"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
97 . Sebuah permainan


__ADS_3

" Sayang ... "sambut nyonya Jenni melihat Naira baru saja Sampai di rumah mereka.


"Ma ,. assalamu'alaikum "


"Wa'alaikum sallam ... kenapa naik taksi gak minta Koko atau mama yang jemput "omel nyonya Jenni kepada Naira .


"Papapa ma ,.. apa Zidane sudah tidur ma ? apa Zidane rewel ma ? "tanya Naira karena Naira tidak melihat pria kecil itu .


"Tadi Zidane agak sedikit rewel mungkin karena gak liat mama nya .. makanya tadi mama vc kamu biar Zidane gak nangis lagi "


"Kamu gak lihat ada mobil siapa itu ?"tunjuk nyonya Jenni di sebrang jalan depan rumah mamanya itu .Naira menggelengkan kepalanya


"Hu .. ya sudah masuk dulu . bangai mana keadaan ifangka nak ?"


"Mba ifangka belum sadarkan diri ma , karena efek obat , kata dokter tembakan itu lumayan dalam hingga di lakukan operasi untuk mengangkat peluru yang menembus bahu mba ifangka , dan untuk beberapa hari kedepannya mba ifangka belum bisa melakukan kegiatan nya sendiri "jelas Naira . nyonya Jenni mengambilkan air putih untuk putri nya itu .


"Lalu ..kenapa Ray tidak ikut pulang ? "tanya nyonya Jenni .


"Hemm .. om Han sama Tante Melly sedang berada di Singapore ma . jadi kalo mas Ray pulang siapa yang bakalan jaga mba ifangka "ucap Naira tersenyum menyakinkan hatinya . tapi mamanya itu bisa melihat kekhawatiran wanita cantik itu .


"Mas Ray disana sama ko Marko ko ma . gak sendirian "ucap Naira lagi sambil tersenyum .


"Baik lah ,, kita memegang harus dilakukan itu karena ifangka berkorban untuk anak kalian , mam juga sangat berterimakasih kepada ifangka. besok kita harus menjenguk ifangka nya "ucap nyonya Jenni mendapatkan anggukkan dari Naira .


"Ohnya mama belum jawab dimana Zidane ma ,. nai kangen banget "ucap Naira memanyunkan bibirnya membuat nyonya Jenni tertawa kecil melihat ekspresi wajah putri nya itu .


"Monica sama pak Winarto


ada dikamar sedang menidurkan Zidane


. rencananya mereka ingin menginap di sini , karena mereka sangat khawatir dengan Zidane apa lagi pak win sudah tahu siapa yang melakukan itu "jelas nyonya Jenni .


"Nak ,. kenapa Laura melakukan semua itu , apa Ray pernah menceritakan tentang ?"nyonya Jenni menggantung pertanyaan nya itu .


"Naira ,, mau bersih bersih dulu ya ma , setelah itu nai mau ketemu Zidane "ucap Naira Tampa menjawab pertanyaan mamanya itu .


"Ya udah .. maafin mama nya kalo pertanyaan mama membuat nai sedih "Naira menggangukan kepalanya .


"Nai .. apa kamu sudah makan nak ? . biar mama siapkan"melihat Naira yang baru saja akan membuka pintu kamar mandi .


Naira membalikkan tubuhnya dan berlari menuju nyonya Jenni dan memeluk wanita paruh baya itu dengan perasaan sayang


"Naira mau makan sop buatan mama pasti enak banget "ucap Naira tersenyum sambil memohon kepada mamanya itu . nyonya Jenni menarik hidung wanita itu dengan gemas .


"Oke mama buatin dulu "nyonya Jenni mencium pipi Naira .


"Makasih mama sayang , Naira mandi dulu "Naira kembali berlari menuju kamar mandi sambil tersenyum . membuat nyonya Jenni menggelengkan kepalanya .


"Mama bisa melihat rasa khawatir dari mata mu nak , aku akan membicarakan ini kepada Monica . agar Ray lebih bisa menjaga perasaan Naira " nyonya Jenni pun langsung menyiapkan sop yang menjadi makanan kesukaan putrinya itu jika sedang berkunjung ke rumah mereka .


Di dalam sana Naira sedang duduk di terdiam melihat pantulan dirinya di hadapan nya . apa dirinya salah jika merasa sedikit cemburu kepada Ray yang sedang berada di sana menemani mantan pacarnya .


"Kenapa aku sangat egois , ya Allah aku percayakan kepada mu tentang semua hal , karena kaulah yang maha mengetahui sedangkan hamba tidak "batin Naira menyerahkan semua nya kepada sang pencipta untuk kekhawatiran nya itu


Naira pun bangkit dan langsung membersihkan diri nya . karena Naira tidak sabar untuk melihat putra kesayangannya itu .


" Naira membuka pelan pintu kamar tamu dan melihat ketiga orang tersebut sudah tertidur pulas , ada nyonya Monica disebelah kanan Zidane sedang memeluk tubuh munyil itu dan ada tuan Winarto di sebelah kiri Zidane . Naira ingin sekali memeluk tubuh munyil itu tapi melihat papa. mama mertua nya itu sudah pulas dalam tidur nya membuat Naira kembali menutup pintu itu .


"Apa Zidane sudah tidur ?"Naira menganggukkan kepalanya namun wajah murungnya bisa terlihat jelas .


"Tadi Zidane minum susu kan ma ?"tanya Naira mengambil lauk di piringnya .


"Hemm .. tadi Koko mu beli dulu di supermarket " ucap nyonya Jenni


"Susu yang merek bisa kan ma ?"tanya Naira lagi ..


"Iya cerewet sekali "ucap nyonya Jenni membuat Naira sedikit tersenyum karena mamanya itu . mengingatkan ucapan yang selalu Ray ucapakan jika Naira terus bertanya .

__ADS_1


"Mama udah makan ?"


" Udah sayang tadi kami makan bersama "


"Naira makan nya ma , memangnya ini jam berapa sih ma , kenapa semua nya sudah tidur " tanya Naira ..


"Jam 10 " jawab nyonya Jenni


"Hah ... bukanya tadi Naira mandi masih jam 8 ma , kok udah jam 10 aja " ucap Naira kaget.


" Ya karena kamu mandinya kelamaan sampe gak liat jam . mungkin kalo mama gak ketok pintu kamar mandi kamu belum keluar sampai sekarang " jawab nyonya Jenni . Naira yang mendengar itu hanya bisa cengar-cengir , nyonya Jenni menggelengkan kepalanya .


Naira menikmati setiap suap yang mendarat di mulut nya . sedangkan nyonya Jenni hanya tersenyum melihat Naira .


"Apa sebaiknya Ray pulang saja , dan suruh seseorang untuk menjaga ifangka ?"saran nyonya Jenni .


"Hemm .. gapapa ko ma , mungkin cuman malam ini aja mas Ray nemenin mba ifangka "ucap Naira sambil mengunyah makanan nya .


"Baik lah .. mama cuman gak mau kamu banyak pikiran " ucap nyonya Jenni .


"Mama ini ada ada aja , nyawa Zidane lebih berarti dari segalanya ma , Naira bisa memberikan nyawa Naira jika itu menyangkut dengan Zidane " ucap Naira tersenyum.


"Jika saja mba ifangka gak melindungi Zidane , Naira gak nyakin kalo Naira masih bisa hidup sekarang ma .


" Jadi mba ifangka memang harus mendapatkan perhatian dari kita semua . bukan hanya mas Ray saja atas jasa yang mba ifangka lakukan "ucap Naira tersenyum simpul mengingat kejadian hari ini yang melibatkan putranya .


"Iya .. kita semua berterima kasih kepada ifangka " Naira menggangukan kepalanya .


Setelah selesai membereskan meja makan nyonya Jenni mengantarkan Naira menuju kamar tidur mereka .


"Langsung tidur oke " Naira menganguk


"La udah good night sayang "nyonya Jenni meninggalkan kecupan manis kepada putrinya itu .


"Good night ma "ucap Naira mencium pipi kiri dan kanan mamanya itu. Naira pun masuk kedalam dan menutup pintu kamar tersebut .


"Sayang apa sudah sampai ? "


Naira tidak langsung membalas pesan suaminya itu .


"Iya tadi jam 8 sudah di rumah "balas Naira . namun pesan itu masih bercontreng abu abu tanda jika Ray belum membaca pesannya .


"Apa mba Ifangka sudah bangun ? "


"Sampaikan ucapan terimakasih ku kepada mba ifangka ya mas " tulis Naira lagi ,


Naira menatap ponselnya namun Ray Masih belum membalas nya .


Naira menaruh ponselnya di sampingnya dan memeluk guling yang ada di depannya . Tanpa menunggu lama. naira pun terlelap dalam tidurnya. Tanpa menunggu balasan pesan dari suaminya itu....


....."


Di rumah sakit , Ray sedang duduk di sofa kamar VIP itu bersama marko dan Marlo . namun mereka sedang sibuk mengotak-atik laptop mereka , seolah ada urusan penting yang harus mereka selesai kan.


Ifangka hanya terdiam sambil melihat ketiga laki laki itu yang sedang sibuk dengan urusan mereka sendiri .


ya ifangka sadar tiga jam yang lalu .walau jam sudah larut namun matanya belum bisa iya tidurkan kembali .


"Kenapa belum tidur ?"tanya Ray mendekati ifangka .


"Hemm .. aku tidak mengantuk "jawab Ifangka


"Apa mau makan sesuatu ?"


"Tidak ,."jawab Ifangka cepat , namun perutnya tidak bisa di ajak kompromi suara cacing cacing di dalam perutnya membuat ifangka tersenyum malu kaarah Ray .


"Aku akan mencari makan dulu "

__ADS_1


"Ray .. gak perlu tadi aku udah makan kan "ucap ifangka .. membuat perhatian Marko dan Marlo tertuju pada kedua orang itu .


" Tidak masalah, aku juga mau membeli sesuatu di luar sekalian "ucap Ray berlalu meninggalkan tempat itu.


Marko menatap wajah ifangka dengan teliti . ada sesuatu dari tatapan mata itu dan sedikit senyuman dari wajah wanita itu jika sedang menatap Ray .


"Seperti ada pemain di sini "batin Marko . menghembuskan nafas panjang .


"Lo .. gue keluar dulu nya "pamit Marko Tanpa menunggu jawaban dari saudara kembarnya itu Marko pun sudah keluar dari ruangan itu meninggalkan Marlo dan ifangka . ..


"Kamu yang menembak bi Laura tadi "tanya ifangka saat pintu kamar itu tertutup rapat


"Kalo iya memangnya kenapa ?"


"Kenapa kamu melakukan itu , jika saja kamu tidak melakukan itu sudah pasti naira lah yang menjadi korban bukan aku "


"Bi Laura mengatakan hanya ada dua pilihan , jika tembakan itu mengenai Naira maka tidak ada keuntungan sama sekali untuk mu ,


tapi jika tembakan itu mengenai dirimu , maka kemungkinan besar Ray akan menjadi milikmu "


"Kerena yang aku tahu Ray dan naira akan melakukan apapun untuk membalas jasa jika itu menyangkut nyawa anak dan orang yang mereka cintai "ucap Marlo kepada Ifangka . tidak ada senyum dari wanita itu hanya wajah masam yang iya tunjukan .


"Kamu harus nya berterima kasih kepada aku dan bi Laura , bukan malah sebaliknya "ucap Marlo kepada Ifangka .


"Ya terimakasih " ucap ifangka ..


"Aku akan segera keluar dari permainan ini . terserah selanjutnya aku tidak ada kaitannya lagi dengan semua yang akan terjadi setelah ini "ucap Marlo serius .


"Tentang hubungan kita malam itu aku harap kamu menghapus nya . karena aku sudah mengikuti perintah mu sejauh ini ,


Jadi tempati janji mu waktu itu untuk menghilangkan video itu jangan sampai gres tahu apa lagi yang lainnya "ucap Marlo menatap tajam wanita itu .


"Aku tidak pernah berjanji apapun Lok , aku hanya menawarkan jika video kita malam itu aku kirimkan kepada gres maka kau akan kehilangan dia , aku tidak meminta kamu untuk menuruti perintah ku , tapi kamu sendiri yang menawarkan kerja sama asal kan video itu tidak tersebar luas kan "ucap ifangka tidak mau disalahkan .


"Apa istimewa nya wanita itu hingga kamu tidak ingin dia tahu jika kita pernah melewati malam yang panjang waktu itu "ucap ifangka tersenyum sinis pada Marlo .


"Jika itu terjadi ..aku sendiri yang akan menembakan peluru ini di kepala mu "ucap Marlo melangkah keluar meninggalkan Ifangka sendiri di sana .


Flashback on


Malam itu keempat sahabat itu sedang menghadiri acara reuni alumni SMA di sebuah klub malam dua tahun yang lalu .saat pernikahan Ray baru satu Minggu dengan Naira ,


Ifangka yang mengetahui jika Ray dan teman teman nya akan mengadakan pesta . Ifangka merayu Ray agar mengizinkan nya untuk ikut . karena ifangka terus menerus merengek akhirnya Ray pun mengizinkan .


Mereka menikmati acara tersebut bahkan mereka meminum minuman yang membuat mereka mabuk .namun Alex dan Ray tidak meminum apapun ,


ifangka yang melihat itu tersenyum senang . seolah ada peluang untuk nya membuat Ray mau menyentuh nya lebih dari yang mereka lakukan ,


Karena selama ini Ray tidak pernah melakukan apapun selama hubungan mereka berlangsung , ifangka pun memiliki ide untuk membuat Ray berhasrat padanya . ifangka pun menaruh sebuah bubuk di dalam gelas Ray .saat Ray izin ke toilet .


"Namun sudah setengah jam Ray belum juga kembali ke acara tersebut . membuat ifangka kesal saja , apa Ray sudah pulang meninggalkan nya sendiri di sana .


Semenit kemudian gelas yang berisi anggur merah itu di rampas oleh Marlo yang kesadaran hampir hilang .dan menenguk nya sampai habis .


"Ifangka yang melihat itu langsung menarik tangan Marlo untuk keluar dari ruangan itu. namun karena obat yang ada di dalam gelas itu sangat cepat bereaksi membuat Marlo kepanasan . seperti ada sesuatu yang ingin iya puaskan dari dalam dirinya .


Karena tidak bisa menahan nya . Marlo langsung menyerang ifangka . ifangka sempat memberontak terhadap perlakuan Marlo .


Tapi sebuah ide muncul di pikiran nya . hingga iya sengaja membawa Marlo untuk menghabiskan malam itu di sebuah hotel dan merekam semua kejadian malam itu untuk menjadikan Marlo sebangai alat nya untuk menghancurkan rumah tangga Ray dan Naira .....


Bersambung.....


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader terimakasih sudah mampir mohon tinggalkan jejak nya biar lebih semangat nulis nya like'komentar


Semoga terhibur ☺️🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2