
...----------------...
"Sedari tadi Naira hanya terdiam . suara Isak tangis yang bengitu menusuk hati siapa yang mendengar nya .
Naira tidak pernah sesedih ini tidak mengapa bukan jika iya megaduh sebentar saja kerena iya juga manusia biasa.
Bi Oktas yang tak sengaja melewati tempat Naira duduk pun tidak Tega melihat Naira seperti itu .
Biasa nya Naira sangat lah ramah dan ceria namun malam ini Naira hanya terdiam , Tampa banyak bicara dengan bi oktas .
Sebenar nya bi Oktas sudah mengetahui semua rencana tuan Winarto untuk menjodohkan Naira dan ray.
Kerena waktu itu bi Oktas menunjukan buah liontin yang ada di kamar Naira
dan tuan Winarto menyelidiki siapa gadis itu sebenarnya ,
dan benar Naira lah gadis kecil yang sering di ceritakan putra nya itu itulah yang menambah kenyakin tuan Winarto untuk melanjutkan pernikahan ini .
Tapi melihat Naira seperti ini membuat bi Oktas sedih,
biasa nya Naira sangat lah ceria dan sering mengobrol dengan mereka jika pekerjaan mereka telah selesai namun sekarang iya melihat Naira banyak terdiam sejak keluar dari ruangan tuan Winarto .
Naira mencoba tegar saat Naira di hadapan semua orang , namun tidak saat iya sedang sendirian .
Bi oktas memengang pundak Naira dari belakang
naira yang terkejut pun langsung menghapus air mata nya dan membalikkan tubuhnya .
Terlihat bi Oktas sedang tersenyum kearahnya , naira tidak bisa menahan air matanya
naira menumpahkan sengala rasa sesak di dadanya naira ingin bercerita namun Naira tidak tau mau bercerita dengan siapa .
Jika iya memberi tahu keluarga pasti ibu akan sangat sedih, itulah Naira memilih untuk memendamnya sendiri .
__ADS_1
Naira masih menangis di pelukan bi Oktas , bi oktas hanya mencoba menenangkan Naira belum ada kata kata yang terucap dari mulut bi Oktas , bi oktas ingin Naira luapkan kesedihan nya
Setelah beberapa lama suara tangis itu sudah tidak terdengar lagi , tinggal suara Isak tangis terdengar jelas di telinga bi Oktas .
"Naira maafkan bibi
bibi tidak bisa berbuat apa-apa , bibi tidak bisa membantu keluarga Naira dari tuan Winarto .
maaf Nai ""ucap bi Oktas sambil mengusap punggung wanita itu
"Percanya dengan bibi ,jika calon suami Naira adalah seseorang yang sangat baik
calon suami mu tidak akan menyakiti kamu Nai ""ucap bi Oktas memandang wajah Naira mata Naira menyipit kerena terlalu lama menangis.
Naira hanya menggeleng iya tidak nyakin bangai mana bisa iya tau jika calon suami nya itu baik dan tidak akan menyakiti nya nanti .
"Nai jangan sedih nya , berdoa semoga Allah memberikan jalan terbaik '"peluk bi Oktas melihat Naira seakan akan sangat lah putus asa.
naira hanya menangis namun sudah tidak ada suara nya suara nya sudah habis untuk menangisi semua nya .
setelah mendengar Naira sudah mulai tenang bi oktas mengajak Naira untuk masuk kedalam kamar
dan mengajak Naira untuk sholat istikharah meminta petunjuk dari sang maha pemilik kehidupan agar hati menjadi lebih tenang.
Naira pun mengikuti arahan bi Oktas ,
naira menambil wudhu ,Naira pun sholat hingga selesai bi Oktas tidak meninggal kan Naira bi oktras berdoa agar Naira bisa lebih tenang menghadapi semua ini .
Setelah selesai dengan sholat dan memanjatkan sengala doa yang ingin Naira sampaikan kepada sang khalik naira merasa diri nya lebih tenang naira membalikkan badannya dan menyalami ni oktas sambil mencium tangan bi oktras .
Naira berterimakasih kepada bi oktas kerena sudah menemani nya sedari tadi dan mendengarkan tangisan Naira.
" Bibi harap ,Naira bisa jalaninya dengan lapang dada ya Nai
__ADS_1
Naira harus nyakin kalo semua nya gak akan serumit yang Naira banyangkan,
bibi nyakin kamu akan bahangia setelah banyak nya kesabaran yang kamu lalui nak kamu harus nyakin itu "" ucap bi Oktas menasehati Naira dengan halus dan sebangai ibu dan anak
"Naira kurang bersyukur bi , makanya Naira sering ngeluh kanyak gini ,
harus nya Naira bersyukur semua ini terjadi kerena Allah sayang sama Naira ""ucap Naira yang kembali terisak namun iya langsung menghapus air mata nya.
""Naira yakin bi Allah gak mungkin membebani hamba nya sampai melewati batas kemampuan Naira ,
dan semua ini untuk keluarga Naira
mungkin dengan ini Naira bisa membantu mereka bi ""sambung Naira lagi.
bi oktras kembali memeluk Naira dengan kasih sayang.
"Ibu dan ayah mu sangat beruntung memiliki seorang anak seperti kamu Nai ""ucap bi Oktas belum melepaskan pelukan nya.
Setelah selesai dengan semuanya bi oktras menuntun Naira ke ranjang nya
agar Naira bisa istirahat kerena besok iya akan pulang ke kampung nya untuk memberi tau keluarga Naira
dan bi oktras dan pak Harun di tugaskan untuk ikut bersama Naira.
Untuk membantu mempersiapkan semua keperluan pernikahan Ray dan Naira yang akan di langsungkan dalam Minggu ini ..
Bersambung........
Assalamu'alaikum βΊοΈ
Hi reader ....
terimakasih sudah mampir'mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
__ADS_1
semoga terhibur βΊοΈππ»