
...----------------...
IBU
panggilan itu adalah panggilan yang paling merdu di telinga seorang wanita dan itu sudah fitrahnya .
semua wanita merindukan panggilan itu ,tak jarang yang menjadikan nya sebuah cita cita dalam hidup .
Terlepas dari semua impian besar yang ada di benak semua wanita , kebanyakan wanita ingin menjadi ibu untuk anak anak nya .
membesarkan anak anaknya, itu adalah impian yang paling membanggakan .
......................
Semenjak kehamilan Naira di ketahui oleh keluarga besar nya dan para sahabatnya ,Naira seperti anak bayi yang tidak boleh melakukan apapun ,
Naira kuliah online dari rumah mereka . karena Ray melarang Naira untuk pergi ke kampus lagi , Naira tidak ada pilihan lagi ,atau dirinya sama sekali tidak di izinkan untuk kuliah lagi .
Apa lagi suaminya ,Ray selalu saja menegur Naira jika melakukan hal yang menurutnya sangat tidak baik untuk kehamilan Naira yang baru menginjak 19 Minggu itu .
Tentu saja Ray juga harus di pusingkan dengan acara ngidam istrinya itu . tidak mengidam saja sering membuat Ray kelimpungan ,
apa lagi ini ,Naira menggunakan anak mereka sebagai senjata yang paling tidak bisa Ray menolak nya .
"Sabar Ray ""ucap Marko menyemangati sahabat nya itu , yang sedari tadi terdiam sambil mencoret coret kertas yang ada di depan nya .
"Aku kurang sabar apalagi ""ucap Ray lirih sambil tertawa kecil meratapi nasibnya setelah beberapa Minggu ini .
"Kamu tau , kemarin malam Naira mengusir ku dari tempat tidur ,dia bilang bau badan ku membuat dia mual , kau tau apa yang terjadi selanjutnya ?"masih dengan nada serius nya mencurahkan unek unek di dalam hati nya . Marko menggeleng ,,.
"Tengah malam dia membangun kan ku , sambil menangis sesenggukan .
mengatakan jika aku jahat kenapa tidak menemani nya tidur ""Ray menarik nafas panjang mengingat perilaku istrinya itu ,
"Aku kan memukul kepala mu , jika kamu yang mengusir ku dari tempat tidur ""ucap Ray dengan nada tinggi menunjuk Marko ,Marko yang ada di depan nya menelan ludah dengan kasar melihat kekesalan sahabat nya itu .
"Sabar Marko , bukan satu kali ini saja Ray melimpah kan kekesalan nya kepada mu , ini yang ke 431kali nya dia bersikap seperti ini ..sabar ,,sabar "Marko masih terdiam sambil meminum copycino yang di belinya tadi .
"Lakukan itu untuk menyenangkan anak kalian , bukan kah kamu mengimpikan momen seperti ini sedari dulu "ucap Marko ,dikira bisa menenangkan Ray walau sedikit . batin nya
__ADS_1
"Tidur di sofa sudah kulakukan , dia ingin makan kue beras di tengah malam aku Carikan , Bahkan mencuri buah mangga milik tetangga sudah juga ku lakukan , aku tidak tau apalagi besok yang Naira inginkan ""ucap Ray menyenderkan punggungnya di kursi nya .
Walau waktu itu Ray meninggalkan uang tunai di bawah pohon mangga itu , tapi sama saja Ray tidak meminta kepada pemilik batang mangga itu ,apa lagi jika bukan mencuri namanya .
"Kau mencuri ?"ulang Marko sambil tertawa cekikikan merasa lucu dengan ucapan Ray barusan . ketawa Marko sungguh membuat Ray bertambah kesal .
melihat ekspresi wajah Ray ,Marko menghentikan ketawa nya dan mendehem menetralkan keadaan .
"Yang aku tahu ,itu hanya berlaku satu sampai tiga bulan atau lima bulan saja Ray , tidak lama lagi pasti kamu akan terbebas dari mengidam nya Naira , bersabar lah sedikit lagi "ucap Marko sambil mengangguk anggukan kepala nya .
"Semoga saja" Ray meng'aamiini saja ucapan sahabat nya itu .
"Ya sudah ,. tenang kan saja diri mu , satu jam lagi kita ada rapat untuk membahas mengenai urusan pembangunan resort di pulau Jawa berapa bulan lagi .hemm
aku pamit dulu""ucap Marko menepuk bahu pria itu dan bergegas pergi meninggalkan ruangan itu .
...----------------...
Naira sekarang sedang mengotak-atik ponselnya , iya sedang melihat lihat tulisan bijak dari seorang ibu .
Mengharukan memang walaupun seorang ibu harus melewati masa yang sulit dan penuh air mata , apa lagi saat melahirkan nanti , seorang ibu menaruh kan hidup dan mati nya untuk memberikan kehidupan untuk buah hatinya .
Namun rasa sakit dan derai air mata itu berubah menjadi senyuman bahagia saat mendengar suara tangisan yang sudah lama iya impikan .
tiga huruf yang di satukan menjadi satu kata itu , adalah pangkat yang Allah titipkan khusus untuk wanita ,
Tuhan bahkan menjadikan telapak kaki nya sebagai syurga ,
Naira menghapus air matanya melihat perjuangan seorang ibu yang membuat hatinya terasa berdenyut nyeri ,
Naira mengelus perutnya yang mulai membuncit .
Oma dan mama mertua nya itu ,selalu menyempatkan waktu untuk menginap di rumah mereka ,hanya untuk menjaga menantu kesayangan nya itu .
Naira sangat bahagia tentang itu , karena Naira tidak akan merasa bosan jika Ray harus kekantor setiap hari nya .
Namun hari ini nyonya Monica ada acara arisan bersama teman teman nya , jadi Naira hanya sendiri di rumah Hanya di temani bi Ijah ,
Naira melihat jam masih jam istirahat pikir nya , Naira pun menelpon suaminya hanya untuk mengatakan. , Aku mencintaimu , aneh memang tapi itu sudah menjadi bagian dari ngidam yang Naira alami .
__ADS_1
Ray yang baru saja memulai rapat nya pun , terpaksa harus menghentikan sebentar hanya untuk mengangkat telepon dari istrinya itu ,
"Hallo ,,assalamu'alaikum sayang "Ray dengan senyuman manis nya menyapa istrinya itu , para karyawan yang ada di ruangan itu ikut tersenyum melihat atasan nya itu berubah menjadi suami siaga dan hangat untuk orang yang di cintai nya .
"Wa'alaikum sallam sayang "Naira menunjukkan senyum bahagia nya kepada suaminya itu .
"Sayang lagi sibuk nya ?""tanya Naira menyurutkan senyuman nya.
"Tidak ,, tidak ada kata sibuk bagiku jika itu menyangkut kepentingan istri ku ""ucapan Ray membuat semua orang yang ada di ruangan itu merasa meleleh akan ucapan atasan mereka itu .
Namun wanita yang ada di sebrang telpon itu , berubah murung
"Sayang ,ada apa ?
kenapa jadi sedih ?"Ray mulai kelimpungan melihat Naira seperti itu .
"Aku mencintaimu " ucap Naira namun wajahnya masih terlihat sedih .
Ray tersenyum gemas setiap hari Naira terus mengutarakan ucapan yang membuat dadanya bergemuruh bahagia mendengar pengakuan istri kecilnya itu .
"Aku lebih mencintai mu sayang ""ucap Ray menambah hati para Ciwi Ciwi yang ada di sana ikut baper dengan penuturan pria tampan sekaligus atasan mereka itu .
"Ya ,Naira tau itu ""ucap Naira kembali ceria mendengar penuturan suaminya itu .
"Syukur lah Naira sudah bahangia lagi "Ray menghela nafas lega melihat senyuman manis itu lagi .
" Sayang setengah jam lagi aku akan menelpon mu lagi ,aku akan meeting sebentar ya ""ucap Ray ingin segera menyelesaikan pekerjaan nya agar bisa menemani wanita itu .
Naira terlihat seperti memikirkan ucapan suaminya itu setelah itu Naira menggangukan kepalanya ,
"Ya sudah ,. istirahat lah tunggu aku pulang , assalamu'alaikum sayang "" Naira pun membalas salam dari Ray dan mematikan sambungan telepon mereka .....
Bersambung.....
Assalamu'alaikum βΊοΈ
uq sedikit nya ,.ππ»
Hi reader
__ADS_1
terimakasih sudah mampir mohon beri like'dan komentar nya'untuk membangkitkan semangat penulis π
semoga terhibur βΊοΈππ»