"NAIRA AZAHRA Istri Ku"

"NAIRA AZAHRA Istri Ku"
41. Bertengkar prat 1


__ADS_3

...----------------...


Saat ini Naira sedang duduk di pinggir danau yang lumanyan ramai pengunjung .


Naira masih belum bisa memberhentikan air mata yang mengalir .


Naira masih mengingat dengan jelas Bangai mana perlakuan Ray kepada dirinya .


Naira pun membuka tas nya dan mengambil sapu tangan putri duyung tersebut


Naira tersenyum mengingat cia ,


"Kenapa kamu cengeng sekali Naira ""ucap Naira sambil mengelap air matanya .


Setelah itu Naira tersenyum manis memejamkan matanya sambil menghirup udara segar dari danau tersebut .


"Kamu hebat Naira ,kamu kuat ,


kamu pasti bisa melewati ini semua ""ucap Naira menyemangati diri nya sendiri .


Setelah beberapa lama duduk di sana ,Naira pun beranjak meninggalkan tempat itu menuju musholla untuk sholat ashar memenuhi panggilan Tuhan nya .


Setelah selesai Naira pun memberhentikan taksi untuk mengantarkan Naira pulang .


Sesampainya Naira di rumah ,Naira menghela nafas panjang, melihat mobil suaminya itu sudah terparkir didepan rumah mereka .


Naira pun melangkah masuk.


"Assalamu'alaikum "sallam Naira saat membuka pintu rumah itu .


"Wa'alaikum sallam nak Naira ,"Naira tersenyum kepada bi Ijah.


"Baru pulang nak ?""Naira menggangukan kepalanya .


Bi Ijah tau jika kedua majikan nya itu sedang bertengkar , karena tadi tuan nya pulang dalam keadaan acak acakan dan tercium aroma alkohol melekat dari tubuh tuan muda nya itu


Karena terlalu frustasi Ray meminta Alex untuk menyiapkan minuman alkohol di kantor nya ,dan menurut Ray itulah yang bisa membuat dirinya lebih tenang .


"Apa mas Ray sudah pulang bi ?""tanya Naira kepada bi Ijah


"Sudah nak,tuan muda seperti nya sedang tidur ""jawab bi Ijah


" Naira mau istirahat dulu .


jika pekerjaan bibi sudah selesai, bibi bisa pulang , terimakasih ""ucap Naira melangkah masuk kedalam kamar nya ,


bi Ijah hanya mengangguk


"Ya Gusti , semoga nak Naira sama tuan secepatnya berbaikan ,aamiin ""ucap bi ijah


Naira membaringkan tubuhnya dan menatap langit langit kamar nya itu , pikiran masih mengingat kejadian hari ini .


ponsel nya masih ada di mobil suaminya itu .


Tampa sadar Naira terlelap dalam mimpi nya .


Sama halnya dengan Ray ,Ray sedang tertidur lelap di kamar , kepalanya terasa pusing karena efek alkohol yang di minumnya tadi.


Suara azan Maghrib berkumandang,membuat Naira perlahan membuka matanya ,


Naira pun segera membersihkan dirinya,dan melakukan sholat Maghrib


Saat ini Naira sedang berperang di dapur untuk menyiapkan makan malam untuk suaminya dan dirinya ,


karena pasti suaminya itu kelaparan seperti dirinya saat ini .


Karena naira terlalu fokus pada urusan nya, naira tidak menyadari bahwa seseorang sedang memperhatikan nya ,


Astagfirullah allazim ""pekik Naira kanget melihat Ray sudah berdiri tak jauh dari nya ,


gelas yang di pengangi oleh Naira pun terjatuh dan pecah .


"Hati hati ""ucap Ray mendekati wanita itu


Tampa berpikir panjang Naira segera membersihkan pecahan gelas itu ,


Ray pun segera membantu istrinya itu


"Auu ....""Naira meringis menahan sakit ,saat jari telunjuknya tergores oleh pecahan gelas, darah segar pun mengalir dari telunjuk Naira .


Ray yang melihat itu langsung menghisap darah yang mengalir ,agar darah itu cepat berhenti .


Naira hanya terdiam melihat sikap suaminya itu .


"Kita obati ,dulu luka mu ""ucap Ray sambil menuntun Naira untuk duduk di kursi meja makan , Ray pun segera mengambil kotak obat untuk mengobati luka istri nya itu .


"Apa terasa perih ?""tanya Ray saat Ray memberikan obat merah untuk luka Naira


Naira menggeleng .


Naira menundukkan wajahnya tampa menatap pria itu .


"Maaf tentang sikap ku tadi siang ""ucap Ray memengang tangan Naira ,Naira menatap wajah suaminya itu .


"Harus nya Naira yang meminta maaf , karena Naira tidak memberi tau mas terlebih dahulu jika Naira mau bekerja ""jawab Naira menundukkan wajahnya,


Ray mengangkat wajah Naira ,agar laki laki itu bisa leluwasa menatap wajah cantik istri nya itu.


"Maaf aku , tidak pernah memikirkan jika kamu pasti bosan di rumah hingga kamu mencari pekerjaan ""ucap Ray memahami perasaan Naira .


Naira terdiam .


"Naira ""panggil Ray lembut


Naira menatap wajah suaminya itu


"Aku ingin memperbaiki hubungan kita , tapi aku butuh waktu untuk itu ""ucap Ray memandang wajah itu dengan tatapan dalam .


"Maaf mungkin ini menyakiti mu . tapi aku masih menyayangi ifangka .


maka dari itu aku tidak ingin terlalu banyak memberikan perhatian kepada kamu ,agar kamu tidak terlalu berharap kepada ku .


aku takut jika nanti aku tidak bisa membalas perasaan mu ""ucap Ray meluapkan rasa yang menggangu hati nya .

__ADS_1


Naira meneteskan air mata mendengar penuturan Ray .


"Tenang saja , Naira tidak akan sulit untuk melupakan semua kenangan ini setelah perpisahan kita nanti ,


maaf jika kedatangan Naira menjadi beban bagi hubungan kalian ""ucap Naira melepaskan tangan Ray yang sedang menggenggam tangan nya .


"Aku tidak ingin berpisah ' aku hanya ingin meminta waktu untuk aku memastikan perasaan ku ""ucap Ray tidak bisa menahan kesedihannya mendengar penuturan Naira barusan ,


"Pisah , sungguh hatinya tidak ingin itu terjadi .


Naira tidak menjawab lagi ,


"Naira akan melanjutkan masakan dulu 'pasti mas Ray lapar kan? ""ucap Naira menghapus air matanya ,dan melihat kan senyum manis nya


Naira pun beranjak dari hadapan Ray ,dan melanjutkan aktivitas nya .


Naira mencoba menyembunyikan kesedihannya mengingat ucapan Ray barusan .


Masakan Naira pun sudah tersaji di meja makan , dan Ray pun sudah ada di sana menunggu makanan nya ,


"Silahkan ""ucap Naira menghilangkan makanan untuk suaminya itu ,


"Terimakasih ""ucap Ray


Naira mengangguk


Mereka pun menikmati makanan mereka Tampa percakapan ,hingga makan mereka selesai


Naira berniat untuk membereskan semua piring mereka berdua .


namun Ray menahan tangan nya .


"Biar aku yang mencucinya ""ucap Ray mengambil alih piring kotor di tangan Naira


Naira pun memberikan nya


Ray bersusah panyah untuk membersihkan piring itu , karena ini pertama kalinya Ray mencuci piring ,


Naira yang sedang mengelap meja pun diam diam memperhatikan suaminya itu , naira hanya bisa tersenyum, merasa lucu melihat Ray seperti itu .


Tidak ada obrolan lagi diantara mereka berdua , karena Naira meminta izin mengerjakan tugas kuliah nya ,yang belum diselesaikan .


Ray tidak bisa menahan Naira untuk menemani nya ,yang sedang duduk di sofa ruang tamu .


tinggallah Ray sendiri disana ,Ray memperhatikan pintu kamar Naira yang tertutup rapat .


"Apa yang aku katakan tadi .


apa perkataan ku membuat Naira terluka? ""Ray memejamkan mata nya .


"Ya Allah beri hamba jalan terbaik . menurut pilihan mu ""batin Ray mengadukan masalah nya kepada Tuhan nya.


Ray masih duduk terdiam di sana ,tampa melakukan apapun ,


"Aku lupa menanyakan tempat kerja Naira tadi !""Ray pun berniat untuk mengetuk pintu kamar Naira


namun di urungkan .


.. itulah nama Naira di ponselnya


Ray langsung mengganti nama itu dengan nama Naira .


"Naira


Nai apa kamu sudah tidur ?""


sudah tidur nya """


Karena ponsel Naira sedang di charger di samping ranjang nya , sedang kan Naira sedang sibuk menyelesaikan tugas kuliah nya di meja belajar ,


karena itu Naira tidak tau jika Ray mengirim nya pesan ,


Ray terus melihat ponselnya berharap Naira membalas nya ,jam sudah menunjukkan pukul 1 malam namun pesannya kepada Naira masih bercontreng abu abu .


Ray tetap terjaga menunggu Naira membalas nya .


Di dalam kamar Naira ,Naira terlihat tertidur pulas di meja belajar nya . karena kelelahan menyelesaikan tugasnya ,dan Naira tidak sempat mengecek ponselnya .


Ray masih menunggu ponselnya ,Ray masih berharap jika Naira membalas pesannya .


waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi , karena Ray sudah tidak kuat menahan kantuk nya , akhirnya Ray terlelap tidur di sofa ruang tamu .


Setelah sholat subuh Naira keluar dari kamar nya . berniat untuk menyiapkan sarapan untuknya dan Ray .


"Kanapa lampu nya tidak dimatikan ?""ucap Naira memperhatikan ruangan itu


"Astagfirullah ,mas Ray ""Naira kanget melihat Ray sedang tertidur pulas di sofa tampa memakai alas apapun .


"Kenapa tidur di sini ""ucap Naira sambil mencoba membangun kan suaminya itu.


"Mas Bagun sudah pagi ' mas Ray ""Ray langsung membuka matanya . menatap wajah wanita yang ada di hadapannya itu.


"Mas 'cepat Bagun keburu abis subuh nya ""Ray pun langsung mendudukkan tubuhnya.


"Memang nya sekarang jam berapa?""tanya Ray


"Sudah jam 5:30' cepat keburu terbit nanti ""ucap Naira menarik tangan suaminya itu agar cepat bangun


Karena berat badan nya lebih ringan Dari Ray ,Naira malah terpeleset ke arah Ray ,hingga menindih tubuh suaminya itu .


Wajah Naira dan wajah Ray hanya berjarak beberapa Senti saja membuat jantung mereka berdua berdetak cepat .


Naira segera berdiri saat kesadaran nya kembali .


"Cepat bangun mas , Naira mau nyiapin sarapan dulu "pamit Naira meninggalkan Ray yang masih terdiam sambil menatap nya .


Ray memengang dadanya ,


"kanapa saat dekat dengan Naira , kamu harus berdetak seperti itu sih , nanti jika Naira mendengar nya , membuat malu saja ""ucap Ray mengelus dadanya dan tersenyum


Ray pun bergegas menaiki tangga menuju kamar nya dan melaksanakan shalat subuh ,


"Mas Naira bisa berangkat sendiri ke kampus ""ucap Naira ,saat Ray menggandeng tangan wanita itu memasuki mobil nya .

__ADS_1


"Apa kamu lebih senang jika Alex yang mengantar kan mu, ketimbang aku ""Naira hanya menggeleng kepala nya


"Bukan kah ko Alex juga mas Ray yang menyuruhnya untuk menjemput naira ,,,kenapa seolah olah aku yang memintanya ."" batin Naira


Naira lebih memilih mengalah dari pada harus berdebat dengan manusia keras kepala seperti suaminya itu .


"Baik lah ''naira sengera masuk ke dalam mobil yang di bukakan oleh Ray


Kerena berhasil membuat Naira mengalah Ray tersenyum bangga .


ray akan berusaha untuk selalu mengantar dan menjemput naira di kampus mulai saat ini .


"Naira ""panggil Ray setelah lama mereka saling membisu


"Ya mas ""jawab Naira menatap wajah suaminya itu


"Dua hari lagi aku ada pekerjaan di luar kota . apa kamu mau menginap di rumah mama atau bi Ijah yang menemani mu di rumah ""ucap Ray masih terfokus pada kemudi ya


"Memang nya mas Ray , berapa lama ?""tanya Naira


"Hanya 5 hari ""jawab Ray menatap wajah Naira


"Lumayan lama juga ,Naira menginap di rumah mama saja . kasian kalo bi Ijah terlalu lama menemani Naira nanti ""ucap Naira


"Ya sudah 'jaga dirimu baik baik ,jika sudah selesai bekerja , langsung pulang saja ""ucap Ray


"Memang nya mau kemana lagi ""ucap Naira pelan menanggapi perkataan suaminya itu.


" Mas Ray apa Naira bisa bertemu seseorang besok, soalnya Naira sudah janji ""tanya Naira


besok Naira sudah berjanji untuk menemani cia les .


"Seseorang siapa ?""tanya Ray dengan nada dingin.


"Dia gadis cantik yang sangat imut ,Naira sudah berjanji akan menemani nya les besok siang , boleh nya mas ""ucap Naira lembut. merayu suaminya itu


"Kamu tidak berbohong ? gadis kecil ?""tanya Ray mengintrogasi Naira


Naira mengangguk mendengar pertanyaan Ray.


"Kamu berbohong maksud mu ""ucap Ray menatap tajam kearah Naira


"Bukan maksud Naira ,Naira tidak berbohong , sungguh dia gadis kecil ""Naira menunjukkan Poto cia yang Naira ambil saat mereka main di taman Kemarin.


Ray masih tidak percaya dengan bukti yang Naira perlihatkan .


namun karena kasihan ,ray pun mengangguk.


"Boleh ',yeeeey 'makasih mas ""ucap Naira memeluk tangan Ray yang sedang memengang pengemudi nya


"Maaf maaf ""ucap Naira malu


"Kamu sangat bahagia ? ,hanya untuk bertemu gadis itu ?""tanya Ray ,Naira menggangukan kepalanya cepat melihatkan senyuman bahagia nya.


Ray mengelus kepala istri nya itu ,Naira yang di perlakukan seperti itu , senyuman Naira menghilang, karena Naira mengingat ucapan suaminya itu semalam .


"Kenapa sekarang jadi cemberut ?""tanya Ray melepaskan tangan nya dari kepala Naira


Naira hanya menggeleng dan mengalihkan pandangannya dari suaminya itu .


"Naira langsung masuk ya mas 'soal nya bentar lagi ada mata pelajaran ""pamit Naira tersenyum dan mencium tangan suaminya itu .


"Baik lah hati hati


kirim kan alamat tempat mu bekerja ,nanti jika tidak sibuk aku akan menjemputmu '" ucap Ray sambil mencium kepala Naira ,Naira hanya tersenyum ,dan melangkah keluar dari mobil .


"Terimakasih mas ""ucap Naira diri kaca yang terbuka


ray melambaikan tangannya kepada Naira


"Masuk lah ""Naira pun menuruti perintah Ray meninggalkan Ray sendiri disana ,


Melihat Naira tidak terlihat lagi 'ray pun bergegas meninggalkan tempat tersebut .


Di kediaman Handoko


"Lihat lah , takdir memang berpihak kepada kita Van "" ucap tuan Handoko tertawa kecil dan meletakkan sebuah kertas di hadapan Revan .


Revan pun mengambil nya dan melihat semua nya


Revan menatap tuan Handoko ,


"Opa ini pasti ada kesalahan


mana mungkin Naira adalah istri Ray ""ucap Revan masih belum bisa mempercayai semua ini.


"Walau kamu menolak Revan


'takdir lah yang telah memudahkan jalan kita untuk menghancurkan keluarga wijaya 'melalui wanita itu '"ucap tuan Handoko tersenyum bahagia.


"Opa jangan libatkan Naira dengan misi kebencian opa kepada keluarga Ray,


bukan kah opa mengetahui ,jika mereka hanya menikah kontrak 'itu arti nya jika Naira dan Ray tidak mungkin saling mencintai 'opa tidak ada untungnya ,jika kita melibatkan Naira dalam semua ini "ucap Revan tegas kepada tuan Handoko


"Siapa yang akan mengorbankan nyawa wanita itu 'dia hanya akan menjadi umpan untuk Ray menyerahkan nyawanya sendiri kepada kita .


kau tenang saja wanita itu tidak akan terluka sedikitpun ""penuturan tuan Handoko membuat Revan sedikit lega tapi apa sebenarnya rencana opa nya itu.


"Opa akan ke Surabaya hari ini ' opa akan bertemu dengan bocah sombong itu ""ucap tuan Handoko tertawa kecil dan berlalu pergi meninggalkan Revan .


Revan masih memegang kertas yang berisi informasi tentang Naira 'kenapa seolah-olah takdir membuat nya segaja bertemu dengan Naira ,


dan putri nya sangat menyayangi Naira , Bangai mana iya bisa membiarkan opanya melukai Naira ?,..


Bersambung.....


Assalamu'alaikum ☺️


Hi reader


terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis πŸ™‚


semoga terhibur β˜ΊοΈπŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2