"Mba Naira kapan terakhir menstruasi ""tanya dokter Diana
"Sudah lama dok , bulan ini dan bulan lalu seperti nya Naira tidak menstruasi dok "ucap Naira pelan ,kenapa iya melupakan tanggal datang tamu nya ,
"Ya kandungan mba Naira sudah memasuki Minggu kedelapan , selamat""ucap dokter Diana ikut bahagia melihat kebahagiaan pasangan itu .
Ray langsung memeluk wanita itu sambil terisak manangis bahangia dengan kabar gembira ini .
"Terimakasih sayang ""ucap Ray terisak , Naira mengelus kepala suaminya itu ...
.......
"Lalu kenapa Naira harus muntah muntah terus dok 'apa itu normal ?"tanya Ray kasihan melihat Naira Sampai sepucat itu tadi .
"Ya ,itu normal semua ibu hamil mengalami morning sickness , jangan terlalu di khawatir kan tentang itu ""Ray menggangguk mendengar penuturan dokter Diana
"Dan satu lagi , jangan membuat si ibu stress karena terlalu banyak pemikiran ,dan coba mengikuti apa keinginan ibu dan anaknya , sering sering lah mengelus perut mba Naira ,itu Bagus untuk perkembangan janin ""ucap dokter Diana memberikan beberapa Vitamin dan obat pengurang rasa mual .
"Baik lah , terimakasih "ucap Ray tersenyum ramah kepada dokter Diana , dokter Diana mengganggu kan kepala nya membalas senyuman Ray , dirinya merasa bahagia melihat kebahagiaan kedua calon orang tua itu ....
Tak berselang lama akhirnya nyonya Monica telah sampai di kediaman Ray ,dan langsung di sambut oleh bi Ijah ,l.
"Bangaimana keadaan Naira bi ?"tanya nyonya Monica melangkah terburu buru manaiki lantai atas menuju kamar Ray dan Naira ...
"Tadi nak Naira sempat muntah muntah nyonya , tadi dokter sudah datang memeriksa nak Naira "nyonya Monica menganggukkan kepalanya dan membuka pintu kamar itu .
Terlihat Ray dan Naira sedang duduk sambil berpelukan . senyum bahagia terus terpancar dari wajah kedua pasangan itu .
" Sayang sakit apa ? "" nyonya Monica membuat mereka berdua mengalihkan pandangan ke arah nyonya Monica .
"Maa "'ray beranjak dan memeluk mamanya itu
"Ma Alhamdulillah ,Ray bakal jadi papa ma ""ucap Ray dengan wajah gembira .
"Benarkah sayang "nyonya Monica berjalan kearah Naira dan di sambut oleh Naira .
"Sayang ?""Naira menggangguk . nyonya Monica langsung memeluk menantu nya itu sambil menangis haru akhirnya dirinya akan menjadi nenek sebentar lagi .
"Alhamdulillah , terimakasih ""nyonya Monica mengeratkan pelukannya ....
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur βΊοΈππ»
__ADS_1