
...----------------...
"Ray yang baru saja selesai membersihkan dirinya .
saat iya keluar dari kamar mandi Ray masih melihat Naira duduk di sofa sambil memperhatikan kamar tersebut .
Indah . namun terlihat sekali jika Naira menahan dingin nya ruangan itu . seketika Naira melihat ke arah Ray yang menatap nya sambil menyilang tangan di dada nya
"Apa kamu tidak melihat jam ? . tidur lah aku mau menelpon "" ucap Ray melewati Naira menuju pintu keluar .
"Tunggu ,boleh kah saya tidur dengan Ririn ririn menginap di kamar sebelah tuan ""ucap Naira kaku .
walau pun iya tenang dengan perjanjian itu , karena mereka tidak melakukan kontak fisik sama pernikahan berlangsung .
tapi tetap saja naira merasa kurang nyaman jika satu ruangan dengan laki laki .
sekalipun laki laki tersebut sudah berstatus sebagai suami ya .
"Lalu bangai mana penilaian orang jika mereka melihat kamu tidur dengan teman mu itu ""ucap nya Tampa ekspresi
"Baik saya tidur disini saja ""ucap Naira takut jika Ray akan memarahinya
Tidak ada jawaban dari Ray , belum Ray membuka pintu kamar mereka Naira kembali memanggil nya
"Tuan maaf apa saya boleh meminjam bantal yang ada disana""tunjuk nya di atas ranjang , yang sudah di hiasi dengan bunga mawar berbentuk hati dan sepasang angsa putih di tengah nya sungguh indah dan memanjakan mata .
Harus nya ini adalah malam bahangia untuk sepasang pengantin baru . namun tidak untuk Naira dan Ray .
Ray hanya berlalu Tampa mengatakan apa pun.
"Apa mungkin boleh jika tidak memakai bantal pasti leher ku akan terasa seperti patah besok pagi ""ucap Naira pada diri nya sendiri
"Ya tidak papa lagian kan bantal nya ada banyak ""Naira pun mengambil satu bantal berwarna putih itu ,
Naira melihat ranjang indah itu ingin rasa nya iya tidur disana
tapi siapa dia ,bukan kah dirinya masih sama sebagai Art hanya saja berstatus sebagai istri dari tuan muda nya itu
Terdengar hembusan nafasnya yang terasa berat
'semoga Allah selalu membimbingku dan memberikan hamba kesabaran lebih ya Allah Aamiin ''batin Naira.
Naira pun menjauh dari ranjang tersebut dan menaruh bantal yang telah iya ambil dan menaruh nya di atas sofa.
Naira lebih baik tidur disofa ketimbang di lantai tampa alas apapun pasti akan membuat nya kedinginan sekali .
Tak berselang lama akhir nya tubuh yang terasa remuk redam itu terlelap dengan memeluk lutut nya kerena dingin yang menusuk kulit nya .
Naira mengistirahatkan tubuh nya kerena satu hari ini Naira sudah menghabiskan waktunya untuk menyambut semua tamu undangan memeng tak terlalu banyak.
tapi kerena Naira tidak terbiasa memakai gaun pengantin yang menurut nya berat.
dan Naira pun diminta oleh mba Henda untuk memakai sepatu hak tinggi .
__ADS_1
naira sendiri tidak pernah memakai nya sama sekali itulah yang membuat kaki nya sedikit lecet dan sakit
Namun iya mencoba menahan nya dan bersikap baik baik saja .
apa lagi mama mertua nya dan Oma mereka sangat hangat kepada Naira dengan keluarga Naira .
bahkan sahabat sahabat suami nya itu sangat ramah pada Naira .
Tapi ada yang aneh dengan sikap Ririn setelah Ririn bertatap muka dengan salah satu sahabat dari suami nya itu .
Naira belum sempat menanyakan semua itu kepada Ririn . kenapa Ririn berubah menjadi dingin
padahal sebelumnya Ririn sangat bersemangat dan heboh sendiri .
Tak berselang lama akhir nya Naira sudah di alam bawah sadarnya.
Di kursi ruang tamu ray sedang menghubungi kekasih nya.
ray menanyakan bangai mana hari ini liburan nya di bali .dan Ray pun banyak mengucapkan maaf
dan tentu ifangka memanfaatkan keadaan.
"Sayang apa kamu tidak menghabiskan waktu malam pergantian mu dengan perempuan itu ""tanya ifangka dengan nada sebal yang di buat buat.
"Itu tidak mungkin sayang
apa kamu lupa dengan perkataan ku waktu itu.
jadi mana mungkin aku melakukan nya dengan wanita yang tidak aku cinta ""jawab Ray dengan nada tenang
kalian pasti melewati malam dengan erotis , selamat pengantin baru ""jawab ifangka masih dengan wajah cemberut .
"Itu tidak akan pernah terjadi sayang ""jawab Ray masih sabar menghadapi semua tuduhan kekasih nya itu
"Lupakan wanita itu
bagai mana liburan mu hari ini ""tanya Ray mengalihkan pembicaraan mereka
"Lumanyan ""hanya itu yang menjadi jawaban ifangka
kerena Ray tau jika pasti ifangka sekarang sedang marah pada nya ,
jadi dia harus merayu wanita ini agar tidak marah lagi dengan nya
"Apa aku harus menjemput mu sekarang ""tanya Ray menggoda kekasih nya itu
"Tidak usah ! habis kan lah waktu mu dengan istrimu itu ""setelah mengucapkan itu ifangka' langsung mematikan telpon nya
Itu semua sudah biasa untuk Ray kerena jika mereka sedang bertengkar pun selalu seperti itu .Ray menghembuskan napas panjang melihat ponselnya .
Tentu saja itu adalah jalan satu satu nya agar ifangka bisa menghabiskan waktu bersama dengan atasan nya itu .ya ifangka tidak sendiri berlibur ke Bali , ifangka mengajak Johan untuk menemaninya .
tentu Ray lah yang mengfasilitasi mereka disana .
__ADS_1
"Ya tuhan ""batin Ray memejamkan mata nya.
Setelah lama iya duduk di sana akhir nya Ray memutuskan untuk kembali kamar mereka.
Saat iya membuka pintu kamar nya,
terlihat lampu masih menyala menerangi ruangan itu .
"" Kenapa tidak di matikan ""ucap Ray mendengus
Dan pandangan nya tertuju kepada wanita yang sedang tidur meringkuk di atas sofa menahan dingin nya ruangan itu.
dan hp yang masih menyala terdengar lantunan ayat suci Alquran yang menemani wanita itu tidur
Ray tersenyum kecil ,namun itu hanya sebentar . setelah itu iya merutuki kebodohan gadis itu kenapa iya tidak mengambil selimut agar iya tidak kedinginan .
"Menyusah kan""Ray berjalan menuju ranjang dan mengambil selimut yang ada disana dan membawa nya di tempat Naira yang tertidur pulas .
Terlihat sekali jika wanita ini sangat kelelahan saat Ray menyelimuti tubuh naira iya memperhatikan Naira dengan tatapan yang sulit untuk di artikan .
Ray tidak sengaja melihat kaki naira seperti memerah dan sedikit berdarah .
Ray pun melihatnya ,
"ini pasti karena sepatu murah itu.
lalu kenapa dia tidak mengobati nya , ceroboh!""ucap Ray berdiri
Ray membuka laci meja di samping nya mengambil Betadine dan hansaplast untuk menutupi luka wanita itu .
Setelah Ray selesai mengobati kaki Naira
Ray memandang gadis berkerudung itu .
Ray mengusap kepala Naira dan mematikan ponsel yang masih menyala itu .
Akhir nya iya memutuskan akan mengistirahatkan tubuh nya juga
ray mengajak mata nya untuk terpejam namun tidak bisa,
banyak yang Ray pikirkan saat ini.
Ray pun membalikan badannya dan terlihat wajah Naira yang tenang dan damai membuat Ray tersenyum ,
karena terlalu lama berperang dengan pikirannya Ray pun tertidur .
Dan malam ini di lewati Tampa melakukan seperti yang di lakukan oleh para pengantin baru lain nya .
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader
__ADS_1
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur βΊοΈππ»