
...----------------...
'"Mas ,, bangai mana kabar mba ifangka ?" tanya Naira sambil memandang langit-langit kamar tidur mereka .
"Hemm "
"Mas ?
"Sudah malam sayang , besok lagi ya "ucap Ray sudah sangat mengantuk karena memang sekarang sudah jam sebelas malam .
"Naira mau sekarang ? " Naira membuka buka mata Ray dengan jari jari lentiknya .
"Mas !"
"Mas "
"Mas Ray ??"
"Huh naiiii , sudah malam kamu tidak mengantuk ?
" Ya sudah tidak jadi " Naira memiringkan tubuhnya membelakangi suaminya itu .
Ray yang sudah sangat mengantuk pun tidak mempedulikan istrinya itu yang sedang kesal .
"Aku telah merebut mas Ray dari mba ifangka , kenapa aku sangat egois tidak mau meminta maaf kepada mba ifangka . " Naira terus memikirkan semua itu , sambil mengelus perutnya .
"Bukan kah tadi mas Ray Membawakan aku kue " Naira pun beranjak dari tempat tidur , berjalan dengan hati hati sambil memperhatikan suaminya takut jika Ray terbangun .
Naira membuka pintu kulkas dan mata nya berbinar melihat kotak kue di dalam lemari pendingin itu .
Naira menyiapkan satu gelas air putih . dan mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu sambil menonton film ( twilight ) .Naira sudah berapa kali menonton film ini, tapi tidak ada kata bosan menurut Naira .
Sambil mengunyah kue coklat itu, Naira terlihat fokus menonton film yang ada di depannya .
Sedangkan di dalam kamar Ray berniat untuk memeluk tubuh wanita itu .namun kenapa lapang sekali ? , Ray sengera membuka matanya . dan mencari wanita cantik itu .
"Sayang " panggil Ray namun tidak ada jawaban . Ray segera turun dan bergegas menuju kamar mandi , namun tidak ada istrinya disana
Ray panik segera keluar dari kamar ,
Namun suara televisi terdengar samar-samar .
pandangan Ray tertuju kepada wanita yang sedang duduk bersender di sofa , dengan mulut yang di penuhi oleh makan .
Lama Ray terdiam di depan pintu sambil tersenyum memperhatikan istrinya itu yang sekali-kali mengoceh tak jelas karena mulutnya terlalu penuh dengan makanan,
"Sayang " Naira mengalihkan pandangan nya sebentar setelah itu Naira kembali fokus pada tontonan nya itu .
Ray mengambil kue yang ada di tangan Naira yang tinggal separuh .
"mas , mas mencuri kue ku " ucap Naira masih dengan mulut yang sedang mengunyah .
"Bukan mencuri , tapi mengambil hak ku " ucap Ray sambil tersenyum devil .
"Huh ,, semoga anak ku tidak mengikuti papanya yang suka mencuri makanan ibu nya " ucap Naira dengan nada serius sambil mengelus perutnya . Ray berkekeh mendengar ucapan istrinya itu .
__ADS_1
"Lalu apa harus ku kembalikan "Naira mengganguk mendengar penuturan Ray .
Ray merengkuh wajah Naira dan mengecup bibir Naira dengan lembut . Ray bisa merasakan manis nya bibir wanita itu kerena masih ada coklat di pinggir pinggir bibir nya .
"Heemm , manis kan ? , aku sudah mengembalikan nya, jangan tuduh aku mencuri lagi "ucap Ray enteng sambil tersenyum manis kepada Naira .
Wajah Naira memerah mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya itu .
"Memanfaatkan keadaan ,. huuu " ledek Naira merasa malu . Ray berkekeh dan mengelap bibir wanita itu .
"Dengan istri sendiri tidak ada yang melarang " ucap Ray ikut menonton film yang ada di depan mereka itu .
"Sayang kamu sangat suka film ini ya ? karena ku perhatikan sudah berapa kali aku melihat mu menonton nya " pertanyaan Ray mendapat mengganguk antusias dari Naira .
"Wah ,, jangan terlalu sering , kamu tau itu tidak baik " ucap Ray . Naira hanya mencabik kan bibirnya .
Karena melihat Naira sedang sangat bersemangat menonton film itu . Ray pun menemani Naira .
namun baru saja dua puluh menit Ray mengajak Naira untuk tidur .
"Sayang lihat jam sudah jam dua belas , hayo tidur " Naira melihat jam ya benar ternyata sudah tengah malam nya .
"Bentar lagi nya mas "
"Tidak boleh , hayo tidur "
"Bentar lagi "
"Oke , kalo mau seperti itu , kita suit siapa yang kalah harus menurut "Naira menggangukan kepalanya .
"Sayang , kamu curang ?"ucap Naira
"Tidak ada yang curang , bilang saja kalo kamu sudah kalah " ucap Ray sambil menarik hidung Naira dengan gemas .
"Tidak " kali ini Naira memenangkan suit itu , Naira mengambil coklat dan di tempelkan di wajah Ray ,
"Sayang permainan kita tidak seperti itu "
"Aku mau "
"Baik lah " Ray terus memenangkan suit itu .dan iya meminta hukuman lain untuk Naira ,
Setiap kali Ray menang Ray selalu mengecup bibir Naira . dan seperti nya Naira sangat senang , hingga Naira memang sengaja membuat Ray selalu menang ,
"Sayang kamu sengaja ya mau di hukum ?"Naira menggangukan kepalanya dengan wajah polosnya .
Ray mendorong pelan tubuh wanita itu hingga Naira berbaring di sofa , Ray ******* bibir ranum wanita itu dengan lembut .dan Naira membalasnya . hingga membuat Ray merasa jika Naira memberinya izin untuk meminta hak nya malam ini ,
Dengan bibir yang masih bertautan tangan Ray mengambil remot tv dan mematikan nya .
Ray menuntun Naira untuk menuju kamar mereka dan melanjutkan aktivitas menyenangkan itu di dalam kamar.
"
"
__ADS_1
"Ca " panggil Alex melebarkan senyumnya .
"Hemm " Ica menatap wajah kekasihnya itu yang sedang tersenyum kearahnya .
"Ada apa ? "
"Usia mu dan usia kedua adik perempuan ku tidak terlalu jauh kan ?"tanya Alex muter muter dulu
"Ya , aku dan Naira hanya beda satu tahun , kenapa ?"
"Kamu tahu sekarang Naira sedang hamil besar , mungkin satu dua bulan lagi Naira akan melahirkan , dan akan menjadi ibu !,
apa kamu tidak ingin seperti itu?" masih bertele-tele .
"Ha .,. maksud mu ?"
"Ca , kamu tau umur ku bukan lagi untuk bersenang-senang dengan status pacaran , tapi aku merasa sudah cukup untuk bersenang-senang dengan status pernikahan , apa kamu mau menjadi teman sehidup semati bersama ku ?"dengan segala keberanian akhir nya kata kata itu keluar juga dari mulut pria itu .
"Haaaa ,, maksud mu ? "tanya Ica lagi sambil mencerna ucapan Alex barusan .
"Aku ingin mengajak mu membangun rumah tangga yang bahagia , seperti Ray dan Naira , apa kamu mau ?"
Ica masih mencerna ucapan Alex , namun tidak bisa di pungkiri bahwa hatinya terasa berbunga-bunga mendengar tawaran dari kekasihnya itu .
"Hemm " ucap Ica ragu membuat jantung Alex berdetak kencang takut jika Ica akan menolak nya .
"Bangai mana kata Naira nanti , sahabat ku menjadi kakak ipar ku " ucap Ica menggigit bibirnya malu . jika status nya menjadi Ica Rahayu Ferguson , Astaga pasti sangat menggangu pikir nya .
"Bukan kah Naira sahabat mu , dia lebih tau tentang diri mu pasti itu akan sangat membuat Naira bahangia " ucap Alex menyakinkan gadis itu .
"Tapi aku masih kuliah !"Ica menunduk
"Bukan kah Naira juga masih kuliah . tapi lihat dia mau menjadi seorang ibu dan itu tidak membuat Naira kehilangan masa depan nya kan ?" ucap Alex lagi .
"Iya si , tapi Bangai mana dengan keluarga mu "ucap Ica menggigit bibirnya karena tau derajat keluarga mereka sangat jauh berbeda .
"Mereka sangat menyukai mu , percaya padaku " Alex merengkuh wajah wanita yang ada di depan nya itu.
Ica menatap mata tajam dan tegas itu . membuat Ica menggangukan kepalanya tanda setuju .
"Katakan sesuatu "
"Iya ,, aku mau menjadi teman sehidup semati bersama mu " Alex langsung memeluk erat tubuh wanita itu dengan perasaan bahagia . akhirnya penantian hampir lima bulan ini tidak sia sia batin Alex ,
"Terimakasih " Ica mengganguk
"Tapi jangan kamu yang memberi tau Naira dulu , biar nanti aku saja yang akan mengatakannya kepada Naira dan Ririn " Alex mengganguk dan memeluk Ica lagi ....
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
__ADS_1
Semoga terhibur βΊοΈππ»