
...----------------...
"Bangai mana bisa sangat mirip seperti yang aku berikan kepada gadis kecil itu , apa mungkin ,,, ""Ray masih bertanya tanya tentang liontin itu ,
namun Naira belum juga mau jujur padanya , membuat Ray pusing sendiri memikirkan nya.
"Yok apa kamu sudah memikirkan . akan kita apakan para pencuri itu ""tanya Alex 'memecahkan suasana yang terasa hening kerena tidak ada percakapan di antara mereka
semenjak mereka sampai di gudang belakang .
'" Ray seperti nya sedang memikirkan sesuatu .tapi kenapa harus mendiamkan ku.
apa Ray marah ,karena aku mengganggu mereka berdua tadi pagi . astaga dia seperti anak kecil ""oceh Alex menebak nebak
kenapa sahabatnya itu diam saja .
Setelah Kepergian Alex 'naira dan Ray masih memperdebatkan tentang buah liontin tersebut .
Namun bukan Naira tidak ingin mengatakannya ,
karena memang Naira sudah tidak ingat lagi secara detail tentang buah liontin tersebut .
yang Naira ingat jika ibu nya memberikan buah liontin itu saat dirinya berumur 9tahun dan mengatakan untuk menjaga buah liontin tersebut.
Akhir nya Ray mengalah tidak lagi memperpanjang kan tentang buah liontin tersebut
Namun bohong jika dirinya sudah tidak penasaran.
memang sudah banyak yang menjual sama persis dengan buah liontin yang diberikan kepada gadis dimasa lalunya.
tapi Ray masih sangat mengigat buah liontintersebut.
Sikap Ray yang seperti itu membuat Naira sedikit tidak nyaman
untuk saat ini Naira hanya mengingat lewat mimpi nya waktu itu 'tapi Naira merasa mimpi itu pun hanyalah bunga tidur
'tidak mungkin itu real tentang asal mula buah liontin tersebut.
"Buat mereka mengakui tujuan mereka, memasuki rumah ku 'aku yakin tidak mungkin jika ini terjadi Tampa sebuah rencana yang matang 'apa mungkin pria gila itu sudah melancarkan rencana mereka ""penuturan Ray mendapat anggukan dari Alex
Ya sekarang mereka sedang berada di gudang yang tidak terawat 'bahkan ada beberapa hewan membuat siapa saja yang berada di sana merasa geli dan takut .
Sedari tadi Alex mengintrogasi mereka 'namun tidak ada satupun dari mereka mengakui tujuan mereka datang ke kediaman Ray 'bahkan mereka memilih mati dari pada mengatakan siapa yang menjadi dalang dari semua ini,
' Alex sudah membuat mereka babak belur dengan tangan nya sendiri 'namun mereka masih tidak ingin mengatakan apapun .
" Wah hebat sekali mereka bisa meyumpal mulut para pencundag ini ,hingga mereka memilih untuk mati 'daripada mengatakan siapa bos mereka '"ucap Alex mengelap tangan nya yang terkena darah mereka .
"Apa mungkin semua kabar tentang pernikahan mu sudah sampai kepada mereka Ray ""ucap Alex
" Itu sangat mungkin dan mereka sudah mulai melangkah
'baik lah kita akan mengikuti permainan ini 'jadikan empat orang bodoh ini sebangai alat untuk kita memancing mereka keluar dari sarangnya ""ucap Ray masih menatap jauh dengan tatapan kebencian
__ADS_1
"Bangai mana jika mereka menyerang keluarga yang lain Ray
aku yakin mereka akan bergerak cepat dari yang kita pikirkan ""tanya Alex kepada Ray
"Aku sudah memikirkan semua nya dan mungkin dalam waktu dekat ini kita akan memulai semuanya .
sudah terlalu lama aku diam melihat mereka berkeliaran setelah apa yang mereka lakukan kepada keluarga ku .
sudah saat nya kita membalas semua perbuatan keji mereka ""ucap Ray sambil tersenyum sinis penuh kebencian
"Opa ' Ray harap . opa tenang di alam sana tunggu sebentar lagi mereka akan menanggung apa yang telah mereka lakukan kepada keluarga kita ""batin Ray memejamkan mata nya
Ray mengetahui semua tentang apa yang menimpa tuan Simon 'dan itulah yang membuat nya terobsesi untuk menguasai perusahaan papa nya .
Kerena Ray tidak ingin jika papanya mengalami tragedi yang sama seperti opa nya tuan Simon.
Ray sedang menghubungi seseorang dan meminta mereka datang ke rumah nya 'untuk menjemput para pencuri itu 'agar tidak di rumah nya lagi .
Ray tidak ingin jika Naira tau jika Ray mengikuti sebuah markas besar yang diberi nama ' repolra .
repolra adalah sebuah komunitas yang berurusan dengan dunia hitam ,walau bukan Ray yang memimpin komunitas itu, melainkan paman MarKo dan Marlo 'paman Darko '
namun mereka akan selalu ada untuk membantu Ray jika Ray membutuhkan bantuan dari repolra ' kerena Ray sudah membantu mereka saat mereka dalam titik kehancuran.
namun sejauh ini tidak ada yang mengetahui semua ini kecuali para sahabat nya.
Setelah selesai dengan urusan nya 'ray kembali ke kamar Naira .
Naira yang melihat Ray membuka pintu kamar nya 'segera mendatangi nya.
mendingan gak udah masuk kamar Naira lagi ""ancam Naira dengan tatapan serius Kepada Ray , membuat Ray berkekeh mendengar ucapan Naira .
"Oh kenapa memangnya ?
kalo aku menanyakan nya lagi ? ""tanya Ray sambil mengacak kerudung Naira
Naira pun berusaha untuk menghindari Ray yang berusaha mengacak kerudung nya .
Naira pun berusaha berlari dari jangkauan Ray
'ray yang melihat itu pun berusaha mengejar Naira 'hingga terjadi kejar-kejaran diantara mereka berdua ,
membuat isi kamar tersebut heboh karena Naira merasa takut jika Ray bisa menangkap nya .
Hingga akhir nya Naira menyerah 'dan tertangkap oleh Ray
"Apa yang membuat mu berlari 'apa aku semenyeramkan itu?' ""tanya Ray 'kerena berhasil menangkap Naira '
"Tuan perut Naira sakit '"ucap Naira sambil tertawa mengingat kekonyolan yang mereka lakukan.
"Tuan lepas 'udah Naira mau lanjut belajar lagi '"ucap Naira malu kerena Ray menatap nya dengan tatapan seperti itu.
"Nai ""ucap Ray Tampa melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"Ya ""jawab Naira gugup kerena Ray seperti akan melakukan sesuatu di luar pikiran Naira
"Apa kamu tidak ingin jujur tentang liontin itu ""keseriusan Naira 'seketika berubah kesal .
Naira segera melepaskan tangan Ray yang sedang memeluk nya
"Liontin lagi
mau berapa kali lagi Naira ngejelasin sama tuan ,agar tuan bisa percanya ""perkataan Naira membuat Ray menarik tangan Naira lagi . kerena Naira sudah membalikan badannya untuk pergi dari hadapan Ray.
"Kamu mau tau kenapa aku selalu bertanya tentang liontin itu '?""perkataan Ray membuat Naira sedikit tertarik
kenapa Ray sangat ingin Naira mengatakan dari mana Naira mendapat kan buah liontin tersebut .
Naira hanya mengangguk Ray pun mengajak Naira untuk duduk di sofa dan duduk di sebelah nya.
dan perlahan Ray pun menceritakan tentang buah liontin milik nya yang iya berikan kepada gadis kecil itu.
"Kenapa cerita yang tuan Ray mirip dengan mimpi ku waktu itu '
Hem ...apa mungkin ini hanya kebetulan saja '"" batin Naira masih mendengar kan cerita Ray dengan serius
"Lalu apa tuan masih mencari gadis kecil itu? ""tanya naira setelah Ray selesai dengan ceritanya
"Jika ada keajaiban aku bertemu dengan nya lagi 'aku akan memenuhi janjiku !""perkataan Ray membuat Naira menganguk kan kepala nya.
"Lalu bangai mana jika dia sudah berkeluarga 'apa tuan ingin merebut nya dari suaminya ""tanya Naira dengan tatapan serius.
Ray hanya menertawakan ucapan Naira yang sangat konyol menurut nya itu .
"Kenapa ada pikiran seperti itu di otak nakal mu ini ' Hem ""ucap Ray sambil tertawa dan mejitak kepala Naira dengan gemas.
Naira hanya mendengus melihat Ray menertawakan dirinya .
"Dengar nya ruban nakal ,jika gadis itu sudah menikah .aku akan menjadi kan nya sebagai adik ku'
bukan kah aku tidak memiliki adik perempuan "penuturan Ray membuat Naira tersenyum '
"Oh nya apa kamu ingin mendaftar menjadi adik angkat ku ""ucap Ray sambil tertawa kecil melihat ekspresi Naira .
Kenapa ada rasa sesak di dadanya .
akan kah Ray bisa mengganggap nya lebih dari itu .
Namun untuk perubahan sikap Ray padanya saat ini saja sudah membuat hati nya sangat bersyukur ,
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
__ADS_1
semoga terhibur βΊοΈππ»